Evaluasi Korpus BEMNUS Beri Rapor Merah untuk Kementerian Dikbudristek, BUMN, dan Kesehatan

Evaluasi Korpus BEMNUS Beri Rapor Merah untuk Kementerian Dikbudristek, BUMN, dan Kesehatan

Nusantara7.com, Surabaya – Dua tahun kinerja Kabinet Indonesia Maju ditanggapi tegas oleh mahasiswa melalui Aliansi Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Nusantara atau BEMNUS. Mereka menilai ada beberapa kementerian yang masih menjadi pekerjaan rumah. Diantaranya kementerian Pendidikan Kebudayaan, dan Riset, Kementerian BUMN, dan Kementerian Kesehatan.

Kementerian Pendidikan Kebudayaan dan Riset (Kemdikbud Ristek) diberi rapor merah lantarana program Merdeka Belajar-Kampus Merdeka yang terus digaungkan belum menunjukkan perkembangan yang jelas. Kemdikbud Ristek juga belum serius untuk segera melakukan pembelajaran tatap muka.

“Untuk kementerian BUMN dibawah pimpinan Erick Thohir saat ini kami rasa cukup konyol. Pasalnya bukan untung yang didapat, malah kerugian terus membengkak. Ada pula kementerian Kesehatan yang dipimpin Budi Gunadi Sadikin terang tidak serius untuk pemerataan vaksinasi. Kemenkes seolah menjadikan tolak ukur angka penurunan covid-19 sebagai keberhasilan. Padahal di lapangan masih banyak yang belum melakukan vaksin,” ungkap Eko Pratama Koordinator pusat (Korpus) BEM Nusantara.

Di samping itu, Ahmad Faruuq sebagai koordinator daerah Jawa Timur menyatakan dua tahun kinerja Jokowi-Ma’ruf ini tidak ada perkembangan. “Sudah dua putaran Jokowi sebagai presiden. Kini di periode kedua genap dua tahun menjalankan roda pemerintahan. Namun, kami belum merasakan perubahan yang berarti. Jokowi saya rasa perlu untuk bertatap muka dengan mahasiswa agar bisa peka pada kondisi Indonesia saat ini,” terang Ahmad Faruuq.

BEM Nusantara melalui Korpus Eko Pratama memberikan beberapa rekomendasi terkait beberapa hal yang dikritisi. Pada Kementerian BUMN, Korpus BEM Nusantara mengimbau adanya proses transformasi yang jelas dan konkrit. BUMN mestinya perhatian pada internalnya yang banyak dihuni pemegang jabatan ganda.

“Untuk dunia pendidikan sendiri, mas Menteri Nadiem Makarim memang perlu untuk segera restrukturisasi kementerian. Perjelas kembali orientasi dan tujuan dari program MBKM yang semestinya bisa meningkatkan kualitas pendidikan. Selain itu, Kemdikbud Ristek segera serius untuk melakukan pembelajaran tatap muka dengan kondisi yang sudah sangat memungkinkan ini,” terang Korpus, Eko Pratama.

Sementara dari segi kesehatan yang juga cukup vital Eko mengharap proses vaksinasi yang masif. Untuk promosi vaksin memang perlu melibatkan semua pihak. Tapi untuk vaksinasinya sendiri Kemenkes harus memperkuat tenaga, fasilitas, dan penunjang kesehatan sendiri. [brj]

Peringatan HSN 2021 di Ponorogo, dengan tema “Ngonthel Bareng Santri Bersarung dan Peci”

Peringatan HSN 2021 di Ponorogo, dengan tema “Ngonthel Bareng Santri Bersarung dan Peci”

Nusantara7.com, Ponorogo – Ribuan orang ikut memeriahkan puncak peringatan hari santri nasional (HSN) di Ponorogo. Yakni dengan bersepeda onthel dengan bersarung dan memakai peci. Acara yang bertajuk Ngonthel Bareng Santri Bersarung dan Peci secara Prokes itu, dibagi menjadi 6 titik. Dimana salah satu rutenya dari Masjid Tegalsari Kecamatan Jetis hingga finish di Paseban alon-alon Ponorogo.

“Total ada 6.221 peserta, sengaja dibagi menjadi 6 titik supaya tidak terjadi kerumunan. Tentu kita lakukan dengan menerapkan protokol kesehatan (prokes),” kata Bupati Sugiri Sancoko yang juga ikut gowes itu, Minggu (24/10/2021).

Sugiri menilai penting untuk memeringati hari santri ini, Ia tidak ingin generasi muda melupakan sejarah yang besar. Dimana pecahnya perang 10 November di Surabaya itu, dimulai dengan seruan resolusi jihad dari Hadratussyaikh Hasyim Asy’ari.

“Kami ingin generasi muda tahu, bahwa dulu itu santri berperan mempertahankan kemerdekaan. Ikut berperang melawan agresi militer Belanda di Surabaya,” ungkap Kang Giri sapaan akrab Sugiri Sancoko.

Nah, untuk sekarang, masih jihad tetapi tidak perang. Yakni jihad melawan pandemi Covid-19. Bagi yang belum sadar vaksin, kita edukasi pentingnya vaksinasi. Untuk itu, dalam kesempatan tersebut, Giri juga akan mengukuhkan satgas prokes Covid-19.

“Mungkin di Indonesia, satgas prokes Covid-19 satu-satunya. Saya ingin santri berjihad melawan virus korona, melawan kebodohan dan kemiskinan,” ungkap mantan anggota DPRD Jatim itu.

Sugiri menyebut bersepeda dengan sarungan, menurutnya akan sedikit kerepotan, namun akhirnya bisa diatasi. Selain itu, dia memilih sepeda onthel supaya pangsa pasar sepeda tua itu meningkat. Dengan begitu masyarakat kecil bisa menikmati dan laku sepedanya.

“Kita juga gelar vaksinasi, jadi peserta yang sebelumnya belum vaksin bisa langsung vaksinasi dosis pertama,” pungkasnya. (brj)

Pelebaran Jalan Nasional Bangkalan-Sumenep

Pelebaran Jalan Nasional Bangkalan-Sumenep

Nusantara7.com, Bangkalan – Program pelebaran jalan nasional dari Bangkalan hingga Sumenep bakal segera terealisasi dengan kebutuhan anggaran sebesar Rp 300 milyar.

Anggota komisi V DPR RI, Syafiuddin Asmoro menyebutkan besarnya dana yang dibutuhkan berdampak pada pengerjaan proyek. Yakni akan dilakukan lintas tahun atau Multi Years Contract (MYC).

“Infrastruktur merupakan salah satu kunci utama pemerataan pembangunan yang akan berdampak pada pemerataan kesejahteraan masyarakat,” ungkapnya, Minggu (24/10/2021).

Syaifuddin ini juga mengatakan, pengerjaan proyek itu akan dimulai pada 2022 mendatang. “Kondisi jalan yang ada saat ini tidak sebanding dengan mobilitas masyarakat yang semakin meningkat, sehingga sudah waktunya ada pelebaran jalan,” imbuhnya.

Ditambah lagi, terdapat beberapa titik jalan yang memiliki ruas jalan yang menyempit akibat termakan parkir maupun dipadati pedagang. Tak hanya itu, mobilitas masyarakat dari luar Madura juga telah meningkat. “Dan jalan tersebut satu-satunya akses yang menghubungkan empat kabupaten di Madura,” tuturnya.

Syaifuddin ini juga menyebut, program pelabaran jalan itu disetujui setelah melalui proses yang panjang dan berulang kali disampaikan dalam rapat dengar pendapat Kementrian PUPR. “Semoga dengan adanya program peningkatan infrastruktur ini, perekonomian masyarakat Madura semakin meningkat,” tandasnya.[brj]

KBS Buka Kembali, Wakil Ketua DPRD Surabaya : Jujukan Favorit Keluarga, Pengunjung Antusias Kangen Poll

KBS Buka Kembali, Wakil Ketua DPRD Surabaya : Jujukan Favorit Keluarga, Pengunjung Antusias Kangen Poll

Nusantara7.com, Surabaya – Wakil Ketua DPRD Kota Surabaya Reni Astuti memanfaatkan waktu akhir pekan bersama putri-putrinya mengunjungi Kebun Binatang Surabaya (KBS).

Hal itu tampak melalui unggahan gambar dari akun Instagram KBS maupun akun instagram pribadi Reni Astuti Surabaya. Potret suasana ramai dan antusiasme masyarakat juga terlihat lewat berbagai foto dokumentasi.

Bersama dengan manajemen KBS, pihaknya juga berkeliling serta berinteraksi dengan para pengunjung lain. “Saat saya menyapa dan bertanya ke beberapa pengunjung, umumnya mereka senang dengan dibukanya kembali KBS usai penutupan sementara, hampir 2 tahun warga menunggu, kangen poll,” kata Reni, Minggu (24/10/2021).

Menurutnya, saat ini pengunjung memiliki kesadaran menerapakan protokol kesehatan yang tinggi, ada juga tim satgas COVID-19 yang patroli mengingatkan protokol kesehatan utamanya pakai masker. “Meski ramai, jumlah pengunjung tetap dibatasi, sehingga tidak sebanyak ketika masa sebelum pandemi,” ungkap Reni.

Reni juga mengamati pelaku usaha mikro di dalam dan diluar KBS mulai bergeliat. “Senang lihat para penjual dikunjungi pembeli, semoga kondisi ekonomi warga makin membaik,” harapnya.

Kegiatan tamasya Pimpinan DPRD ini juga untuk merayakan hari ulang tahun putri bungsunya. “Wisata sekalian menghibur dan nyenengin si kecil karena pas hari ini bertepatan dengan ulang tahun ke-8nya,” kata Reni.

Degan kocek Rp 15 ribu, para pengunjung sudah bisa mendapatkan tiket masuk dan melihat ragam satwa yang ada di KBS. “Bagi keluarga dan anak-anak, KBS jadi jujukan favorit tempat wisata murah meriah dan banyak menyuguhkan hiburan dengan ragam satwanya,” lanjut Reni.

Reni menilai bahwa sebagai BUMD, pengembangan KBS ke depan dilihat prospektif dan berpotensi perkuat pendapatan daerah “Saya berharap KBS menjadi wisata keluarga yang aman dan sehat dan terus melakukan inovasi serta pengembangan yang disesuaikan dengan kondisi kekinian dan juga kebutuhan warga surabaya dengan segmentasi 3 juta penduduk ini, belum lagi dari luar Surabaya” jelasnya.

Suasana bersih, asri, dan nyaman juga terasa saat memasuki KBS dengan rindangnya pepohonan yang melindungi dari terik matahari. Tidak ketinggalan, berbagai spot instagramable juga tersedia bagi para pengunjung yang ingin mengabadikan momen-momen menarik di KBS ini.(brj)

Bupati Bangkalan Ra Latif Apresiasi USAID Bimbing Pengusaha Muda

Bupati Bangkalan Ra Latif Apresiasi USAID Bimbing Pengusaha Muda

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mengapresiasi USAID yang telah bekerjasama sekaligus memberi bimbingan bagi para pengusaha muda Bangkalan dalam memajukan sektor ekonomi kerakyatan di Kabupaten Bangkalan. 

Hal tersebut disampaikan Ra Latif saat memberikan sambutan pada acara Seed Founding Ceremony USAID JAPRI (Jadi Pengusaha Muda), Senin (25/10/2021) di Pendopo Agung Bangkalan.

“Selama ini USAID JAPRI tidak hanya memberikan pelatihan, akan tetapi juga memberikan pendampingan pengembangan usaha tambahan serta mendampingi para perempuan pengusaha muda di Kabupaten Bangkalan,” ujar Ra Latif. 

Oleh karena itu kata dia perempuan dan generasi muda harus memiliki kesempatan untuk berhasil dan dapat menjadi penggerak kemakmuran dan pertumbuhan ekonomi.

“Para generasi muda harus memilki semangat kewirausahaan yang selanjutnya dapat menumbuhkan ide menciptakan peluang usaha serta mendorong terciptanya sektor industri kreatif untuk Kabupaten Bangkalan yang lebih sejahtera,” imbuhnya.

Ra Latif menjelaskan untuk menumbuh kembangkan wirausaha khususnya bagi perempuan tidak cukup hanya diberikan pelatihan, tetapi perlu pula dilakukan pendampingan dan coaching untuk memaksimalkan kemampuan dan potensi diri. 

“Oleh karena itu peran Organisasi Perangkat Daerah terkait sangat diperlukan dalam melaksanakan pembinaan, memfasilitasi dan melakukan pendampingan lanjutan bagi para alumni JAPRI agar pengetahuan dan keterampilan wirausaha terus berkembang serta memiliki daya saing,” terangnya.

Hal ini kata Bupati, sebagai bentuk peran aktif Pemerintah Kabupaten Bangkalan atas program yang telah dilaksanakan oleh USAID JAPRI. Dengan adanya program ini para generasi muda dapat memilki semangat kewirausahaan dan menumbuhkan partisipasi dalam pembangunan sektor ekonomi.

“Yang pada akhirnya dapat membuka sektor perekonomian yang mandiri sekaligus mampu menumbuhkan ide yang terkait dengan peluang usaha, pembangunan manajemen usaha, produk yang memiliki daya saing, serta strategi dalam pemasarannya,” pungkasnya. pemk

Bupati Bangkalan Ra Latif Kagumi Karya Seni Santri Al-Ibrohimy

Bupati Bangkalan Ra Latif Kagumi Karya Seni Santri Al-Ibrohimy

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati  Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron terkesan dengan karya seni dan kaligrafi yang dipamerkan oleh para santri Al-Ibrohimy, Kecamatan Galis.  Hal itu disampaikan Bupati Ra Latif ketika bersilaturahmi ke Pondok Pesantren Al-Ibrohimy dalam rangka Hari Santri Nasional, Senin (25/10/2021).

Ra Latif mengungkapkan rasa bangganya pada para santri Al-Ibrohimy ketika melihat pameran yang menampilkan berbagai hasil karya santri. Bahkan Bupati juga sempat membeli hasil kerajinan tangan salah satu santri.

“Saya sangat bangga dengan hasil karya santri yang ditampilkan, sangat kreatif. Tidak hanya kerajinan tangan, kaligrafi saja, namun juga ada hasil karya otomotif berupa custom motor yang juga pernah menjadi juara diajang kontes. Ini menunjukkan bahwa saat ini santri terus berkembang seiring perkembangan zaman dan teknologi,” kata Ra Latif Bupati.

Sementara itu pengasuh Pondok Pesantren Al Ibrohimy KH Ibrohim Muchlis mengatakan karya seni baik berupa lukisan dan kaligrafi serta custom motor tersebut adalah karya para santri yang dipamerkan dalam rangkaian Hari Santri Nasional tahun 2021.

Tak hanya dipamerkan, karya seni dan beberapa kaligrafi yang diperlihatkan mampu menarik tamu undangan yang datang.

“Alhamdulilah karya seni dan kaligrafi santri sudah dilelang dan laku jutaan rupiah dibeli Bupati dan anggota DPRD Jatim, ini suatu kebanggaan bagi pengasuh,” imbuhnya. pemk

Bersinergi Bersama Membangun Menuju Bangkalan Sejahtera

Bersinergi Bersama Membangun Menuju Bangkalan Sejahtera

Nusantara7.com, Bangkalan – Hari Jadi (Harjad) Ke-490 Bangkalan jatuh hari Minggu (24/10). Momentum bersejarah itu memacu semangat Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan untuk mewujudkan masyarakat sejahtera. Tema Harjad Ke-490 Kabupaten Bangkalan tahun ini ”Menuju Bangkalan Sejahtera”. Itu selaras dengan tekad pemkab yang terus berupaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mengatakan, harjad ke-490 tahun ini akan diperingati secara sederhana. Sebab, pandemi Covid-19 belum berakhir. Meski begitu, tidak akan menghilangkan kekhidmatan harjad ke-490.

Sebagai bentuk syukur, peringatan harjad akan dikemas dengan upacara dan ziarah kubur ke Ki Demung dan Makam Agung di Kecamatan Arosbaya. Dengan cara itu diharapkan Kabupaten Bangkalan mendapat keberkahan para raja.

Ra Latif berharap pandemi Covid-19 segera berakhir. Dengan begitu, masyarakat bisa kembali beraktivitas seperti sediakala. Pihaknya mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Minimal menggunakan masker secara disiplin. ”Dengan menerapkan prokes ketat, diharapkan perekonomian ikut kembali bangkit,” harap mantan Wakil Ketua DPRD Bangkalan, Jumat (22/10).

Tema Menuju Bangkalan Sejahtera sengaja dipilih sebagai tagline harjad tahun ini. Hal itu sangat relevan dengan kondisi ekonomi nasional saat ini yang terdampak pandemi Covid-19. ”Sejahtera itu artinya bisa menikmati hasil pembangunan, pendidikan, kesehatan, pelayanan, dan lainnya secara baik,” terangnya.

Namun, keuangan pemerintah juga terdampak pandemi Covid-19. Akibatnya, program yang dicanangkan untuk mewujudkan Bangkalan sejahtera belum maksimal. Meski begitu, pihaknya berjanji, secara bertahap akan memenuhi semua kebutuhan masyarakat, utamanya infrastruktur.

”Program-program tahun ini difokuskan di beberapa titik. Walaupun tidak meng-cover secara keseluruhan, kami akan memenuhi secara bertahap sesuai dengan komitmen kami,” tegasnya.

Wakil Bupati Bangkalan Mohni mengutarakan, peringatan harjad yang sederhana tidak akan mengurangi kekhidmatan. Apalagi, sudah dikonsep dengan menapaktilasi makam Ki Demung dan Makam Agung yang merupakan cikal bakal pemerintahan pertama di Kota Salak.

Dalam momentum Harjad Ke-490 Kabupaten Bangkalan ini, mantan Kadisdik Bangkalan tersebut menegaskan, pemerintah menginstruksikan semua aparatur sipil negara (ASN) dan siswa untuk menggunakan baju adat. Alasannya, untuk menumbuhkan rasa kepedulian dan kecintaan para generasi muda terhadap Bangkalan.

”Dengan penggunaan baju adat itu, minimal semuanya tahu kapan hari jadi Bangkalan,” imbuhnya.

Sekkab Bangkalan Moh. Taufan Zairinsjah menjelaskan, tagline Menuju Bangkalan Sejahtera merupakan spirit bagi pemerintah untuk menjawab tantangan ke depan. Utamanya masalah kesehatan dan ekonomi yang saat ini menjadi tantangan semua daerah di Indonesia.

”Momentum hari jadi ini kita jadikan spirit agar kerja-kerja pemerintah ke depan harus fokus pada pemulihan ekonomi dan penanganan kesehatan. Mengingat, saat ini kita masih di masa pandemi walau kasusnya sudah jauh melandai,” terangnya.

Harjad Ke-490 Bangkalan juga harus dijadikan sebagai ajang mempererat sinergisitas antara pemerintah dan masyarakat. Utamanya dalam menyukseskan program vaksinasi, sehingga kondisi kembali normal. ”Dengan capaian vaksinasi yang tinggi, maka tingkat kelonggaran aktivitas masyarakat lebih besar,” terangnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Zein menambahkan, tema Menuju Bangkalan Sejahtera dipilih sebagai wujud komitmen Bupati Ra Latif dan Wabup Mohni yang terus konsentrasi memenuhi janjinya. Meski sebenarnya banyak hambatan yang harus dilalui dalam mewujudkan cita-cita Bangkalan sejahtera.

Contohnya pandemi Covid-19 yang menyebabkan banyak anggaran terkena refocusing. Sehingga, banyak program yang berorientasi pada Bangkalan Sejahtera belum dapat terlaksana. ”Tetapi, bupati dan Wabup tetap tidak menyurutkan semangatnya untuk mewujudkan masyarakat Bangkalan yang sejahtera,” tandasnya. rama

Bupati Bangkalan Ra Latif Beri Penghargaan 54 Kades di Harjad ke- 490

Bupati Bangkalan Ra Latif Beri Penghargaan 54 Kades di Harjad ke- 490

BANGKALAN – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menjadi inspektur upacara Hari Jadi Bangkalan Ke-490, Senin (25/10). Dalam upacara yang digelar di lapangan Pemkab Bangkalan tersebut, bupati memberikan penghargaan kepada 54 kepala desa (Kades) yang perolehan pajak bumi dan bangunannya 100 persen.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, piagam penghargaan yang diberikan terhadap 54 Kades merupakan bentuk apresiasi Pemkab Bangkalan. Sebab, dalam sepuluh bulan, 54 Kades itu mampu menyetorkan PBB 100 persen.

Dengan piagam penghargaan tersebut, Bupati Ra Latif berharap 54 Kades itu bisa mendulang kesuksesan dalam mengumpulkan PBB tahun depan. Juga agar menjadi motivasi bagi kepala desa yang lain.

”Kami berharap tahun ini tidak cuma 54 kepala desa itu saja yang bisa memenuhi target PBB,” kata mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

PBB menjadi salah satu sumber pendapatan Pemkab Bangkalan. Anggaran yang terkumpul dari pajak akan menjadi penentu pembangunan di Bangkalan pada masa yang akan datang.

”Karena itu, kami mengajak masyarakat untuk tertib membayar PBB. Karena pajak yang dibayarkan, output-nya akan kembali pada masyarakat sendiri,” terangnya.

Kepala Badan Pendapatan Daerah Bangkalan Ismet Effendi mengatakan, lembaganya terus berupaya agar semua Kades mendorong masyarakat untuk tertib membayar PBB. Salah satunya, bekerja sama dengan pemerintah di tingkat kecamatan dan desa.

”Juga dengan pemberian penghargaan seperti di upacara tadi. Tujuannya, dijadikan motivasi bagi Kades lainnya,” ujar mantan Kasatpol PP itu.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein mengatakan, upaya 54 Kades yang mendapat penghargaan sebelum pembayaran PBB jatuh tempo patut diapresiasi. Atas komitmen tugas dan tanggung jawabnya itu, mereka layak mendapat apresiasi di momentum peringatan Harjad Bangkalan Ke-490.

”Bupati juga berharap penghargaan ini menjadi stimulus bagi Kades lainnya dalam pemenuhan target PBB,” tandasnya. rama

Peringatan Hari Jadi Ke-490 Bangkalan, Bupati Bangkalan Ra Latif Ziarah Kubur Ki Demung Plakaran dan Makam Agung

Peringatan Hari Jadi Ke-490 Bangkalan, Bupati Bangkalan Ra Latif Ziarah Kubur Ki Demung Plakaran dan Makam Agung

Nusantara7.com, Bangkalan – Perayaan peringatan Hari Jadi Ke-490 Bangkalan dikemas sederhana tanpa mengurangi kekhidmatan acara. Salah satunya dengan berziarah ke kubur Ki Demung Plakaran dan Makam Agung di Kecamatan Arosbaya. Ziarah kubur ini diikuti forum koordinasi pimpinan daerah (forkopimda).

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyatakan, ziarah kubur dikemas dengan kegiatan doa bersama. Selain itu, mendengarkan sejarah singkat kerajaan Madura Barat yang menjadi cikal bakal penentuan Hari Jadi Bangkalan. ”Di lokasi ziarah itu, kami mendapat pemaparan sejarah singkat dari sejarawan dan budayawan,” ucapnya kemarin (25/10).

Ziarah kubur itu juga untuk menapaktilasi perjalanan para raja yang pernah berkuasa di Kabupaten Bangkalan. Sebagai generasi penerus, napak tilas itu sangat penting guna memupuk semangat bagi pemangku kebijakan dalam mengabdikan diri kepada masyarakat.

”Menurut Bung Karno, bangsa yang besar adalah bangsa yang tidak melupakan sejarah,” tutur pria yang biasa dipanggil Ra Latif itu.

Dari napak tilas itu, mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu berharap pemerintah konsisten berinovasi dan menyusun program yang promasyarakat. Dengan demikian, cita-cita Bangkalan sejahtera dapat terwujud sesuai dengan tagline Hari Jadi Ke-490. ”Semuanya harus memiliki spirit mengabdi untuk masyarakat,” ujarnya.

Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad menerangkan, ziarah kubur itu dilaksanakan setiap tahun pada perayaan hari jadi. Itu dilakukan sebagai simbol penghargaan dan penghormatan kepada anggota keluarga kerajaan yang pernah memimpin di Madura Barat.

Napak tilas dilakukan untuk meneladani perjuangan dan kepemimpinan para raja yang pernah berkuasa. Dengan begitu, spirit perjuangan pendahulu bisa diteruskan pemangku kebijakan saat ini. ”Sehingga para forkopimda bisa memiliki semangat yang sama dengan para leluhur kita yang dahulu,” harapnya.

Kabid Kebudayaan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Bangkalan Hendra Gemma Dominan menjelaskan, peringatan hari jadi diambil dari sejarah pengangkatan Raden Pratanu sebagai raja. Raden Pratanu dinobatkan sebagai raja pada 12 Rabiul Awal. ”Sementara 12 Rabiul Awal itu, kalau di tahun Masehi jatuh pada 24 Oktober,” terang pria yang juga sebagai musisi itu.

Atas alasan itulah, penetapan Harjad Bangkalan ditetapkan 24 Oktober. Itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Bupati Bangkalan pada 1992. ”SK-nya itu sampai sekarang masih ada,” jelas Hendra.

Sementara itu, seluruh pegawai negeri dan swasta mengenakan baju adat pada momen Hari Jadi Bangkalan. Semua pagawai mengenakan baju sakera dan marlena. Ada juga yang mengenakan pakaian agungan.

Komisioner KPU Bangkalan Sairil Munir mengaku bangga saat mengenakan baju tersebut. Dia juga berharap pakaian adat itu bisa dilestarikan oleh kalangan remaja. ”Perlu dijadikan perhatian bersama agar tidak hilang dan musnah” terangnya. rama