Bupati Bangkalan Ra Latif Lepas Kirab Pataka NU di Pesarean Syaikhona Kholil

Bupati Bangkalan Ra Latif Lepas Kirab Pataka NU di Pesarean Syaikhona Kholil

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron melepas kirab pataka Nahdlatul Ulama (NU) di Pasarean Syaikhona Muhammad Kholil, Jumat (22/10). Kegiatan itu dilakukan untuk merayakan peringatan Hari Santri Nasional (HSN).

Ketua GP Ansor Bangkalan Hasani bin Zuber mengatakan, kirab pataka merupakan rangkaian kegiatan peringatan HSN yang dilakukan PWNU Jatim. Kirab yang sama juga dilaksabakan di makam KH Hasyim Asyari, Jombang. ”Dua pataka itu nanti diserahkan ke PWNU,” ucapnya.

Anggota DPR RI itu mengaku tidak tahu secara pasti mengapa Pasarean syaikhona Muhammad Kholil dipilih sebagai lokus kirab oleh PWNU. Namun yang jelas, sejarah berdirinya NU tidak bisa dipisahkan dari Syaikhona Muhammad Kholil yang sekaligus guru dari KH Hasyim Asyari.

”Syaikhona Muhammad Kholil memiliki peran besar berdirinya NU,” ujarnya.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menambahkan, kirab pataka yang dilakukan PWNU Jatim merupakan wujud kegembiraan kaum nahdliyin terhadap perayaan HSN. Apalagi, penetapan HSN merujuk pada sejarah resolusi jihad yang dipelopori PBNU pada 1995 di Surabaya.

Pria yang biasa dipanggil Ra Latif itu menambahkan, kirab pataka juga merupakan wujud terima kasih terhadap perjuangan ulama yang telah beperan besar merebut kemerdekaan Indonesia. Hingga akhirnya, output dari kemerdekaan itu bisa dirasakan semua generasi penerus hingga saat ini.

”Ulama tidak hanya berperan dalam kemerdekaan, namun juga telah membimbing kita,” tandasnya. rama

Mendikbud Nadiem Makarim Kunjungi Jombang, Bupati Mundjidah Terima Pesan Khusus

Mendikbud Nadiem Makarim Kunjungi Jombang, Bupati Mundjidah Terima Pesan Khusus

Nusantara7.com, Jombang  – Bupati Jombang Mundjidah Wahab mendampingi kunjungan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Anwar Makarim ke Ponpes (Pondok Pesantren) Tebuireng, Kamis (21/10/2021).

Selain mengikuti pertemuan di dalem kasepuhan (rumah induk pesantren), Mundjidah juga nampak berbincang serius dengan Mendibud Nadiem di depan rumah induk tersebut. Bupati melaporkan kondisi pembelajar tatap muka (PTM) di Jombang. Juga melaporkan bahwa Kabupaten Jombang sudah masuk PPKM (Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat) level 1. Mendapat laporan itu, Mendikbud memberikan acungan jempol. “Bagus itu,” kata Mendikbud sembari mengangkat jempolnya.

Usai berbincang dengan Bupati Jombang, Mendikbud Nadiem kemudian memasuki rumah induk Ponpes Tebuireng Jombang. “Tadi ada beberapa hal yang dipesankan oleh Pak Menteri. Di antaranya tentang PTM (pembelajaran tatap muka),” kata Bupati Munjidah.

Dalam perbincangan tersebut, lanjut Bupati Jombang, Mendikbud Nadiem Makarim mengharapkan PTM tidak dibatasi. Kemudian rencananya, Januari tahun depan PTM dilakukan secara penuh. “Kalau saat ini PTM masih bergiliran. Insya Allah, Januari sudah (PTM) penuh. Selain itu Mas Menteri juga menyampaikan pesan soal program kampus merdeka dan guru penggerak,” kata Bupati Jombang.

Selain didampingi Bupati Jombang Mundjidah Wahab, dalam kunjungan tersebut Mendikbud Nadiem Makarim disambut pengasuh Ponpes Tebuireng KH Abdul Hakim Mahfidz atau Gus Kikin. Mereka kemudian melakukan ramah tamah di dalem kasepuhan atau rumah induk pesantren.

Terakhir, Mendikbud Nadiem Makarim melakukan ziarah ke makam yang ada di pesantren tersebut, yakni makam pendiri NU Hadratus Syaikh KH Hasyim Asyari, kemudian makam pahlawan nasional KH Abdul Wahid Hasyim, makam mantan Presiden RI KH Abdurrahman Wahid atau Gus Dur, serta makam KH Salahuddin Wahid atau Gus Solah. [brj]

Pemkab Sidoarjo Gandeng Perusahaan Farmasi PT Phapros Tbk Atasi Kasus Gizi Buruk

Pemkab Sidoarjo Gandeng Perusahaan Farmasi PT Phapros Tbk Atasi Kasus Gizi Buruk

Nusantara7.com, Sidoarjo – Pada rangkaian peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2021, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sidoarjo menjalin kerja sama dengan perusahaan farmasi PT  Phapros Tbk. Kerja sama dalam menangani kasus gizi buruk pencegahan kasus stunting.

Kegiatan yang bertajuk Santri Sidoarjo Pelopor Pencegahan Stunting Untuk Generasi Penerus Bangsa yang Lebih Cerdas itu dihadiri langsung Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali (Gus Muhdlor) di Pondok Pesantren Fauzul Falah Desa Minggir Desa Larangan, Kecamatan Candi, Kamis (21/10/2021).

Acara juga dihadiri Komisaris PT. Phapros , Zainal Abidin, Sri Andari Kabid Kesmas Dinas Kesehatan Kabupaten Sidoarjo, Chudlori Kabag Kesra Pemkab Sidoarjo serta para Pengurus dan para santri Ponpes Fauzul Falah.

Bupati Sidoarjo H. Ahmad Muhdlor Ali mengingatkan pentingnya penanganan gizi buruk yang melibatkan para pakar, karena dari kasus gizi buruk dikhawatirkan menjadi potensi Stunting dan ketika lahir berpotensi bayi mengidap disabilitas.

Untuk itu, Gus Muhdlor sangat mengapresiasi kegiatan ini karena dapat mengurangi bahkan menuntaskan potensi gizi buruk di Sidoarjo.

“Oleh karena itu pertama-tama saya ucapkan kepada PT. Phapros yang sudah memberikan perhatian lebih kepada kami (para santri) terutama pada pengentasan stunting,” terang Bupati Sidoarjo

Kegiatan pencegahan gizi buruk ini sejalan dengan tema Hari Santri Nasional 2021 yakni “Santri Siaga, Jiwa dan Raga” yang punya makna bahwa santri di seluruh Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Juga berarti komitmen seumur hidup para santri yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren.

Maka, supaya santri selalu siaga jiwa dan raga, harus disertai dengan keadaan gizi baik di tubuh yang lahir dari pengetahuan terhadap apa itu gizi buruk dan cara mencegahnya.

“Untuk mewujudkan santri siaga jiwa dan raga, tentunya banyak hal yang perlu ditanamkan sejak dini, salah satunya adalah pentingnya menjaga kesehatan jasmani agar tercipta generasi penerus bangsa yang cerdas dan kuat. Kecerdasan generasi penerus bangsa ada di tangan kita, yang karena itu kita harus pastikan bahwa para santri harus terbebas dari masalah gizi buruk atau stunting di masa datang,” urai Gus Muhdlor.

Untuk diketahui, salah satu pemicu stunting adalah anemia atau kekurangan darah yang seringnya diderita oleh remaja, terutama remaja perempuan. Jika pada usia remaja memiliki masalah kesehatan maka akan berdampak pada kerentanan penyakit yang dibawa pada saat dewasa nanti.

Data hasil riset kesehatan dasar, menunjukkan prevalensi stunting di Indonesia sebesar 27 persen. Meskipun mengalami penurunan 3 persen dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih belum mencapai standar who untuk stunting di bawah 20 persen.

Oleh karena itu, adanya edukasi untuk mencegah gizi buruk atau stunting serta anemia yang dilakukan kepada santri, bisa bermanfaat bagi kesehatan masyarakat Sidoarjo, juga bagi masyarakat Indonesia, supaya dimasa depan tercipta generasi penerus bangsa yang lebih cerdas dan kuat.

Dalam kesempatan ini, Dr. Arleni Direktur Pemasaran PT.Phapros Tbk mengatakan bahwa dalam Peringatan Hari Santri Nasional 2021 “Santri Siaga, Jiwa dan Raga”. Tema tersebut merupakan pernyataan sikap bahwa santri di seluruh Indonesia selalu siap siaga menyerahkan jiwa dan raganya untuk membela tanah air, mempertahankan persatuan Indonesia, dan mewujudkan perdamaian dunia.

Siaga jiwa santri ini juga merupakan komitmen sumur hidup para santri yang lahir dari sifat santun, rendah hati, pengalaman, dan tempaan santri selama di pesantren.

Untuk mewujudkan santri siaga jiwa dan raga, tentunya banyak hal yang perlu ditanamkan sejak dini, salah satunya adalah pentingnya menjaga kesehatan jasmani agar tercipta generasipenerus bangsa yang cerdas dan kuat, kecerdasan generasi penerus bangsa ada ditangan kita, yang karena itu kita harus pastikan bahwa para santri harus mendapatkan gizi yang baik agar terbebas dari masalah gizi buruk atau stunting dimasa datang.

“Salah satu pemicu stunting adalah anemia atau kekurangan darah yang seringnya diderita oleh remaja, terutama remaja perempuan. Jika pada usia remaja memiliki masalah kesehatan maka akan berdampak pada kerentanan penyakit yang dibawa pada saat dewasa nanti,” terangnya.

Arleni juga menyampaikan, “Phapros sangat konsen pada hal ini, kegiatan yang dilakukan tidak hanya berhenti di sini saja, karena ini menjadi awal dari rangkaian tanggung jawab sosial perusahaan terkait stunting yang berkolaborasi bersama pemerintah daerah,” ungkpanya.

Berdasarkan data badan kesehatan dunia, ada 162 juta balita stunting, dan 58 persen dari jumlah tersebut berada di asia, penyebabnya adalah kurangnya asupan gizi saat hamil hingga bayi tersebut berusia 2 tahun, serta bisa berakibat pada pertumbuhan tinggi badan anak yang dibawah rata-rata anak normal.

Selain itu, hasil riset kesehatan dasar menunjukkan provalensi stunting di Indonesia sebesar 27 persen meskipun mengalami penurunan 3 persen dibanding tahun sebelumnya, angka tersebut masih belum mencapai standar who untuk stunting di bawah 20 persen.

“Kami berharap, semoga adanya edukasi manfaat suplemen penambah darah untuk mencegah gizi buruk atau stunting serta anemia, yang dilakukan pada hari ini bisa bermanfaat bagi semua,” tambah Arleni.

Di akhir kegiatan dilaksanakan penandatanganan komitmen bersama Pemkab Sidoarjo dengan PT. Phapros Tbk dalam pencegahan stunting di Kabupaten Sidoarjo. [brj]

Wawali Armuji Tinjau Pasar Jambangan Baru Surabaya dan Berjanji Atasi Keluhan Pedagang

Wawali Armuji Tinjau Pasar Jambangan Baru Surabaya dan Berjanji Atasi Keluhan Pedagang

Nusantara7.com, Surabaya  – Kondisi Pasar Jambangan Baru di Jalan Jambangan Agung Kelurahan Jambangan Kecamatan Jambangan tampak bersih dan terawat. Meski begitu, terdapat hanya beberapa stand yang masih aktif berjualan.

Wakil Wali Kota Surabaya, Armuji terlihat mengunjungi Pasar Jambangan Baru didampingi Sekretaris Kecamatan, Kapolsek, LPMK beserta Lurah Jambangan, Kamis (21/10/2021).

Melihat kondisi pasar yang terawat namun sepi pengunjung, tentu ini menjadi perhatian Wawali Armuji. Ia pun terlihat berdialog dengan sejumlah pedagang. Salah satunya adalah Mbah Juana, perempuan yang kini telah berusia 58 tahun.

“Aduhh, Alhamdulillah bisa ketemu Wakil Wali Kota. Tadi berangkat pagi naik sepeda gak nyongko isok ketemu,” kata Mbah Juana dengan logat khas Surabaya.

Mbah Juana mengaku berjualan di pasar tersebut untuk menyambung hidup. Selain itu, ia harus merawat suaminya yang sakit memasuki usia 70 tahun. Pada momen itu, Mbah Juana juga mengajukan kursi roda dan bantuan modal kepada Wawali Armuji.

“Bu nanti untuk kursi roda akan diurus. Saya juga akan bantu untuk keperluan usaha secara pribadi,” kata Wawali Armuji kepada Mbah Juana.

Dalam kunjungannya itu, Wawali Armuji juga berdialog dengan pedagang Pasar Jambangan. Ia berjanji akan segera menggelar rapat koordinasi untuk dapat mengurai permasalahan yang dikeluhkan pedagang dengan Dinas Koperasi dan UMKM.

“Kita carikan jalan keluar. Kemarin sudah dipasang WiFi nanti akan ditingkatkan jangkauannya. Untuk meramaikan kembali akan kami inventarisasi pedagang yang aktif jualan dan yang hanya titipan,” katanya.

Di samping itu, Wawali Surabaya juga menyatakan akan mengambil langkah tegas yang diperlukan untuk dapat meramaikan pasar. Sehingga diharapkan selaras dengan semangat pemulihan ekonomi yang digelorakan saat ini. “Jangan sampai stand pasar hanya di jadikan Investasi dan ‘Duwe-duwean’ saja, masih banyak yang membutuhkan,” tutupnya. [brj]

BPBD Jatim Salurkan Bantuan 12 ribu liter Air Bersih ke Bangkalan

BPBD Jatim Salurkan Bantuan 12 ribu liter Air Bersih ke Bangkalan

Nusantara7.com, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah mengadakan kegiatan penyerahan bantuan air bersih sebanyak dua tanki atau sekitar 12.000 liter kepada masyarakat Desa Kolla, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.

Penyerahan bantuan dipimpin Bapak Kalaksa BPBD Jatim Drs Budi Santosa, dengan didampingi Kepala Desa Kolla, Imam Abdul Karim dan Kalaksa BPBD Bangkalan, Rizal Morris, AP, M.Si.

Dalam acara giat kali ini juga turut mendampingi dari provinsi, Kabid KL BPBD Jatim Bapak Drs Sriyono MM, Kabid PK Bapak Gatot Soebroto SE, M.PSDM dan Kasi Logistik Bapak Bige Agus Wahjuono SE.

Kalaksa BPBD Jatim Budi saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa meskipun sebagian wilayah Jatim sudah turun hujan, masih terdapat beberapa lokasi yang masih membutuhkan air bersih.

“Jadi, jangan sampai salah pemahaman di masyarakat, wong wis udan kok sek droping air (sudah hujan kok masih droping air). Sebab, beberapa wilayah masih sangat membutuhkan air. Ini yang menjadi fokusnya,” kata Budi, Kamis (21/10/2021).

Sementara itu, Kades Kolla, Imam Abdul Karim menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa atas bantuan air bersih kepada warganya, khususnya warga Dusun Promaan.

“Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pemerintah Jawa Timur, khususnya Ibu Gubernur telah memberikan bantuan air bersih di desa kami,” kata Imam.

Menurut Imam, sekitar 600 KK warga Dusun Promaan, setiap tahunnya mengalami kering kritis dan hanya mengandalkan droping air bersih.

“Bagi mereka ini, lebih baik tidak mandi, daripada tidak minum,” tandasnya. [brj]