Bupati Ra Latif dampingi Mensos Risma Sambangi Dua Pesantren

Bupati Ra Latif dampingi Mensos Risma Sambangi Dua Pesantren

Nusantara7.com, Bangkalan – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini bersama anggota DPR RI Muhammad Ali Ridho kunjungan kerja ke Bangkalan kemarin (16/10). Saat berada di Kota Salak, Tri Rismaharini dan Muhammad Ali Ridho menyambangi dua pondok pesantren (ponpes). Yaitu, Ponpes Mambaul Hikam, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, serta Ponpes Nurul Amanah, Desa Basanah, Kecamatan Tanah Merah.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos disaksikan Muhammad Ali Ridho menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat. Termasuk, menyaksikan vaksinasi kepada santri dan masyarakat yang ada di sekitar pesantren. Penyerahan bantuan disaksikan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron dan Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad.

Mensos Tri Rismaharini mengatakan, semua kementerian sudah mendapatkan tugas untuk membantu pemerintah pusat melakukan percepatan vaksin di sejumlah daerah di Indonesia. Termasuk dirinya yang ditugaskan di Madura. ”Saya evaluasi dulu hasil kegiatan di Bangkalan. Setelah itu, gerak ke wilayah lain. Tapi, yang diprioritaskan memang Kabupaten Bangkalan,” tuturnya.

Menurut dia, bantuan yang disalurkan kementerian yang dipimpinnya sebenarnya untuk anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Seperti penyandang disabilitas, orang miskin, dan sebagainya. ”Ini menjadi salah satu atensi kami dan insyaallah (penyaluran bantuan) akan dilakukan secara berkelanjutan,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam KH Fahrur Rozi Djamil sangat bersyukur Mensos Tri Rismaharini berkenan datang ke kediamannya. Dikatakan, program dari Kemensos selama ini banyak membantu masyarakat yang kurang mampu. ”Saya sangat berterima kasih kepada Bu Risma karena peduli kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Menurut dia, Kemensos selama ini juga sangat memperhatikan pesantren. Termasuk memfasilitasi anak yatim, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19. ”Santri juga mendapat bantuan sarung dan mukena. Mungkin ini barokahnya para santri karena selama ini istiqamah membaca salawat burdah setiap malam,” pungkasnya. ram

Rembug Stunting jadi Strategi Pemkab Gresik Atasi Stunting

Rembug Stunting jadi Strategi Pemkab Gresik Atasi Stunting

Nusantara7.com, Gresik – Pemkab Gresik punya strategi sendiri bagaimana mengatasi stunting pada pertumbuhan anak. Salah satu yang dilakukan adalah melakukan rembug stunting untuk meracik strategi konvergensi dalam rangka percepatan penanggulangan kasus ini.

Rembug tersebut dipimpin langsung oleh Wabup Aminatun Habibah (Bu Min) yang berkolaborasi institusi terkait. Misalnya, Dinas Kesehatan dan Bappeda Provinsi Jawa Timur.

“Kasus stunting di Kabupaten sebesar 27 persen lebih rendang dibanding angka nasional. Stunting yang merupakan suatu kondisi gagal tumbuh karena kekurangan gizi pada anak dibawah 5 tahun. Kondisi ini sangat mempengaruhi kualitas hidup anak,” ujarnya, Kamis (15/10/2021).

Wabup perempuan pertama di Gresik itu berpesan moment rembug stunting ini merupakan yang pas bagi seluruh elemen, baik dari pemerintah maupun masyarakat dan LSM untuk bersinergi dan menemukan inovasi dalam penanggulangan stunting.

“Bagaimana memaksimalkan menu makanan yang Gresik miliki untuk diolah sedemikian rupa sehingga bergizi seimbang dan diminati oleh anak-anak. Untuk mewujudkan ini kita harus bersama sama bahu membahu, tidak sekedar memberikan susu di posyandu, tetapi terus kita pantau makanannya. Inovasi-inovasi baru juga diperlukan untuk mewujudkan percepatan,” katanya.

Sementara Ketua Tim Penggerak PKK Gresik Nurul Haromaini Ali Akhmad Yani menyatakan dirinya siap mendorong peran PKK ikut serta menangani permasalahan stunting. “Peran PKK sangat penting, sebab mereka lebih tahu persoalan di lapangan bagaimana membantu permasalahan stunting,” tandasnya. [brj]

Pulihkan Pendidikan Serbuan Vaksinasi TNI/Polri di Mojokerto Targetkan Kelompok Pelajar

Pulihkan Pendidikan Serbuan Vaksinasi TNI/Polri di Mojokerto Targetkan Kelompok Pelajar

Nusantara7.com, Mojokerto – Untuk mempercepat program vaksinasi pemerintah pusat serta pemulihan ekonomi, serbuan TNI/Polri dan pemerintah daerah di Kabupaten Mojokerto menargetkan kelompok pelajar. Ini dilakukan dalam rangka memulihkan kondisi pendidikan yang sempat ditutup saat pandemi Covid-19.

Kapolres Mojokerto AKBP Apip Ginanjar bersama dengan Dandim 0815 Letkol Inf Beni Asman dan Bupati Ikfina Fahmawati memantau langsung pelaksanaan serbuan vaksinasi di MAN Sooko. Kegiatan vaksinasi kali ini juga dipantau oleh Kodam V Brawijaya, Polda Jatim dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim).

Kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Jawa Timur dan diikuti oleh sekitar 1.025 siswa-siswi melalui Zoom Meeting dengan panglima TNI juga Kapolri. Harapan pemerintah agar capaian vaksin terus ditingkatkan sampai dengan 70 persen untuk pemulihan kondisi menjadi level 1 di seluruh wilayah Jatim.

“Kami bersama Forkopimda Kabupaten Mojokerto siap meyukseskan program pemerintah untuk percepatan vaksin hingga target 70 persen dapat segera tercapai di wilayah hukum Polres Mojokerto,” ungkap Kapolres Mojokerto, AKBP Apip Ginanjar di sela-sela pengecekan serbuan vaksinasi di MAN Sooko, Jumat (15/10/2021). [brj]

Bupati Ra Latif dampingi Mensos Risma Maksimalkan Vaksinasi untuk Warga Bangkalan

Bupati Ra Latif dampingi Mensos Risma Maksimalkan Vaksinasi untuk Warga Bangkalan

Nusantara7.com, Bangkalan – Menteri Sosial Tri Rismaharini mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bangkalan. Hal ini tidak lepas dari kondisi Bangkalan yang capaian vaksinnya masih rendah.

“Saya mendapatkan tugas dari Presiden untuk memantau kegiatan vaksinasi di Bangkalan. Hal ini terkait erat dengan capaian vaksin di Bangkalan yang masih rendah. Pemerintah ingin di sini (Bangkalan) capaian meningkat sehingga masyarakat terlindungi dari Covid-19,” kata Mensos Risma saat tiba di Kabupaten Bangkalan Madura pada Minggu (16/10/2021).

Ada tiga tempat yang ditinjau oleh Mensos Tri Rismaharini, yaitu Ponpes Mambaul Hikam di wilayah Kecamatan Burneh, Ponpes Nurul Amanah di Kecamatan Tanah Merah dan Desa Logek Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan.

Dalam kegiatan tersebut Mensos Risma didampingi Bupati Bangkalab R. Abdul Latif Amin Imron , anggota Komisi 8 DPR RI Muhammad Ali Ridho dari Fraksi Partai Golkar, H. Hasani Bin Zuber dari Fraksi Partai Demokrat dan Anggota Komite III DPD RI H. Ahmad Nawardi, S.Ag. Selain itu hadir juga Wakil Bupati Drs. Mohni, MM dan jajaran Forkopimda Bangkalan turut menyertai rangkaian kegiatan Mensos.

Mensos Risma menyampaikan untuk program percepatan vaksinasi di wilayah lain di Madura akan ada evaluasi terlebih dahulu baru kemudian akan ada tindak lanjut.

“Nanti kita akan evaluasi terkait percepatan di Bangkalan ini. Jika nantinya bagus maka kita akan melakukannya juga di daerah lain,” tutur mantan Walikota Surabaya tersebut.

Program vaksinasi di dua pondok pesantren tersebut selain diikuti para santri juga masyarakat umum. Hal menarik terjadi saat Mensos memotivasi warga yang takut vaksin. Risma minta mereka tidak takut, karena vaksin bermanfaat melindungi dari ancaman Covid-19.

“Jangan takut ibu. Ayo divaksin ya saya temani,” kata Mensos. Selain memantau jalannya vaksinasi massal, Mensos Risma juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat, lansia dan kelompok disabilitas. Bantuan berupa beras premium diberikan kepada 18.000 warga, yang dibagi di 18 kecamatan, sehingga masing – masing kecamatan mendapatkan 1.000 paket bantuan beras seberat 5 kg/keluarga.

Sementara untuk kelompok disabilitas juga mendapatkan bantuan alat bantu seperti tongkat dengan detektor yang diberikan kepada penyandang disabilitas netra. Diharapkan dengan alat bantuan tersebut bisa menolong kelompok disabilitas netra jika dalam keadaan darurat.

“Kita ingin mereka yang tuna netra bisa aman jika dalam kondisi darurat,” kata Mensos Risma.

Terkait dengan penyaluran bantuan sosial reguler, Mensos Risma nasih memonitor sejauh mana bantuan tersalurkan sesuai sasaran. Dalam kesempatan tersebut dirinya juga memandu para lansia untuk mengambil bantuan dengan menggunakan atm tanpa pin.

“Ayo ibu coba dilihat berapa saldonya. Nah saldo ini bisa diambil semua dan digunakan untuk kebutuhan hidup ya. Ayo dicoba ya ibu-ibu,” ujarnya

Sementara itu saat di Desa Longkek Mensos Risma dielu-elukan warga. Mereka menyambut suka cita kehadiran Mensos Risma. Kepada warganya, ia berpesan, bila mengalami kesulitan terkait layanan kesejahteraan sosial agar melaporkan kepada kepala desa dan akan dieruskan ke bupati untuk selanjutnya disampaikan kepadanya selaku Mensos.

“Jika ada kesulitan dengan bantuan hubungi kepala desa ya. Nanti akan disampaikan ke saya lewat pak bupati,” ucapnya.

Secara umum, Kemensos menyalurkan berbagai jenis bantuan yakni bantuan kewirausahaan, bantuan kebutuhan dasar, bantuan aksesibilitas, dan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) untuk penyandang disabilitas, anak yatim, piatu dan yatim-piatu.

Bantuan menjangkau 2.022 penerima manfaat dalam berbagai bentuk , antara lain usaha warung sembako, mebel, makanan, jual gas, bengkel, tukang kayu, nutrisi, masker, dan handsanitizer dengan total nilai Rp657.322.000. okz

 

MBKM Unair Beri Peluang Belajar Lintas Prodi Internal dan 8 Aktivitas Lainnya

MBKM Unair Beri Peluang Belajar Lintas Prodi Internal dan 8 Aktivitas Lainnya

Nusantara7.com, Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mulai menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lintas program studi internal.

“Implementasinya adalah Unair memperbanyak kesempatan bagi mahasiswanya untuk mengambil mata kuliah lintas program studi,” kata Rektor Unair, Prof. Moh Nasih di Surabaya, Jumat.

Dijelaskan Nasih, ada sembilan aktivitas yang bisa diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari implementasi MBKM di Unair.

Sembilan aktivitas tersebut diantaranya, pertukaran mahasiswa, praktik magang/proyek industri, proyek di desa, penelitian/riset, wirausaha, proyek independen, mengajar di satuan pendidikan, proyek kemanusiaan dan pembelajaran lintas program studi/lintas rumpun ilmu.

“Seperti kebijakan untuk mahasiswa yang mengikuti olimpiade tidak perlu mengikuti KKN dan kegiatan ini dikuatkan lagi lewat MBKM,” katanya.

Kemudian untuk pertukaran mahasiswa, ada banyak mahasiswa dari luar Unair yang mengikuti perkuliahan kampus setempat. Bahkan ada beberapa mahasiswa Unair juga mengikuti perkuliahan di luar negeri juga.

Nasih mengemukakan secara nasional program MBKM ini administrasi dan mekanismenya harus di Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Namun, Unair memiliki kebijakan untuk melakukan aktivitas MBKM secara internal.

“Sehingga tidak harus melalui Jakarta dengan format yang sudah kami tetapkan. Karena berkaitan dengan waktu untuk mencapai 20 SKS di berbagai macam tempat kalau mengikuti aturan dikti sangat terbatasi,” katanya.

Pembelajaran lintas studi ini dikatakan Nasih, sudah dilakukan sejak awal semester. Sehingga tidak ada sekat antarprodi.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Unair Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto menambahkan bahwa program MBKM ini pada waktu sebelumnya sebagian sudah dilaksanakan. Jadi misal prestasi mahasiswa dalam PKM, prestasi dalam lomba debat ini kemudian diakui dalam SKS.

“Kami mengembangkan inter personal education, terutama bidang kesehatan dan hospital base di RSUA sejak empat tahun lalu. Modul-modul yang sudah kami kembangkan dari program ini sudah diikuti oleh berbagai prodi kesehatan sebelum MBKM berjalan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengembangkan dalam Community Base yang sudah berjalan dua atau satu tahun, dan dikembangkan lagi multidisiplinnya hingga memiliki 12 modul.

“Dengan program MBKM kami menjadi lebih mudah menerapkan lebih banyak SKS untuk ditempuh di luar kampus,” kata dia. [brj]

Raih 3 Medali Emas di PON Papua, Pelajar SMPN 40 Surabaya Jadi Inspirasi

Raih 3 Medali Emas di PON Papua, Pelajar SMPN 40 Surabaya Jadi Inspirasi

Nusantara7.com, Surabaya – Gladies Lariesa Garina Haga Kore, pelajar kelas IX SMPN 40 Kota Surabaya berhasil meraih tiga medali emas dalam Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Papua, yang mewakili Provinsi Jawa Timur. Gladies berhasil meraih tiga medali emas dalam Cabang Olahraga (Cabor) Lompat Indah.

Pelajar asal Kota Surabaya tersebut, berhasil meraih 1 medali emas dalam kategori 10 meter dari Menara Putri, kemudian 1 medali emas dalam kategori Papan 3 Meter Putri, dan 1 medali emas dalam kategori Papan 1 Meter Putri.

Pelaksana Tugas (Plt) Kabid Sekolah Menengah (Sekmen) Dispendik Kota Surabaya, Tri Aji Nugroho mengatakan, bahwa pihaknya bangga dengan prestasi yang telah diraih oleh Gladies. Ia berharap, semangat yang dimiliki Gladies bisa menjadi inspirasi bagi guru dan pelajar yang lainnya.

“Kami bangga dan Alhamdulillah, murid kami bisa memiliki prestasi yang luar biasa pada tingkat Nasional. Kami yakin, dia akan menjadi atlet profesional. Harapan ke depan Gladies bisa menginspirasi kami dan guru-guru yang ada di Kota Surabaya untuk bisa berprestasi,” kata Aji saat dihubungi, Jumat (15/10/2021).

Meskipun proses belajar mengajar di Kota Surabaya belum sepenuhnya digelar secara tatap muka, Aji berpesan, agar para pelajar tetap terus bersemangat untuk bisa memiliki kesempatan yang sama seperti Gladies.

Aji mengaku, bahwa saat ini Dispendik Surabaya tengah fokus menyusun program terkait dengan Pengembangan Talenta Peserta Didik yang ada di Kota Surabaya. Program tersebut nantinya akan memanajemen Talenta Anak Didik di Kota Surabaya, mulai bidang akademis, olahraga, hingga kesenian.

“Sudah disampaikan Bapak Kepala Dinas Pendidikan, bahwa kami akan melatih anak-anak yang ber IQ tinggi, yakni Free Extraordinary You dan program itu menjadi salah satu wadah dari program kami,” ungkap dia.

Sementara itu, Kepala SMPN 40 Surabaya, Eko Widayani menceritakan tentang keseharian Gladies yang dikenal sebagai murid yang rajin dan bertanggung jawab dengan tugas-tugas sekolahnya. Sebab, sejak kelas VII, Gladies sudah dikenal sebagai murid yang fokus berlatih pada Cabang Olahraga Lompat Indah.

“Meskipun Gladies ini sibuk berlatih untuk mempersiapkan diri menuju pertandingan, dia tidak pernah lupa untuk berkoordinasi dengan guru mata pelajaran terkait yang juga didampingi oleh Wali Kelas. Ini adalah salah satu bentuk tanggung jawab Gladies pada mata pelajaran,” ujar Eko Widayani.

Tak hanya itu, Eko Widayani juga mengaku, bahwa sejak Gladies bersekolah di SMPN 40 Kota Surabaya, pihaknya sudah berkoordinasi dengan orang tua Gladies untuk mengembangkan bakatnya pada Cabang Olahraga Lompat Indah. Hasilnya, Gladies mampu membawa pulang tiga medali emas sekaligus.

“Kita memberikan motivasi dalam pengembangan prestasi Gladies, akhirnya terjalin dengan sebuah Club. Alhamdulilah bisa mewakili Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya untuk mengikuti PON XX di Papua pada Cabang Olahraga Lompat Indah. Semoga prestasi ini bisa ditiru oleh adik atau teman-temannya,” pungkasnya. [brj]