PUSAKA Shopping week, Pemkot Kediri buka layanan foto gratis produk UMKM

PUSAKA Shopping week, Pemkot Kediri buka layanan foto gratis produk UMKM

nusantara7.com, Kediri – Pemerintah Kota Kediri, Jawa Timur, mengadakan kegiatan layanan foto gratis produk UMKM yang selanjutnya akan diunggah di media sosial, sebagai upaya mengenalkan produk sekaligus menarik minat calon konsumen untuk membeli produk itu.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengemukakan pemerintah mendorong UMKM terus maju, salah satunya dengan foto produk. Kegiatan ini sekaligus sebagai upaya dalam pemulihan ekonomi dari dampak pandemi COVID-19.

“Melalui platform media sosial, sudah dipastikan promosi UMKM melalui daring ini sangat efektif. Saya harap, dengan adanya program PUSAKA Shopping Week disertai fasilitas foto produk profesional ini, tidak hanya menggugah kesadaran masyarakat adanya keberadaan produk lokal, namun juga mendorong konsumen membeli produk lokal baik melalui website dan media sosial,” kata Wali Kota di Kediri, Senin.

Program tersebut digelar oleh Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri. Produk UMKM dari Kota Kediri yang belum memiliki foto produk akan dibantu mendapatkan foto yang representatif dan menarik perhatian dan selanjutnya akan diunggah di jejaring sosial.

Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri Tanto Wijohari menambahkan menyampaikan program PUSAKA Shopping Week juga sebagai kampanye belanja produk lokal sebagai bentuk dukungan nyata pada UMKM Kota Kediri.

“Selain program PUSAKA yang sudah berjalan dengan adanya etalase khusus di pusat perdagangan berjejaring dan pusat perbelanjaan di Kota Kediri, kami juga tampilkan produk UMKM pada kanal media luring dan daring,” ujar Tanto.

Terdapat 150 UMKM yang mendapatkan kesempatan foto produk secara gratis dari Pemerintah Kota Kediri ini. Hasil foto produk juga ditayangkan pada kanal media luring dan daring dalam program PUSAKA Shopping Week mulai tanggal 29 November hingga 23 Desember 2021.

Selain itu, foto produk juga akan diberikan kepada pemilik UMKM dan dapat menjadi stok promo mereka di media sosial.

Dalam kegiatan ini, Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kota Kediri berkolaborasi dengan Kelas Pagi Kediri (KPK), yang merupakan komunitas fotografi Kota Kediri.

“Kami memfotokan produk UMKM Kota Kediri yang membutuhkan bantuan dengan lebih proper (layak) sehingga mereka memiliki foto produk yang menarik dan ‘menjual’. Beberapa UMKM kami datangi langsung ke lokasi produksi, sebagian lagi kami kumpulkan jadi satu lokasi,” kata Resiane Taufan, salah satu fotografer yang berkontribusi dalam kegiatan tersebut.

Ia juga mengatakan, dalam melakukan tugasnya selalu menggunakan kamera professional dan alat fotografi yang mendukung. Seluruh fotografer diberi kesempatan untuk melalukan sesi foto produk dari berbagai sisi hingga dirasa sudah mendapatkan hasil yang terbaik.

“Dengan tahu nilai lebih dari produk, kami bisa tentukan dari angle (sudut) mana yang harus produk tersebut tonjolkan,” kata Anne.

Milayaza Orisa, Pemilik “Sasa Flora Justice”, salah satu UMKM yang berjualan tanaman di Kota Kediri mengaku senang mendapat kesempatan produknya difoto. Selama ini, dirinya lebih banyak menggunakan fasilitas telepon seluler untuk foto produknya, namun kini dirinya dapat kesempatan produknya difoto dengan kamera yang canggih.

Ia juga senang, karena juga dapat beragam ilmu baru dari sesi foto produk miliknya tersebut. Ilmu itu bisa dijadikannya sebagai bekal untuk memfoto produknya lagi, kendati saat ini hanya mengandalkan telepon seluler.

“Senang karena cukup terbantu. Sebelumnya tanaman yang mau dijual ya cuma di foto pakai telepon seluler saja. Itu pun kalau sempat,” kata Mila.

Uswatun Hasanah, pemilik UMKM olahan makanan “Mendoan Jian” juga turut berterima kasih atas bantuan foto produk tempe mendoannya sekaligus promosi gratis.

Sementara itu, untuk pendaftaran PUSAKA Shopping Expo hingga kini juga masih dibuka melalui bit.ly/PusakaKdr2021 dengan kuota 200 UMKM. Para pemilik UMKM di Kota Kediri bisa segera mendaftar berpartisipasi dalam program tersebut. (ant)

PT SIER harus terus optimalkan bisnis , Begitu Masukan Panja Komisi VI DPR RI

PT SIER harus terus optimalkan bisnis , Begitu Masukan Panja Komisi VI DPR RI

nusantara7.com, Surabaya – PT Surabaya Industrial Estate Rungkut (SIER) mendapat beberapa masukan dari Panitia Kerja Komisi VI DPR RI sebagai salah satu wujud pengoptimalan bisnis.

“Kawasan industri ini punya potensi besar dan harus masuk dalam skema scale-up, yaitu peningkatan skala bisnisnya. Jangan hanya menjadi tuan tanah dengan menjual dan menyewakan lahan,” ujar Ketua Panja Komisi VI DPR RI, Martin Manurung dalam keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Selasa pagi.

Ada beberapa masukan yang disampaikan para wakil rakyat saat melakukan kunjungan kerja ke PT SIER, Senin (29/11).

Pada kesempatan tersebut, turut hadir Priyatmo Hadi, Asisten Deputi Bidang Jasa Telekomunikasi dan Media Kementerian BUMN, Direktur Utama PT Danareksa Arisudono Soerono dan Direktur Utama PT SIER Fattah Hidayat.

Menurut Martin, SIER harus melakukan banyak pengayaan atas rencana bisnis ke depan sehingga bisa menjadi bagian dari supply-chain industri di Tanah Air.

“SIER juga harus bisa mampu mendatangkan investasi baru ke Indonesia. Konsep green and smart industrial estate harus masih dipertajam,” ucap dia.

“Kawasan industri seperti ini haus melakukan terobosan-terobosan yang terintegrasi dengan potensi arah investasi yang akan datang ke Indonesia,” kata politikus Partai Nasdem itu menambahkan.

Wakil Ketua Komisi VI DPR RI tersebut menyatakan, di masa pandemi COVID-19 saat ini merupakan momen tepat untuk melakukan koreksi-koreksi bisnis.

“SIER saya lihat memang bagus, masih bisa membukukan keuntungan di era pandemi. Tapi jangan terlena, SIER harus melihat arah bisnis ke depan seperti apa,” tutur Martin. (ant)

Pameran pamungkas GIIAS Surabaya siap dihelat 8-12 Desember 2021

Pameran pamungkas GIIAS Surabaya siap dihelat 8-12 Desember 2021

nusantara7.com, Jakarta – Pameran otomotif GAIKINDO Indonesia International Auto Show (GIIAS) 2021 akan kembali hadir di Surabaya pada 8-12 Desember 2021. GIIAS Surabaya akan menjadi pameran pamungkas GAIKINDO pada tahun 2021.

Ketua Umum GAIKINDO Yohannes Nangoi melalui keterangannya pada Selasa, menyampaikan rasa terima kasih kepada pemerintah Indonesia atas dukungan penuh yang diberikan untuk GIIAS Surabaya 2021.

“GIIAS Surabaya akan menjadi perpanjangan upaya GAIKINDO untuk terus mendorong kebangkitan industri otomotif Indonesia, dan Kami sangat berterima kasih pada pemerintah, terutama Kementerian Perindustrian RI yang memberikan dukungan penuh atas penyelenggaraan GIIAS ditahun ini,” tutur Nangoi.

Menurutnya, penyelenggaraan GIIAS di Surabaya akan menjadi kegiatan penting yang memicu pulihnya pencapaian industri otomotif Indonesia, dan pada saat yang sama juga akan menjadi multiplier effect untuk kegiatan industri pendukung lainnya.

Inovasi otomotif akan hadir sepanjang penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2021, seperti kendaraan-kendaraan terbaru berbasis listrik, akan dipamerkan oleh puluhan merek ternama industri otomotif.

Adapun pabrikan yang bergabung yakni Audi, BMW, Daihatsu, DFSK, Honda, Hyundai, Kia, Lexus, MG, Mitsubishi Motors, Suzuki, Toyota, VW, dan Wuling.

GIIAS Surabaya 2021 juga akan menghadirkan industri pendukung otomotif seperti Benelli serta Llumar dan CPF1 membawa berbagai produk kendaraan dan teknologinya untuk masyarakat Surabaya.

“Tahun ini dipastikan seluruh kendaraan terbaru, kendaraan listrik, dan juga kendaraan konsep yang baru saja diperkenalkan pada penyelenggaraan GIIAS 2021 di Tangerang akan dipamerkan pada GIIAS Surabaya,” kata Ketua III sekaligus Ketua Penyelenggara Pameran GAIKINDO Rizwan Alamsjah.

Rizwan menambahkan bahwa puluhan varian kendaraan yang mendapatkan PPNBM DTP juga akan menjadi sorotan di GIIAS Surabaya 2021.

GAIKINDO kembali mengingatkan pentingnya untuk selalu menjaga protokol kesehatan selama berkunjung ke area pameran.

Protokol kesehatan ketat juga akan berlaku sepanjang penyelenggaraan GIIAS Surabaya 2021. Seluruh pihak yang hadir harus dalam kondisi sehat, sudah menjalani vaksin minimal 1x dosis, terdaftar diaplikasi PeduliLindungi, selalu menggunakan masker medis, secara berkala mencuci tangan, dan selalu menjaga jarak.

Dengan menjalankan protokol kesehatan, pengunjung GIIAS Surabaya 2021 hanya akan dijual secara online, dan pada tanggal 29 November hingga 1 Desember 2021, program tiket presale GIIAS Surabaya 2021 akan tersedia diaplikasi GIIAS Auto360. (ant)

Jokowi Nyetir Sendiri Pakai Mobil Golf Tinjau Booth-booth GIIAS 2021

Jokowi Nyetir Sendiri Pakai Mobil Golf Tinjau Booth-booth GIIAS 2021

Nusantara7.com, Banten – Presiden Republik Indonesia Joko Widodo ( Jokowi ) ditemani Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita hadir secara langsung meninjau pameran otomotif Gaikindo Indonesia International Auto Show atau GIIAS 2021 hari ini, Rabu (17/11/ 2021).

Berdasarkan pantauan MNC Portal Indonesia, Presiden Jokowi datang ke kawasan Gate 1 Hall JCC ICE BSD Tangerang pada pukul 09.20 WIB.

Terpantau Presiden mengenakan baju dinas berwarna putih bermasker cokelat dan memakai celana hitam. Presiden Jokowi disambut oleh jajaran penyelenggara Gaikindo yang dipimpin oleh Ketua Gaikindo Yohannes Nangoi bersama Menteri Perindustrian Agus Gumiwang.

Setibanya di kawasan hall JCC, Presiden Jokowi langsung diarahkan oleh ketua Gaikindo Yohannes untuk menaiki mobil golf club dan tampak Jokowi tengah mengendarai mobil tersebut dan menjadi supir dalam mobil rombongan yang ditumpanginya.

Kemudian, Presiden Jokowi bersama rombongan meninjau beberapa booth-booth otomotif mobil baru dan berbincang-bincang bersama pejabat dari kendaraan ternama, seperti Toyota Honda, dan berbagai merek lainnya. sind

IFRA Expo 2021 Memajukan Industri Waralaba, Lisensi dan UMKM Indonesia

IFRA Expo 2021 Memajukan Industri Waralaba, Lisensi dan UMKM Indonesia

Nusantara7.com, Jakarta – Gelaran pameran waralaba dan lisensi IFRA Hybrid Business Expo in Conjunction with Indonesia Licensing Expo 2021 resmi dibuka pada Jumat (12/11).

IFRA 2021 digelar Dyandra Promosindo bersama dengan Asosiasi Franchise (AFI) dan Asosiasi Lisensi Indonesia (ASENSI) hadir dengan konsep hybrid. Di mana penyelenggaraan offline pada 12-14 November 2021 di Jakarta Convention Center dan penyelenggaraan secara online mulai 12-30 November 2021 melalui platform https://www.ifra-virtualexpo.com/.

Pameran secara resmi dibuka oleh Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Oke Nurwan; Presiden Direktur Dyandra Promosindo, Hendra Noor Saleh; Ketua Umum Asosiasi Lisensi Indonesia, Susanty Widjaja. Pembukaan disaksikan oleh Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia Teten Masduki, Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggara Kegiatan (Event) Rizki Handayani dan Ketua Kehormatan Asosiasi Franchise Indonesia (AFI) Anang Sukandar. Pameran yang menampilkan ratusan peluang bisnis waralaba ini berlangsung mulai Minggu, 14 November 2021.

Dalam sambutannya di IFRA Hybrid Business Expo 2021 Menteri Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia, Teten Masduki menyatakan, IFRA sebagai platform yang senantiasa mengambil peran memajukan sektor bisnis waralaba & lisensi serta membuka peluang bagi UMKM Indonesia agar dapat mengakses pasar lebih luas.

Saat ini Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia tengah mempersiapkan transformasi UMKM masa depan yang berbasis kreativitas dan inovasi teknologi. “Maka dari itu, intelektual properti dan lisensi menjadi aspek penting dalam memastikan UMKM terlindungi serta terakui haknya. Disisi lain aspek waralaba merupakan elemen penting dalam meningkatkan skalabilitas usaha demi percepatan terwujudnya UMKM naik kelas. Semoga kegiatan ini dapat melahirkan beragam inovasi serta menjalin sinergi dengan pemangku kepentingan dalam upaya bersama mengembangkan UMKM dan kesejahteraan Indonesia secara luas,” ucapnya.

Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Oke Nurwan turut menyampaikan, dalam dua tahun terakhir ini, hampir seluruh lini bisnis tak luput terdampak Covid 19, termasuk waralaba. Namun dengan semangat untuk terus berinovasi dan beradaptasi dengan kondisi yang serba sulit, pihaknya optimis bisnis waralaba dapat tetap bertahan.

“Tantangan pengembangan bisnis yang telah kita hadapi selama 2 tahun terakhir, menjadi isu yang tidak lagi asing bagi dunia usaha saat ini. Bagi waralaba, keterbatasan selama menjalankan pengembangan bisnis, terutama dalam menarik investor baru untuk menjalin kemitraan, menjadi sangat terbatas karena banyaknya penyesuaian kebijakan interaksi fisik yang melibatkan masyarakat luas,” ucapnya.

Berdasarkan laporan tahunan kegiatan usaha waralaba 2020 yang telah diolah, menunjukkan bahwa waralaba telah berkontribusi sebesar 1,9% terhadap PDB Indonesia di tahun 2020. Total gerai yang berhasil dibuka dan dioperasikan mencapai 93.732 gerai, sehingga dapat menyerap sebanyak 628.622 tenaga kerja. Omset yang tercipta secara keseluruhan melalui waralaba di tahun 2020 adalah sebesar Rp54,4 miliar.

Melalui pameran ini dapat mengembalikan gairah usaha waralaba bahkan meningkatkan kapasitas dan skala usaha waralaba Indonesia, serta membuka peluang untuk melebarkan sayap kemitraan yang lebih luas lagi dan pameran ini menjadi pembuktian komitmen dimana penerapan protokol kesehatan yang ketat dalam interaksi secara fisik, dapat disandingkan dengan upaya memperluas pengembangan bisnis waralaba dalam menarik investor baru secara temu fisik maupun virtual.Selanjutnya Deputi Bidang Produk Wisata dan Penyelenggaraan Kegiatan Kemenparekraf Rizky Handayani mengungkapkan, di tengah pandemi Covid-19 secara konsisten tetap menyelenggarakan IFRA Hybrid Business Expo 2021. Hal ini merupakan implementasi dari strategi Kemenparekraf yakni adaptasi dengan menerapkan protokol kesehatan atau CHSE, melakukan inovasi dengan memanfaatkan teknologi sehingga dapat menjangkau pasar yang lebih luas, serta kolaborasi yang baik antara stakeholder yang terlibat dalam kegiataan ini.

Pandemi Covid 19 dapat menjadi titik awal pembenahan sektor MICE di Indonesia agar mampu bersaing dengan dunia internasional. “Oleh karena itu saya berharap penyelenggaraan pameran ini dapat menjadi contoh dengan penerapan new normal yang kreatif dan efektif sebagai upaya untuk terus mempromosikan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif, dan mampu menggerakkan perekonomian di Indonesia dan membantu menghidupkan sektor pameran,” ucapnya.

Selama pameran offline, IFRA Hybrid Business Expo 2021 akan menghadirkan program-program pendukung terbaik. Di antaranya adalah Business Matching, Offline Booth, Classroom, Celebpreneur Talkshow, Interactive Quiz, Lucky Draw, Stage Performance, Retiree’s Seminar, The 5th IFBCC, Meet The Experts, IFRA Awarding & Gathering dan IFRA Webinar Series.

Pameran dibuka mulai pukul 10.00 – 20.00 WIB ini akan melakukan pembatasan usia pengunjung yakni berusia antara 13 – 59 tahun. Para pengunjung wajib menggunakan masker, dan menjaga jarak.

IFRA menyiapkan fasilitas area mencuci tangan di berbagai titik, menggunakan pembatas kaca di tiap meja peserta atau lounge, menyiapkan tim medis dan tim tracing covid-19. Dengan menargetkan pengunjung sebanyak 15.000 pengunjung dan target 500 miliar, IFRA Hybrid Business Expo diharapkan menjadi salah satu pemacu pemulihan ekonomi nasional pasca pandemi.

Pameran yang mengangkat tema “Sustaining & Accelerate Your Business Growth Through Local and Global Market” diikuti oleh 150 peserta dari 250 brand. Hadirnya IFRA diharapkan menjadi salah satu peluang sekaligus pengembangan bisnis waralaba dan lisensi dalam upaya membuka lapangan pekerjaan, pemulihan perekonomian serta mendorong usaha-usaha kecil, menengah, dan mikro (UMKM) untuk memasarkan produk dan mengembangkan lini usahanya. sind

BPS: Mobilitas penduduk pada Oktober 2021 alami perbaikan

BPS: Mobilitas penduduk pada Oktober 2021 alami perbaikan

Nusantara7.com, Jakarta – Badan Pusat Statistik (BPS) melansir bahwa mobilitas penduduk pada Oktober 2021 mengalami perbaikan jika dibandingkan dengan September 2021, yang salah satunya tercermin dari penurunan aktivitas di rumah dan naiknya mobilitas di beberapa tempat umum.

“Untuk aktivitas di rumah sudah mulai ada penurunan, di mana September angkanya 6,3 persen dan Oktober 5 persen. Artinya, mobilitas atau aktivitas di rumah semakin menurun,” kata Kepala BPS Argo Yuwono saat menggelar konferensi pers secara virtual, Senin.

Sebaliknya, lanjut Argo, aktivitas di tempat perdagangan dan rekreasi mengalami perbaikan bahkan lebih tinggi daripada kondisi normal yang angkanya 4,3 persen.

“Demikian juga untuk aktivitas di tempat belanja dan kebutuhan sehari-hari, itu meningkat dibanding September 2021, yang angkanya pada Oktober 24,6 persen. Dan itu lebih tinggi dari kondisi normal di 2020,” ujar Argo.
 

Sedangkan, aktivitas di taman juga mulai lebih tinggi dari kondisi normal. Sementara untuk tempat transit dan tempat kerja, mobilitas masyarakat terlihat mengalami perbaikan meskipun belum kembali pada kondisi normal, yakni sebagaimana Januari, Februari 2021 sebagai patokan pada kondisi Oktober 2021.

Dengan membaiknya mobilitas penduduk, lanjut Argo, maka akan berpengaruh kepada aktivitas ekonomi.

Harapannya, dengan mobilitas penduduk yang terjaga, maka aktivitas ekonomi akan semakin baik sehingga pemulihan ekonomi dapat berjalan sesuai yang direncanakan.

Dari catatan mobilitas tersebut, Argo mengimbau agar BPS di seluruh provinsi tetap menjaga protokol kesehatan dalam menjalankan aktivitasnya.

Hal tersebut mengingat di berbagai negara, seperti Singapura dan Eropa, tengah memasuki gelombang COVID-19 baru yang juga tentunya akan berdampak pada pemulihan ekonomi di masing-masing negara.

“Jadi ini adalah capaian baik terkait pemulihan kesehatan, dan kita wajib menjaganya ke depan sehingga ke depan pemulihan ekonomi bisa dilakukan,” ujar Argo. ant

Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun

Tumbuh 53 Persen, Oktober 2021 Ekspor RI Capai Rp312 Triliun

Nusantara7.com, Jakarta – Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Margo Yuwono mengatakan nilai ekspor Oktober 2021 mencapai USD22,03 miliar atau setara Rp312 triliun. Angka tersebut naik 53,35 persen year on year (yoy) dan secara month to month (mtm) tumbuh 6,98 persen.

Menurut dia ekspor migas dan non-migas di Oktober 2021 mencapai USD1,03 miliar naik 9,91 persen dibandingkan September 2021. Sedangkan ekspor non migas tercatat sebesar USD21 miliar naik 6,75 persen dari bulan September 2021.

“Sedangkan jika dibandingkan ekspor Oktober 2021 dengan ekspor Oktober 2020 (yoy) tumbuh cukup tinggi 53,35 persen. Kalau kita pilah migasnya secara yoy meningkat 66,84 persen dan non migas meningkat 52,75 persen yoy,” ungkap Margo saat konferensi pers virtual, Senin(15/11/2021).

Secara keseluruhan, Margo merinci kinerja ekspor di 2021 lebih baik dibandingkan 2019 dan 2020. Secara perkembangan, kinerja ekspor non migas 2021 dapat disimpulkan lebih baik dari dua tahun sebelumnya.

Peningkatan terbesar ekspor non migas Oktober 2021 terjadi pada komoditas bahan bakar mineral sebanyak USD823,3 juta atau 26,59 persen. Sementara penurunan terbesar terjadi pada mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya sebesar USD105,5 juta atau 10,04 persen.

Baca Juga: Benarkah Utang RI Rp6.711 Triliun Sudah Izin ke Rakyat? Cek Fakta Berikut

“Kinerja ekspor kita secara total dan non migas di 2021 ini lebih baik dibandingkan tahun 2019 dan 2020. Semoga kinerja ekspor bisa dipertahankan di tahun-tahun ke depan supaya berdampak kepada pemulihan ekonomi di Indonesia,” jelas Marg. sind

 

Stakeholder Surabaya didorong sediakan ruang pameran UMKM untuk pemulihan ekonomi

Stakeholder Surabaya didorong sediakan ruang pameran UMKM untuk pemulihan ekonomi

Nusantara7.com, Surabaya  – Stakeholder atau pemangku kepentingan di Kota Surabaya, Jawa Timur, didorong menyediakan ruang pameran produk usaha mikro kecil menengah (UMKM) sebagai bagian upaya pemulihan ekonomi.

Ketua Tim Penggerak (TP) PKK Surabaya Rini Indriyani di Surabaya, Senin, mengatakan, sebenarnya sudah ada beberapa stakeholder yang sudah bekerja sama dengan Pemkot Surabaya dengan menyiapkan ruang pameran produk UMKM.

“Semoga kegiatan ini dapat meningkatkan geliat ekonomi di Kota Surabaya,” kata istri Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ini.

Adapun stakeholder yang sudah menyediakan ruang pameran UMKM meliputi PT. Susanti Megah yang sudah menyediakan stan gratis untuk UMKM di kantin perusahaan di Kecamatan Asemrowo Surabaya sejak 21 Oktober 2021.

Selain itu, Kaza Mal Surabaya yang menyediakan ruang untuk Pameran UMKM kolaborasi tiga keacamatan meliputi Kecamatan Tambaksari, Simokerto dan Kenjeran yang telah digelar di Main Atrium Kaza Mal Surabaya pada 8-14 November 2021.  Ada sebanyak 30 pelaku UMKM mengikuti pagelaran Pameran UMKM Kolaborasi 3 Kecamatan, dengan mempamerkan produk kuliner, busana, dan kerajinan.

“Inilah saatnya kita untuk bergerak bersama dalam rangka pemulihan ekonomi Kota Surabaya. Untuk pelaku UMKM harus tetap semangat, harus terus berinovasi dengan produknya. Ayo semangat memproduksi, dan ayo berjuang sama-sama,” katanya.

Disisi lain, wanita yang juga menjabat sebagai Ketua Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Surabaya ini juga berharap, kolaborasi stakeholder dengan pemkot ini bisa dicontoh oleh daerah lainnya.

Tidak menutup kemungkinan, lanjut dia, untuk para stakeholder yang lainnya juga bisa melakukan hal yang sama, yakni menyediakan ruang untuk para pelaku UMKM, agar bisa menggelar pameran di dalam mal.

“Kami tidak bisa berdiri sendiri, tanpa kolaborasi stakeholder yang lain. Kami juga mengimbau kepada pemilik mal yang lain, yang mau membuka diri atau mau berkolaborasi dengan Pemerintah Kota Surabaya untuk memberikan tempat di mal kepada UMKM,” katanya. (ant)

Kemnaker bahas proses penetapan upah minimum 2022

Kemnaker bahas proses penetapan upah minimum 2022

Nusantara7.com, Jakarta  – Kementerian Ketenagakerjaan membahas proses penetapan Upah Minimum Tahun 2022, kata Direktur Jenderal Pembinaan Hubungan Industrial dan Jaminan Sosial Tenaga Kerja Kemnaker, Indah Anggoro Putri.

Ia menyatakan, Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2021 tentang Pengupahan mengamanatkan bahwa kebijakan penetapan upah minimum merupakan salah satu program strategis nasional.

“Pemerintah hadir dengan mengatur penetapan upah minimum. Pemerintah peduli terhadap kepentingan pekerja/buruh dan pengusaha serta keberlangsungan berusaha,” ucap Dirjen Putri dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Ahad.

Menurut dia, upah minimum dimaksudkan sebagai pelindungan kepada pekerja/buruh dengan masa kerja kurang dari satu tahun agar upahnya tidak dibayar terlalu rendah. Selain itu, kebijakan upah minimum ditujukan sebagai salah satu instrumen pengentasan kemiskinan dan mendorong kemajuan ekonomi Indonesia.

“Upah minimum berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021 hanya berdasarkan wilayah, yaitu upah minimum provinsi (UMP) dan upah minimum kabupaten/Kota (UMK).

PP 35/2021 tidak mengamanatkan upah minimum berdasarkan sektor. Namun, bagi upah minimum sektor yang ditetapkan sebelum tanggal 20 November 2020 dan masih berlaku,dapat dilanjutkan upah minimum sektoral tersebut selama UMS tersebut nilainya masih lebih tinggi dibandingkan dari UMP atau UMK di wilayah tersebut, dengan demikian seluruh pihak harus tetap patuh dengan pelaksanaan UMK selama masih berlaku.” terangnya dalam seminar terbuka.

Ia berharap, melalui  pembahasan tersebut, setiap pihak mendukung penetapan Upah Minimum Tahun 2022 sesuai dengan PP Nomor 36 Tahun 2021 tentang pengupahan.

Direktur Hubungan Kerja dan Pengupahan, Dinar Titus Jogaswitani mengatakan, semangat dari formula upah minimum berdasarkan PP No. 36 Tahun 2021 adalah untuk mengurangi kesenjangan upah minimum, sehingga terwujud keadilan antarwilayah. Keadilan antarwilayah tersebut dicapai melalui pendekatan rata-rata konsumsi rumah tangga di masing-masing wilayah.

Selain itu, katanya, penetapan upah minimum tersebut juga ditujukan untuk mencapai kesejahteraan pekerja/buruh dengan tetap memperhatikan kemampuan perusahaan dan kondisi nasional. Hal tersebut dilakukan melalui penggunaan data-data ekonomi dan ketenagakerjaan yang bersumber dari Badan Pusat Statistik (BPS).

Menurutnya, BPS sebagai satu-satunya wali data nasional merupakan lembaga yang independen dan kompeten dalam hal penyediaan data-data makro yang dibutuhkan oleh seluruh pihak yang berkepentingan.

“BPS tidak melakukan kegiatan pengumpulan data yang secara khusus ditujukan untuk penghitungan upah minimum,” ucapnya.

Data-data yang disediakan oleh BPS yang dipergunakan dalam perhitungan upah minimum sudah lama dikumpulkan oleh BPS sebelum disahkan PP No. 36 Tahun 2021. Data-data untuk penghitungan penetapan upah minimum bisa diakses pada wagepedia.kemnaker.go.id.

“Data tersebut juga digunakan oleh institusi lain baik lokal maupun internasional dalam merencanakan atau mengambil keputusan yang akan dilakukan, sehingga banyak pihak yang mengawasi data BPS,” ucapnya.

 Dewan Pengupahan Nasional dari unsur pakar pengupahan, Joko Santosa menyatakan, penetapan upah minimum penting untuk menaikkan Indeks daya saing Indonesia dan meningkatkan kepercayaan investor terhadap sistem pengupahan Indonesia terkait kepastian hukum dan indikator perekonomian dan ketenagakerjaan.

Selain itu, sambung Joko, dampak lain yang mungkin perlu diantisipasi terhadap penetapan UM pada COVID-19 saat ini yaitu potensi terhambatnya perluasan kesempatan kerja baru, terjadinya substitusi tenaga kerja ke mesin (otomatisasi proses produksi), memicu  PHK, mendorong relokasi dari lokasi yang memiliki nilai UMK tinggi kepada lokasi yang memiliki nilai UMK yang lebih rendah, dan mendorong tutupnya perusahaan, khususnya pada situasi pandemi COVID-19 saat ini.

“Potensi lainnya yaitu untuk  meningkatkan ruang dialog kesepakatan upah serta penerapan struktur dan skala upah di atas upah minimum” ucapnya.

Joko juga mengajak seluruh pihak untuk lebih fokus dalam penyesuaian upah di atas upah minimum yang jumlah pekerjanya adalah mayoritas. Terlebih lagi dengan kondisi upah minimum yang sudah di atas median atau rata-rata upah, sebaiknya semua pihak fokus kepada upah berbasis kinerja individu dan produktivitas, sehingga kenaikan upah masing-masing pekerja akan bergantung dengan produktivitas yang dihasilkannya. Bila hal ini dilakukan, maka dapat mendorong kesejahteraan pekerja secara keseluruhan.

“Penerapan struktur skala upah dengan penyesuaian berbasis kinerja individu akan mendorong distribusi upah di atas upah minimum secara adil antar jabatan/pekerja yang harus menjadi tujuan perjuangan pekerja dan SP/SB,” kata Joko.

Seminar tersebut diikuti oleh lebih dari 1.000 partisipan mulai dari bupati/wali kota seluruh Indonesia, kepala dinas yang membidangi ketenagakerjaan provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia, Dewan Pengupahan provinsi/kabupaten/kota seluruh Indonesia,LKS Tripartit seluruh Indonesia, Apindo, SP/SB, dan stakeholder hubungan industrial. ant

Ketua DPRD Surabaya : Jelang Tutup Tahun, UMKM Fokus Utama Pemulihan Ekonomi

Ketua DPRD Surabaya : Jelang Tutup Tahun, UMKM Fokus Utama Pemulihan Ekonomi

Nusantara7.com, Surabaya – Jelang tutup tahun 2021, Ketua DPRD Kota Surabaya Adi Sutarwijono mendorong Pemkot segera melakukan pemulihan ekonomi dan percepatan perbaikan kondisi ekonomi masyarakat.

Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) juga menempatkan pemulihan ekonomi sebagai salah satu pos prioritas dengan 2,16 persen anggaran atau sebesar Rp 224.856.253.590 dari total kekuatan belanja sebesar Rp 10.405.185.113. “Diharapkan realisasi akselerasi bisa mulus melaju sejak awal tahun 2022 mendatang,” kata Adi Sutarwijono, Sabtu (13/11/2021).

Dia menyebut unit-unit Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) tetap jadi fokus utama yang harus mendapatkan akses permodalan.

Apa lagi melalui BUMDnya, yakni PT BPR Artha Surya Pemkot Surabaya telah mengeluarkan pinjaman lunak dengan bunga 3 persen, melalui program Puspita. “Itu dipakai oleh pelaku UMKM di Surabaya untuk menggerakkan ekonominya, jadi saya kira pemkot juga akan memberikan akses modal,” ucapnya.

Selanjutnya, akses promosi semakin terintegrasi dengan memanfaatkan ranah teknologi dan informasi. Begitu juga penyediaan sarana akses bimbingan bagi pelaku UMKM. “Bagaimana mendisain packaging, terus mendisain promosi dengan efektif itu harus dijalankan oleh pemkot,” terangnya.

Sebab, gencarnya promosi bisa memperkuat branding UMKM yang ada di Kota Surabaya sehingga akan mempengaruhi antusiasme masyarakat untuk membeli produk-produk hasil tangan pelaku usaha.

Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Surabaya ini menambahkan, ketika berbicara UMKM ada 3 aspek penting yang harus benar-benar dicermati jika ingin perbaikan ekonomi masyarakat bisa berjalan sesuai rencana. “Karena UMKM itu dimana pun kan masalahnya ada 3, yaitu akses modal, akses bahan baku, dan pasar,” tandasnya.(brj)