Bupati Bangkalan Ra Latif Maulid Nabi Bersama Para PKL

Bupati Bangkalan Ra Latif Maulid Nabi Bersama Para PKL

Nusantara7.com, Bangkalan – Momentum Maulid Nabi Muhammad SAW dimanfaatkan betul oleh Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron untuk lebih dekat dengan masyarakat.

Bupati yang akrab disapa Ra Latif itu merayakan Maulid Nabi di Halaman Stadion Gelora Bangkalan (SGB) bersama para Pedagang Kaki Lima (PKL). Pada kesempatan itu, Ra Latif mengajak seluruh masyarakat Bangkalan, khususnya para PKL untuk selalu bersyukur atas nikmat yang diberikan Allah SWT seperti yang dicontohkan Nabi Muhammad SAW. 

“Kita harus selalu bersyukur karena pada hari ini para PKL sudah bisa melaksanakan kegiatan berdagangnya. Karena kalau kita ingat beberapa waktu sebelumnya, para pedagang masih dibatasi kegiatannya karena adanya pandemi Covid-19,” ujarnya 29/10/21. 

“Namun berkat kerja keras, kerja sama dan kepatuhan kita bersama, kita dapat menekan angka kasus Covid-19 ,” ujar Ra Latif. 

Ra Latif berharap, kondusifitas serta kepatuhan terhadap protokol kesehatan terus dijaga. Sehingga masyarakat kembali bisa hidup normal serta para pedagang bisa melakukan kegiatan ekonominya lebih leluasa. Ia berharap bisa segera memulihkan keadaan ekonomi masyarakat termasuk pedagang kaki lima.

Pada kesempatan tersebut Ra Latif juga menyerap berbagai aspirasi dari para pedagang kaki lima. Dirinya juga akan menampung berbagai aspirasi tersebut. 

“Nanti pada anggaran berikutnya, insyaallah akan kami lebih perhatikan dan kami berikan bantuan. Meskipun jumlahnya tidak banyak semoga bisa meningkatkan kesejahteraan pedagang kaki lima,” pungkas Ra Latif. pemk

Pesan Bupati Bangkalan Ra Latif Pimpin Upacara HSP Ke-93 “Pemuda Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa “

Pesan Bupati Bangkalan Ra Latif Pimpin Upacara HSP Ke-93 “Pemuda Harus Jadi Perekat Persatuan Bangsa “

Nusantara7.com, Bangkalan – Peringatan Hari Sumpah Pemuda (HSP) Ke-93 tahun ini diperingati dengan upacara di Lapangan Pemkab Bangkalan kemarin (28/10). Dalam upacara itu, Bupati R. Abdul Latif Amin Imron yang bertidak sebagai inspektur menyebutkan, HSP harus dijadikan sebagai perekat persatuan dan kesatuan untuk bangsa Indonesia.

Bupati yang biasa dipanggil Ra Latif itu mengatakan, tema HSP tahun ini ”Bersatu, Bangkit, dan Tumbuh”. Tema itu menjadi penegasan dari komitmen para kaum pemuda yang diikrarkan pada 1928. Juga sebagai bentuk harapan pemerintah terhadap peran serta para kaum muda.

Pemuda harus berkarakter, mandiri, inspiratif, inovatif, dan memiliki kreativitas tinggi. Juga mampu bertahan dan unggul dalam menghadapi persaingan global demi menyongsong masa depan dunia yang lebih baik.

”Momentum Hari Sumpah Pemuda juga mampu menjadi perekat persatuan kita sebagai bangsa untuk bersama-sama bangkit melawan pandemi dan mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang kukuh melalui kewirausahaan pemuda,” kata mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Media komunikasi digital sangat banyak. Dengan demikian, tidak ada lagi sekat-sekat antar pemuda di semua penjuru negeri. Kemudahan itu harusnya dijadikan sarana untuk memperkukuh persatuan dan kesatuan oleh para kaum muda. ”Pemuda harus menjadi agen perubahan,” imbau Ra Latif.

Ke depan, tantangan para kaum pemuda semakin berat. Akan tetapi, dengan komitmen untuk terus bersatu dalam menjaja keragaman, menjadi modal sosial dalam menghadapi berbagai hambatan dan tantangan bangsa ke depan.

Dalam momentum HSP ini, pemuda diharapkan terlibat aktif dalam semua aspek pembangunan yang dilakukan pemerintah. Pemerintah menyadari, pemuda memiliki peranan besar dan akan menjadi penentu untuk Kabupaten Bangkalan di masa yang akan datang.

”Kami berharap seluruh elemen pemuda Bangkalan saling mengisi sesuai dengan kemampuan masing-masing. Khususnya peran di dunia digitalisasi,” harap Kepala Diskominfo Bangkalan Agus Zein. ram

Abrasi Tiap Tahun, Gubernur Jatim Tanam Mangrove di Banyuurip Gresik

Abrasi Tiap Tahun, Gubernur Jatim Tanam Mangrove di Banyuurip Gresik

Nusantara7.com, Gresik – Wilayah Pantai Utara Gresik sempat mengalami dampak lingkungan yang sangat besar. Berdasarkan catatan Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK). Pantai di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah mengalami abrasi 132 kali setiap tahunnya. Guna mencegah hal itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menanam mangrove di kawasan tersebut sekaligus menjaga ekosistem laut.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur mengatakan, pengaruh global warning saat ini sangat dirasakan. Untuk itu, dirinya meminta instansi terkait menanam mangrove sebanyak-banyaknya di sepanjang pesisir pantai.

“Keberadaan mangrove yang ditanam itu dampaknya tidak hanya buat ekosistem saja. Tapi, juga berdampak positif bagi nelayan,” katanya, Kamis (28/10/2021).

Kedepan lanjut Khofifah, dirinya mendorong kepada masyarakat pesisir serta instansi terkait untuk terus menanam tanaman mangrove melalui ‘Tandur Mangrove’. “Disamping menyelamatkan lingkungan dari ancaman abrasi. Penanaman mangrove secara masif ini juga memiliki potensi nilai ekonomis. Seperti hutan mangrove di Desa Banyuurip, Kecamatan Ujungpangkah, Gresik.

Seperti diketahui, tanaman mangrove di Desa Banyuurip memiliki 17 varian mangrove. Dari banyaknya varian itu juga akan menambah satwa yang hidup di mangrove. Selain itu, kawasan itu sudah diitetapkan sebagai Kawasan Ekosistem Esensial (KEE). Dimana disana memiliki spot migrasi puluhan jenis burung laut serta dipenuhi ratusan ribu pohon mangrove dari belasan jenis.

Kawasan tersebut memiliki luas 1.554,27 hektar itu berada di tiga desa. Yakni Desa Pangkahwetan, Desa Pangkahkulon dan Desa Banyuurip membentang di pesisir laut dan muara memberikan nuansa hijau serta menyumbang oksigen bersih untuk Kota Gresik dan sekitarnya. [brj]

Perhutanan Sosial Paling Tinggi di Pulau Jawa diperoleh Jatim

Perhutanan Sosial Paling Tinggi di Pulau Jawa diperoleh Jatim

Bintangpos.com, Surabaya – Provinsi Jawa Timur menempati posisi puncak dalam capaian perhutanan sosial di Pulau Jawa. Berdasarkan data Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan, persentase luasan yang telah terealisasi yakni sebesar 65,19 persen atau seluas 176.962,08 hektare area.

Jawa Timur juga menempati posisi teratas dalam hal jumlah surat keputusan (SK) yang telah terbit yakni sebanyak 348 unit SK atau 54,46 persen dari total capaian di Pulau Jawa. Dari 348 unit SK perhutanan sosial, sebanyak 303 unit merupakan SK Kulin KK (Pengakuan dan Perlindungan Kemitraan Kehutanan) atau sebesar 32,48 persen dari total capaian SK Kulin KK Nasional dan Jawa Timur menjadi provinsi yang paling banyak memperoleh SK Kulin KK.

Jumlah petani penggarap Jawa Timur menjadi yang tertinggi di Pulau Jawa yakni sebanyak 119.576 kepala keluarga atau 68,17 persen dari total capaian di Pulau Jawa.

Sebagai perbandingan, capaian perhutanan sosial Provinsi Jawa Tengah sebesar 13,85 persen, Jawa Barat sebesar 13,56 persen, Banten sebesar 6,82 persen dan DIY sebesar 0,58 persen. Sedangkan dalam hal penerbitan SK, Provinsi Jawa Barat mencapai sebesar 20,34 persen, Jawa Tengah sebesar 13,77 persen, DIY sebesar 7,04 persen dan Banten sebesar 4 persen.

Adapun dalam hal jumlah petani penggarap, Jawa Barat sebesar 11,66 persen, Jawa Tengah sebesar 11,13 persen, Banten sebesar 6,20 persen dan DIY sebesar 2,85 persen.

“Perhutanan sosial ini membawa dampak besar bagi masyarakat sekitar hutan. Tidak hanya dampak ekonomi, namun juga berkontribusi dalam pengurangan peristiwa kebakaran, pembalakan liar, pencurian kayu, dan konflik lahan,” kata Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Wana Wisata Pantai Sowan Tuban.

Khofifah mengatakan, melalui Perhutanan Sosial, masyarakat diberikan akses lahan di kawasan hutan, untuk digunakan sebagai modal kegiatan ekonomi produktif. Karenanya, Khofifah berharap akses tersebut bisa dimanfaatkan semaksimal mungkin untuk meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Lewat program ini, kami berupaya mendorong agar perekonomian warga sekitar kawasan perhutanan sosial ikut membaik, termasuk juga membuka lapangan kerja bagi masyarakat sekitar maupun luar anggota kelompok usaha,” imbuhnya.

Khofifah menerangkan, saat ini dari 348 Kelompok Perhutanan Sosial (KPS), telah terbentuk 489 Kelompok Usaha Perhutanan sosial (KUPS) atau sebesar 45,78 persen dari total KUPS di Pulau Jawa. KUPS-KUPS tersebut telah menjalankan usaha produksi, terdiri dari komoditas agroforestri, buah-buahan, ekowisata, wisata alam, kayu-kayuan, madu, kayu putih dan hasil hutan bukan kayu lainnya.

Sedangkan, Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) di Kabupaten Tuban sendiri saat ini berjumlah 29 dan telah terbentuk 47 KUPS dengan komoditas Jagung, Kacang, Cabe, Singkong, Ekowisata, Silvopastura, dan hasil hutan lainnya. Untuk KUPS dengan komoditas Kacang secara Nasional terdapat 76 KUPS, sebanyak 52,17 persen berasal dari Jawa Timur dan baru Kabupaten Tuban yang memiliki KUPS dengan komoditas Kacang berkelas KUPS Emas.

“Saya optimistis jika komoditi-komoditi hasil perhutanan sosial ini diolah dan dikemas lebih baik lagi maka nilai ekonominya akan semakin besar. Bukan tidak mungkin pula bisa menjadi komoditas unggulan daerah yang bisa dijual ke pasar luar,” ujarnya.

Sementara itu, dalam kesempatan tersebut Khofifah juga menyampaikan SK Perhutanan Sosial kepada 10 kelompok yang telah diberikan secara simbolis oleh Bapak Presiden RI kepada LMDH Sekar Jati, LMDH Jenggolo Manik, LMDH Wana Bangkit, LMDH Wana Bima dari Kabupaten Tuban, LMDH Wono Joyo, LMDH Andhe Andhe Lumut, LMDH Wono Jalasi dari Kabupaten Lamongan dan LMDH Jati Murni, LMDH Jati Arum serta LMDH Mekar Jati dari Kabupaten Bojonegoro.

Khofifah juga memberikan bantuan Hibah Sarana Prasarana Ekonomi Produktif bagi Kelompok Tani Hutan (KTH) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS) berupa Mesin Penyulingan Minyak Atsiri dan Kendaraan Roda 3, Gazebo, Toilet dan tempat ibadah, alat pipil jagung mobile roda tiga, Mesin pembuat kompos, timbangan elektrik dan alat pencacah rumput, bak frementasi, kereta dorong dan handsprayer.

Tidak hanya itu, kepada Kelompok Tani Hutan, Khofifah juga memberikan hibah benih porang sejumlah 800 kg kepada empat kelompok di Kabupaten Lamongan yaitu Kelompok Tani Milenial ‘Putramu’, Kelompok Masyarakat ‘Fasko’, Kelompok Masyarakat ‘Cahaya Al-Khoirot’ dan LMDH ‘Wono Jalasi’. [brj]