Ra Latif Bupati Pimpin Upacara Harjad Jatim ke-76, Agar Pulihkan Ekonomi dan Kekebalan Kesehatan Masyarakat

Ra Latif Bupati Pimpin Upacara Harjad Jatim ke-76, Agar Pulihkan Ekonomi dan Kekebalan Kesehatan Masyarakat

Nusantara7.com, Bangkalan –  Pemerintah Kabupaten menggelar acara upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur (Jatim) ke 76, Senin (18/10/2021). Acara yang digelar di Halaman Kantor Bupati tersebut dipimpin langsung oleh Bupati R . Abdul Latif Amin Imron. 

Pada upacara tersebut Bupati Ra Latif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam pemulihan kondisi ekonomi dan mewujudkan herd immunity.

“Mensukseskan proses pemulihan ekonomi, tumbuhnya herd immunity atau kekebalan kesehatan masyarakat dan proses pemulihan sektor-sektor yang terdampak pandemi secara mendalam,” katanya.

Khusus untuk unsur Pemerintahan Bangkalan, Ra Latif meminta ada kinerja yang lebih keras lagi, lebih total dalam bekerja dalam kerangka good government, good governance, efisien dan productive government.

“Konsistensi dan kesiagaan penuh dalam pemulihan ketahanan ekonomi, herd immunity dan pemulihan optimisme masyarakat pasca pandemi,” katanya. 

“Secara khusus menghimbau kepada semua elemen untuk tetap menjadikan Jawa Timur khususnya Kabupaten Bangkalan tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. pemk

Gubernur Jatim Khofifah terima lencana kehormatan dari LAN RI terkait ASN

Gubernur Jatim Khofifah terima lencana kehormatan dari LAN RI terkait ASN

Nusantara7.com, Surabaya – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima Lencana Kehormatan Kepala Daerah Pemimpin Perubahan dari Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI karena dinilai memiliki komitmen kuat mengembangkan kompetensi aparatur sipil negara (ASN).

“Sebagai seorang pemimpin perubahan, Gubernur Khofifah memberikan contoh yang banyak sampai dalam hal menangani COVID-19,” ujar Kepala LAN RI Adi Suryanto usai menyerahkan lencana kehormatan dan piagam penghargaan ke Gubernur Khofifah di Kantor BPSDM Jatim di Surabaya, Kamis.

Ia juga mengapresiasi Jawa Timur, khususnya Gubernur Khofifah yang telah luar biasa memimpin di tengah pandemi, serta perhatian terhadap pengembangan kompetensi aparaturnya.

“Beliau terus-menerus mendorong agar tetap produktif, tetap kerja keras meskipun dalam kondisi sulit,” ucapnya.

Adi menjelaskan, beberapa yang dilakukan Gubernur Khofifah adalah menjadi seorang pemimpin yang mendukung dan memberikan kesempatan kepada aparaturnya untuk melakukan perubahan, serta menjadi seorang pemimpin menghadapi situasi-situasi kompleks dan luar biasa.

“Dari situasi yang tidak biasa, Gubernur Khofifah memiliki cara penyelesaiannya dengan cara-cara yang juga tidak biasa,” kata dia.

Sementara itu, penyerahan penghargaan dilakukan dalam satu rangkaian dengan kegiatan Pelepasan dan Penutupan Peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XVI Tahun 2021 Pemprov Jatim.

PKN II Angkatan XVI diikuti sebanyak 55 peserta, yakni tiga orang dari Kejaksaan Agung, tujuh orang dari Provinsi Jatim, seorang Provinsi Kalimantan Selatan, 18 orang dari kabupaten/kota di Jatim, dan 26 orang dari kabupaten/kota di luar Jatim.

Pada kesempatan sama, Gubernur Khofifah menyampaikan di tengah pandemi COVID-19 Pemprov Jatim terus melakukan berbagai inovasi, baik terkait penanganan maupun juga peningkatan kompetensi ASN yang merupakan pelayan masyarakat.

“ASN hari ini diharapkan bekerja melebihi tugas dan tanggung jawab. ASN bekerja tidak hanya dalam jam kerja saja, masyarakat membutuhkan respons cepat kapan saja sehingga harus siap memberikan layanan,” tuturnya.

Gubernur mengingatkan, di Pemprov Jatim ASN harus bekerja dengan prinsip “CETTAR” yaitu cepat, efektif efisien, tanggap, transparan, akuntabel, dan responsif.

Selain itu, kata dia, ASN harus ber-AKHLAK, yaitu berorientasi pelayanan, akuntabel, kompeten, harmonis, loyal, adaptif, dan kolaboratif.

Pada kesempatan tersebut, Gubernur Khofifah juga menyerahkan penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Perak kepada Kepala BPSDM Jatim Aries Agung Paewai yang telah mengantarkan BPSDM Jatim mendapatkan Akreditasi A dari LAN RI.

Kemudian, penghargaan Jer Basuki Mawa Beya Perunggu kepada tiga orang Widyaiswara Jatim yaitu Hary Wahyudi, Siswo Herutoto, dan Muchammad Taufik karena dinilai telah membanggakan usai mendapat peringkat pertama Inovasi Micro Learning dari LAN RI Tahun 2021.

Khofifah juga menyerahkan Achievement Award Tahun 2021 kepada lima daerah, yaitu Kota Surabaya, Tuban, Sumenep, Magetan serta Tulungagung. (ant)

Wapres Ma’ruf Amin hadiri penutupan PON XX di Stadion Lukas Enembe

Wapres Ma’ruf Amin hadiri penutupan PON XX di Stadion Lukas Enembe

Nusantara7.com, Jakarta – Wakil Presiden Maruf Amin menghadiri upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat malam pukul 19.00 WIT atau 17.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di akun resmi Youtube PON XX PAPUA 2021 Wapres Maruf dan Wury Estu Handayani tiba di Stadion Lukas Enembe dengan menggunakan jaket olahraga bernuansa merah dan mengenakan hiasan kepala khas Papua.

Untuk menandani dimulainya acara, lagu Indonesia Raya dikumandangkan dilanjutkan dengan tarian adat Papua yang diiringi dengan instrumen musik yang dimainkan musisi Andi Rianto. Acara juga turut dihadiri oleh sejumlah artis seperti Nogei, Blasta Rap Merauke, NOAH, Saykoji, Iwa K. dan Yura Yunita.

Kehadiran Wapres Maruf Amin dalam penutupan PON XX Papua termasuk dalam rangkaian agenda kegiatan kunjungan kerja Wapres ke timur Indonesia, seperti Maluku, Papua Barat, Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Terkait pengamanan penutupan PON XX Papua, sebanyak 2.891 aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan.

Kepala Satuan Tugas Ops Deraku Cartenz Kombes Dedy Sumarsono mengatakan acara penutupan PON mengutamakan penerapan protokol kesehatan guna meminimalkan penyebaran COVID-19.

“Penutupan PON Papua juga mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19,” kata Sumarsono di Jayapura, Jumat.

Sumarsono juga mengatakan seluruh penonton yang hadir di Stadion Lukas Enembe wajib menunjukkan bukti telah mendapatkan vaksin COVID-19.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan kenyamanan penutupan PON Papua dan mengedepankan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” ujar Sumarsono.(ant)

PPKM Level 3, sebanyak 143 desa di Madiun gelar pilkades serentak

PPKM Level 3, sebanyak 143 desa di Madiun gelar pilkades serentak

Nusantara7.com, Madiun – Sebanyak 143 desa yang ada di Kabupaten Madiun, Jawa Timur, siap menggelar pemilihan kepala desa (pilkades) serentak pada 20 Desember 2021.

Bupati Madiun H. Ahmad Dawami mengatakan bahwa tahapan gelaran pilkades serentak sempat tertunda sejak Juli lalu karena status level PPKM daerah setempat pada level 4.

“Penundaan itu karena adanya peningkatan kasus COVID-19 yang masuk level 4 dan Surat Edaran Mendagri tentang Penundaan Tahapan Pilkades Serentak pada Masa Pandemi,” kata Bupati Ahmad Dawami di Madiun, Jumat.

Menurut dia, berdasarkan Surat Edaran Mendagri Nomor 141/4251/SJ perihal penundaan tahapan pilkades serentak tersebut, yang boleh melaksanakan pilkades serentak adalah daerah yang status PPKM levelnya ada di level 1, 2, dan 3. Sementara itu, pada level 4 tidak diperbolehkan.

“Alhamdulillah, Kabupaten Madiun saat ini level 3 sehingga tahapan pilkades serentak untuk 143 desa bisa dilanjutkan hingga pemungutan suara pada tanggal 20 Desember mendatang,” katanya.

Karena tahapan kembali berlanjut, pihaknya memprediksi mobilitas masyarakat bakal meningkat.

Untuk itu, Bupati meminta warga setempat tetapi disiplin dalam penerapan protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat guna menekan penyebaran COVID-19.

“Jadi, semua tergantung pada kondisi COVID-19 di Kabupaten Madiun. Karena aturannya sudah jelas, bisa mundur kalau COVID-19 levelnya naik ke-4. Ini otomatis. Makanya, mari jaga agar level di daerah ini bisa turun sehingga penentuan tanggal pilkades serentak sekali saja dan tidak tertunda,” kata Bupati.

Selain meminta warga lebih disiplin dalam prokes, Bupati juga terus mengejar pelaksanaan vaksinasi di wilayahnya.

Sesuai dengan data, hingga pertengahan Oktober 2021, capaian vaksinasi di daerah ini lebih dari 50 persen untuk dosis pertama.

Ia megakui terdapat sejumlah kendala dalam pelaksanaan vaksin, terutama untuk sasaran kaum lanjut usia atau lansia.

“Vaksinasi lansia ini banyak yang dijadwalkan ulang. Hal itu karena ketika diskrining awal, ternyata belum siap divaksin, seperti tekanan darah sedang tinggi dan lain sebagainya,” katanya.

Oleh karena itu, untuk menggenjot pelaksanaan vaksin COVID-19, pemkab setempat juga melakukan vaksin dengan sistem “jemput bola”, yakni petugas mendatangi sasaran dari rumah ke rumah.

“Tak kalah penting, Saya juga mengimbau masyarakat, utamanya calon kades untuk terus menjaga prokes. Diharapkan upaya itu akan diikuti oleh warganya,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Kabupaten Madiun Joko Lelono mengatakan bahwa para calon kades dapat mengurus persyaratan pendaftaran di Pengadlan Negeri Kabupaten Madiun secara daring melalui aplikasi Eraterang guna menghindari kerumunan.

Dengan aplikasi itu, kata dia, calon kades tidak perlu datang ke Kantor Pengadilan Negeri Kabupaten Madiun untuk mengurus surat permohonan yang mereka butuhkan.

“Para calon kepala desa nanti tidak perlu ramai-ramai datang ke pengadilan untuk mengurus surat permohonan di PN. Cara mengurusya tinggal buka dan klik saja di aplikasi Eraterang. Nanti sudah keluar di situ syarat-syaratnya apa saja,” katanya.

Setelah mendaftarkan diri untuk permohonan berkas secara daring, lanjut dia, calon peserta pilkades bisa datang ke kantor PN setempat untuk mengambil berkasnya pada jadwal yang ditentukan.

“Karena pelaksanaan pilkades ini masih dalam masa pandemi, setiap tahapannya memperhatikan protokol kesehatan demi mencegah penularan COVID-19,” katanya. (ant)

Atlet Gresik Sumbang 31 Medali dari 31 Atlet yg dikirim di PON Papua

Atlet Gresik Sumbang 31 Medali dari 31 Atlet yg dikirim di PON Papua

Nusantara7.com – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua resmi ditutup oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Jumat malam (15/10). Kendati gelaran olahraga empat tahunan itupun berakhir, namun menyimpan sejuta kisah dan kenangan. Terutama bagi para peraih medali.

Begitu juga dirasakan para atlet asal Gresik yang bergabung dalam kontingen Provinsi Jatim. Pada PON XX Papua ini, Gresik turut mengirimkan sebanyak 31 atlet. Dari jumlah itu berhasil membawa pulang total 31 medali untuk Jatim yang berada di posisi ketiga di bawah Jabar dan DKI Jakarta.

Perincian sumbangsih atlet asal Gresik masing-masing emas 13 medali, perak 11 medali, dan perunggu 7 medali. Dari torehan sejumlah medali itu sebagian besar disumbang dari cabor panjat tebing. Yakni, 6 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.

Beberapa atlet peraih medali emas, mereka mengaku haru dan bangga. Kharisma Ragil Rakasiwi, misalnya. Alumnus SMAN 1 Manyar itu sukses meraih medali perak untuk kategori perorangan dan emas di grup. ‘’Alhamdulillah, medali ini pertama saat ikut tampil di PON,’’ kata perempuan yang dapat beasiswa kuliah di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya itu, Jumat malam (15/10).

Ragil memang termasuk salah seorang atlet panjat tebing andalan dari Gresik. Sudah sejak SD aktif di olahraga memanjat itu. Capaian prestasinya sudah berjibun. Bahkan, di gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019 lalu sukses meraih 6 emas untuk Gresik. Total hadiah atau bonus yang diterima sudah ratusan juta rupiah.

Yang menarik, di PON XX Papua ini Ragil harus berkompetisi dengan kakak kandungnya sendiri. Yakni, Fitria Hartani. Ragil pun sukses meraih perak, sang kakak yang memang jauh lebih lama sebagai atlet panjat tebing mendapatkan medali emas. Apakah sudah janjian untuk mengalah? ‘’Nggak lah, Mas. Meski bersaudara, tetap mesti sama-sama fight,’’ ujarnya.

Ketika gagal menggondol emas di nomor individu, di hati Ragil sempat sedikit shock. Namun, begitu yang merebut emas adalah kakaknya sendiri, Ragil pun tersenyum bangga. ‘’Saya bilang sama Mbak, alhamdulillah kita kan sama-sama dapat medali. Mbak juga tersenyum bangga,’’ ungkap gadis yang usianya selisih 5 tahun dengan Fitria Hartani itu.

Kebanggaan serupa juga membuncah dalam diri Nurul Fajar Fitriati. Atlet asli Gresik peraih dua medali emas dari cabor renang. Atik, panggilan akrabnya, memang salah seorang atlet putri hebat di tingkat nasional spesialis renang gaya punggung. Beberapa kali sukses memecahkan rekor. Di Asian Games 2018 lalu, nyaris merebut medali. Namun, akhirnya harus puas di peringkat 4.

Sejak awal, Atik optimistis dapat menyumbangkan medali emas untuk Jatim. Apalagi namanya sudah masuk dalam target mendapat emas. Kendati yang tampil di PON XX Papua mayoritas masih adik kelas atau yuniornya, namun Atik tidak menganggap mereka remeh. ‘’Syukurlah target itu bisa tercapai,’’ ungkap alumnus SMAN 1 Kebomas, Gresik, itu.

Dia pun bercerita, sempat ada tawaran untuk bergabung dalam atlet dari Jawa Barat. Maklum, tugas kerjanya di Bandung. Namun, Atik sudah meneguhkan komitmen untuk tetap membela panji-panji Jatim. ‘’Saya sudah bulat untuk berkarir sampai akhir di Gresik, Jawa Timur. Sebab, dari sinilah saya dibesarkan,’’ tegasnya.

Atik tidak ingat persis sudah berapa rupiah hadiah atau bonus yang didapat sejak menggeluti olahraga renang. Saat ditanya, senyumnya mengembang. ‘’Bapak saya yang mengaturnya, Mas. Saya cuma tanda tangan saja,’’ kelaka mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.

Pada PON XX Papua, Pemkab Gresik juga turut memberikan support. Bahkan, Wabup Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga A.H. Sinaga, dan beberapa perwakilan KONI Gresik terbang langsung ke Papua untuk memberikan dukungan atlet Jatim. Terutama dari Gresik.

Saat tiba di Bumi Cenderawasih, Wabup mendapat kehormatan memberikan medali cabor renang. “Alhamdulillah, atlet Gresik yang tergabung dalam kontingen Jatim berhasil meraih medali emas. Kami pun ikut bangga sekali turut menyaksikan perjuangan atlet-atlet Gresik ini di PON XX Papua. Selamat bagi para peraih medali. Bagi yang belum, terus bersemangat,” ungkap Aminatun.

Dia berharap, capaian prestasi atlet-atlet asal Gresik itu menjadi role model bagi generasi muda lainnya. “Kesuksesan itu tidak datang tiba-tiba. Bagaimana mereka disiplin dan tekun berlatih, tidak pantang menyerah dan terus berjuang untuk yang terbaik. Nah, seperti ini yang wajib dicontoh,” tambahnya. (jwp)

Bupati Ra Latif Imbau Peserta Tak mudah Percaya Janji Orang Bisa Bantu jadi CPNS

Bupati Ra Latif Imbau Peserta Tak mudah Percaya Janji Orang Bisa Bantu jadi CPNS

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron memantau pelaksanakan seleksi kompetensi dasar (SKD) di balai diklat Senin (18/10). Pria yang biasa disapa Ra Latif itu itu berpesan agar peserta tidak mudah percaya jika ada oknum yang menjanjikan bisa membantu meluluskan menjadi abdi negara.

Bupati yang biasa disapa Ra Latif itu mengatakan, pemantauan SKD dilakukan secara langsung bersama Wakil Bupati (Wabup) Mohni dan Sekkab Bangkalan Moh. Taufan Zairinsjah. Dari pengamatannya, SKD sudah berjalan lancar dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

”Peserta yang ikut nilainya bagus-bagus. Artinya, peserta yang akan lulus akan memenuhi kriteria dan ketentuan kepegawaian,” ucapnya.

SKD dilaksanakan secara online dan fair. Karena itu, dia berharap peserta tidak mudah percaya jika ada orang yang mengaku bisa meluluskan jadi PNS. Yang menentukan lulus tidaknya seorang peserta yaitu sistem. Sebab, ujian SKD sudah dilakukan secara digital.

”Nilai bisa dilihat oleh masing-masing peserta dan pengawas. Bahkan, bisa dicek langsung di monitor yang disediakan panitia,” sambungnya.

SKD CPNS dimulai pada 14–21 Oktober. Kemudian, akan dilanjutkan dengan SKD pegawai pemerintah perjanjian kerja (PPK) nonguru mulai Jumat 22–23 Oktober. Dia berharap proses seleksi tersebut berjalan tanpa hambatan. ”Dari pengawas juga tidak ada keluhan. Artinya, peserta juga tertib,” imbuhnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menyampaikan, SKD dilaksanakan dengan dukungan perangkat teknologi. Yakni, menganut asas transparansi. Dengan demikian, semua peserta bisa melihat nilai masing-masing pasca mengerjakan soal.

”Dengan sistem seperti itu, tidak relevan jika ada oknum mengiming-imingi bisa lulus CPNS. Itu tetap menjadi atensi bupati. Beliau tidak ingin ada warga yang menjadi korban (penipuan),” tukasnya. ram