Wapres Ma’ruf Amin hadiri penutupan PON XX di Stadion Lukas Enembe

Wapres Ma’ruf Amin hadiri penutupan PON XX di Stadion Lukas Enembe

Nusantara7.com, Jakarta – Wakil Presiden Maruf Amin menghadiri upacara penutupan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX di Stadion Lukas Enembe, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat malam pukul 19.00 WIT atau 17.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di akun resmi Youtube PON XX PAPUA 2021 Wapres Maruf dan Wury Estu Handayani tiba di Stadion Lukas Enembe dengan menggunakan jaket olahraga bernuansa merah dan mengenakan hiasan kepala khas Papua.

Untuk menandani dimulainya acara, lagu Indonesia Raya dikumandangkan dilanjutkan dengan tarian adat Papua yang diiringi dengan instrumen musik yang dimainkan musisi Andi Rianto. Acara juga turut dihadiri oleh sejumlah artis seperti Nogei, Blasta Rap Merauke, NOAH, Saykoji, Iwa K. dan Yura Yunita.

Kehadiran Wapres Maruf Amin dalam penutupan PON XX Papua termasuk dalam rangkaian agenda kegiatan kunjungan kerja Wapres ke timur Indonesia, seperti Maluku, Papua Barat, Papua dan Nusa Tenggara Timur.

Terkait pengamanan penutupan PON XX Papua, sebanyak 2.891 aparat gabungan TNI dan Polri dikerahkan.

Kepala Satuan Tugas Ops Deraku Cartenz Kombes Dedy Sumarsono mengatakan acara penutupan PON mengutamakan penerapan protokol kesehatan guna meminimalkan penyebaran COVID-19.

“Penutupan PON Papua juga mengedepankan protokol kesehatan untuk mencegah penyebaran COVID-19,” kata Sumarsono di Jayapura, Jumat.

Sumarsono juga mengatakan seluruh penonton yang hadir di Stadion Lukas Enembe wajib menunjukkan bukti telah mendapatkan vaksin COVID-19.

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga keamanan dan kenyamanan penutupan PON Papua dan mengedepankan protokol kesehatan, menggunakan masker, menjaga jarak dan tidak berkerumun,” ujar Sumarsono.(ant)

Dubes Hermono Mengaku Terharu 27 TKI di Malaysia Lulus UT Tepat Waktu

Dubes Hermono Mengaku Terharu 27 TKI di Malaysia Lulus UT Tepat Waktu

Nusantara7.com Duta Besar Indonesia untuk Malaysia Hermono mengikuti kegiatan upacara penyerahan ijazah (UPI) mahasiswa Universitas Terbuka (UT) Kuala Lumpur 2021 pada Sabtu (9/10). Dia mengaku terharu atas capaian mahasiswa-mahasiswa yang bisa lulus tepat waktu.

Rasa haru tersebut muncul karena dia merasakan betul bagaimana kondisi para buruh migran Indonesia (BMI) atau tenaga kerja Indonesia (TKI) di Malaysia. ’’Ada yang bekerja di kilang, bekerja di perkebunan, dan lainnya,’’ katanya. Hermono mengatakan mereka telah banyak mengorbankan waktu sehingga bisa bekerja sambil kuliah.

Hermono menyampaikan rasa salut kepada para mahasiswa itu. ’’Jam tidur jadi berkurang karena harus belajar,’’ jelasnya. Tetapi akhirnya para wisudawan itu bisa memetik hasilnya. Yaitu bisa menuntaskan kuliah jenjang S1. Dia berharap dengan gelar tersebut, bisa menjadi bekal kehidupan yang lebih baik ke depannya.

Dia mengatakan lebih dari separuh mahasiswa UT di luar negeri berada di Malaysia. Jumlahnya lebih dari 900 orang. Hampir semuanya berhasil menuntaskan masa kuliah selama empat tahun. ’’Ini luar biasa. Saya saja dulu yang belajarnya offline, lebih dari empat tahun baru lulus,’’ katanya lantas tersenyum. Hermono mengingatkan belajar itu tidak ada akhirnya. Ujung dari kegiatan belajar adalah ketika dipanggil sang Pencipta.

Apresiasi juga disampaikan Deputi Perlindungan dan Penempatan Asia Afrika Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) Agustinus Gatot Hermawan. Dia menegaskan menjadi PMI atau TKI bukan sesuai yang hina. ’’Karena kita tidak minta-minta di negara orang,’’ jelasnya. Dia mengatakan pemerintah berupaya menghilangkan kasus-kasus derita yang dialami oleh para PMI.

Agustinus mengatakan BP2MI mendorong penempatan PMI untuk jabatan profesional dan terampil. Caranya dengan meningkatkan kualitas pendidikan dan pelatihan. Selain itu dia mengatakan pekerja Indonesia di luar negeri memiliki banyak keunggulan. Seperti etos kerja yang ulet dan pekerja keras. Selain itu juga keunggulan sikap sopan, ramah, dan cepat beradaptasi. (jwp)

Hari Listrik Nasional 6.957 pelanggan listrik Jatim ikuti program pasang murah

Hari Listrik Nasional 6.957 pelanggan listrik Jatim ikuti program pasang murah

Nusantara7.com, Surabaya – Sebanyak 6.957 pelanggan listrik di Jatim mengikuti program pasang murah dan tambah daya, dalam rangkaian menyambut Hari Listrik Nasional yang diluncurkan PLN pada 1 Oktober 2021 lalu.

Senior Manager Komunikasi & Umum PLN Unit Induk Distribusi Jawa Timur, A Rasyid Naja di Surabaya, Senin mengapresiasi antusiasme pelanggan terhadap program ini sejak diluncurkan pada awal bulan.

Ia mencatat, dalam jangka waktu hanya 10 hari, lebih dari 6 ribu pelanggan di Jatim tercatat melakukan pendaftaran, dan promo itu hanya bisa diakses melalui platform PLN Mobile dengan memasukkan kode promo HLN76.

“Memang, kami membuka promo tambah daya listrik ini dengan harga hanya Rp201.000 dan berlaku hanya sampai dengan 31 Oktober 2021,” katanya.

Harga itu, kata dia, termasuk spesial dan berlaku untuk biaya penyambungan pada layanan tambah daya bagi konsumen tegangan rendah 1 phasa daya 450 VA sampai dengan 4.400 VA untuk semua golongan tarif yang mengajukan permohonan penambahan daya akhir sampai dengan daya 5.500 VA.

“Oleh karena itu, PLN memberikan kemudahan dalam bentuk kecepatan dan harga, yang biasanya dapat mencapai Rp4,9 juta, kini menjadi hanya Rp201 ribu saja,” katanya.

Ia merinci, sebanyak 6.957 pelanggan yang memanfaatkan program itu berasal dari tiga daerah di Jawa Timur, masing-masing Surabaya, Madiun dan Malang.

Ia mencatat, untuk pelanggan dengan daya awal 1.300 VA adalah paling banyak mengikuti program ini yaitu sebanyak 2.361 pelanggan. Sedangkan daya akhir yang paling banyak diminati adalah daya 5.500 VA yaitu sejumlah 2.252 pelanggan.

Rasyid menyebut layanan yang mudah diakses dari genggaman berkat kehadiran PLN Mobile ini dinilai akan terus disambut hangat.

“Terlebih program ini penting dalam mendorong kebangkitan ekonomi dimana energi listrik menjadi kebutuhan utama pelanggan,” katanya.

Rasyid mengajak pelanggan untuk memanfaatkan program istimewa ini, karena adanya keringanan biaya tambah daya bagi pelanggan yang mengunduh dan menggunakan aplikasi PLN Mobile dari fitur PlayStore atau AppStore di ponsel pelanggan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk mengikuti dan manfaatkan program ini yang didedikasikan oleh PLN untuk menggerakkan ekonomi kerakyatan di Indonesia. Pogram Super Dahsyat ini berlaku hingga akhir Oktober 2021 bagi pelanggan yang ingin menikmati promo, jangan lupa unduh segera aplikasi PLN Mobile dan nikmati efisiensi biaya listrik bulanan anda,” katanya, menjelaskan.(ant)

Ibas: Perlu Audit Proyek Kereta Cepat, Biayanya Membengkak Hingga Rp 113,9 Triliun

Ibas: Perlu Audit Proyek Kereta Cepat, Biayanya Membengkak Hingga Rp 113,9 Triliun

Nusantara7.com – Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dikabarkan mengalami pembengkakan biaya. Jumlahnya sangat fantastis, dari Rp 27,17 triliun menjadi Rp 113,9 triliun. Terkait masalah ini, muncul usulan aliran dana tambahan sebesar Rp 4,1 triliun yang bersumber dari Penyertaan Modal Negara (PMN) 2022.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Fraksi Partai Demokrat Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) mengatakan, bahwa sebaiknya dilakukan audit dan review yang menyeluruh. Hal ini dimaksudkan agar tidak ada penyalahgunaan investasi hingga bengkak.

“Sebaiknya diaudit dan dilakukan review menyeluruh. Jangan sampai ada penyalahgunaan investasi hingga membengkak triliunan rupiah,” ujar Ibas dalam keterangannya, Senin (11/10).

Ibas juga menuturkan, fiskal negara tidak bisa terlalu banyak hanya untuk Penyertaan Modal Negara terus-menerus. Sehingga mengingatkan akan pentingnya perhitungan cost dan benefit bagi BUMN.

“Fiskal negara tidak bisa terlalu banyak hanya untuk PMN terus menerus. Juga dihitung cost and benefitnya untuk BUMN,” katanya.

Lebih lanjut Ibas berharap agar program ini tidak berakhir lebih dalam pembiayaannya, yang akhirnya bisa menjadi mangkrak.

“Semoga tidak makin dalam dan mangkrak,” yngkapnya.

Adapun, permasalahan kereta cepat dan berbagai proyek lainnya sudah lebih dulu dibahas Ibas dalam Rapat Panja (Panitia Kerja) di DPR RI (13/9) lalu. Dalam rapat ini, Ibas membahas keberlangsungan program ‘gunting pita’ atau yang mengacu pada program-program yang sudah dicanangkan sebelum masa pemerintahan Joko Widodo (Jokowi)

Karena itu, putra bungsu SBY ini Ibas berharap program-program yang sudah direncanakan jauh-jauh hari, yang sudah ada sejak era ayahnya menjadi presiden, bisa dikebut dan segera selesai. Pasalnya, banyak sekali program yang tengah berjalan tapi tidak kunjung jelas akhirnya.

“Jujur, kita ini ingin proyek ‘gunting pita presiden’ ini terus berlanjut. Apalagi kalau pita-pita yang digunting itu merupakan program prioritas. Ya, tidak hanya Jembatan Merah Putih di Ambon. Kalau bisa itu kereta cepat juga selesai,” katanya.

“Saya pernah menengok langsung bersama Komisi VI. Meski proyek kereta cepat ini menuai pro dan kontra, saya yakin rakyat akan senang jika selesai. Atau Trans Sumatra misalkan yang sudah banyak dibahas. Saya juga bermimpi, mewakili Dapil VII Jatim, proyek Jalan Lintas Selatan (JLS) Jawa Timur itu bisa selesai. Hingga saat ini pembiayaan untuk JLS saja belum jelas,” tambahnya.

Dalam rapat yang sama, Ibas juga mengingatkan pemerintah untuk tidak melupakan proyeksi jangka panjang yang berkesinambungan. Menurut Ibas, ekspansi fiskal memang diperlukan dalam pemulihan ekonomi saat ini. Namun, proyeksi jangka panjang yang berkesinambungan juga harus diperhitungkan.

“Di satu sisi, ekspansi fiskal diperlukan untuk penanggulangan Covid-19. Supaya pemulihan ekonomi dan pelaksanaan jaminan sosial dapat dilakukan secara cepat dan efektif. Tapi terkadang apa kita ini harus agresif dengan tidak memperlihatkan beberapa hal lain? Agresif boleh, tapi harus masuk akal. Jangan sampai besar pasak daripada tiang. Ingat, kita perlu kesinambungan fiskal antargenerasi,” tegasnya.

Komisi III DPR Apresiasi Terobosan Polda Jatim Luncurkan INCAR

Komisi III DPR Apresiasi Terobosan Polda Jatim Luncurkan INCAR

Nusantara7.com – Polda Jawa Timur memperkenalkan mobil patroli dengan teknologi baru, yakni Integrated Node Capture Attitude Record (INCAR). Melalui teknologi ini, polisi bisa memantau berbagai jenis pelanggaran lalu lintas secara mobile.

Berbeda dengan teknologi ETLE di mana kamera pemantau hanya terpasang di titik-titik tertentu saja. Hal ini karena teknologi INCAR tertanam langsung di mobil patroli polisi, dan telah menggunakan sistem artificial intelligence (AI) yang juga diperkaya dengan berbagai fitur canggih, seperti facial recognition, number plate recognition, hingga speed gun.

Terkait inovasi ini, Wakil Ketua Komisi III DPR RI Ahmad Sahroni menyampaikan apresiasinya. Menurutnya, teknologi INCAR ini sangat canggih dan sama persis dengan teknologi yang digunakan di negara-negara maju, salah satunya Amerika Serikat.

“Saya ketika melihat mobil INCAR ini rasanya seperti melihat mobil patroli polisi di luar negeri ya, salah satunya di Amerika Serikat, di mana pengawasan lalu lintas itu salah satunya dilaksanakan secara mobile,” ujar Sahroni dalam keterangan tertulisnya, Senin (11/10).

Jadi, lanjutnya, polisi yang patroli memastikan tidak ada pelanggaran lalu lintas, seperti menerobos lampu merah, speeding, tidak memakai kelengkapan mengemudi, dan pelanggaran lalu lintas lainnya.

“Ini merupakan inovasi yang baik sekali, yang menyejajarkan teknologi keamanan polisi kita dengan di negara maju. Tentunya ini sangat membanggakan,” ujar Sahroni dalam keterangannya, Senin (11/10).

Legislator Partai Nasdem menyebut bahwa teknologi INCAR ini merupakan pengembangan yang cocok dan memang dibutuhkan dari teknologi ETLE, yang juga telah digunakan di banyak titik oleh Polri. Sahroni menilai, terobosan yang dilakukan oleh Ditlantas Polda Jatim ini sesuai dengan semangat Polri Presisi yang didengungkan Kapolri Listyo Sigit Prabowo.

“Terobosan ini sangat mengedepankan nilai Presisi Polri ya. Karena penegakan hukumnya yang tidak membutuhkan kehadiran petugas secara langsung, sehingga mengurangi adanya kegiatan pungli atau tindakan penyelewengan lainnya di lapangan, karena semua sudah terintegrasi dan dipantaunya oleh sistem. Jadi saya menilai ini terbosan yang sangat baik,” katanya.

Lebih lanjut, Sahroni juga berharap agar teknologi INCAR ini bisa lebih banyak digunakan oleh polda-polda lain di seluruh Indonesia demi mewujudkan lalu lintas di tanah air yang tertib dan taat hukum. Dengan fiturnya yang canggih dan biayanya yang terjangkau, Sahroni yakin teknologi ini akan sangat bermanfaat bagi masyarakat.

“Sistem INCAR ini tentunya akan mampu memaksimalkan jangkauan pemantauan, hingga membuat kinerja Direktorat Lalu Lintas di Polda-Polda di tanah air semakin efektif dan maksimal. Karenanya, saya juga berharap agar teknologi seperti ini bisa dikembangkan juga oleh Polda-Polda lainnya di Indonesia,” pungkasnya.

(jwp)

Direktorat Jenderal Pajak: Pemberlakuan NIK jadi NPWP tidak otomatis pemilik dikenai pajak

Direktorat Jenderal Pajak: Pemberlakuan NIK jadi NPWP tidak otomatis pemilik dikenai pajak

Nusantara7.com, Jakarta – Direktur Penyuluhan, Pelayanan, dan Hubungan Masyarakat Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Neilmaldrin Noor mengatakan pemberlakuan Nomor Induk Kependudukan (NIK) menjadi Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP) tidak otomatis menyebabkan pemilik NIK akan dikenai pajak.

“Untuk pengenaan pajak, pemilik NIK harus telah memenuhi syarat subjektif (termasuk sebagai subjek pajak) dan objektif (mendapatkan penghasilan setahun di atas batas Penghasilan Tidak Kena Pajak),” kata Neilmaldrin dalam keterangan resminya di Jakarta, Minggu.

Ia menjelaskan pemberlakuan NIK menjadi NPWP pada dasarnya akan memperkuat reformasi administrasi perpajakan yang sedang berlangsung.

Pemberlakuan itu pun akan mengintegrasikan sistem administrasi perpajakan dengan basis data kependudukan, serta memberi kemudahan dan kesederhanaan administrasi dan kepentingan nasional.

Sebelumnya, Neilmadrin menuturkan Wajib Pajak (WP) Orang Pribadi (OP) wajib mendaftarkan diri ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) untuk mendapatkan NPWP.

Namun, dalam Undang-Undang (UU) Harmonisasi Peraturan Perpajakan (HPP), fungsi NIK ditambah menjadi sekaligus sebagai NPWP bagi WP OP.

“Dengan ketentuan baru ini, maka WP OP tidak perlu repot melakukan pendaftaran ke KPP, karena NIK tersebut sudah berfungsi sebagai NPWP,” ucap dia.

(ant)

Kapolri: Selamat HUT TNI ke 76, Sinergitas TNI-Polri Mutlak Sebagai Kekuatan Strategis Hadapi Tantangan

Kapolri: Selamat HUT TNI ke 76, Sinergitas TNI-Polri Mutlak Sebagai Kekuatan Strategis Hadapi Tantangan

Nusantara7.com, Jakarta – Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo beserta keluarga besar Polri menyampaikan ucapan atas hari jadi Tentara Nasional Indonesia (TNI) ke-76, yang jatuh pada hari ini, (5/10/2021).

“Saya Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo Kepala Kepolisian Republik Indonesia serta keluarga besar Polri mengucapkan Dirgahayu TNI ke-76. Semoga TNU semakin profesional, disiplin, militan dan rendah hati serta dapat senantiasa mengawal Negara Kesatuan Republik Indonesia menuju Indonesia Maju. Bersatu, berjuang, kita pasti menang untuk Indonesia tangguh, Indonesia tumbuh,” kata Sigit beserta seluruh pejabat utama Mabes Polri berpangkat Komjen dalam tayangan video ucapan HUT ke-76 TNI.

Sigit menekankan, sinergitas dan soliditas TNI-Polri adalah kunci untuk menghadapi segala bentuk tantangan ataupun ancaman yang masuk ke Indonesia.

“Soliditas dan sinergitas TNI-Polri mutlak diperlukan sebagai sumber kekuatan strategis dalam rangka menghadapi berbagai tantangan tugas kedepan yang semakin kompleks,” ujar eks Kapolda Banten ini.

Salah satu sinergitas dan soliditas itu diantaranya saat ini adalah, TNI bersama dengan Polri sama-sama menjadi pilar utama dalam menghadapi penanganan Pandemi Covid-19 atau virus corona yang terjadi di Indonesia dewasa ini.

“Pada situasi Pandemi Covid-19 saat ini, TNI bersama Polri merupakan salah satu pilar utama, dalam berbagai upaya pengendalian Covid-19 mulai penegakan protokol kesehatan 3M (memakai masker, mencuci tangan, menjaga jarak), penguatan 3T (Tracing, Testing dan Treatment) maupun akselerasi vaksinasi,” ucap mantan Kabareskrim Polri itu.

Sepanjang 76 tahun berkiprah di Indonesia, Sigit menegaskan bahwa TNI selalu setia menjadi garda terdepan untuk menjaga kedaulatan dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), dari segala bentuk ancaman yang ada.

“Dari berbagai ancaman yang berasal dari dalam maupun luar negeri dengan profesionalisme, loyalitas dan pengabdiannya TNI selalu hadir dalam mengawal serta menjaga pertahanan wilayah NKRI, baik di darat, laut, maupun udara,” tutur Sigit.

Pada momentum HUT TNI, Kapolri beserta jajaran Mabes Polri juga menyempatkan diri untuk memberikan kejutan dengan membawa kue ulang tahun kepada Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto di kantornya Subden Merdeka Barat Denma Mabes TNI, Merdeka Barat, Jakarta Pusat.

Mendapatkan kejutan kecil dari Kapolri, Panglima TNI menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada Kapolri beserta seluruh jajaran Korps Bhayangkara.

Hadi menyebut, sepanjang menjabat sebagai Panglima, dirinya selalu mendapatkan dukungan ataupun bentuk sinergitas lainnya dari jajaran Polri.

“Diujung masa pengabdian saya pada HUT TNI ke-76, saya mengucapkan terima kasih banyak kepada jajaran Polri atas kerjasama dan sinergitas kurang lebih selama 4 tahun saya menjabat Panglima TNI telah didukung penuh oleh Polri,” kata Hadi.

Hadi menekankan, meskipun akan memasuki masa purna-tugas, kedepannya jajaran TNI bakal terus bersinergi dan menjaga soliditas yang ada dan sudah baik selama ini bersama dengan Polri.

“Dan saya mengharapkan diakhir pengabdian saya, junior-junior saya nanti akan melanjutkan apa yang sudah menjadi komitmen antara TNI-Polri dengan tetap menjaga sinergi TNI-Polri. Dengan bersinergi kita TNI-Polri akan bersatu, berjuang, pasti kita menang,” ujar Hadi. (brj)

PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip dalam Upacara Pembukaan PON XX Papua

PLN Hadirkan Listrik Tanpa Kedip dalam Upacara Pembukaan PON XX Papua

Nusantara7.com,JAYAPURA – Presiden Joko Widodo (Jokowi) resmi membuka Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua di Stadion Lukas Enembe, Jayapura, Sabtu (2/10). Sejumlah rangkaian acara menarik turut memeriahkan pembukaan pesta olahraga empat tahunan ini.

Dalam sambutannya, Jokowi mengaku bangga dapat membuka PON pertama di Tanah Papua. PON XX Papua menjadi panggung persatuan, kebersamaan, persaudaraan, kesetaraan, dan keadilan untuk maju dan sejahtera bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Suksesnya upacara pembukaan PON XX Papua tak lepas dari kontribusi dan kesigapan PT PLN (Persero) dalam menyediakan listrik yang andal.
Direktur Utama PLN, Zulkifli Zaini mengapresiasi seluruh pihak terkait kelancaran acara tersebut.

“Alhamdulillah pasokan listrik untuk upacara pembukaan PON XX Papua terbukti andal. Kesuksesan gelaran ini menjadi bukti kesetaraan dalam kemajuan seperti yang disampaikan oleh Presiden Jokowi. Keandalan listrik PLN tak hanya ada di Pulau Jawa atau Sumatera, tapi juga di Papua,” ujar Zulkifli.

Untuk memastikan keandalan listrik, PLN telah meningkatkan kompetensi para petugas PLN terutama di 230 titik strategis yang tersebar di empat klaster. Yakni Kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Timika, dan Merauke.

Zulkifli mengungkapkan pihaknya berkomitmen untuk terus menghadirkan keandalan listrik tidak hanya selama PON berlangsung tetapi juga seterusnya bagi seluruh masyarakat di Papua, dan seluruh Indonesia pada umumnya.

Sementara itu Direktur Bisnis Regional Sulawesi, Maluku, Papua & Nusa Tenggara PLN, Syamsul Huda menjelaskan, kecukupan daya di empat klaster PON XX Papua sejak awal dipersiapkan dengan keamanan serta keandalan yang baik.

Dalam mendukung upacara pembukaan, PLN pun menyiapkan sistem Zero Down Time Area atau layanan listrik tanpa kedip di area khusus yang sebelumnya sukses diterapkan di Asian Games 2018.

Di sisi lain, cadangan suplai listrik untuk acara yang dihadiri oleh 10.000 penonton ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) Waena melalui Gardu Induk (GI) Sentani.

“Semangat kami mengupayakan titik yang kritikal tidak boleh kedip. Terutama untuk acara pembukaan dan titik pertandingan lain yang jumlahnya 45,” pungkas Huda. (rdr)

Presiden Jokowi : PON Ke-XX Papua Panggung Persatuan, Kebersamaan dan Persaudaraan

Presiden Jokowi : PON Ke-XX Papua Panggung Persatuan, Kebersamaan dan Persaudaraan

Nusantara7.com,JAYAPURA – Pekan Olah Raga Nasional (PON) ke-XX Papua resmi dibuka oleh Presiden RI Joko Widodo di Stadion Lukas Enembe Jaya Pura, Sabtu (2/10/21) malam.

Pembukaan PON XX 2021 yang disiarkan Live Streaming oleh Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden itu juga dihadiri secara virtual oleh Ketua MPRI, Ketua DPRI, Ketua DPD RI, Para Duta Besar Negara Sahabat, para Menteri Kabinet Indonesia Maju, Ketua Umum KONI beserta ketua panitia besar PON ke-XX Papua, Gubernur Papua Lukas Enembe, serta Gubernur, Bupati dan Wali Kota seluruh Indonesia.

Wakil Ketua Umum KONI Pusat Soedarmo sekaligus Ketua Tim Keabsahan PON ke-XX Papua mengatakan, Pekan Olahraga Nasional ke XX 2021 di Papua ini diikuti 34 Kontingen dari 34 provinsi, dengan jumlah atlet sebanyak 6116 atlet tamu dan 923 atlet tuan rumah Papua, dengan mempertandingkan 37 cabang olahraga yang terdiri dari 56 disiplin dan 681 nomor pertandingan, memperebutkan 681 medali emas 681 medali perak dan 877 medali perunggu.

Penyelenggaraannya tersebar di 4 Cluster meliputi kota Jayapura, Kabupaten Jayapura, Kabupaten Mimika dan kabupaten Merauke. Sebanyak 45 venue berstandar nasional bahkan sebagian diantaranya berstandar internasional termasuk yang digunakan untuk upacara pembukaan Pon ke-20 2021 hari ini dan akan berakhir tanggal 15 Oktober 2021.

Dilaporkan, pertandingan sudah dimulai pada 22 September 2021 dengan klasemen sementara perolehan medali sampai dengan sebelum pembukaan malam ini, yaitu Provinsi DKI Jakarta 28 medali emas, Provinsi Papua 17 medali emas, Provinsi Jawa Barat 11 medali emas.

PON ke XX di Papua ini diharapkan tidak hanya sukses prestasi saja, namun juga sukses penyelenggaraan, sukses administrasi, sukses ekonomi dan sukses pasca Pon ini juga digunakan sebagai ajang meningkatkan silaturahmi menciptakan suasana kebersamaan sesama anak bangsa saling berlaga untuk menjadi yang terbaik namun tetap mengedepankan sportivitas dan rasa persaudaraan serta sebagai alat pemersatu bangsa.

Kegiatan pelaksanaan PON ke XX ini dilaksanakan dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat mengingat penyelenggaraan PON ke-XX 2021 saat ini di masa pandemi covid 19.

PON kali ini diharapkan dapat dijadikan kebangkitan prestasi olahraga Indonesia khususnya dan kebangkitan bangsa Indonesia dari masa pandemi covid 19. PON di Papua kali ini diharapkan juga dapat bermanfaat baik terhadap pembinaan olahraga prestasi dan melahirkan atlet masa depan Indonesia yang akan mengangkat harkat dan martabat Indonesia pada setiap event olah raga yang diikutinya.

Presiden RI Joko Widodo pembukaan PON XX-2021 Papua mengungkapkan rasa bangga ditanah Papua dan rasa bangga di stadion terbaik di Asia Pasific ini.

“Kita bangga membuka PON yang pertama kali diselenggarakan ditanah Papua ini,” ungkap Presiden RI Joko Widodo mengawali sambutannya.

Presiden RI Joko Widodo menyampaikan, Pekan Olah Raga ini menggambarkan kemajuan Papua, menunjukkan kesiapan infrastruktur ditanah Papua dan kesiapan masyarakat Papua dalam menyelenggarakan acara besar untuk berprestasi di kancah nasional dan internasional.

Menurut Presiden Joko Widodo, PON XX Papua kali ini juga punya makna besar bagi seluruh masyarakat indonesia.

“PON ini adalah panggung persatuan, panggung kebersamaan, panggung persaudaraan. PON ini adalah panggung kesetaraan dan panggung keadilan untuk maju bersama, sejahtera bersama dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya.

Presiden juga menyebut, Stadion Lukas Enembe yang sangat megah ini bukan satu satunya simbul kemajuan Papua. Konektifitas laut, konektifitas darat, konektifitas udara, bandara, pelabuhan, jalan lintas Papua serta pengembangan SDM Papua merupakan capaian capaian lain dari kemajuan Papua. Selain terus meningkatkan kualitas dan kuantitas lembaga pendidikan formal.

“Saya tadi pagi juga meresmikan dimulainya pembangunan Papua Youth Creative Hub, untuk mencetak wirausaha yang sukses yang bisa meningkatkan nilai tambah dari potensi potensi yang ada di Papua,” ungkap Presiden Joko Widodo.

Prestasi anak muda Papua harus terus di pupuk dan kita kembangkan, prestasi atlet Papua seperti atlet angkat besi Lisa Rombewas, Serafi Anelies Unani (Atletik) Franklin Ramses Burumi (Atletik), Boaz Solossa (Sepak bola). Harus diikuti oleh anak muda anak muda Papua lainnya.

Kreatifitas dibidang musik, seni dan budaya yang sangat membanggakan. Lagu Cuma Saya dari M.A.C dan Jangan Ganggu dari Shine Of Black pasti akan diikuti oleh karya karya yang tak kalah hebat oleh karya karya yang tak kalah hebatnya oleh anak anak muda Papua.

“Mari kita junjung sportivitas, mempererat tali persaudaraan, kebersamaan, keseteraan serta persatuan dan kesatuan bangsa. Yakinlah kemajuan Papua akan berjalan cepat, mari kita tunjukkan partisipasi kita untuk menjamin keberhasilan PON ke-XX ini,” pungkas orang nomor satu di NKRI ini.

(rdr)

Presiden Jokowi nyatakan Batik bagian gaya hidup Indonesia yang mendunia dan diakui PBB

Presiden Jokowi nyatakan Batik bagian gaya hidup Indonesia yang mendunia dan diakui PBB

Nusantara7.com,Jakarta – Presiden RI Joko Widodo mengatakan batik telah menjadi bagian gaya hidup Indonesia yang mendunia dan telah diakui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) sebagai warisan budaya.

Hal itu disampaikan Presiden melalui unggahan di media sosial Instagram @jokowi dalam rangka memperingati Hari Batik Nasional, yang dikutip di Jakarta, Sabtu.

“Batik telah menjadi bagian dari gaya hidup Indonesia yang mendunia,” kata Presiden dalam unggahan media sosialnya.

Kepala Negara menyampaikan 12 tahun lalu batik diakui oleh PBB sebagai warisan dunia. Tapi jauh sebelumnya, batik telah menjadi bagian dari kebudayaan Indonesia.

Dia menyampaikan batik dengan segala corak, simbol, dan filosofinya telah hadir dalam setiap tahap kehidupan manusia Indonesia, dari gendongan bayi, pakaian anak-anak, sampai busana orang dewasa.

“Saya bangga mengenakan batik di setiap kesempatan,” ujar Presiden.

Melalui gambar di dalam unggahannya tersebut, Presiden juga menyampaikan ucapan Selamat Hari Batik Nasional. (ant)