BPBD Jatim Salurkan Bantuan 12 ribu liter Air Bersih ke Bangkalan

BPBD Jatim Salurkan Bantuan 12 ribu liter Air Bersih ke Bangkalan

Nusantara7.com, Surabaya – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur telah mengadakan kegiatan penyerahan bantuan air bersih sebanyak dua tanki atau sekitar 12.000 liter kepada masyarakat Desa Kolla, Kecamatan Modung, Kabupaten Bangkalan.

Penyerahan bantuan dipimpin Bapak Kalaksa BPBD Jatim Drs Budi Santosa, dengan didampingi Kepala Desa Kolla, Imam Abdul Karim dan Kalaksa BPBD Bangkalan, Rizal Morris, AP, M.Si.

Dalam acara giat kali ini juga turut mendampingi dari provinsi, Kabid KL BPBD Jatim Bapak Drs Sriyono MM, Kabid PK Bapak Gatot Soebroto SE, M.PSDM dan Kasi Logistik Bapak Bige Agus Wahjuono SE.

Kalaksa BPBD Jatim Budi saat ditemui di lokasi menjelaskan bahwa meskipun sebagian wilayah Jatim sudah turun hujan, masih terdapat beberapa lokasi yang masih membutuhkan air bersih.

“Jadi, jangan sampai salah pemahaman di masyarakat, wong wis udan kok sek droping air (sudah hujan kok masih droping air). Sebab, beberapa wilayah masih sangat membutuhkan air. Ini yang menjadi fokusnya,” kata Budi, Kamis (21/10/2021).

Sementara itu, Kades Kolla, Imam Abdul Karim menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa atas bantuan air bersih kepada warganya, khususnya warga Dusun Promaan.

“Saya sampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya atas perhatian pemerintah Jawa Timur, khususnya Ibu Gubernur telah memberikan bantuan air bersih di desa kami,” kata Imam.

Menurut Imam, sekitar 600 KK warga Dusun Promaan, setiap tahunnya mengalami kering kritis dan hanya mengandalkan droping air bersih.

“Bagi mereka ini, lebih baik tidak mandi, daripada tidak minum,” tandasnya. [brj]

Hulu Migas HCML sosialisasi lanjutan pengeboran dan pengembangan lapangan MDA-MBH Sumenep

Hulu Migas HCML sosialisasi lanjutan pengeboran dan pengembangan lapangan MDA-MBH Sumenep

Nusantara7.com, Surabaya – Kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) hulu migas yang beroperasi di Jawa Timur, Husky-CNOOC Madura Limited (HCML), melakukan sosialisasi lanjutan pengeboran dan pengembangan Lapangan MDA-MBH di Blok Madura Strait, Sumenep, Madura.

Kepala Dinas ESDM Jatim Nurkholis di sela sosialisasi yang digelar di Surabaya, Kamis, berharap sosialisasi dapat membantu masyarakat mengetahui ada kegiatan pengeboran.

“Bagi pemprov juga bagus. Ini karena Jatim adalah salah satu penyangga ketahanan energi nasional. Jika ada yang mulai lakukan pengeboran atau pengembangan di sumur-sumurnya, berarti ekonomi juga akan tumbuh,” ujarnya.

Pada kesempatan sama, Bupati Sumenep Achmad Fauzi mengapresiasi dan mengucapkan terima kasih karena pemkab sudah diundang dalam acara sosialisasi lanjutan tersebut.

“Di situasi pandemi saat ini dan perekonomian dunia tidak bagus, tapi HCML dengan kemampuannya terus melakukan pengeboran. Ini bisa membantu pertumbuhan ekonomi di Sumenep dan Jatim,” ucap dia.

Sementara itu, Manager Regional Office HCML Hamim Tohari menjelaskan pihaknya juga berterima kasih kepada seluruh pemangku kebijakan yang hadir dan mendukung kegiatan pengeboran.

“Kami sudah mulai 2014, kemudian 2017 ada proyek di sana, lalu berhenti sementara. Kemudian dilanjutkan di Sumenep di Pulau Raas dan Pulau Sapudi,” katanya.

“Sumur MDA dan Sumur MBH yang sekarang dikerjakan secara offshore lebih dekat dengan Sumenep. Untuk lapangan MBH ada dua sumur yang dibor, dan untuk lapangan MDA ada lima sumur,” tutut dia menambahkan.

Pada saat ini status persiapan untuk izin cutting dumping sudah 100 persen, begitu juga izin lingkungan, pengadaan rig, pengadaan drilling services dan pengadaan LLI. Sedangkan, jadwal rig 80 persen dan persiapan lokasi 85 persen. (ant)

 

12 Wisata Kabupaten Bangkalan Madura Wajib Dikunjungi, Destinasi Alam sampai Kuliner Unik

12 Wisata Kabupaten Bangkalan Madura Wajib Dikunjungi, Destinasi Alam sampai Kuliner Unik

Nusantara7.com, Surabaya – Berbagai wisata Madura Bangkalan ini cocok dijadikan destinasi wisata. Bangkalan sendiri adalah salah satu kabupaten yang terletak paling barat di Pulau Madura. Kabupaten ini dapat dikatakan sebagai pintu gerbang Pulau Madura. Di sinilah letak dari Pelabuhan Kamal dan Jembatan Suramadu yang menjadi penghubung pulau Madura dan Jawa.

Bangkalan menjadi kabupaten pertama yang pengunjung pijak ketika sampai di pulau Madura dari Jembatan Suramadu. Seiring perkembangannya, semakin beragam wisata Madura Bangkalan yang menarik untuk dikunjungi. Wisata Madura Bangkalan mulai dari bukit, pantai, religi, kota, bahkan kuliner yang siap menggoyang lidah.

Wisata Madura Bangkalan juga menjadi destinasi alternatif jika kamu sedang berada di daerah Jawa Timur. Jarak tempuh menuju wisata Madura Bangkalan bisa ditempuh dengan kendaraan pribadi dan biayanya tidak menguras kantong.

Di bawah ini telah merangkum dari berbagai sumber, mengenai macam-macam wisata Madura Bangkalan mulai dari pantai hingga wisata kulinernya. Simak ulasannya berikut ini, Selasa (18/10/2021).

  1. Pantai Siring Kemuning

Wisata Madura Bangkalan berupa pantai ini lokasinya ada di desa Macajah, Kecamatan Tanjung Bumi, Bangkalan. Pantai ini berjarak kurang lebih 41 kilometer dari pusat Kabupaten Bangkalan. Daya tarik pantai ini karena hamparan pasir putihnya yang kekuningan. Pantai Kemuning juga cukup ramai dikunjungi wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri.

  1. Pantai Sembilangan

Sedangkan Pantai Sembilangan adalah Wisata Madura Bangkalan yang ada di Desa Sambilangan, Bangkalan. Yang menjadi daya tarik pantai ini yaitu kehadiran Mercusuar Sembilangan. Mercusuar ini ternyata adalah bangunan peninggalan Kolonial Belanda yang digunakan untuk navigasi kapal-kapal yang melintas di Selat Madura. Aktivitas nelayan juga bisa dengan mudah ditemui pada pantai ini.

  1. Bukit Jaddih

Bukit Kapur Jaddih adalah wisata Madura Bangkalan populer. Dahulu, Bukit Jaddih adalah lokasi penambangan batu kapur yang kini juga dijadikan objek wisata. Bekas penambangan meninggalkan pahatan yang unik dan indah. Di dalam bukit ini juga terdapat gua-gua kecil serta danau dengan air berwarna biru. Hingga kini aktivitas tambang masih berlangsung di Bukit Jaddih.

  1. Bukit Arosbaya

Bukit Arosbaya adalah wisata Madura Bangkalan yang lokasi tepatnya ada di Buduran, Arosbaya, Kabupaten Bangkalan. Bukit Arosbaya juga merupakan lokasi bekas penambangan kapur tulis yang sudah tidak beroperasi lagi. Bekas pahatan yang tidak beraturan memberi corak yang indah. Bukit kapur Arosbaya juga punya panorama bukit kapur yang cenderung kecokelatan. Di sekitar bukit juga terdapat gua-gua kecil yang terbentuk karena aktivitas penambangan.

  1. Alun-alun Bangkalan

Alun-alun Bangkalan juga salah satu wisata Madura Bangkalan yang terkenal. Lokasi ini adalah tempat favorit warga sekitar untuk nongkrong dan berkumpul. Di malam hari, tempat ini jadi pusat kuliner yang menjajakan beragam jenis makanan, dari kuliner tradisional hingga modern. Fasilitas yang disediakan juga sangat lengkap mulai dari ruang terbuka hijau, taman bermain anak, sampai lokasi untuk duduk bersantai.

  1. Taman Rekreasi Kota Bangkalan

Taman Rekreasi Kota Bangkalan sendiri adalah Wisata Madura Bangkalan berupa taman rekreasi. Taman ini dikelola langsung oleh pemerintah setempat. Di dalamnya ada beragam wahana rekreasi keluarga seperti permainan anak, ruang terbuka hijau, sampai danau buatan. Ada juga kolam renang yang biasanya digunakan untuk renang baik oleh orang dewasa atau anak-anak.

  1. Pesarean Aermata

Pesarean Aermata ada di Karang Pao, Arosbaya yang lokasinya tidak jauh dari Bukit Arosbaya. Pesarean Aermata ini adalah kompleks pemakaman bangsawan Madura dari Wangsa Cakraningrat, beserta kerabat dan abdi dalem istana lainnya.

Ketika mengunjungi Pesarean Aermata, pengunjung dapat melihat sumber mata air yang dipercaya oleh masyarakat sekitar mampu menyembuhkan berbagai jenis penyakit. Menurut legenda, mata air ini muncul sebagai bentuk kesedihan Syarifah Ambami, istri Cakraningrat I karena sang suami kecewa padanya.

  1. Masjid Agung Bangkalan

Masjid Agung Bangkalan ada di Jl. KH. Moh. Kholil, Demangan Barat, Kabupaten Bangkalan. Masjid ini berdiri di atas lahan seluas 11.527 meter persegi. Sedangkan bangunan masjid ini sendiri memiliki luas 3.000 meter persegi. Arsitektur bangunan masjid ini juga masih asli sejak awal dibangun.

  1. Bebek Sinjay

Bebek Sinjay merupakan salah satu kuliner yang paling terkenal di Bangkalan. Bebek Sinjay adalah olahan bebek goreng dengan bumbu rempah khas Madura. Bebek Sinjay disajikan dengan sambal mangga atau biasa disebut sambal pencit.

Rasa rempah yang gurih berpadu rasa pedas asam pada sambalnya jadi favorit banyak orang saat berkunjung ke Bangkalan. Di Bangkalan, Bebek Sinjay dapat ditemukan di Jl. Raya Ketengan No.45, Junok, Tunjung, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan.

  1. Bebek Songkem

Selain Bebek Sinjay, Bebek Songkem juga salah satu olahan bebek yang terkenal. Bebek Songkem merupakan masakan khas madura berupa olehan bebek yang dikukus. Bebek songkem dimasak dengan dikukus sehingga rendah kolesterol.

Cita rasa Bebek Songkem gurih, garing tanpa minyak, empuk, dan pedas. Salah satu Bebek Songkem yang terkenal di Bangkalan di adalah Bebek Songkem Pak Salim yang ada di Jl. Raya Ketegan No.85, Ketengan, Tunjung, Kec. Burneh, Kabupaten Bangkalan.

 

 

  1. Topak Ladeh

Topak Ladeh adalah hidangan khas Kabupaten Bangkalan. Hidangan ini biasa hadir ketika perayaan lebaran ketupat. Topak atau topa’ berarti ketupat. Ladeh sendiri merupakan istilah gabungan racikan bumbu untuk membuat kuah ladeh. Ada juga yang beranggapan bahwa ladeh merupakan istilah lain dari lodeh, yang merupakan sejenis sayur bersantan.

Kuah dari hidangan ini mengandung santan dan berisi sayur mayur seperti irisan rebung, kacang panjang serta labu siam. Bedanya dengan lodeh, kuah hidangan ini juga diisi lauk berupa daging sapi berikut jeroan berupa usus atau babat serta telur rebus sebagai pelengkap.

  1. Soto Mata Sapi

Soto ini berbahan dasar mata sapi asli utuh yang masih terbalut tulang. Kemudian, diberi racikan bumbu rahasia sehingga kuah soto berwarna merah. Soto Mata Sapi mungkin tidak bisa ditemukan di daera lainnya. Soto ini disajikan dengan ketupat atau lontong yang diberi tambahan irisan babat atau daging sapi. Kuliner ekstrem ini bisa ditemukan tepatnya di kawasan Jalan Raya Burneh Bangkalan. dbs

Ra Latif Bupati Pimpin Upacara Harjad Jatim ke-76, Agar Pulihkan Ekonomi dan Kekebalan Kesehatan Masyarakat

Ra Latif Bupati Pimpin Upacara Harjad Jatim ke-76, Agar Pulihkan Ekonomi dan Kekebalan Kesehatan Masyarakat

Nusantara7.com, Bangkalan –  Pemerintah Kabupaten menggelar acara upacara Peringatan Hari Jadi Provinsi Jawa Timur (Jatim) ke 76, Senin (18/10/2021). Acara yang digelar di Halaman Kantor Bupati tersebut dipimpin langsung oleh Bupati R . Abdul Latif Amin Imron. 

Pada upacara tersebut Bupati Ra Latif mengajak seluruh elemen masyarakat untuk ikut serta dalam pemulihan kondisi ekonomi dan mewujudkan herd immunity.

“Mensukseskan proses pemulihan ekonomi, tumbuhnya herd immunity atau kekebalan kesehatan masyarakat dan proses pemulihan sektor-sektor yang terdampak pandemi secara mendalam,” katanya.

Khusus untuk unsur Pemerintahan Bangkalan, Ra Latif meminta ada kinerja yang lebih keras lagi, lebih total dalam bekerja dalam kerangka good government, good governance, efisien dan productive government.

“Konsistensi dan kesiagaan penuh dalam pemulihan ketahanan ekonomi, herd immunity dan pemulihan optimisme masyarakat pasca pandemi,” katanya. 

“Secara khusus menghimbau kepada semua elemen untuk tetap menjadikan Jawa Timur khususnya Kabupaten Bangkalan tetap aman dan kondusif,” pungkasnya. pemk

Bupati Ra Latif Imbau Peserta Tak mudah Percaya Janji Orang Bisa Bantu jadi CPNS

Bupati Ra Latif Imbau Peserta Tak mudah Percaya Janji Orang Bisa Bantu jadi CPNS

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron memantau pelaksanakan seleksi kompetensi dasar (SKD) di balai diklat Senin (18/10). Pria yang biasa disapa Ra Latif itu itu berpesan agar peserta tidak mudah percaya jika ada oknum yang menjanjikan bisa membantu meluluskan menjadi abdi negara.

Bupati yang biasa disapa Ra Latif itu mengatakan, pemantauan SKD dilakukan secara langsung bersama Wakil Bupati (Wabup) Mohni dan Sekkab Bangkalan Moh. Taufan Zairinsjah. Dari pengamatannya, SKD sudah berjalan lancar dan menerapkan protokol kesehatan (prokes).

”Peserta yang ikut nilainya bagus-bagus. Artinya, peserta yang akan lulus akan memenuhi kriteria dan ketentuan kepegawaian,” ucapnya.

SKD dilaksanakan secara online dan fair. Karena itu, dia berharap peserta tidak mudah percaya jika ada orang yang mengaku bisa meluluskan jadi PNS. Yang menentukan lulus tidaknya seorang peserta yaitu sistem. Sebab, ujian SKD sudah dilakukan secara digital.

”Nilai bisa dilihat oleh masing-masing peserta dan pengawas. Bahkan, bisa dicek langsung di monitor yang disediakan panitia,” sambungnya.

SKD CPNS dimulai pada 14–21 Oktober. Kemudian, akan dilanjutkan dengan SKD pegawai pemerintah perjanjian kerja (PPK) nonguru mulai Jumat 22–23 Oktober. Dia berharap proses seleksi tersebut berjalan tanpa hambatan. ”Dari pengawas juga tidak ada keluhan. Artinya, peserta juga tertib,” imbuhnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Bangkalan Agus Zein menyampaikan, SKD dilaksanakan dengan dukungan perangkat teknologi. Yakni, menganut asas transparansi. Dengan demikian, semua peserta bisa melihat nilai masing-masing pasca mengerjakan soal.

”Dengan sistem seperti itu, tidak relevan jika ada oknum mengiming-imingi bisa lulus CPNS. Itu tetap menjadi atensi bupati. Beliau tidak ingin ada warga yang menjadi korban (penipuan),” tukasnya. ram

Bupati Ra Latif dampingi Mensos Risma Sambangi Dua Pesantren

Bupati Ra Latif dampingi Mensos Risma Sambangi Dua Pesantren

Nusantara7.com, Bangkalan – Menteri Sosial (Mensos) Tri Rismaharini bersama anggota DPR RI Muhammad Ali Ridho kunjungan kerja ke Bangkalan kemarin (16/10). Saat berada di Kota Salak, Tri Rismaharini dan Muhammad Ali Ridho menyambangi dua pondok pesantren (ponpes). Yaitu, Ponpes Mambaul Hikam, Kelurahan Tunjung, Kecamatan Burneh, serta Ponpes Nurul Amanah, Desa Basanah, Kecamatan Tanah Merah.

Dalam kunjungan tersebut, Mensos disaksikan Muhammad Ali Ridho menyerahkan bantuan sembako kepada masyarakat. Termasuk, menyaksikan vaksinasi kepada santri dan masyarakat yang ada di sekitar pesantren. Penyerahan bantuan disaksikan Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron dan Ketua DPRD Bangkalan Muhammad Fahad.

Mensos Tri Rismaharini mengatakan, semua kementerian sudah mendapatkan tugas untuk membantu pemerintah pusat melakukan percepatan vaksin di sejumlah daerah di Indonesia. Termasuk dirinya yang ditugaskan di Madura. ”Saya evaluasi dulu hasil kegiatan di Bangkalan. Setelah itu, gerak ke wilayah lain. Tapi, yang diprioritaskan memang Kabupaten Bangkalan,” tuturnya.

Menurut dia, bantuan yang disalurkan kementerian yang dipimpinnya sebenarnya untuk anak yatim dan masyarakat yang membutuhkan. Seperti penyandang disabilitas, orang miskin, dan sebagainya. ”Ini menjadi salah satu atensi kami dan insyaallah (penyaluran bantuan) akan dilakukan secara berkelanjutan,” imbuhnya kepada Jawa Pos Radar Madura (JPRM).

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Mambaul Hikam KH Fahrur Rozi Djamil sangat bersyukur Mensos Tri Rismaharini berkenan datang ke kediamannya. Dikatakan, program dari Kemensos selama ini banyak membantu masyarakat yang kurang mampu. ”Saya sangat berterima kasih kepada Bu Risma karena peduli kepada masyarakat yang membutuhkan,” ucapnya.

Menurut dia, Kemensos selama ini juga sangat memperhatikan pesantren. Termasuk memfasilitasi anak yatim, penyandang disabilitas, dan masyarakat yang terkena dampak pandemi Covid-19. ”Santri juga mendapat bantuan sarung dan mukena. Mungkin ini barokahnya para santri karena selama ini istiqamah membaca salawat burdah setiap malam,” pungkasnya. ram

Bupati Ra Latif dampingi Mensos Risma Maksimalkan Vaksinasi untuk Warga Bangkalan

Bupati Ra Latif dampingi Mensos Risma Maksimalkan Vaksinasi untuk Warga Bangkalan

Nusantara7.com, Bangkalan – Menteri Sosial Tri Rismaharini mendapatkan tugas dari Presiden Joko Widodo untuk mempercepat pelaksanaan vaksinasi di Kabupaten Bangkalan. Hal ini tidak lepas dari kondisi Bangkalan yang capaian vaksinnya masih rendah.

“Saya mendapatkan tugas dari Presiden untuk memantau kegiatan vaksinasi di Bangkalan. Hal ini terkait erat dengan capaian vaksin di Bangkalan yang masih rendah. Pemerintah ingin di sini (Bangkalan) capaian meningkat sehingga masyarakat terlindungi dari Covid-19,” kata Mensos Risma saat tiba di Kabupaten Bangkalan Madura pada Minggu (16/10/2021).

Ada tiga tempat yang ditinjau oleh Mensos Tri Rismaharini, yaitu Ponpes Mambaul Hikam di wilayah Kecamatan Burneh, Ponpes Nurul Amanah di Kecamatan Tanah Merah dan Desa Logek Kecamatan Galis Kabupaten Bangkalan.

Dalam kegiatan tersebut Mensos Risma didampingi Bupati Bangkalab R. Abdul Latif Amin Imron , anggota Komisi 8 DPR RI Muhammad Ali Ridho dari Fraksi Partai Golkar, H. Hasani Bin Zuber dari Fraksi Partai Demokrat dan Anggota Komite III DPD RI H. Ahmad Nawardi, S.Ag. Selain itu hadir juga Wakil Bupati Drs. Mohni, MM dan jajaran Forkopimda Bangkalan turut menyertai rangkaian kegiatan Mensos.

Mensos Risma menyampaikan untuk program percepatan vaksinasi di wilayah lain di Madura akan ada evaluasi terlebih dahulu baru kemudian akan ada tindak lanjut.

“Nanti kita akan evaluasi terkait percepatan di Bangkalan ini. Jika nantinya bagus maka kita akan melakukannya juga di daerah lain,” tutur mantan Walikota Surabaya tersebut.

Program vaksinasi di dua pondok pesantren tersebut selain diikuti para santri juga masyarakat umum. Hal menarik terjadi saat Mensos memotivasi warga yang takut vaksin. Risma minta mereka tidak takut, karena vaksin bermanfaat melindungi dari ancaman Covid-19.

“Jangan takut ibu. Ayo divaksin ya saya temani,” kata Mensos. Selain memantau jalannya vaksinasi massal, Mensos Risma juga menyalurkan bantuan bagi masyarakat, lansia dan kelompok disabilitas. Bantuan berupa beras premium diberikan kepada 18.000 warga, yang dibagi di 18 kecamatan, sehingga masing – masing kecamatan mendapatkan 1.000 paket bantuan beras seberat 5 kg/keluarga.

Sementara untuk kelompok disabilitas juga mendapatkan bantuan alat bantu seperti tongkat dengan detektor yang diberikan kepada penyandang disabilitas netra. Diharapkan dengan alat bantuan tersebut bisa menolong kelompok disabilitas netra jika dalam keadaan darurat.

“Kita ingin mereka yang tuna netra bisa aman jika dalam kondisi darurat,” kata Mensos Risma.

Terkait dengan penyaluran bantuan sosial reguler, Mensos Risma nasih memonitor sejauh mana bantuan tersalurkan sesuai sasaran. Dalam kesempatan tersebut dirinya juga memandu para lansia untuk mengambil bantuan dengan menggunakan atm tanpa pin.

“Ayo ibu coba dilihat berapa saldonya. Nah saldo ini bisa diambil semua dan digunakan untuk kebutuhan hidup ya. Ayo dicoba ya ibu-ibu,” ujarnya

Sementara itu saat di Desa Longkek Mensos Risma dielu-elukan warga. Mereka menyambut suka cita kehadiran Mensos Risma. Kepada warganya, ia berpesan, bila mengalami kesulitan terkait layanan kesejahteraan sosial agar melaporkan kepada kepala desa dan akan dieruskan ke bupati untuk selanjutnya disampaikan kepadanya selaku Mensos.

“Jika ada kesulitan dengan bantuan hubungi kepala desa ya. Nanti akan disampaikan ke saya lewat pak bupati,” ucapnya.

Secara umum, Kemensos menyalurkan berbagai jenis bantuan yakni bantuan kewirausahaan, bantuan kebutuhan dasar, bantuan aksesibilitas, dan bantuan Asistensi Rehabilitasi Sosial (Atensi) untuk penyandang disabilitas, anak yatim, piatu dan yatim-piatu.

Bantuan menjangkau 2.022 penerima manfaat dalam berbagai bentuk , antara lain usaha warung sembako, mebel, makanan, jual gas, bengkel, tukang kayu, nutrisi, masker, dan handsanitizer dengan total nilai Rp657.322.000. okz

 

Bupati Ra Latif  dukung penuh Kakek Buyutnya Syaikhona Kholil dapat gelar Pahlawan

Bupati Ra Latif dukung penuh Kakek Buyutnya Syaikhona Kholil dapat gelar Pahlawan

Nusantara9.com, Jakarta – Hal itu dikatakan Ra Latif Amin Dhuriyah (keluarga) Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan yang juga Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron mendukung penuh kakek buyutnya mendapat Gelar Pahlawan Nasional.

Dukungan itu disampaikan dalam workshop “Pengusulan Penganugerahan Syaikhona Kholil sebagai Pahlawan Nasional” di Jakarta, Kamis, 14 Oktober 2021.

Untuk diketahui, menjelang peringatan Hari Pahlawan 10 November, pemerintah akan memberikan penghargaan gelar Pahlawan Nasional kepada para tokoh pejuang kemerdekaan. Salah satu yang diusulkan adalah Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan.

Dukungan keluarga dan Pemkab Bangkalan ini didasarkan banyak pertimbangan. Di antaranya, Syaikhona Muhammad Kholil merupakan ulama besar (waliyullah) yang telah berhasil membimbing dan membina para santrinya dan masyarakat umum untuk cinta tanah air dengan semangat keimanan yang kuat.

“Beliau menekankan bahwa membela tanah air merupakan bagian dari bukti keimanan kepada Allah SWT,” ucap Ra Latif, sapaan akrab bupati Bangkalan ini.

Dari bimbingan dan bina’an Syaikhona Kholil, sambung dia, telah lahir tokoh-tokoh dan ulama-ulama besar yang tidak hanya sekadar mengajari pelajaran agama.

Tetapi juga mengajari dan menjadi pelopor perjuangan kemerdekaan NKRI dari tangan penjajah. Bahkan di antaranya sudah dikokohkan sebagai pahlawan nasional terlebih dahulu.

Santri Syaikhona Kholil yang telah mendapat gelar Pahlawan Nasional di antaranya KH Hasyim Asyari, KH Wahab Hasbullah, dan KH As’ad Syamsul Arifin.

“Dalam sejarah berdirinya Ormas Islam Nahdhatul Ulama, Syaikhona Kholil menjadi penentu kelahiran Jamiyah NU. Karenanya, kiprahnya tidak perlu diragukan lagi bagi bangsa dan negara.

Baik mulai sebelum kemerdekaan, pada saat perjuangan merebut kemerdekaan dari tangan penjajah, pada masa orde lama, orde baru, sampai pada masa reformasi saat ini.

“Kiprah NU yang dijiwai dengan spiritualitas Syaikhona Kholil tidak perlu diragukan lagi kontribusinya untuk bangsa dan negara,” tandas Ra Latif.

Sebagai mahaguru ulama nusantara, Syaikhona Kholil Bangkalan merupakan pencetak pejuang dan para pahlawan. Mahaguru yang melahirkan alim ulama, cendekiawan, dan pahlawan nasional yang memberikan kontribusi yang luar biasa bagi kehidupan berbangsa dan bernegara.

Syaikhona Kholil melahirkan pahlawan nasional yaitu: KH Hasyim Asy’ari, KH. Wahab Hasbullah, dan KH As’ad Syamsul Arifin. Santri-santri alumni didikan Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan yang menerjemahkan pemikiran dan gerakan sang guru.

“Pemerintah Hindia-Belanda pun mengakui jika perlawanan-perlawanan yang muncul di seantero Jawa, dan Nusantara di antaranya berasal dari kaum santri. Sebagian diinisiasi oleh santri Syaikhona Muhammad Kholil,” papar Ra Latif.

Ulama-ulama Nusantara yang mampu menjadi pendiri pesantren besar di Jawa dan Madura, merupakan santri Syaikhola Kholil. Sebagian besar pendiri pesantren di banyak daerah di Indonesia mempunyai sanad (silsilah pertalian) keilmuan dengan Syaikhona Kholil. Hal tersebut menjadi bukti nyata akan kharisma Beliau dalam menyebarkan dakwah Islam.

Beberapa Murid Jadi Ulama Besar

Beberapa murid yang berhasil menjadi ulama besar karena berguru pada Syaikhona Kholil antara lain, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari (Ponpes Tebu Ireng Jombang), KH Wahab Hasbullah (pendiri pondok pesantren Tambak Beras Jombang).

Ada juga KH Bisri Syamsuri (Ponpes Denanyar Jombang), KH As’ad Syamsul Arifin (Ponpes Sukorejo Situbondo), KH Romly Tamim (penyusun Istighotsah, Ponpes Darul Ulum, Peterongan Jombang), Kiai Hasan (Genggong Probolinggo), Kiai Munawir (Krapyak Yogyakarta), Kiai Cholil Harun (Rembang).

Lalu, Kiai Zaini Mun’im (Paiton Probolinggo), Kiai Ahmad Shiddiq (Jember), Kiai Usymuni (Sumenep), Kiai Abi Sujak (Sumenep), Kiai Toha (Bata-Bata Pamekasan), Kiai Abdul Karim (Lirboyo Kediri), Kiai Romli Tamim (Rejoso Jombang), Kiai Abdul Majid (Bata-Bata Pamekasan). Dan masih banyak lagi.

“Dengan kata lain, bahwa sebagian besar ulama yang masih hidup sekarang masih mempunyai sanad sampai ke Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan,” ucapnya.

Sebagai bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai jasa para pahlawannya, tentu tidak sepadan apa yang kita lakukan dibandingkan dengan jasa Syaikhona Kholil terhadap umat. Upaya ini merupakan salah satu cara memberikan penghormatan kepada ulama besar ini.

“Besar harapan saya, semoga penghormatan dan penganugerahan tersebut bisa dilakukan pada tahun 2021 ini,” pinta Ra Latif.

Dia melanjutkan, meski ia yakin almarhum Syaikhona Kholil tidak mengharapkan penghormatan itu, tetapi ini menjadi kewajiban negara dan kita semua untuk menganugerahkan penghormatan berupa pemberian gelar sebagai pahlawan nasional.

“Ini sebagai rasa syukur sekaligus sebagai teladan dalam berbakti dan berjuang untuk kemanusiaan, bangsa dan negara,” tandas Ra Latif.

Keluarga pun setuju dan mendukunh Syaikhona Muhammad Kholil Bangkalan mendapat mendapat anugerah Gelar Pahlawan Nasional. bbs-jom

Ra Latif Bupati dan Forkopimda Ikuti Upacara HarJad Jawa Timur

Ra Latif Bupati dan Forkopimda Ikuti Upacara HarJad Jawa Timur

Nusantara7.com, Bangkalan – Jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Bangkalan mengikuti Upacara Hari Jadi (Harjad) Provinsi Jawa Timur secara virtual di Pendapa Agung Rabu (13/10). Acara tersebut berlangsung khidmat. Tema peringatan harjad ke-76 itu Jatim Bangkit.

Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron menyampaikan selamat Harjad ke-76 untuk Provinsi Jatim. Pihaknya berharap Provinsi Jatim semakin baik dan terus berjaya. ”Semoga Jawa Timur makin sukses dan jaya,” harapnya.

Ra Latif menilai, tema harjad dipilih karena sangat relevan dengan situasi saat ini. Di mana semua aspek harus bangkit karena terpaan pandemi Covid-19. Terutama masalah kesehatan dan peningkatan ekonomi. ”Di tengah-tengah pandemi, harapan ke depan sektor ekonomi, budaya, pariwisata, dan lainnya bisa terus menggeliat,” katanya.

Tema harjad yang dipilih pemprov menjadi motivasi tersendiri bagi 38 kabupaten/kota di Jatim. Untuk itu, Pemkab Bangkalan akan terus konsentrasi dalam mewujudkan herd immunity agar ekonomi masyarakat kembali bangkit. ”Kami ingin ekonomi di Bangkalan terus meningkat seperti sebelum adanya pandemi,” ucap Ra Latif.

Sementara itu, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, semua daerah termasuk 38 kabupaten/kota di Jatim menghadapi situasi sulit karena pandemi Covid-19. Namun dengan sinergisitas antara pemkab dan Pemprov Jatim, Covid-19 dapat dikendalikan dan diminimalkan.

”Ada kemajuan yang sangat positif dalam penanganan pandemi di Jatim berkat kerja keras dan ikhtiar yang selama ini dilakukan. Tentu itu semua atas dukungan dan doa masyarakat Jatim,” paparnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Infromatika Bangkalan Agus Zein menyampaikan, hampir semua daerah menghadapi tahun pandemi.  Dengan demikian, tema yang dianggap Jatim Bangkit motivasi bagi semua daerah untuk melakukan percepatan dan pemulihan. ”Utamanya, pemulihan ekonomi maupun pemulihan sektor lain,” katanya. ram

Bupati Bangkalan Ra Latif Sapa Warga Naik Motor ke Berbagai Lokasi

Bupati Bangkalan Ra Latif Sapa Warga Naik Motor ke Berbagai Lokasi

Nusantara9.com, Bangkalan – Sudah seharusnya seorang pimpinan daerah dekat dengan rakyatnya. Menyapa langsung masyarakat dengan berkeliling dari satu lokasi ke lokasi lainnya sejatinya menjadi suatu yang biasa dilakukan oleh seorang kepala daerah.

Seperti yang dilakukan oleh Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron kali ini, Rabu (13/10/2021). Orang nomor satu di Kabupaten Bangkalan itu tak segan mengendarai sepeda motor ditengah teriknya matahari berkeliling demi bertemu dan menyapa langsung masyarakat.

Tak tanggung-tanggung, pria berkacamata itu berkeliling Ke -7 Kelurahan di Kecamatan Kota Bangkalan. Rombongannya pun dipaksa untuk berpanas-panasan mengendarai sepeda motor.

Lokasi pertama yang didatangi Ra Latif adalah Tempat Pengelolaan Sampah Reduce, Reuse, Recycle (TPS3R) yang berada di Wisma Pangeran Asri.

TPS3R tersebut akan dikelola langsung oleh Pengelola KPP (Kelompok Pemanfaat dan Pemberdayaan) dengan target mengurangi limbah rumah tangga diperkotaan.

Setelah melihat pemilahan dan pengelolaan limbah rumah tangga, Ra Latif menyapa warga, mulai dari Kelurahan Pangeranan, Kelurahan Pejagan, Kelurahan Kraton, Bancaran, Kemayoran, Mlajah dan terakhir Kelurahan Demangan.

Selama menyapa warga, Bupati juga menyalurkan bantuan sosial berupa sembako dan terop (tenda hajatan) yang dapat digunakan untuk kegiatan rukun tetangga ataupun musholla.

“Saya hanya ingin bersilaturahmi dengan warga. Menyerahkan 10 terop dan sembako,” kata Bupati disela-sela kegiatan.

Selain itu Ra Latif juga memberikan imbauan agar masyarakat tidak melonggarkan protokol kesehatan meskipun tren Covid-19 di Kabupaten Bangkalan terus menurun.

“Boleh berkegiatan tetapi protokol kesehatan tidak boleh dilonggarkan,” tutupnya. pemk