Bupati Baddrut Tamam bersama UGM majukan usaha peternakan pesantren

Bupati Baddrut Tamam bersama UGM majukan usaha peternakan pesantren

Nusantara7.com, Pamekasan- Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, bekerja sama dengan Fakultas Peternakan Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogakarta mengembangkan usaha peternakan berbasis pesantren sebagai upaya memajukan ekonomi dan mendidik santri terampil beternak.

Menurut Bupati Pamekasan Baddrut Tamam di Pamekasan, Minggu, selain untuk mendorong kemandirian ekonomi lembaga pesantren dan mendidik santri memiliki keterampilan beternak, kerja sama dengan Fakultas Peternakan UGM itu juga sebagai upaya Pemkab Pamekasan mendorong percepatan pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19.

“Ada 13 lembaga yang menjadi pilot projeck dalam kerja sama pengembangan usaha ternak berbasis pesantren tahun ini,” katanya, menjelaskan.

Salah satunya Pondok Pesantren Sumber Bungur, Desa Pakong, Kecamatan Pakong, Pamekasan.

Bahkan, sambung Baddrut, di pesantren ini tidak hanya mengembangkan usaha peternakan, akan tetapi juga usaha pertanian.

Selama belajar di pesantren, para santri bisa memilih jenis usaha yang hendak dikembangkan sebagai bekal apabila nantinya mereka kembali ke masyarakat, baik usaha peternakan, maupun usaha pertanian.

“Jadi, di samping akan menjadi usaha mandiri pesantren, peternakan dan pertanian yang dikembangkan di pesantren ini juga akan menjadi sarana pembelajaran para santri,” katanya.

Terkait program ini, Pemkab Pamekasan juga menyediakan dana hibah yang bersumber dari anggaran dasar dan belanja daerah (APBD).

Menurut Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Peternakan (DKP3) Pamekasan Ajib Abdullah, penyediaan dana hibah itu karena program tersebut akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan mendorong para santri memiliki kemampuan beternak dan bertani.

“Selain mempersiapkan potensi santri, program tersebut juga mendukung ketahanan pangan nasional, karena itu, program baik ini dipandang perlu untuk mendapatkan dukungan dari anggaran pemerintah daerah,” katanya, menjelaskan.

Total jumlah pondok pesantren yang tersebar di 13 kecamatan di Kabupaten Pamekasan sebanyak 218 lembaga, dengan jumlah santri sebanyak 55.001 orang, terdiri dari 36.101 orang santri mukim, dan sebanyak 18.900 orang sisanya tidak mukim atau tidak tinggal di pesantren. (atr)

Bupati Abdul Latif minta satgas peternakan perketat pengawasan sapi ternak

Bupati Abdul Latif minta satgas peternakan perketat pengawasan sapi ternak

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati Bangkalan Abdul Latif Imron meminta Satuan Tugas Pengendali, Pemantau dan Pengawas Peternakan memperketat pengawasan sapi ternak, menyusul adanya temuan 37 ekor sapi suspek penyakit mulut dan kuku.

“Selain perlu memperketat pengawasan, penanganan cepat apabila ditemukan kasus PMK baru oleh petugas di lapangan harus dilakukan,” katanya di Bangkalan, Kamis.

Masa inkubasi penyakit mulut dan kuku antara 1-14 hari, yakni masa sejak hewan tertular penyakit hingga timbul gejala penyakit virus tersebut.

Angka kesakitan bisa mencapai 100 persen dan angka kematian tinggi pada hewan muda atau anak-anak. Tingkat penularan PMK juga tinggi, tetapi tingkat kematian antara 1-5 persen.

“Namun yang perlu diperhatikan, meski angka kematian sapi dewasa yang terserang wabah PMK rendah, akan tetapi pada sapi muda sangat tinggi. Ini yang perlu diperhatikan,” katanya.

Oleh karena itu, ia meminta Satgas Pengendali, Pemantau dan Pengawas Peternakan Pemkab Bangkalan memperketat pengawasan sapi, sehingga sapi yang terserang penyakit tersebut bisa diselamatkan.

Ia juga meminta satgas tidak hanya melakukan pemantauan dan penanganan PMK, akan tetapi memberikan edukasi kepada masyarakat, terutama peternak, tentang gejala serta penanganan jenis penyakit tersebut dengan melibatkan semua unsur terkait.

“Para camat, lurah, dan kepala desa kita minta agar menyampaikan laporan dengan sesegera mungkin kepada tim Satgas Petasan (Pengendali, Pemantau dan Pengawas Peternakan)  Pemkab Bangkalan apabila ditemukan ada sapi mengalami gejala klinis terserang wabah PMK,” katanya.

Pihaknya juga telah meminta bantuan polisi dan TNI untuk membantu satgas melalukan deteksi dini dan edukasi kepada masyarakat. (ant)

Bupati Abdul Latif minta peternak sapi tidak panik hadapi wabah PMK

Bupati Abdul Latif minta peternak sapi tidak panik hadapi wabah PMK

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron meminta para peternak tidak panik terkait wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada sapi yang kini melanda di sejumlah daerah di Indonesia.

“Saat ini sedang ada wabah penyakit pada sapi yang disebut PMK atau penyakit mulut dan kuku. Jenis penyakit ini mudah menular pada sapi lain, tapi bapak-bapak tidak perlu panik, karena jenis penyakit ini tidak menular kepada manusia,” katanya saat meninjau kesehatan hewan di Pasar Hewan Tanah Merah, Bangkalan, Pulau Madura, Jawa Timur, Sabtu.

Bupati datang ke pasar itu bersama dengan perwakilan anggota DPRD Bangkalan, dinas peternakan, polisi dan TNI, serta beberapa orang dari penyuluh peternakan, dan dokter hewan.

Di pasar itu, bupati juga sempat berdialog dengan perwakilan peternak dan pedagang sapi tentang pola perawatan sapi, dan keuntungan yang didapat dari peternak.

Ia menjelaskan saat ini Pemkab Bangkalan menerjunkan sebanyak delapan orang dokter hewan untuk memantau kesehatan hewan ternak warga Bangkalan dan mendeteksi kemungkinan adanya hewan jenis sapi, kambing atau kerbau yang terserang wabah penyakit mulut dan kuku.

“Dari hasil pemantauan yang kami lakukan dala sepekan ini, memang belum ada sapi atau kambing yang terserang penyakit mulut dan kuku tersebut, dan kami berharap wabah penyakit ini tidak masuk ke Bangkalan,” kata bupati.

Oleh karena itu, pihaknya meminta agar para peternak dan pedagang sementara ini mematuhi kebijakan Pemkab Bangkalan yang melarang hewan luar Madura masuk ke Bangkalan.

“Ini demi keamanan dan sebagai antisipasi agar wabah PMK tidak masuk ke Bangkalan ini. Sebab, jika wabah PMK ini masuk ke Bangkalan, maka yang akan rugi bukan hanya pemkab, akan tetapi bapak-bapak selaku peternak sapi ini,” katanya.

Selanjutnya bupati meminta agar masyarakat hendaknya melapor ke pemkab melalui aparat desa setempat apabila ada hewan peliharaan baik sapi maupun kambing yang berpenyakit seperti terserang PMK, di antaranya nafsu makan sapi menurun, sapi berjalan pincang, dan mulutnya berbusa.

“Kalau tidak mau melapor ke pak kades, lapor ke ini,” ujarnya sambil menunjuk pada anggota polisi dan TNI yang juga ikut mengawal bupati di acara kunjungan ke Pasar HewahnTanah Merah, Bangkalan itu.

Jumlah populasi sapi di Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur saat ini sebanyak 260 ribu ekor lebih, tersebar di 18 kecamatan.

Jumlah itu meningkat dibanding dua tahun lalu. Sebab, pada 2020, Dinas Peternakan Pemkab Bangkalan merilis, jumlah populasi sapi di kabupaten paling barat di Pulau Madura tersebut sebanyak 259.923 ekor. (ant)

Gandeng UTM, Pemkab Bangkalan kembangkan ekonomi terpadu

Gandeng UTM, Pemkab Bangkalan kembangkan ekonomi terpadu

Nusantara7.com, Bangkalan  – Pemerintah Kabupaten Bangkalan, Jawa Timur, berupaya mengembangkan konsep ekonomi terpadu sebagai upaya mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19 dengan bekerja sama dengan Universitas Trunojoyo Madura (UTM).

“Dengan melibatkan unsur perguruan tinggi ini, kami yakin, upaya untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19 ini, insyaallah bisa segera teratasi,” kata Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron di sela-sela acara penadatanganan nota kesepahaman antara Pemkab Bangkalan dengan pihak UTM di Pendopo Agung Pemkab Bangkalan, Kamis.

Bupati menjelaskan pelibatan perguruan tinggi dalam ikut menyelesaikan persoalan, merupakan pola pendekatan yang memang diinstruksikan oleh pemerintah pusat.

Menurutnya, dalam menyelesaikan berbagai persoalan, konsep yang direkomendasikan oleh pemerintah pusat adalah pentahelix atau multi pihak.

Dalam konsep ini, semua unsur harus dilibatkan, seperti unsur pemerintah, akademisi, badan atau pelaku usaha, masyarakat atau komunitas, dan media.

“Oleh karena itu, dalam berbagai upaya penyelesaian persoalan yang dihadapi pemerintah dan masyarakat di Kabupaten Bangkalan ini, peran perguruan tinggi dan unsur terkait lainnya sangat dibutuhkan,” katanya.

Bupati menuturkan, pandemi COVID-19 yang melanda bangsa Indonesia termasuk di Kabupaten Bangkalan sangat mempengaruhi perekonomian, dan kondisi sosial masyarakat Bangkalan.

Upaya sistematis perlu dilakukan secara bersama-sama, agar kondisi di Kabupaten Bangkalan bisa pulih seperti sedia kala, termasuk dalam mempercepat pemulihan ekonomi.

“Pemerintah di berbagai tingkatan, baik provinsi, termasuk pemerintah pusat memang telah mencanangkan berbagai program untuk mempercepat pemulihan ekonomi akibat pandemi COVID-19. Akan tetapi, akan menjadi lebih baik lagi, apabila upaya pemulihan ini terencana dengan baik dan matang melalui pelibatan secara aktif lembaga perguruan tinggi,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Ra Latif (sapaan karib Bupati Abdul Latif Amin Imron) juga mengucapkan terima kasih kepada Rektor UTM Dr Muh Syarif dan jajaran, karena telah bersedia menjalin kerja dengan Pemkab Bangkalan.

Ia berharap dengan adanya kerja sama itu, sinergi potensi sumber daya yang dimiliki kedua pihak dapat ditingkatkan untuk mewujudkan visi dan misi Bangkalan menjadi lebih baik.

“Kerja sama seperti ini sangat diperlukan untuk mensinergikan potensi yang dimiliki para pihak agar dapat memberikan dampak yang lebih besar. Sinergi perguruan tinggi dan pemerintah daerah memang perlu supaya ada titik temu kebijakan untuk kemajuan daerah,” ujar bupati.

Selain dalam rangka mempercepat pemulihan ekonomi akibat COVID-19, nota kesepahaman antara Pemkab Bangkalan dengan UTM Bangkalan itu juga tentang pengembangan sumberdaya manusia, pendampingan masyarakat dan penelitian di Kabupaten Bangkalan.

Bupati berharap MoU tersebut semakin merekatkan komitmen antara Pemkab Bangkalan dan Kampus UTM. Saling bersinergi, berkiprah serta bersama-sama berkarya nyata dalam memajukan daerah melalui program-program terapan yang bersifat membangun.

“Sehingga, grafik kesejahteraan masyarakat Bangkalan bisa terus mengalami peningkatan dari waktu ke waktu. poin inilah yang menjadi tujuan utama kita bersama,” katanya, menjelaskan.

Rektor UTM Bangkalan Dr. Moh Syarif berjanji akan mendaya gunakan potensi yang dimiliki UTM untuk mengabdi dan membantu kemajuan Kabupaten Bangkalan, sesuai dengan kapasitas yang dimilikinya.

“Kepercayaan Pemkab Bangkalan kepada UTM ini bagi kami tidak ternilai, sehingga UTM akan berupaya maksimal untuk memberikan yang terbaik untuk kemajuan masyarakat Bangkalan ini,” katanya. (atr)

Atasi kelangkaan minyak goreng, Pemkab Pamekasan gelar pasar murah

Atasi kelangkaan minyak goreng, Pemkab Pamekasan gelar pasar murah

Nusantara7.com, Pamekasan – Pemerintah Kabupaten Pamekasan, Jawa Timur, berupaya mengatasi kelangkaan minyak goreng curah di wilayah itu dengan menggelar Pasar Murah Ramadhan.

“Pasar Murah Ramadhan untuk mengatasi kelangkaan minyak goreng curah ini mulai Selasa (12/4) hingga menjelang Hari Raya Idul Fitri 1443 Hijriah,” kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Pemkab Pamekasan Achmad Sjaifudin dalam keterangan tertulis kepada media di Pamekasan, Ahad malam.

Pasar murah Ramadhan akan digelar di tujuh lokasi, yakni di area lapangan bekas RSUD Pamekasan, lalu di halaman kantor Kecamatan Pakong, Batumarmar, Larangan, Proppo, Palengaan dan di halaman kantor Kecamatan Waru, Pamekasan.

Pasar murah minyak goreng di lapangan bekas RSUD Pamekasan itu selama tiga hari, yakni mulai tanggal 12 hingga 14 April 2022, mulai pukul 08.00 WIB hingga selesai.

Berikutnya di halaman kantor Kecamatan Pakong dan Kecamatan Batumarmar pada 18 hingga 19 April 2022, lalu di Kecamatan Larangan pada 20 hingga 21 April 2022.

Berikutnya pada tanggal 21 hingga 22 April akan digelar di Kecamatan Proppo, dan di Kecamatan Palengaan pada 25 hingga 26 April 2022.

“Yang terkhir pada tanggal 27 hingga 28 April 2022 akan digelar di Kecamatan Waru, Pamekasan,” katanya.

Achmad lebih lanjut menjelaskan, pihaknya sengaja menyampaikan lebih awal tentang rencana kegiatan pasar murah minyak goreng itu, agar diketahui oleh masyarakat luas, sehingga masyarakat bisa memanfaatkan kegiatan tersebut.

Kegiatan pasar murah minyak goreng ini bekerja sama dengan sejumlah perusahaan. Antara lain Indofood, Perum Bulog Madura, CV Anugerah Madura Retalindo, PT Wings Surya, dan PT Padma Tirta Wisesa.

Harga jual minyak goreng Rp14 ribu per liter atau Rp15 ribu per kilogram.

Selain menjual minyak goreng curah, sejumlah kebutuhan komoditas lain seperti gula, beras, tepung dan sejumlah kebutuhan bahan pokok lain.

Kegiatan pasar murah minyak goreng curah ini di tujuh lokasi ini merupakan kegiatan lanjutan.

Sebelumnya, Disperindag Pemkab Pamekasan juga telah menggelar pasar murah minyak goreng curah khusus kepada pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

“Pada pasar murah minyak goreng khusus pelaku UMKM, kami telah menyalurkan minyak goreng sebanyak 8 ribu liter dengan maksimal pembelian sebanyak 100 liter per pelaku UMKM.

Berdasarkan pantauan di sejumlah pasar tradisional di Pamekasan pada Ahad (10/4) minyak goreng curah kosong di sejumlah pasar tradisional, seperti Pasar Tradisional Sidorami di Desa Kertagena Laok, Kecamatan Kadur, dan di Pasar Duko, Kecamatan Larangan Pamekasan.

Para pedagang minyak goreng di dua pasar tradisional ini mengaku, minyak goreng curah kosong, karena tidak menerima pasokan dari pihak distributor.

“Katanya, tidak ada kiriman. Kalau dulu, setiap hari pasaran kami selalu dikirim, tapi akhir-akhir ini tidak ada. Hanya minyak goreng kemasan seperti ini yang rutin dikirim,” kata pedagang minyak goreng di Pasar Duko Timur, Halifah. (atr)

Tahun ini Program “Jatim Puspa” untuk Sampang sasar enam desa

Tahun ini Program “Jatim Puspa” untuk Sampang sasar enam desa

Nusantara7.com, Sampang – Program pemberdayaan pengusaha perempuan oleh Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur yang diberi nama “Jawa Timur Pemberdayaan Usaha Perempuan (Jatim Puspa)” untuk Kabupaten Sampang pada 2022 menyasar enam desa.

“Jumlah desa yang menjadi sasaran program ini sesuai dengan hasil koordinasi antara Pemkab Sampang dengan Pemprov Jatim beberapa waktu lalu,” kata Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Sampang Chalilurrahman di Sampang, Sabtu.

Enam desa itu yakni Desa Taman dan Labuhan, Kecamatan Sreseh, Desa Kebun Sareh dan Temoran, Kecamatan Omben, Desa Banjar, Kecamatan Kedungdung, dan Desa Bire Timur, Kecamatan Sokobanah.

Ia menjelaskan, jumlah desa sasaran program “Jatim Puspa” 2022 di Sampang kali ini lebih sedikit dibanding tahun sebelumnya.

Pada 2021 jumlah desa yang menjadi sasaran program pemberdayaan ekonomi untuk perempuan pengusaha di Sampang itu sebanyak sembilan desa.

Sembilan desa itu yakni Desa Patarongan, Bringin Nunggal, dan Jeruk Purut, Kecamatan Torjun, Desa Apa’an dan Ragung, Kecamatan Pangarengan, Desa Panggung dan Gunung Maddah, Kecamatan Sampang, Desa Dharma, Kecamatan Camplong, dan Desa Gunung Rancak, Kecamatan Robatal.

“Bantuan tahun 2021 sebanyak 227 KPM, dan per KPM menerima bantuan senilai Rp2,5 juta dengan total anggaran Rp567 juta lebih. Tapi khusus untuk bantuan tahun 2022 jumlah KPM belum ditentukan dan masih menunggu informasi lebih lanjut dari Pemprov Jatim,” katanya menjelaskan.

Chalilurrahman menjelaskan, ketentuan tentang calon penerima bantuan program “Jatim Puspa” Pemprov Jatim 2022 ini sama dengan ketentuan 2021.

Ketentuan itu antara lain telah memiliki usaha dan terdaftar di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) serta tidak terdaftar dalam Program Keluarga Harapan (PKH).

“Ketentuannya sama dengan ketentuan yang ditetapkan pada 2021, yakni penerima tidak menerima bantuan di program lain, karena sasaran penerima adalah pelaku usaha mikro dan masuk kategori miskin atau kurang mampu,” kata dia.

Pemkab Sampang, kata dia, telah menyampaikan sosialisasi kepada masing-masing desa sasaran dengan tujuan agar aparat desa bisa membantu mengawal realisasi bantuan tersebut agar tepat sasaran. (ant)

Lestarikan Pantai Desa Lajing Bupati Abdul Latif dan Pangdam V Brawijaya Menanam Mangrove

Lestarikan Pantai Desa Lajing Bupati Abdul Latif dan Pangdam V Brawijaya Menanam Mangrove

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati  Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron mendampingi Mayor Jenderal TNI Nurchahyanto Pangdam V Brawijaya menanam pohon mangrove di pantai Desa Lajing, Kecamatan Arosbaya, Jumat (04/03/2022). Pada kesempatan itu, Ra Latif mengatakan, Pemkab selalu mendukung setiap kegiatan positif yang dilakukan oleh TNI. 

“Harapan kami kondisi ekosistem hutan magrove di Kabupaten Bangkalan mengalami perbaikan. Karena mangrove termasuk salah satu ekosistem yang  memiliki peran dan fungsi  sangat penting bagi kehidupan masyarakat daerah pesisir pantai,” kata Ra Latif . 

Dijelaskan Ra Latif , salah satu mangrove berperan dalam rantai makanan, yakni daun mangrove yang jatuh dan masuk ke air akan terurai oleh mikoorganisme. Hasilnya akan menjadi makanan bagi larva dan hewan kecil. Lalu berlanjut ke sistem rantai makanan di laut. Sehingga dengan kata lain hutan mangrove memberikan manfaat untuk membuat rantai makanan di ekosistem laut dan sekitarnya.

 Menurutnya, pemkab bersama TNI akan terus memperhatikan ekosistem mangrove yang berada di sepanjang pesisir Kabupaten Bangkalan. 

“Harus kita jaga, jangan karena kepentingan sesaat kita merusak ekosistem yang sudah kita tanam. Sehingga bumi, alam dan lingkungan tetap terawat dan terjaga kelestariannya sebab dampak yang ditimbulkan dari kerusakan suatu ekosistem nyata adanya,” tambahnya. 

Sementara itu, Pandam V Brawijaya Mayor Jenderal TNI Nurchahyanto mengatakan, tujuan diadakan penanaman mangrove adalah untuk mencegah abrasi air laut yang masuk kedaratan. Selain itu mangrove juga berguna untuk mencegah pengikisan permukaan tanah akibat hempasan ombak laut.

“Ini sebagai upaya nyata dan komitmen Kodam V Brawijaya untuk penyelamatan bumi saat ini agar tidak mengalami kerusakan karena pemanasan global. Saya berharap acara yang kita lakukan hari ini dapat diikuti segenap kawanan bangsa yang ada di daerah-daerah lainnya,” kata Pangdam.

Hal ini kata Pangdam semata-mata dilandasi tanggung jawab moral akan kelestarian alam dan lingkungan. Semoga kedepannya akan menjadi lebih baik dari hari kehari.

“Lebih jauh diharapkan gerakan ini mengkondisikan sikap dan perilaku yang melekat kuat pada diri kita yang tumbuh dari kesadaran yang tinggi akan pentingnya menjaga kelestarian lingkungan hidup,” tutupnya. pemk

Bupati Abdul Latif Berikan Bantuan Tunai PKL Bangkalan

Bupati Abdul Latif Berikan Bantuan Tunai PKL Bangkalan

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati  Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron akan memberikan bantuan kepada para Pedagang Kaki Lima (PKL) di Kabupaten Bangkalan. Hal itu sebagai upaya pemulihan ekonomi pasca pandemi, Hal itu diungkapkan Bupati saat menghadiri reuni akbar PKL se-Jawa Timur, Selasa (1/3/2022) di Gedung Rato Ebuh.

Dijelaskan Ra Latif , kegiatan sektor informal salah satunya pedagang kaki lima bisa di lihat hampir semua kota-kota besar di Indonesia termasuk Bangkalan berkembang sangat pesat. terlebih selama saat pandemi banyak industri gulung tikar, sehingga banyak terjadi pemutusan hubungan kerja.

Lebih lanjut dikatakanya, pedagang kaki lima sebagai jalan keluarnya pengangguran. Kemanpuan sektor informal dalam menampung tenaga kerja didukung oleh faktor-faktor yang ada. Faktor utama adalah sifat dari sektor ini yang tidak memerlukan persyaratan dan tingkat keterampilan, sektor modal kerja, pendidikan ataupun sarana yang dipergunakan semuanya serba sederhana dan mudah dijangkau oleh semua anggota masyarakat ataupun mereka yang belum memiliki pekerjaan dapat terlibat didalamnya

“Kami di tahun 2022 ada anggaran untuk para PKL yang membuka lapak di emperan pasar atau yang belum punya kios,” kata Ra Latif.

Ra Latif mengatakan, Pemkab Bangkalan saat ini tengah mendata para PKL yang nantinya akan mendapatkan bantuan tersebut.

“Nominalnya nanti tergantung kemampuan anggaran kita. Dari data yang masuk kita mampu memberikan bantuan berapa masih dihitung,” imbuhnya.

Hal ini kata Ra Latif sebagai salah satu langkah Pemkab Bangkalan untuk meringankan beban para PKL yang terdampak pandemi.

“Karen kita tahu, PKL butuh kerumunan agar dagangan mereka laku, sementara hampir 2 tahun ini kita dilarang berkerumun,” tambahnya.

Sekedar diketahui, Bupati menghadiri silahturahmi antar paguyuban para PKL se Jawa Timur dalam rangka berbagi jaringan, berbagi informasi serta silaturahmi. pem

Bupati Abdul Latif Minta Kades Lang Panggang agar pahami Potensi Desanya

Bupati Abdul Latif Minta Kades Lang Panggang agar pahami Potensi Desanya

Nusantara7.com Bangkalan – Bupati  Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron melantik Abd Rijal sebagai Kepala Desa (Kades) Pengganti Antar Waktu (PAW) Desa Lang Panggang Kecamatan Modung, Selasa (1/3/2022).

Pada kesempatan itu Bupati menekankan beberapa hal agar Kepala Desa menguasai tata cara penyelenggaraan Pemerintahan Desa, seperti pembuatan Peraturan Desa, pembuatan Peraturan Kepala Desa, APBDes dan lain-lain-lain serta memahami administrasi Pemerintahan Desa.

Selain itu Ra Latif meminta agar Kepala Desa memahami berbagai potensi yang dimiliki oleh Desa yang dapat dikembangkan melalui kelembagaan perekonomian Desa, seperti pengembangan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“Pengembangan Desa Wisata dan  dan juga penting Aparatur Desa, baik Kepala Desa, Sekretaris Desa, Perangkat Desa lainnya serta BPD harus memahami kondisi wilayah masing-masing,” imbuh Ra Latif.

Ra Latif juga menambahkan, Desa harus punya data yang jelas dan valid. Mulai dari data berapa warga miskin di desanya, data potensi wilayah dan lainya.

“Kepada saudara Camat bersama Muspika diharapkan memberikan arahan, bimbingan dan pengawasan kepada Kepala Desa terpilih dalam menjalankan tugas dan kewajibannya,” tegas Ra Latif. pemk

RAN PASTI Difokuskan Bupati Abdul Latif untuk Turunkan Angka Stunting di Bangkalan

RAN PASTI Difokuskan Bupati Abdul Latif untuk Turunkan Angka Stunting di Bangkalan

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati  Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron didampingi Ketua TP PKK, Kepala Dinas KBP3A, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) dan Perwakilan Bappeda menghadiri acara Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Angka Stunting (Ran Pasti) Provinsi Jawa Timur yang bertempat di Hotel Vasa, Jl HR Muhammad Surabaya, Rabu (2/3/2022).

Sosialisasi Rencana Aksi Nasional Percepatan Penurunan Stunting Indonesia (RAN PASTI) digelar BKKBN di Surabaya,Rabu (2/3/2022).Sosialisasi untuk lebih memperkuat koordinasi dan kesepahaman tentang mekanisme tata kerja, pemantauan, pelaporan, evaluasi dan skenario pendanaan stunting di daerah. Dalam hal ini  BKKBN diberi tugas Presiden Jokowi sebagai “pengendali” pencegahan stunting di tanah air.

Sosialisasi ini menghadirkan Kepala BKKBN Dr (H.C) dr. Hasto Wardoyo, Sp.OG (K)., selaku Ketua Pelaksana Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Pusat, Kepala Perwakilan BKKBN Jatim, Dra. Maria Ernawati, M.M., serta para wakil ketua dari unsur Sekretariat Wakil Presiden, Menko Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Bappenas, Kemendagri, serta Kemenkes.

Hasto dalam kesempatan ini menyampaikan, Jawa Timur menjadi kontributor utama dari penurunan stunting secara nasional jika semua kalangan bertekad dan berjuang bersama-sama untuk mengatasi persoalan yang masih  kita temui di lingkungan kita. Continue reading →