Segera Vaksin Lengkap Plus Booster, agar pandemi segera berakhir

Segera Vaksin Lengkap Plus Booster, agar pandemi segera berakhir

Nusantara7.com, Keinginan Indonesia berubah status dari pandemi menuju endemi Covid-19 harus melewati beberapa indikator. Salah satunya adalah angka cakupan vaksinasi dosis lengkap atau 2 dosis yang sudah di atas 70 persen. Booster atau dosis ketiga terus dikejar.

Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan angka penurunan kasus aktif Covid-19 terus turun secara konsisten sejak akhir Februari 2022 lalu. Ini memberikan optimisme pada upaya penanganan Covid-19 yang saat ini dilakukan pemerintah.

“Namun begitu angka vaksinasi lengkap dan booster harus ditingkatkan untuk membentuk kekebalan kelompok di tahun ini,” ujar Nadia secara virtual, Jumat (11/3).

Selain menurunnya angka kasus aktif yang diikuti agka konfirmasi kasus dan keterisian rumah sakit, kata dia, rapor positif dari upaya pengendalian Covid-19 juga mencatatkan penambahan angka kesembuhan pasien. Pasien yang sembuh hari ini bertambah hingga 38.399 dari hari sebelumnya yang sempat di 31.705.

Laju vaksinasi juga kembali menyentuh level lebih dari 2 juta dosis per hari. Hari ini, vaksinasi Covid-19 dosis 1 sudah diberikan kepada 192.891.436 (92,62 persen). Vaksinasi dosis 2 juga sudah diberikan kepada 150.069.223 (72,06 persen). Untuk vaksinasi dosis 3 atau booster sudah diberikan kepada 13.905.146 (6,68 persen). Laju vaksinasi hari ini bertambah 2.027.873 dosis dari hari sebelumnya.

Nadia menegaskan tanpa memperkuat dan mempertahankan diri dengan vaksinasi lengkap 2 dosis serta vaksinasi booster, harapan untuk segera mengakhiri pandemi akan sulit. Dan tetap disiplin protokol kesehatan dengan memakai masker terutama.

“Kunci dari mengakhiri pandemi adalah kesediaan seluruh masyarakat untuk melakukan vaksinasi primer dan booster serta menjalankan protokol kesehatan dengan ketat sampai kondisi dinyatakan membaik,” kata Nadia.

(jwp)

Kemenkes : Hotline Layanan Telemedisin Gratis bagi Pasien Covid-19

Kemenkes : Hotline Layanan Telemedisin Gratis bagi Pasien Covid-19

Nusantara7.com,  Pemerintah menyediakan hotline yang dapat dihubungi masyarakat ketika terkonfirmasi positif Covid-19, namun belum mendapatkan layanan telemedisin gratis dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes). Juru Bicara Vaksinasi Kemenkes Siti Nadia Tarmizi mengatakan masyarakat dapat menghubungi lewat WhatsApp Kemenkes di Nomor 081110500567, atau melalui Email sertifikat@pedulilindungi.id dan Call Center di nomor 119 ext. 9

Layanan Telemedisin Gratis Kemenkes dapat diakses bagi masyarakat yang melakukan tes PCR atau Antigen di Lab yang terafiliasi Kemenkes, berusia di atas 18 tahun dan berdomisili di wilayah Jabodetabek, Karawang, Bandung, Semarang Raya, Surakarta Raya, Kota Jogjakarta, Surabaya Raya, Malang Raya, Kota Denpasar, dan Nusa Dua.

“Setelah minggu kedua Februari layanan ini diperluas hingga kota-kota besar Jawa-Bali, Kemenkes mulai 19 Februari 2022 juga akan memperluas layanan telemedisin ke kota-kota besar di Sumatera, Kalimantan, dan Sulawesi. Layanan telemedisin terus ditingkatkan dan diperluas untuk membantu agar masyarakat yang isoman dapat memperoleh fasilitas pengobatan yang memadai, sehingga mereka tidak perlu dirawat di rumah sakit,” ujar Nadia Tarmizi dalam keterangannya, Sabtu (19/2).

Nadia menuturkan, pasien OTG dan gejala ringan yang dilayani fasilitas telemedisin sampai 14 Februari 2022 telah mencapai 158.075 untuk wilayah Jawa dan Bali. Dari jumlah tersebut, 136.028 pasien sudah menerima layanan konsultasi dan menerima resep elektronik.

“Setelahnya, 129.100 resep obat telah dikirimkan ke rumah pasien, dan 85 persen diantaranya menerima obat H+1 sejak dipesan,” katanya.

Bagi pengguna telemedisin yang tidak mendapat WhatsApp dari Kemenkes, bisa mengkonfirmasi ke laman isoman.kemkes.go.id/panduan. Masyarakat bisa memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) ke dalam laman tersebut untuk melanjutkan ke tahap pengajuan berikutnya.

Bagi masyarakat yang sudah berkonsultasi dengan tenaga kesehatan secara online dan melakukan proses penebusan obat gratis dari Kemenkes, tinggal menunggu paket obat datang ke rumah. “Kita terus meningkatkan layanan telemedisin agar paket obat yang sampai ke pasien lebih cepat lagi,” ungkapnya.

Di sisi lain, penanganan Covid-19 yang didominasi varian Omicron terus ditingkatkan pemerintah di tengah lonjakan kasus. Kebijakan agar pasien Covid-19 bergejala sedang hingga kritis atau yang memiliki komorbid saja yang dirawat di rumah sakit mampu menekan angka pasien Covid-19 yang dirawat.

Hingga Jumat (18/2) pukul 18:00 WIB, pasien Covid-19 yang dirawat di rumah sakit berada di posisi 37 persen dari total kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU COVID-19 nasional. Angka ini naik 1 persen dari Kamis (17/2) sebesar 36 persen.

“Selain terus mengingatkan masyarakat akan pentingnya menjalankan protokol kesehatan dan vaksinasi, merawat pasien dengan kondisi sedang hingga kritis serta terus memperkuat layanan telemedisin dan puskesmas di daerah adalah bagian dari strategi pemerintah menghadapi pandemi,” ungkapnya.

“Data menunjukkan fasilitas layanan kesehatan nasional kita masih memadai. Angka ini pun masih mengacu pada kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU Covid-19 yang terpasang saat ini, belum kapasitas maksimal yang dapat ditambah menjadi 150.000 tempat tidur isolasi dan ICU,” tambahnya.

Selain kapasitas tempat tidur isolasi dan ICU yang masih memadai, stok obat secara nasional di 34 provinsi masih sangat cukup. Hingga Kamis (17/2), stok Favipiravir, Remdesivir, Tocilizumab 400mg/20ml jumlahnya mencapai 82,576,620. Sementara itu, kebutuhan nasional diperkirakan 4.958.599 untuk obat-obatan tersebut.

Satgas covid 19 : Penerima Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap capai 136.647.928 Orang

Satgas covid 19 : Penerima Vaksin Covid-19 Dosis Lengkap capai 136.647.928 Orang

Nusantara7.com, Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 mencatat hingga saat ini penerima vaksin Covid-19 dosis lengkap di Indonesia mencapai 136.647.928 orang atau bertambah sebanyak 833.899 orang pada Selasa.

Berdasarkan data Satgas Penanganan Covid-19 yang diterima di Jakarta, Selasa, vaksinasi Covid-19 dengan dosis pertama bertambah sebanyak 252.141 orang sehingga total mencapai 188.590.685 orang hingga saat ini.

Sedangkan vaksinasi dosis ketiga mengalami penambahan sebanyak 218.237 orang sehingga total mencapai 7.277.382 orang. Walaupun telah menjalani vaksinasi, Satgas mengimbau masyarakat untuk tetap melakukan protokol kesehatan secara disiplin.

Protokol kesehatan tersebut adalah menggunakan masker, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, menjaga jarak, menghindari kerumunan dan mengurangi mobilitas. Sebelumnya, Satgas mencatat kasus positif Covid-19 bertambah sebanyak 57.049 orang di Tanah Air pada Selasa (15/2) sehingga total mencapai 4.901.328 orang.

Kasus sembuh Covid-19 mengalami penambahan sebanyak 26.747 orang sehingga jumlah keseluruhan mencapai 4.349.848 orang. Sedangkan kasus meninggal akibat Covid-19 bertambah 134 orang sehingga total menjadi 145.455 orang hingga saat ini. (jps)

Satgas Covid-19 perkirakan kasus positif Meningkat Dalam Dua Pekan di Jogjakarta

Satgas Covid-19 perkirakan kasus positif Meningkat Dalam Dua Pekan di Jogjakarta

Nusantara7.com, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Jogjakarta memperkirakan kasus terkonfirmasi positif Covid-19 akan mengalami kenaikan hingga dua pekan ke depan.  Hal itu sekaligus menjadi puncak kasus di Jogjakarta.

”Kami perkirakan dalam dua pekan ini masih akan terus terjadi peningkatan kasus. Dan mudah-mudahan setelah Februari ada penurunan kasus,” kata Ketua Harian Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Jogjakarta Heroe Poerwadi seperti dilansir dari Antara di Jogjakarta.

Menurut Heroe, jumlah kasus aktif di Kota Jogjakarta per Minggu (13/2) belum mencapai separo dari puncak kasus di kota tersebut saat gelombang dua yang didominasi varian Delta. Hingga Minggu (13/2), di Kota Jogjakarta terdapat 1.411 kasus aktif, sedangkan jumlah kasus aktif harian pada saat gelombang dua bisa mencapai sekitar 3.600 kasus.

Meskipun jumlah kasus aktif cukup tinggi, Heroe menyebut tidak terjadi peningkatan signifikan pada bed occupancy rate (BOR) di rumah sakit. Sebab, sebagian besar pasien tidak menunjukkan gejala apapun atau bergejala ringan sehingga melakukan isolasi mandiri di rumah.

”BOR di rumah sakit masih sekitar 30 persen. Kapasitas selter isolasi pun masih cukup. Baru terpakai sekitar 65 persen atau 55 pasien. Itu pun separuhnya adalah pelaku perjalanan atau warga luar daerah,” tutur Heroe.

Satgas Penanganan Covid-19 Kota Jogjakarta, akan langsung membuka selter tambahan di Tower Dua Rusunawa Bener apabila dibutuhkan.

Selain di kelompok masyarakat, keluarga dan pelaku perjalanan, dan wisatawan, penularan kasus Covid-19 di Kota Jogjakarta juga terjadi di perkantoran. Salah satunya di Kantor Kecamatan Gondokusuman yang ditutup beberapa hari.

”Ada delapan pegawai yang terpapar Covid-19 sehingga layanan pun dialihkan sementara ke kelurahan dan e-office,” terang Heroe.

Sementara itu, Camat Gondokusuman Guritno mengatakan, layanan di kecamatan untuk sementara dialihkan ke kelurahan terlebih dulu. Kemudian dibawa ke kantor kecamatan pada siang hari untuk kemudian diambil kembali sebelum pukul 15.00 WIB.

”Pelayanan yang membutuhkan tanda tangan camat tetap diusahakan selesai secepatnya,” ujar Guritno.

Guritno berharap, layanan di Kecamatan Gondokusuman bisa kembali dibuka pada Kamis (17/2) jika hasil pemeriksaan terakhir seluruh pegawai dinyatakan negatif.

Intensif Operasi Yustisi di Perbatasan Gresik, Kasus Aktif Sudah di Atas 1.000

Intensif Operasi Yustisi di Perbatasan Gresik, Kasus Aktif Sudah di Atas 1.000

Nusantara7.com, Jumlah kasus aktif Covid-19 di Gresik, kini juga telah berada di atas 1.000 orang. Berada di urutan keempat se-Jatim setelah Surabaya, Sidoarjo, dan Kabupaten Malang.

Per Jumat, 11 Februari 2022, pukul 15.45 WIB, jumlah kasus aktif di Kota Pudak sebanyak 1.072 orang. Kasus aktif adalah warga ber-KTP Gresik yang sedang positif Covid-19. Baik yang dirawat di rumah sakit maupun isolasi mandiri.

Angka kasus aktif 1.072 orang itu bertambah 128 orang dibandingkan sehari sebelumnya atau Kamis (10/2). Tambahan kasus positif baru sebanyak 228 orang dan sembuh 100 orang.

Adapun total cakupan vaksinasi di Gresik sampai Sabtu (12/2), vaksin pertama 938.438 orang (92,76 persen), vaksin kedua 799.717 orang (79,05 persen), dan vaksin persen), dan vaksin ketiga (booster) 31.176 orang (3,08 persen).

Sementara itu, wilayah Kecamatan Driyorejo menjadi perhatian serius jajaran Polres Gresik untuk menekan persebaran pandemi Covid-19. Sebab, kawasan itu menjadi wilayah berbatasan langsung dengan Surabaya. Karena itu, Polsek Driyorejo pun menambah personel untuk meningkatkan operasi yustisi.

Kapolsek Driyorejo Kompol Zunaedi menyatakan bahwa pihaknya terus meningkat intensitas operasi yustisi. Bersama jajaran Muspika Driyorejo, pihaknya mengimbau masyarakat untuk tetap mematuhi protokol kesehatan. ’’Dengan fokus pada kawasan umum dan pusat keramaian,’’ jelasnya.

Mantan Kasatbinmas Polres Gresik itu menyatakan, kasus positif di wilayahnya belakangan terus merangkak naik. Hingga kemarin (11/2), Zunaedi mencatat ada 71 orang yang terpapar dan menjalani isolasi mandiri. ’

’Tidak perlu panik berlebihan, tetapi tetap wajib menaati protokol kesehatan. Ini sebagai bentuk peran serta dalam memerangi Covid-19 saat ini,’’ paparnya.

Hal serupa juga dilakukan jajaran Satpolairud Polres Gresik. Status PPKM level 2 di Kota Pudak membuat jajarannya melakukan antisipasi. Yakni, membagikan masker serta mengimbau nelayan untuk tetap menjaga protokol kesehatan.

’’Fokus pada aktivitas masyarakat di kawasan dermaga Pelabuhan Gresik,’’ papar Kasatpolairud Polres Gresik AKP Poerlaksono.

Selain itu, Korps Kepolisian Air dan Udara mengecek peralatan utama (alut) kapal. Mulai pelampung, kebersihan kapal, global positioning system (GPS), hingga mesin. ’’Tujuannya, memastikan keamanan dan keselamatan mengingat saat ini cuaca kurang bersahabat,’’ pungkasnya. (jps)

Ratusan Dokter Terpapar Covid-19, salah satunya peserta PPDS

Ratusan Dokter Terpapar Covid-19, salah satunya peserta PPDS

Nusantara7.com, Kenaikan kasus Covid-19 juga berdampak pada meningkatnya jumlah tenaga kesehatan (nakes) yang terpapar. Salah satunya dari angka penularan pada residen atau peserta program pendidikan dokter spesialis (PPDS). Meski begitu, Kementerian Kesehatan menilai bahwa angka Covid-19 pada nakes masih dalam batas wajar.

Menurut catatan Tim Bantuan Residen Tim Mitigasi IDI, mulai 31 Januari hingga 9 Februari, tercatat ada 521 residen yang positif Covid-19. Residen dari Universitas Indonesia yang terbanyak terpapar. Jumlahnya mencapai 175 residen. Untuk data harian kemarin (11/2), ada tambahan 40.489 kasus konfirmasi Covid-19 di Indonesia.

Koordinator Tim Bantuan Residen Tim Mitigasi IDI Jagaddhito Probokusumo menyebutkan, belum ada penelitian yang bisa menyatakan di mana seseorang tertular Covid-19. Metode penelitiannya pun tidak ada. Hal itu juga terjadi pada residen dan nakes lain yang bisa saja tertular di fasilitas kesehatan atau tempat lain. ’’Sama-sama berisiko,’’ katanya.

Selain itu, fasilitas untuk nakes belum dirasakan merata. Misalnya, tempat isolasi yang bekerja sama antara Kementerian Kesehatan dan Kemenparekraf. ’’Belum ke seluruh Indonesia,’’ ujarnya.

Sementara itu, Dirjen Pelayanan Kesehatan Kemenkes Abdul Kadir mengatakan, angka positivity rate nakes pada awal lonjakan kasus Omicron mencapai 35 persen. Hal tersebut, menurut dia, disebabkan jumlah sampel yang diperiksa masih sedikit. Saat ini di rumah sakit vertikal atau milik Kemenkes, positivity rate-nya tinggal 10 persen. Itu diketahui setelah 90 persen nakes dites Covid-19. ’’Kami wajibkan rumah sakit untuk skrining seluruh nakes,’’ bebernya.

Kadir memastikan, belum ada nakes yang meninggal pada saat gelombang Omicron. Menurut dia, salah satu penyebabnya adalah adanya vaksin Covid-19 yang diterima nakes. Vaksinasi ditengarai dapat mengurangi keparahan dan kematian akibat Covid-19.

Kemenkes juga menyiapkan tempat untuk isolasi mandiri bagi nakes. Fasilitasnya disediakan bekerja sama dengan Kemenparekraf berupa hotel dan tempat penginapan. Nakes yang bertugas bisa tinggal di tempat tersebut. ’’Sehingga tidak bawa virus ke rumah,’’ ucapnya. (jps)

Jangan Lengah Demam berdarah di tengah kasus varian omicron

Jangan Lengah Demam berdarah di tengah kasus varian omicron

Nusantara7.com, Surabaya – Penyakit demam berdarah merebak di sejumlah daerah. Ribuan orang yang sebagian besar anak-anak terjangkiti. Mereka yang terlambat ditangani secara medis di fasilitas kesehatan harus merenggang nyawa karena tidak tertolong.

Di tengah ancaman kenaikan kasus COVID-19 terutama varian baru Omicron dalam beberapa pekan terakhir, masyarakat juga diingatkan untuk waspada terhadap lonjakan kasus DBD. Ini bukan penyakit remeh karena bisa menimbulkan kematian juga seperti halnya COVID-19. Setiap tahun tidak sedikit warga yang menjadi korban “keganasan” penyakit DBD.

Dinas Kesehatan Jatim mencatat selama periode 1 hingga 27 Januari 2022, jumlah penderita demam berdarah dengue (DBD) sebanyak 1.220 orang. Dari jumlah itu, ada 21 orang yang dilaporkan meninggal dunia. Korban DBD didominasi anak usia 5-14 tahun.

Kalau dibandingkan periode sama tahun 2021, angka penderita (668 orang) pada awal tahun ini naik dua kali lipat dan jumlah kematian (5 orang) empat kali lipat lebih banyak.

Masih berdasarkan data Dinkes Jatim, Kabupaten Bojonegoro tercatat paling banyak jumlah penderitanya sebanyak 112 orang, diikuti Nganjuk (82 orang), Kabupaten Malang (73 orang), Ponorogo (64 orang), dan Tuban (61 orang). Sedangkan angka kematian DBD tertinggi ada di Kabupaten Pamekasan sebanyak 3 orang, Bojonegoro dan Nganjuk masing-masing 2 orang.

Demam berdarah sebenarnya bukan penyakit baru. Penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk Aedes aegypti ini biasa muncul saat pancaroba atau pergantian musim kemarau ke hujan dan ketika musim hujan berlangsung setiap akhir tahun hingga awal tahun.

Genangan air menjadi media bagi sang nyamuk untuk beranak-pinak. Nyamuk penyebab DBD biasanya menginfeksi seseorang pada pagi sampai sore hari menjelang petang.

Sebagian besar masyarakat sebenarnya cukup paham dengan kondisi ini. Hanya mereka sering lupa, lengah, bahkan terkesan meremehkan. Baru panik ketika ada orang di sekitarnya yang terkena penyakit DBD. Kalau sudah begitu, baru ramai-ramai bikin gerakan membersihkan selokan, genangan air di lingkungan rumah, hingga penyemprotan sarang nyamuk (fogging).

Seharusnya tidak perlu menunggu ada kasus dulu baru bergerak. Langkah antisipasi dan pencegahan DBD cukup mudah, yakni membiasakan hidup bersih, baik membersihkan area dalam rumah maupun lingkungan sekitar rumah, terutama meniadakan genangan air.

Nyamuk Aedes aegypti ini tidak pandang bulu menggigit mangsanya, apakah itu anak-anak atau orang dewasa, orang miskin atau kaya. Semua orang punya potensi terkena DBD kalau tidak waspada dan hati-hati. Mumpung belum terlambat, mulailah gerakan hidup bersih, minimal dari lingkungan rumah sendiri. Bukankan bersih itu pangkal sehat? (atr)

Antisipasi Varian Omicron, Pemerintah diminta lebih waspada di Bandara

Antisipasi Varian Omicron, Pemerintah diminta lebih waspada di Bandara

Nusantara7.com, Jakarta – Anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyatakan pemerintah perlu meningkatkan kewaspadaan dalam rangka menjaga akses masuk ke Indonesia khususnya di berbagai bandara, dalam rangka mengantisipasi merebaknya kasus COVID-19 varian Omicron.

“Varian ini sekarang kan sudah ada di Indonesia. Sudah sepatutnya kewaspadaan ditingkatkan. Terutama pintu masuk ke Indonesia, khususnya bandara-bandara internasional,” kata Saleh Partaonan Daulay dalam siaran pers di Jakarta, Sabtu.

Saleh menyoroti masih ditemukannya Tenaga Kerja Asing (TKA) asal China yang terdeteksi varian Omicron, sehingga TKA tersebut harus dikarantina dan diisolasi secara ketat. Ia menegaskan agar harus dipastikan TKA itu tidak menyebarkan virus tersebut ke warga lainnya.

Dirinya mengaku merasa heran bahwa di tengah situasi penyebaran virus seperti ini, masih tidak sedikit TKA asal China yang masuk ke Indonesia. Untuk itu, ujar dia, pemerintah diminta untuk menghentikan sementara izin masuk TKA ke Indonesia, paling tidak, selama masa berkembangnya Omicron ini.

“Kalaupun ada (TKA) yang harus masuk, itu adalah tenaga expert (pakar) yang keahliannya tidak bisa digantikan pekerja lokal,” paparnya.

Sementara itu, Anggota Komisi IX DPR RI Rahmad Handoyo mendesak pemerintah segera bertindak cepat merubah kebijakan pada libur Natal 2021 dan Tahun Baru 2022, menyusul telah ditemukannya varian baru Omicron, di Tanah Air.

Rahmad mengatakan, pihaknya akan mendukung sepenuhnya langkah drastis yang akan dilakukan pemerintah dalam menyikapi temuan varian Omicron.

“Kita berharap libur Nataru dimana banyak warga yang melakukan perjalanan keluar kota dan pulang kampung tidak menjadi momentum penyebaran varian Omicron,” katanya.

Ia berpendapat bahwa larangan mudik bisa menjadi salah satu kemungkinan dalam rangka mengantisipasi agar varian Omicron tidak menyebar. Lebih lanjut, Rahmad juga meminta masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik, dan mengimbau untuk tetap menjaga prokes yang ketat.

Sebelumnya, PT Angkasa Pura (AP) I menandatangani nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan PT Kimia Farma Tbk terkait rencana kerja sama pemanfaatan ruang untuk peningkatan layanan farmasi dan kesehatan di seluruh bandara kelolaan AP I.

“Sebagai salah satu komitmen kami kepada penumpang dan pengguna jasa angkutan udara untuk memberikan layanan terbaik, kami akan menambah layanan kesehatan di bandara dengan terobosan kerja sama yang akan dilakukan oleh Angkasa Pura I dan Kimia Farma ini,” kata Direktur Utama AP I (Persero) Faik Fahmi dalam keterangannya yang dipantau di Jakarta, Rabu (15/12).

Faik mengatakan sinergi AP I dan Kimia Farma akan memberikan nilai tambah dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan penumpang di bandara-bandara milik AP I .

Adapun ruang lingkup nota kesepahaman ini adalah terkait rencana pemanfaatan ruang untuk kegiatan farmasi dan layanan kesehatan lainnya di seluruh bandara AP I yang akan dikelola anak perusahaan Kimia Farma, yaitu Kimia Farma Apotek.

Ia mengungkapkan pandemi global COVID-19 menyebabkan perubahan khususnya transportasi udara di mana ada beberapa penyesuaian persyaratan penerbangan, terutama terkait dokumen kesehatan.

“Untuk itulah, saya menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman dengan Kimia Farma ini. Hal ini sejalan dengan komitmen kami untuk selalu memberikan layanan prima kepada penumpang dan pengguna jasa bandara,” ujarnya.(ant)

Komisi IX Minta Menkes Perhatikan Umat Muslim Hanya Menggunakan Vaksin Halal

Komisi IX Minta Menkes Perhatikan Umat Muslim Hanya Menggunakan Vaksin Halal

Nusantara7.com, Wakil Komisi IX DPR RI Melkiades Laka Lena meminta Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin, mengambil langkah kebijakan secepatnya untuk penggunaan vaksin yang halal dan bersih bagi umat muslim dalam vaksinasi booster yang rencananya dimulai pada awal Januari 2022.

Permintaan ke Menkes itu disampaikan sekaligus menanggapi imbauan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj kepada umat Islam agar menggunakan vaksin yang halal dan menjauhi vaksin yang tidak halal.

“Kepentingan umat muslim di Indonesia harus benar-benar diperhatikan dan dilindungi, apalagi saat ini sudah tersedia vaksin Covid 19 yang sudah memiliki sertifikat 100 persen halal dan bersih,” ujar Melki dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (18/12).

Menurut legislator Partai Golkar itu, vaksin halal sudah melalui serangkaian uji di Majelis Ulama Indonesia. Dan, dalam catatannya dari data yang ada, saat ini ada dua merek vaksin Covid 19 yang sudah mendapatkan sertifikat 100 persen halal dan bersih dari Majelis Ulama Indonesia (MUI).

Selain itu, kedua merk vaksin itu juga sudah mendapatkan ijin Emergency Use Authorization (EUA) atau izin penggunaan darurat vaksin Covid-19 dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPPOM) serta sudah lulus uji klinis untuk vaksin Booster. Kedua vaksin itu Sinovac dan Zivifax.

“Kedua Vaksin ini juga sudah dapat diproduksi dalam negeri, Sinovac di pabrik Biofarma dengan kapasitas 240 juta dosis per tahun dan Zifivax diproduksi di PT Biotis Pharmaceuticas Indonesia dengan kapasitas Produksi 360 juta dosis per tahun,” ucapnya

“Apabila pemerintah benar-benar mau mengoptimalkan penggunaan vaksin yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim, maka cukup menggunakan 2 merek ini,” tambahnya.

Penggunaan kedua vaksin tersebut sekaligus memanfaatkan produksi dalam negeri, yaitu Vaksin Nusantara dan Vaksin Merah Putih untuk booster masyarakat Indonesia.

Ia menambahkan, vaksin impor yang kategori halal dan vaksin dalam negeri bisa dipakai oleh semua kalangan dengan berbagai latar belakang. Sedangkan vaksin Covid-19 merek lain yang tidak halal bisa digunakan dan diberikan kepada masyarakat non muslim.

“Sehingga penggunaan vaksin dilakukan sesuai dengan kondisi dan keyakinan dan tidak menimbulkan kecemasan baru didalam masyarakat,” ungkapnya.

Sebelumnya, Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj mengimbau umat Islam agar mulai saat ini menggunakan vaksin Covid- 19 yang halal. Imbauan kepada umat Islam dan secara khusus kepada warga nahdliyin itu disampaikan sejalan dengan terbitnya sertifikasi MUI.

“Jangan sampai kita menggunakan vaksin yang tidak halal, atau mengandung babi, yang pasti akan masuk ke dalam tubuh kita, dan itu akan sangat panjang dampaknya. Bagaimana salat kita, bagaimana ibadah kita, kecuali dalam keadaan darurat,” sebut kiai Said.

Dengan mengkonsumsi sesuatu yang tidak halal, misalnya mengandung babi, kemudian masuk ke dalam tubuh maka sama saja mengingkari apa yang sudah diperintahkan Allah SWT melalui Nabi Muhammad SAW.

Berbeda misalnya jika kondisinya benar-benar darurat. Sebab kondisi sekarang sudah tidak lagi darurat dan ada pilihan untuk memilih vaksin yang halal.

“Sekarang sudah bukan lagi keadaan darurat, karena sudah ada pilihan yang halal, yaitu Sinovac dan Zifivax. Sesuai dengan Sabda Rasulullah SAW ‘kita harus memilih yang halal’,” jelasnya.

“Sudah jelas yang halal mana, yang haram mana. Kita harus memilih yang halal, jangan sampai kita memilih yang haram. Saya kira itu sudah pilihan yang paling tepat, dan ketentuan yang ditentukan Nabi Muhammad SAW harus kita taati, kita ikuti, tidak boleh kita dalam kehidupan ini, berperilaku semaunya sendiri,” sambungnya. (jwp)

Menkeu waspadai varian baru cpvic 19 Omicron terhadap pemulihan RI

Menkeu waspadai varian baru cpvic 19 Omicron terhadap pemulihan RI

nusantara7.com, Jakarta – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mewaspadai pengaruh varian baru COVID-19 yaitu Omicron yang berasal dari Afrika Selatan terhadap pemulihan Indonesia, mengingat telah mulai menyebar ke beberapa negara baik di sejumlah negara barat maupun Asia.

“Kami sangat waspada dan mencermati apa yang sedang terjadi di berbagai belahan dunia termasuk meningkatnya kasus atau mutasi Omicron,” katanya dalam acara 2nd International Convention on Indonesian Upstream Oil and Gas 2021 secara virtual dari Jakarta, Selasa.

Sejauh ini, Sri Mulyani mengaku optimis bahwa pemulihan dalam negeri akan terus terakselerasi seiring Indonesia yang telah berhasil melewati dua momen puncak kasus COVID-19.

Indonesia mengalami dua momen puncak kasus COVID-19 yakni pada awal 2021 sebagai dampak libur Natal dan Tahun Baru 2020 serta Juli hingga Agustus 2021 sebagai dampak kemunculan varian Delta.

Ia menuturkan keberhasilan Indonesia dalam melewati puncak kasus COVID-19 merupakan sebuah pencapaian tersendiri mengingat hingga kini masih terdapat beberapa negara yang berusaha untuk keluar dari puncak kasus.

Ia berharap kewaspadaan pemerintah akan mampu membawa ekonomi Indonesia ke dalam pertumbuhan 3,5 persen sampai 4 persen pada tahun ini.

Sementara itu, Sri Mulyani memastikan fiskal pemerintah akan terus mendukung hingga tahun depan mengingat masih adanya ketidakpastian pada perkembangan COVID-19.

Pemerintah Indonesia juga terus melaksanakan reformasi struktural karena dinilai akan menciptakan pemulihan yang lebih cepat dengan pertumbuhan yang lebih baik dan berkelanjutan.

Ia mengatakan masih terdapat beberapa hal yang perlu diperbaiki seperti meningkatkan daya saing, kualitas sumber daya manusia (SDM) serta produktivitas dan inovasi.

“Segala upaya yang dilakukan pemerintah dalam penyederhanaan iklim investasi, birokratisasi yang mendalam serta penyederhanaan regulasi juga sangat-sangat-sangat relevan,” katanya. (ant)