MBKM Unair Beri Peluang Belajar Lintas Prodi Internal dan 8 Aktivitas Lainnya

MBKM Unair Beri Peluang Belajar Lintas Prodi Internal dan 8 Aktivitas Lainnya

Nusantara7.com, Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Airlangga (Unair) Surabaya mulai menerapkan program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di lintas program studi internal.

“Implementasinya adalah Unair memperbanyak kesempatan bagi mahasiswanya untuk mengambil mata kuliah lintas program studi,” kata Rektor Unair, Prof. Moh Nasih di Surabaya, Jumat.

Dijelaskan Nasih, ada sembilan aktivitas yang bisa diikuti oleh mahasiswa sebagai bagian dari implementasi MBKM di Unair.

Sembilan aktivitas tersebut diantaranya, pertukaran mahasiswa, praktik magang/proyek industri, proyek di desa, penelitian/riset, wirausaha, proyek independen, mengajar di satuan pendidikan, proyek kemanusiaan dan pembelajaran lintas program studi/lintas rumpun ilmu.

“Seperti kebijakan untuk mahasiswa yang mengikuti olimpiade tidak perlu mengikuti KKN dan kegiatan ini dikuatkan lagi lewat MBKM,” katanya.

Kemudian untuk pertukaran mahasiswa, ada banyak mahasiswa dari luar Unair yang mengikuti perkuliahan kampus setempat. Bahkan ada beberapa mahasiswa Unair juga mengikuti perkuliahan di luar negeri juga.

Nasih mengemukakan secara nasional program MBKM ini administrasi dan mekanismenya harus di Kementrian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi. Namun, Unair memiliki kebijakan untuk melakukan aktivitas MBKM secara internal.

“Sehingga tidak harus melalui Jakarta dengan format yang sudah kami tetapkan. Karena berkaitan dengan waktu untuk mencapai 20 SKS di berbagai macam tempat kalau mengikuti aturan dikti sangat terbatasi,” katanya.

Pembelajaran lintas studi ini dikatakan Nasih, sudah dilakukan sejak awal semester. Sehingga tidak ada sekat antarprodi.

Wakil Rektor Bidang Akademik, Mahasiswa, dan Alumni Unair Prof. Bambang Sektiari Lukiswanto menambahkan bahwa program MBKM ini pada waktu sebelumnya sebagian sudah dilaksanakan. Jadi misal prestasi mahasiswa dalam PKM, prestasi dalam lomba debat ini kemudian diakui dalam SKS.

“Kami mengembangkan inter personal education, terutama bidang kesehatan dan hospital base di RSUA sejak empat tahun lalu. Modul-modul yang sudah kami kembangkan dari program ini sudah diikuti oleh berbagai prodi kesehatan sebelum MBKM berjalan,” ujarnya.

Pihaknya juga mengembangkan dalam Community Base yang sudah berjalan dua atau satu tahun, dan dikembangkan lagi multidisiplinnya hingga memiliki 12 modul.

“Dengan program MBKM kami menjadi lebih mudah menerapkan lebih banyak SKS untuk ditempuh di luar kampus,” kata dia. [brj]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *