Bupati KH Salwa Arifin Berharap Pegawai PPPK Berikan Pelayanan Terbaik

Bupati KH Salwa Arifin Berharap Pegawai PPPK Berikan Pelayanan Terbaik

Nusantara7.com, Bondowoso – Sebanyak 565 Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) daerah Kabupaten Bondowoso menerima SK Tahap I dari Pemerintah Kabupaten setempat di Aula Ballroom Hotel Ijen View, Selasa (14/6/2022).

Secara simbolis SK tersebut diserahkan oleh Bupati kepada pegawai yang lolos verifikasi.

Hadir dalam acara, Bupati Bondowoso KH Salwa Arifin, Inspektur, Ahmad, Kepala BKPSDM, Asnawi Sabil dan ratusan Pegawai PPPK.

Menurut KH Salwa , pegawai yang telah lolos verifikasi adalah pegawai yang terpilih untuk memberikan layanan publik yang bermutu, maka dari hal itu pegawai diminta untuk menunjukkan dedikasi dan loyalitas dalam bekerja.

“Teruslah memperbaiki diri dan mengembangkan potensi karena tugas dan tanggung jawab yang diemban kedepan akan semakin berat,” ungkap KH Salwa dihadapan ratusan Pegawai.

Dikatakannya, penjaringan PPPK itu telah dilakukan secara transparan dan terbuka melalui System Computer Asissted Test (CAT) UNBK sehingga bisa dipastikan telah bebas dari praktik yang tidak baik.

Terlebih ungkap KH Salwa Bupati, para peserta telah mengikuti seleksi secara ketat melalui sistem.

Oleh karena itu, KH Salwa berharap kepada seluruh Pegawai yang telah menerima SK agar menjalankan amanah yang diberikan.

“Jalankan amanah dan tanggung jawab saudara secara profesional, baik dalam pengabdian secara profesi maupun nelayani masyarakat,” paparnya.

Ditempat yang sama, Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM), Asnawi Sabil memaparkan, penyerahan SK kepada PPPK tersebut merupakan tahap I, dimana nantinya setelah tahap I selesai akan dimulai lagi proses penyerapan SK tahap II.

“Ini penyerahan SK PPPK tahap I, kita melalui tahapan – tahapan, tidak akan lama lagi tahap ke II segera terealisasi,” tutupnya. bond

Sandiaga Uno : Kunjungan Wisman ke Indonesia Melonjak Hingga 5 Kali Lipat

Sandiaga Uno : Kunjungan Wisman ke Indonesia Melonjak Hingga 5 Kali Lipat

Jakarta – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno menyebutkan bahwa jumlah kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia pada April 2022 melalui pintu masuk utama mencapai 11 ribu lebih, naik lima kali lipat atau 499 persen jika dibandingkan dengan April 2021.

Menparekraf Sandiaga mengatakan pencapaian tersebut menunjukkan bahwa pemulihan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif semakin nyata, seiring dengan penananan pandemi COVID-19 yang kian terkendali serta berbagai relaksasi kebijakan yang dilakukan pemerintah Indonesia.

Jika dibandingkan bulan sebelumnya atau month on month, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara pada April 2022 meningkat 172 persen. Kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia didominasi oleh turis dari lima negara yaitu Australia sebanyak 14 persen, Singapura 11, 4 persen, Malaysia 7,8 persen, India 6,1 persen dan Inggris 5,5 persen.

Melihat angka-angka tersebut, Menparekraf optimistis data kunjungan wisatawan pada Mei 2022 dan bulan-bulan selanjutnya akan meningkat secara signifikan. Ia pun memprediksi puncak peningkatan wisatawan ini akan jatuh di bulan Juli dan Agustus 2022.

“Mudah-mudahan jika situasi pandemi terkendali dan jumlah penerbangan ke Indonesia, terutama Bali bisa terus ditingkatkan. Menggeliatnya pariwisata belakangan ini memberikan suatu optimisme bahwa target tahun ini insyaallah akan tercapai, pergerakan wisatawan nusantara 550 juta, kemarin saat mudik sebagian sudah tercapai, kunjungan wisatawan mancanegara 1,8 sampai 3,6 juta wisatawan mancanegara dan realisasi investasi pariwisata tahun ini sebesar 2,5 miliar dolar AS,” kata Menparekraf Sandiaga dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Menparekraf Sandiaga mengatakan Kemenparekraf/Baparekraf akan terus berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait, baik Kementerian BUMN, Kementerian Perhubungan, maskapai penerbangan internasional maupun nasional untuk membuka dan menambah frekuensi penerbangan ke Indonesia, terutama Bali.

“Kami ingin melakukan penjajakan peluang-peluang dibukanya jalur dan rute baru misalnya Wakatobi, Belitung, dan beberapa rute-rute yang sekarang membutuhkan penerbangan tambahan,” kata Menparekraf.

Meskipun ia menyadari tentu banyak sekali tantangan atau kendala yang dihadapi untuk membuka rute baru dan menambah jadwal penerbangan. Misalnya terbatasnya jumlah pesawat, walaupun permintaan meningkat, namun jumlah pesawat masih sangat terbatas, hal ini dikarenakan pandemi COVID-19 yang membuat pesawat-pesawat tersebut dirumahkan, bahkan SDMnya pun juga turut dirumahkan.

“Dan maskapai penerbangan saat ini juga telah melakukan revitalisasi, sekarang ada sekitar 350 pesawat yang beroperasi dari 550. Ini yang tentunya perlu kita sikapi karena banyak yang masih mengalami maintenance,” kata Menparekraf.

Selain itu, tidak semua negara menerapkan kebijakan pembukaan border misalnya China yang masih belum membuka perbatasannya. Wisatawan mancanegara asal Tiongkok sendiri sangat potensial dan sangat signifikan untuk Indonesia. “Oleh karena itu kami akan terus menjaga dan merawat momentum kebangkitan kita, kunjungan wisatawan yang semakin meningkat ini kita harapkan bisa membuka peluang usaha dan lapangan pekerjaan,” ujar Menparekraf.

Di samping itu, Menparekraf menginginkan peran aktif pelaku parekraf untuk melakukan promosi pariwisata, mulai dari travel agent, tour operator, hingga para pelaku UMKM. Karena sembari menunggu pesawat siap beroperasi secara normal, promosi pariwisata juga terus dilakukan untuk menjaga awareness wisatawan akan destinasi wisata Indonesia.

“Kami ingin juga partisipasi dari pelaku parekraf bukan hanya pemerintah yang melakukan promosi, tapi juga travel agent maupun pelaku ekonomi kreatif ikut pada fair-fair besar dunia,” kata Menparekraf. [bj]

Walikota Surabaya Resmikan Kampung Penjahit Guna Pemberdayaan Masyaraka  Yang Terdampak Pandemi

Walikota Surabaya Resmikan Kampung Penjahit Guna Pemberdayaan Masyaraka Yang Terdampak Pandemi

Nusantra7,Surabaya-Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya meresmikan Kampung Jahit Nusantara, yang berlokasi di Manukan Kulon II, RT 6, RW 10, Surabaya, Selasa (14/6/2022).

Kampung yang dulunya kebanyakan warganya bekerja di pabrik koper dan pabrik sepatu lalu dirumahkan karena pandemi, kini mulai bangkit lagi menjadi penjahit.

“Bisa kita lihat ekonomi kerakyatan ini bisa bergerak sangat luar biasa di Kampung Jahit ini. Kalau ada perusahaan yang butuh kaos, garmen, semua ada di Kecamatan Tandes yang sangat luar biasa dan murah,” kata Eri usai saat memberikan sambutan.

Eri Cahyadi Wali Kota Surabaya meresmikan Kampung Jahit Nusantara yang berlokasi di Manukan Kulon II RT 6 RW 10, Selasa (14/6/2022). Foto: Manda Roosa suarasurabaya. net

Eri mengatakan jika pergerakan warga untuk bangkit dari keterpurukan sangat luar biasa, hari ini penjahit yang aktif ada 31, nantinya akan ada tambahan 50, sehingga total ada 80 penjahit.

“Ke depan saya akan meminta semua ASN menggunakan produk UMKM, baik seragam maupun sepatu, kalau tidak bakal saya suruh copot sepatunya, saya saja pakai sepatu UMKM, mereknya S, Surabaya Perkasa,” ujarnya.

Eri pun meminta agar membeli produk UMKM supaya perputaran ekonomi terus berjalan dan tidak sepi orderan.

“Kalau tetangganya buat sepatu, ya dibeli jangan beli ditempat lain di mall, di kota lain. Ya dibeli, dicoba kalau kurang pas diberi masukan ini namanya gotong royong dan hidup ini akan lebih indah kalau kita bergotong royong,” harapnya.

Sementara itu Achmad Yardo Camat Tandes mengatakan jika anggota kampung Jahit ini adalah warga RW 10 Kelurahan Manukan Kulon dan melibatkan MBR. “Saya berharap nantinya masyarakat bisa berdikari, mandiri secara ekonomi,” harapnya.

Achmad Yardo berharap Kampung Jahit ini makin berkembang sehingga tidak hanya menjahit saja tapi juga ada lini usaha yang lain seperti sablon, bordir, menjahit jaket dan tas.(SSr)

Pelaku UMKM di Surabaya Terkendala Pemasaran Produk

Pelaku UMKM di Surabaya Terkendala Pemasaran Produk

Surabaya – Geliat usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Surabaya mulai tumbuh. Sayang, belum semua UMKM terfasilitasi dengan baik. Salah satunya, UMKM yang berada di bawah unit bank sampah. Padahal, jumlah pelaku usahanya mencapai ratusan dan tersebar di semua wilayah.

Salah satunya, unit kerja dari Bank Sampah Sektor Samber. Jumlahnya sangat banyak. Saat ini total ada 80 UMKM binaan. Setiap binaan minimal ada lima UMKM. ’’Kalau dibuat rata-rata, segitu ya bisa ada 400 UMKM,’’ kata Manajer Bank Sampah Sektor Samber Machmuda.

Jumlah tersebut hanya hitungan kasar. Sebab, di beberapa binaan, terdapat lebih dari 5 UMKM. Misalnya, di tempat Machmuda, ada 12 pelaku UMKM. Mereka itu tersebar di semua kecamatan dan kelurahan.

Menurut dia, kalau segi modal, tidak ada masalah. Sebab, ada pihak bank yang memberikan kreditur. ’’Yang tergabung di sini itu mudah dapat dana kreditur,’’ terangnya.

Hanya, lanjut dia, ratusan pelaku UMKM belum terfasilitasi oleh pemkot. Dengan demikian, pengembangannya terhambat. ’’Terutama dalam hal pemasaran. Selama ini, belum ada pelatihan tersebut. Termasuk soal packaging,’’ paparnya.

Beberapa pelaku UMKM juga terpaksa berhenti produksi. Sebab, mereka tidak mampu memasarkan. Apalagi, harga bahan pokok sekarang naik. ’’Kami berharap dan pengin sekali bisa mendapatkan pelatihan semacam itu,’’ kata Machmuda.

Salah seorang pelaku UMKM Indra Anjarsari menyatakan, dirinya terpaksa berhenti menjual kerupuk rambak kerbau. Sebab, harga minyak mahal. Warga Ketintang itu belum pernah mengikuti pelatihan untuk pengembangan UMKM.

Indra berharap ada pengembangan dari sisi digitalisasi pemasaran. Sayang, materi seperti itu belum didapatkannya. Padahal, beberapa pelaku UMKM sudah memiliki pembayaran sistem digital.(jp)

Pemkot JAKPUS Melarang Keras Pedagang Menjual Hewan Kurban Di Fasilitas Umum

Pemkot JAKPUS Melarang Keras Pedagang Menjual Hewan Kurban Di Fasilitas Umum

Nusantara7,Jakarta – Pemerintah Kota Jakarta Pusat melarang keras para pedagang menjual hewan kurban di fasilitas umum dan fasilitas sosial, termasuk trotoar untuk pejalan kaki.

“Yang jelas fasilitas umum dan fasilitas sosial tidak diperbolehkan untuk dijadikan tempat berdagang,” kata Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Pemerintah Kota Jakarta Pusat, Bakwan Ferizan Ginting seperti dikutip dari Antara, Senin, 13 Juni 2022.

Bakwan Ferizan mengatakan, keberadaan pedagang hewan kurban selain mengganggu pejalan kaki, juga berpotensi membuat macet di jalan sekitarnya.

Pihaknya juga akan menyediakan lahan sebagai lokasi tempat penampungan hewan kurban bagi pedagang.

“Kita sedang carikan lahan buat pedagang. Lahan itu biasanya milik pribadi dan hewan kurban bisa ditampung di situ,” kata dia.

Saat ini lahan pribadi yang siap sebagai tempat penampungan hewan kurban baru ada di wilayah Kecamatan Kemayoran dan Cempaka Putih.

Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha pada Sabtu, 9 Juli 2022 mendatang, Pemerintah Kota Jakarta Pusat melalui koordinasi Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (KPKP) juga akan melakukan peninjauan hewan kurban.

Peninjauan kesehatan terhadap hewan kurban akan dilakukan untuk memastikan hewan terbebas dari Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

“Nanti di lahan penampungan tempat hewan kurban, kita akan lakukan pemeriksaan kesehatan. Pengecekan ini untuk mencegah persebaran penyakit PMK,” kata Bakwan Ferizan.(Tmp)

Kadis Kominfo memaparkan kinerja Diskominfo selama enam bulan terakhir

Kadis Kominfo memaparkan kinerja Diskominfo selama enam bulan terakhir

Nusantara7,Surabaya-Muhammad Fikser Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Surabaya, memaparkan kinerja Diskominfo selama enam bulan terakhir di ruang konferensi pers di Kantor Eks Bagian Humas Pemkot, Senin (13/6/2022).

Dalam kesempatan itu, Fikser mengatakan, ada lima poin dalam indikator kinerja utama (IKU) Dinkominfo Surabaya saat penandatangan surat pernyataan kontrak kinerja tahun 2022 dengan  Eri CahyadiWali Kota Surabaya, yang terkait dengan layanan publik dan inovasi serta program lainnya.

Di antaranya adalah meningkatnya nilai target indikator Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE). Indikator SPBE ini dinilai Kemenpan RB.

Disamping IKU, Diskominfo juga mengemban target kinerja Indikator Kinerja Operasional (IKO), seperti  kecepatan jawaban Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID) terhadap permohonan informasi atau dokumentasi. Selain itu, Diskominfo harus memberikan kecepatan penanganan gangguan terkait TIK yang dilaporkan oleh PD, seperti aplikasi, server, jaringan non fiber optik (FO) yang harus diselesaikan dalam 1×24 jam. Sedangkan jaringan FO diselesaikan paling lambat 3×24 jam.

“Respon cepat keluhan PD harus dilakukan, pasti itu harus dievaluasi. Karena kita (Diskominfo) itu mensupport jaringan di setiap PD. Kalau aplikasi atau web untuk publik di setiap PD itu pelayanannya atau jaringannya lambat, nah itu kami yang akan dinilai,” kata Fikser.

Selain itu, Fikser juga mengungkapkan, dalam kontrak kinerjanya sebagai Kepala Dinkominfo Surabaya meningkatkan pengelolaan komunikasi publik diseminasi informasi melalui media, cetak, online, TV, radio, website dan sosial media (sosmed). Selanjutnya, mengoptimalkan pemanfaatan data statistik sektoral skala kota dengan satu data dan yang terakhir meningkatkan akuntabilitas penyelenggaraan pemerintah daerah (pemda) kepada Dinkominfo. Continue reading →

Diprediksi, banjir ROB di Surabaya terjadi sampai 17 Juni

Diprediksi, banjir ROB di Surabaya terjadi sampai 17 Juni

SURABAYA – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Maritim Tanjung Perak memprediksi banjir rob atau air laut pasang terjadi di Kota Surabaya dan sebagian wilayah pesisir Jawa Timur mulai Senin (13/6) hingga 17 Juni.

”Puncaknya banjir rob diprediksi terjadi pada 15 Juni. Ketinggian banjir rob berada pada level 160 dari rata-rata muka laut. Kondisi ini akan menyebabkan genangan di wilayah pesisir mencapai 30 hingga 40 cm,” kata Prakirawan BMKG Maritim Tanjung Perak Surabaya Fajar Setiawan seperti dilansir dari Antara di Surabaya.

Menurut Fajar, banjir rob itu juga menyebabkan aliran sungai ke laut menjadi terhambat. Terlebih lagi, kondisi itu bisa diperparah dengan adanya fenomena La Nina.

Dia menjelaskan, meski sekarang sudah memasuki musim kemarau, potensi hujan terbilang masih lebih tinggi. ”Jika ketiganya terjadi secara bersamaan, ada hujan, terus terjadi pasang, otomatis air di sungai akan lebih sulit lagi untuk mengalir ke laut,” papar Fajar Setiawan.

Fajar mengatakan, akhir-akhir ini kondisi air laut juga masih hangat. Oleh sebab itu, hujan akan sering terjadi meskipun intensitasnya ringan hingga sedang jika di daratan. Sedangkan kondisi di laut, intensitas hujan bisa mencapai kategori sedang hingga lebat.

”Karena memang saat ini La Nina, jadi kami prediksi hingga akhir tahun mendatang meskipun musim kemarau itu masih akan sering terjadi hujan. Sebagian besar masyarakat itu menyebutnya kemarau basah,” tutur Fajar Setiawan.

La Nina sebenarnya adalah fenomena global yang tidak hanya melanda di wilayah Jawa Timur. Namun, lanjut dia, jika La Nina lebih intens melanda wilayah Indonesia terutama bagian tengah dan timur.

”Jadi mulai akhir-akhir ini dan kita prediksi untuk suhu muka laut yang menghangat itu hingga akhir tahun. Jadi, sampai akhir tahun nanti Insya Allah curah hujannya masih akan sering terjadi,” terang Fajar Setiawan.

BMKG mengimbau kepada masyarakat terutama yang tinggal di pesisir agar lebih meningkatkan kewaspadaan. Sebab, saat ini suplai uap air di wilayah Indonesia masih banyak, sehingga hujan bakal sering terjadi.

Koordinator Bidang Data dan Informasi BMKG Juanda Sidoarjo Teguh Tri Susanto menambahkan, saat ini ada fenomena global La Nina yang masih berlanjut. Selain itu, fenomena suhu muka laut yang lebih hangat di sekitar wilayah Jawa Timur.

Teguh menegaskan, BMKG memprediksi potensi hujan akan tetap ada sepanjang tahun ii. Namun demikian, dia berpesan, kondisi kemarau basah karena anomali iklim ini tidak bisa dijadikan patokan akan terjadi selamanya.

”Ini sebagai gambaran umum, untuk penguatannya bisa tetap memantau perkembangan cuaca dalam skala meteorologi (1 harian, 3 harian, 7 harian) di kanal-kanal resmi atau kontak BMKG,” ucap Teguh.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya Ridwan Mubarun mengatakan, personel BPBD telah dikerahkan untuk menangani banjir di Surabaya. Pompa air yang dimiliki Pemkot Surabaya telah dihidupkan semua. Hanya saja, saat ini kondisi air laut pasang sehingga tidak bisa dibuang ke laut.(jp/an)