Bupati KH Salwa Arifin Salurkan 6100 Vaksinasi PMK di Bondowoso

Bupati KH Salwa Arifin Salurkan 6100 Vaksinasi PMK di Bondowoso

Nusantara7.com, Bondowoso – Menjelang hari raya Idul Adha, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bondowoso menerima dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak sebanyak 6100 Dosis dari pemerintah pusat. 6.100 dosis vaksin diberikan pada hewan ternak yang sehat. 

Bupati Bondowoso, KH. Salwa Arifin memaparkan pencanangan vaksinasi PMK telah di lakukan sejak beberapa hari yang lalu.

Kh Salwa, menjelaskan jika pihak Pemkab dalam tinjauannya adalah untuk memotivasi pusat Kesehatan Hewan (Keswan) agar lebih semangat lagi didalam penyaluran dosis vaksin. 

Selain itu para Keswan diminta untuk lebih teliti didalam penyaluran vaksin, harus memahami kriteria pemberian dosis vaksin PMK terhadap ternak. “Harus paham betul, dimana kriteria hewan yang harus di vaksin adalah yang pertama Sehat,” jelas KH Salwa. 

Dijelaskan KH Salwa ditengah wabah PMK ini, Pemerintah Desa sangat penting dalam memberikan edukasi – edukasi kepada para peternak agar bersedia untuk mengikuti program pemerintah dalam hal pemberian vaksin.

 “Peran perangkat desa kepada masyarakat adalah harus memberi pemahaman agar tidak takut jika hewan ternaknya di vaksin,” tuturnya.

Menurut Kepala Dinas Perikanan dan Peternakan (Disnakkan), Mohammad Halil mengungkapkan, sebelumnya pemerintah daerah setempat mendapatkan bantuan dosis vaksin sebanyak 5.100 dosis, dan di berikan tambahan sebanyak 1.000 dosis. 

“Sebelumnya kita mendapatkan bantuan sebanyak 5.100 dosis, dan setelahnya kita mendapatkan tambahan sebanyak 1.000 dosis,” ungkapnya saat menyampaikan laporan pada kegiatan vaksinasi di Desa Karang Mellok, Kecamatan Tamanan, Senin (4/7/2022). 

Dikatakan Halil, dari jumlah dosis vaksin ya g diterima pertama, pihaknya telah menyalurkan kepada 3.700 ekor hewan ternak yang tersebar di wilayah kecamatan  setempat. Selain itu, pihaknya juga telah melakukan koordinasi kepada pihak – pihak terkait untuk penyaluran dosis vaksin. “Telah kita salurkan kepada hewan ternak sebanyak 3.700 ekor dan sisanya akan segera di berikan kepada hewan yang masih belum menerima vaksin,” pungkasnya. bond

Sambut Kedatangan Atlet Porprov Jatim 2022,  Bupati Abdul Latif Lakukan Konvoi di Bangkalan

Sambut Kedatangan Atlet Porprov Jatim 2022, Bupati Abdul Latif Lakukan Konvoi di Bangkalan

Nusantara7.com, Bangkalan – Prestasi  luar biasa berhasil diperoleh para atlet Kabupaten Bangkalan di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim tahun 2022. Melalui perjuangan dan ukiran prestasi para atlet, Bangkalan berhasil bertengger di posisi 14 dengan raihan medali 16 emas, 12 perak dan 25 perunggu.

Tak ayal prestasi apik para atlet Bangkalan tersebut, disambut uforia oleh masyarakat Bangkalan. Bahkan sebagai bentuk apresiasi para atlet yang tiba di Bangkalan, Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron ikut menyambut dengan berkonvoi menuju Pendopo Agung Bangkalan, Senin 4 Juli 2022.

Dalam kesempatan tersebut Ketua KONI Bangkalan Fauzan Djakfar menyampaikan terima kasih karena Kontingen Bangkalan disambut dengan meriah.

“Alhamdulillah, dalam ajang Porprov atlet Bangkalan berjuang dengan penuh semangat sehingga bisa mencapai target Bangkalan Satos dengan perolehan Poin 113. Dari 33 cabor yang bertanding, 23 cabor Bangkalan berhasil memperoleh mendali,” ujar Fauzan. Continue reading →

DPRD Surabaya dukung Pembangunan Rusunami, tapi ingatkan hal ini

DPRD Surabaya dukung Pembangunan Rusunami, tapi ingatkan hal ini

Nusantara7.com,Surabaya – Anggota Komisi C DPRD Kota Surabaya dari Fraksi PDIP, Abdul Ghoni Muklas Ni’am menyambut baik rencana pembangunan rumah susun sederhana milik (Rusunami). Dia mendukung penuh Rusunami terealisasi pada 2024.

Namun dia meminta agar bangunan gedung Rusunami nantinya layak untuk ditempati dan tidak didirikan asal-asalan. “Harus sesuai spesifikasi Rusunami pada umumnya. Kualitasnya harus terjamin dan layak ditempati masyarakat. Jangan sampai pembangunan dilakukan asal-asalan dan hasilnya jauh dari kata layak. Sebab dalam prosesnya, pemkot melibatkan swasta,” kata Ghoni saat dihubungi, Senin (4/7/2022).

Ghoni menjelaskan saat ini komisi C telah berdiskusi panjang lebar dengan Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya. Rusunami yang dibangun oleh pemkot akan menggunakan skema anggaran KPBU (kerjasama pemerintah dan badan usaha) dan swasta.

Ghoni berharap pembangunan Rusunami bisa terealisasi. Terlebih akan sangat bagus bila didirikan lebih dari lima lantai. Sebab antrean warga yang mengajukan diri untuk menempati rusun atau flat terus bertambah. Tercatat, ada 10 ribu lebih pemohon yang mengajukan sejak 2011 dan belum terakomodasi.

“Kita sangat mendukung. Harapan kita dibangun bukan hanya lima lantai saja, tapi kalau bisa di atas itu. Kemarin saat kita mengkaji bersama pakar, itu bisa 20 lantai. Dengan begitu bisa menjadi solusi bagi warga yang tak memiliki hunian tetap, apalagi waiting list rusun masih 10 ribu lebih,” katanya.

Saat Rusunami tersebut berdiri, Ghoni mendorong peran aktif masyarakat untuk menjaga kondisi rusun. Menurut dia, hal ini penting diperhatikan, supaya tercipta suasana rusun yang nyaman dan asri.

“Diperlukan kedisiplinan masyarakat untuk menjaga kebersihan rusun juga. Kita harap mereka yang bertempat tinggal di rusun itu mau berperan aktif mengawal kondisi lingkungan supaya tertata dan rapi,”katanya.

Seperti diketahui, mulai tahun 2023, Pemerintah Kota (pemkot) Surabaya akan membangun rumah susun sederhana milik (Rusunami) di 9 titik lokasi. Pembangunan Rusunami tersebut bakal memanfaatkan lahan aset milik pemkot.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman serta Pertanahan (DPRKPP) Surabaya, Irvan Wahyudrajad mengatakan, 9 titik lokasi pembangunan Rusunami itu terdiri dari 31 blok. 6 lokasi Rusunami, di antaranya ada di Tambak Wedi, Menanggal, Kedung Cowek, Bulak Banteng, Gunung Anyar, dan Medokan Ayu.
“Rencananya mulai tahun depan,” kata Irvan Wahyudrajad. [bjm]

Jelang Idul Adha, ribuan sapi di Probolinggo divaksin PMK

Jelang Idul Adha, ribuan sapi di Probolinggo divaksin PMK

Nusantara7.com,Probolinggo – Ribuan ekor sapi yang sehat di Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur mendapat vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK) menjelang Hari Raya Idul Adha 1443 Hijriah.

“Untuk program vaksin PMK itu, kami mendapatkan alokasi vaksin dari Dinas Peternakan Provinsi Jawa Timur sebanyak 9.000 dosis,” kata Medik Veteriner Muda Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Nikolas Nuryulianto di kabupaten setempat, Minggu.

Hingga 1 Juli 2022 tercatat jumlah sapi sehat yang sudah diberikan vaksin PMK sebanyak 3.441 dosis dan Pemkab Probolinggo diberikan target untuk melakukan vaksinasi PMK pada ternak sapi yang sehat sebanyak 4.624 ekor hingga 7 Juli 2022.

“Pelaksanaan vaksinasi PMK itu dilakukan berdasarkan Undang-undang Nomor 18 Tahun 2009 jo UU Nomor 41 Tahun 2014 Tentang Perubahan Atas UU Nomor 18 Tahun 2009 tentang Peternakan dan Kesehatan Hewan,” tuturnya.

Selain itu, lanjut dia, Surat Edaran Menteri Pertanian Nomor 01/SE/PK.300/M/5/2022 tentang Pengendalian dan Penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada Ternak dan SE Direktorat Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Nomor 05254/SE/PK.300/F/05/2022 tentang Petunjuk Teknis Pengamatan dan Pengidentifikasian Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).

Keputusan Menteri Pertanian Nomor 500.1/KPTS/PK.300/M/06/2022 tentang Penetapan Daerah Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (Foot And Mouth Disease) serta Keputusan Gubernur Jawa Timur Nomor 188/362/KPTS/013/2022 tentang Status Keadaan Darurat Bencana Wabah Penyakit Akibat Penyakit Mulut dan Kuku (Foot And Mouth Disease).

“Saya berharap masyarakat ikut berpartisipasi dalam program vaksinasi dan menjaga protokol kesehatan PMK, sehingga peternak dan dokter hewan/petugas teknis peternakan harus bekerja sama dalam menjaga kesehatan ternak,” katanya.

Ia mengatakan, penanganan PMK itu bukan hanya tanggung jawab dokter hewan/petugas teknis peternakan semata, namun masyarakat pun harus peduli untuk menjaga asupan pakan dan higienis sanitasi agar PMK bisa diatasi.

Sementara Plt Kepala Bidang Kesehatan Hewan dan Kesehatan Masyarakat Veteriner Dinas Pertanian Kabupaten Probolinggo drh. Faiq El Himmah mengatakan ada beberapa prioritas hewan yang mendapat vaksin PMK.

“Sapi yang mendapat vaksin yakni sapi dan kerbau bibit di UPT perbibitan pusat dan daerah, sapi perah milik peternak dan koperasi serta sapi dan kerbau indukan serta anakan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, kriteria sapi yang bisa divaksin adalah sapi dalam kondisi sehat dan belum pernah terinfeksi PMK, kemudian anak sapi umur minimal 2 minggu serta betina yang sedang bunting kondisi sehat.

“Setelah vaksinasi pertama, selanjutnya vaksinasi diulang 4 minggu kemudian dan booster 6 bulan kemudian. Dalam satu botol itu berisi 200 ml yang bisa digunakan untuk 100 ekor. Vaksin ini harus disimpan pada suhu 2 hingga 8 derajat Celcius,” katanya. (ant)