Plat warna putih akan mulai diberlakukan Polres Madiun Kota

Plat warna putih akan mulai diberlakukan Polres Madiun Kota

N7,Madiun – Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) atau pelat nomor kendaraan dengan warna dasar putih sudah mulai berlaku di wilayah hukum Polres Madiun Kota, Jawa Timur.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Madiun Kota AKP Dwi Jatmiko mengatakan saat ini pelat nomor dengan warna dasar putih dan tulisan hitam sudah diproduksi di Kota Madiun. Untuk sementara, pelat nomor putih tersebut diberlakukan bagi kendaraan roda empat secara bertahap.

“Kami lakukan bertahap. Di masa transisi ini, pelat dengan warna dasar hitam masih tetap legal,” ujar AKP Dwi Jatmiko di Madiun, Jumat.

Untuk itu, Dwi Jatmiko mengimbau kepada masyarakat tetap menggunakan TNKB dari kepolisian. Serta, tidak mengubah warna TNKB secara mandiri apalagi bagi kendaraan pelat hitam yang masa berlakunya belum habis tahun ini.

Sedangkan untuk kendaraan roda dua, pemberlakuan pelat putih juga dilakukan bertahap. Sebab, stok material TNKB lama dengan warna dasar hitam di Samsat Satlantas Polres Madiun Kota masih ada lebih dari 4.600 keping. Stok diperkirakan habis pada akhir tahun ini.

“Setelah stok di Samsat habis, baru kita terapkan TNKB warna putih bagi kendaraan roda dua,” kata dia.

Penggantian warna dasar pelat nomor kendaraan yang berubah dari hitam menjadi putih tersebut mengacu pada Peraturan Polisi (Perpol) Nomor 7 Tahun 2021 Pasal 45 Ayat 1 (a).

Tujuan perubahan warna pada Tanda Nomor Kendaraan Bermotor (TNKB) tersebut untuk kemudahan penerapan “Electronic Traffic Law Enforcement” (ETLE) atau tilang elektronik.

Nantinya warna dasar pelat nomor kendaraan berwarna putih dengan tulisan hitam, akan memudahkan kamera CCTV Tilang Elektronik dalam menangkap gambar lebih jelas dari nomor kendaraan tersebut. Sehingga, bisa lebih memudahkan diidentifikasi siapa pemilik kendaraan tersebut.

Penggunaan pelat nomor dengan warna baru itu akan dimulai dari kendaraan baru yang akan didaftarkan dan kendaraan yang masa berlaku TNKB-nya habis. Berlaku juga untuk kendaraan yang berganti pemilik dan melakukan perubahan data pada STNK.ant

KIB gelar silaturahmi nasional di Surabaya

KIB gelar silaturahmi nasional di Surabaya

N7,Surabaya – Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) siap menggelar silaturahmi nasional guna persiapan menghadapi kontestasi Pilpres 2024 di Kota Surabaya, Jawa Timur, pada Minggu (14/8).

“KIB Kota Surabaya menyambut baik pertemuan silaturrahmi nasional di Surabaya dan mengucapkan selamat datang kepada segenap ketua umum parpol yang tergabung di KIB,” kata Ketua DPD Partai Golkar Kota Surabaya Arif Fathoni di Surabaya, Jumat.

Silaturahmi nasional tersebut bakal dihadiri Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto, Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Monoarfa, serta ketua DPW dan DPD dari masing-masing parpol.

Menurut dia, kegiatan tersebut secara tidak langsung ikut membantu upaya pemulihan ekonomi yang sedang digalakkan Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Hal itu karena kegiatan tersebut meningkatkan okupansi hotel, meningkatkan pendapatan pedagang kaki lima (PKL) yang ada di sekitar lokasi acara dan juga bergeraknya ekonomi mikro seperti petugas pemasang bendera dan pemilik sablon yang ada di Surabaya.

Di sisi lain, pihaknya juga meminta maaf kepada warga Surabaya yang mungkin terganggu dengan padatnya aktivitas lalu lintas di sekitar acara dan juga banyaknya bendera parpol yang terpasang yang mungkin dianggap mengganggu estetika kota.

Hal sama juga dikatakan Ketua DPD PAN Surabaya Mahsun Jayadi yang mengucapkan selamat atas digelarnya silaturahmi nasional KIB pada Minggu (14/8).

“Kami memaknai bahwa KIB ini adalah sebuah bentuk sinergi membangun koalisi di antara tiga parpol dalam mempersiapkan Pilpres 2024,” kata dia.

Ia berharap sinergi tidak hanya pada tataran pilpres, melainkan juga pada pemilihan legislatif dan Pilkada Surabaya.

“Saya sudah berdiskusi dengan Golkar, jika KIB ini solid maka bisa menjadi daya tawar yang tinggi saat pemilu. Tidak menutup kemungkinan pada Pilkada Surabaya juga,” ujar Mahsun.

Sementara itu, Ketua DPC PPP Surabaya Ali Mahfud mengatakan pihaknya mendukung dilaksanakannya Silaturahmi Nasional KIB di Surabaya.

“Sinergi tiga parpol baik di pusat dan daerah sudah solid. Saya yakin membawa keberkahan. Kalau keberkahan pasti manfaat,” ujar dia.

Ali mengatakan, pihaknya sudah sering berkomunikasi dan bertemu dengan ketua parpol di KIB Surabaya untuk membuat komitmen bersama dengan tujuan tidak hanya pada persiapan Pilpres tapi juga pada Pileg dan Pilkada Surabaya.

Mengenai persiapan Silaturahmi Nasional KIB, kata Ali, khusus untuk DPC PPP Surabaya sudah memasang memasang banner, baliho pada tiga titik serta 200 bendera parpol.

“Kami pasang itu supaya terlihat gebyar Silaturahmi Nasional KIB di Surabaya,” kata Ali.ant

Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E akan diperiksa Komnas HAM sore ini

Irjen Ferdy Sambo dan Bharada E akan diperiksa Komnas HAM sore ini

N7,Jakarta – Kepala Divisi Humas Polri Irjen Pol. Dedi Prasetyo menyebutkan Komnas HAM akan memeriksa Bharada E dan Irjen Pol. Ferdy Sambo di Mako Brimob, Kelapa Dua Depok, Jumat sore.

Menurut Dedi, alasan pemeriksaan Bharada E oleh Komnas HAM di Mako Brimob untuk efisiensi karena sekaligus memeriksa Irjen Pol. Ferdy Sambo.

“Pemeriksaannya (Bharada E) oleh Komnas HAM sama FS sekalian, biar enggak bolak-balik,” kata Dedi.

Disebutkan pula bahwa pemeriksaan keduanya direncanakan pada hari Jumat (12/8) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Apakah pemeriksaan tersebut dalam rangka mengonfrontasi keterangan kedua tersangka?” tanya ANTARA, kemudian dijawab Dedi, “Tidak, karena konfrontasi urusan penyidik pidana, bukan Komnas HAM.”

Dikatakan pula pemeriksaan Ferdy Sambo dan Bharada E dijadikan satu tempat di Mako Brimob agar Komnas HAM tidak bolak-balik mengingat Bharada E ditahan di Rutan Bareskrim Polri, sementara Ferdy Sambo ditahan di tempat khusus (patsus) di Mako Brimob Depok.

“Ya, biar lebih praktis,” ujar Dedi.

Irjen Pol. Ferdy Sambo dan Bharada Richard Eliezer atau Bharada E ditetapkan sebagai tersangka penembakan Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J, bersama dua tersangka lainnya, yakni Brigadir Kepala Richard Rizal atau Bripka RR dan Kuat Maaruf alias KM (ART/sopir).

Keempat tersangka dijerat Pasal 340 KUHP subsider Pasal 338 juncto Pasal 55 dan Pasal 56 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati atau pidana penjara seumur hidup, atau selama-lamanya 20 tahun.

Sehari sebelumnya, tim penyidik tim khusus dari Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) telah memeriksa Irjen Pol. Ferdy Sambo sebagai tersangka. Pemeriksaan di Mako Brimob pada hari Kamis (11/8), mulai pukul 11.00 hingga 18.00 WIB.

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Bareskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi mengatakan bahwa tersangka Irjen Pol. Ferdy Sambo (FS) mengaku marah setelah mendapat laporan dari istrinya PC.

“Ini pengakuan FS dalam berita acara pemeriksaan (BAP),” katanya saat memberikan keterangan pers di Mako Brimob, Depok, Kamis (11/8) malam.

Dalam keterangannya, FS mengatakan bahwa dirinya marah dan emosi setelah mendapatkan laporan dari istrinya, PC, karena mengalami tindakan yang melukai harkat dan martabat keluarga yang terjadi di Magelang oleh Brigadir J.

“FS memanggil tersangka RE dan RR untuk melalukan perencanaan pembunuhan terhadap Brigadir J,” ungkap Brigjen Pol. Andi Rian Djajadi.ant

Dapat royalti besar ketika guru di Surabaya menulis buku

Dapat royalti besar ketika guru di Surabaya menulis buku

N7 – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya bekerja sama dengan Henbuk Marketplace menciptakan ekosistem literasi di lingkungan pendidikan. Kolaborasi itu mendorong guru di Surabaya untuk menulis buku dan di-upload di aplikasi henbuk.com, lalu royalti dari hasil penjualannya itu akan langsung masuk ke rekening penulis.

Pemkot bersama Henbuk Marketplace pun menggelar sosialisasi kepada semua guru Surabaya, Kamis (11/8). Sosialisasi yang digelar di Graha Sawunggaling Kompleks Gedung Pemkot Surabaya itu diikuti seluruh guru di Surabaya.

Eri berharap, makin banyak guru di Surabaya yang menuangkan ide dan pikirannya lewat buku. “Para guru di Surabaya dikenal suka menulis. Sehingga, kami berusaha mewadahi. Bapak ibu guru bisa menuliskan tentang berbagai hal, misalnya buku tentang penyelesaian soal dengan berbagai variasi. Karya mereka itu lalu bisa di-upload di aplikasi, nanti yang beli bisa anak didik, pihak sekolah, hingga masyarakat umum,” ujar Eri.

Melalui cara itu, lanjut dia, para guru bisa menyebarluaskan ilmunya melalui buku dan yang paling penting juga bisa mendapatkan penghasilan tambahan melalui buku yang dijual di aplikasi itu.

“Tulisan para guru bisa dihargai. Bahkan bisa menjadi penghasilan tambahan. Apalagi, orang menulis itu tidak banyak. Baik imajinasi hingga inspirasi sang penulis yang seharusnya dihargai,” ucap Eri.

Eri menjelaskan, format buku itu adalah elektronik berbentuk PDF. Dengan format tersebut, harganya lebih murah dibanding biasa di toko-toko buku. Sebab, dengan cara itu tidak perlu mengeluarkan ongkos percetakan dan penjualannya tentu lebih luas.

“Kalau mencetak kan mahal, namun dengan aplikasi ini akan lebih praktis. Sehingga tidak mahal. Yang beli juga semakin banyak,” ujar Eri.

Meski harganya murah, Eri berharap kualitas dari buku itu harus terjamin. Dia meminta Dinas Pendidikan Surabaya untuk melakukan pendampingan menulis kepada para guru-guru itu.

“Bahkan, nanti bisa penulis profesional diundang untuk memberikan pelatihan kepada para guru, supaya kemampuan menulisnya bisa diasah dan ditingkatkan,” terang Eri.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Yusuf Masruh menjelaskan, penulisan buku bisa menjadi penilaian tambahan bagi guru. “Bagi guru di sekolah negeri, tentu ini menjadi salah satu indikator untuk kenaikan pangkat. Termasuk juga untuk swasta bisa menjadi penilaian pribadi atau inpassing, misalnya. Semakin banyak karya yang dihasilkan, tentu nilai semakin bagus,” tutur Yusuf.

CEO Henbuk Marketplace Hendika Permana menjelaskan, program itu sebagai agenda nasional. Dia memastikan aplikasi itu sebagai pengejawantahan perintah presiden melalui kementerian pendidikan dalam meningkatkan minat baca di Indonesia.

“Setelah kita pelajari, minat baca diawali dengan tulisan yang mengikat. Sehingga, kita akan mendorong guru dan dosen untuk menulis buku yang diminati siswa. Marketnya, seluruh Indonesia,” ucap Hendika.

Menurut dia, untuk bisa menjual buku di aplikasi ini, ada sejumlah proses yang harus dilalui. Buku dari penulis akan diunggah ke aplikasi oleh guru. Selanjutnya, akan ada verifikator untuk menilai konten buku tersebut sebagai bentuk kurasi.

Setelah lolos verifikasi, selanjutnya akan dijual. Berbagai jenis genre buku bisa ditulis. Dari hasil penjualan, penulis akan mendapatkan royalti secara langsung yang masuk aplikasi. “Sistem royalti, 90 persen ke penulis dan 10 persen ke operator. Misalnya, harga Rp 15 ribu. Maka Rp 1.500 akan masuk ke operator,” papar Hendika.jp

Antusias peserta IOI ke-34 pelajari Budaya Indonesia

Antusias peserta IOI ke-34 pelajari Budaya Indonesia

N7 – Para peserta International Olympiad of Informatics (IOI) ke-34 telah menyelesaikan kompetisi hari pertama. Hari ini, para peserta diajak untuk mempelajari beberapa kesenian Indonesia. Di antaranya, gamelan, tari tradisional, dan membatik. Mereka juga turut mempelajari fotografi, sinematografi, dan komik. Kegiatan ini melibatkan dosen dan mahasiswa dari 7 program studi Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

“Selain melaksanakan kontes dan pertemuan general assembly, seluruh peserta juga akan diundang untuk melakukan ekskursi ke berbagai tujuan wisata dan atraksi budaya di seputar Yogyakarta. Dan diselenggarakan malam budaya di Candi Borobudur,” ujar Sekretaris Jenderal Kemendikbudristek RI, Suharti, Kamis (11/8).

Sementara itu, Ketua Ikatan Alumni Tim Olimpiade Komputer Indonesia (IA TOKI) Reinhart Hermanus mengatakan kegiatan ini dilakukan guna mengeksplorasi kebudayaan nusantara. Sejauh ini, Reinhart menilai para peserta sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan ini.

“Hari ini adalah hari jalan-jalan. Kalau para kontestan jalan-jalannya di ISI, di mana ada beberapa workshop. Responnya happy karena mereka sebelumnya belum pernah mengeksplor kesenian tradisional Indonesia,” ujarnya saat ditemui di ISI Jogjakarta, Kamis (11/8).

Wakil Dekan 3 ISI Jogjakarta Arif Sulistiyono mengatakan ada setidaknya 80 peserta IOI yang berkegiatan di Fakultas Seni Media Rekam. Mereka dibagi menjadi dua kelompok. Kelompok pertama mempelajari tentang sinematografi, sementara kelompok kedua mempelajari fotografi cyanotype.

“Sejauh ini responnya sangat antusias. Bahkan ini sedang kita saksikan mereka mencoba drone FPV. Walaupun di seluruh dunia ini sebenarnya bukan barang baru, tapi mungkin sebagian peserta masih penasaran. Kemudian untuk yang cetak (cyanotype) hampir semua peserta mencoba membuat cetakan dan ini sedang dijemur, sebentar lagi hasilnya akan keluar,” katanya.

Salah satu peserta IOI asal Afrika Selatan Emanuel mengaku senang dapat mempelajari cyanotype. Dia mengatakan ini merupakan ilmu baru baginya. Dia berharap suatu saat nanti bisa mempelajari kebudayaan Indonesia lebih banyak lagi.

“Ini kali pertama saya mempelajari cyanotype. Sangat luar biasa,” ungkapnya.

Sementara itu, Staf Pengajar di Jurusan Seni Tari ISI Jogjakarta Daruni mengaku antusias peserta di bidang seni tari cukup tinggi. Awalnya dia mengira hanya akan ada sekitar 40 peserta yang ikut dalam kelasnya. Namun, ternyata ada 60 peserta yang turut mempelajari seni tari tradisional Indonesia. Di antaranya ada tari Rasa Nusantara dan Tari Montro yang sekaligus menjadi ikon Kabupaten Bantul. Baginya, ini merupakan kegiatan yang sangat menginspirasi. Ke depan, dia berharap kegiatan semacam ini dapat kembali diselenggarakan.

“Mereka enjoy, antusias, dan mau bergerak. Ide dari Kemendikbudristek ini keren. Jangan berhenti di sini. Mereka yang dikhawatirkan tidak suka, malah ternyata sangat antusias,” harapnya.

Salah satu peserta asal Hungary Márton Németh mengatakan ini baru pertama kali baginya mempelajari seni tari tradisional. Dia mengaku sangat senang dan antusias mengikuti kegiatan ini dari awal sampai akhir. Márton juga mengatakan, jika ada kesempatan dia tak segan untuk kembali mempelajari kesenian Indonesia.

“Tadi satu grup dibagi, isinya 10 orang. Di akhir, masing-masing grup punya kesempatan untuk menunjukkan kemampuan yang mereka pelajari. Kalau ada kesempatan pasti saya akan mencoba belajar menari lagi, dan mencoba hal-hal yang lainnya juga,” katanya.

Peserta asal Indonesia Andrew menambahkan gelaran IOI yang dilaksanakan di Indonesia merupakan momen yang membanggakan baginya. Tak hanya itu, kepercayaan diri dalam berkompetisi juga meningkat ketika Indonesia menjadi tuan rumah.

“Kita harus lebih percaya diri, karena bertanding di rumah sendiri. Tapi, jangan terlalu berlebihan karena kita tidak tahu kemampuan peserta lainnya. Meskipun begitu, kita akan berjuang demi mengharumkan nama Indonesia,” jelas Andrew.

Menjelang HUT Republik Indonesia ke-77, tim Indonesia optimistis akan menyabet medali sebagai kado untuk Indonesia.

“Kami optimistis, delapan medali emas akan kami bawa pulang,” ujarnya.jp

Pelaku usaha bisa urus NIB dengan NIK berkat ide Bupati Ipuk

Pelaku usaha bisa urus NIB dengan NIK berkat ide Bupati Ipuk

N7,Banyuwangi – Syarat pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) bagi pelaku usaha yang semula harus mempunyai email kini bisa berubah menjadi Nomor Induk Kependudukan (NIK) KTP-elektronik.

Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal Bahlil Lahadalia mengemukakan bahwa perubahan NIB menjadi NIK KTP-e tersebut berasal dari ide Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani dalam sebuah diskusi.

“Waktu itu kami zoom meeting bersama Bu Ipuk Fiestiandani dan kepala daerah lainnya. Beliau menyampaikan tidak semua pelaku usaha mikro-kecil di desa-desa bisa membuat email, tapi semua pelaku usaha pasti punya NIK,” ujar Bahlil saat kunjungan kerja di Banyuwangi dalam “Pemberian Nomor Induk Berusaha (NIB) Pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) Perseorangan di Banyuwangi”, Kamis.

Awalnya untuk mengurus NIB, pelaku usaha wajib memiliki alamat email. Namun atas saran Bupati Ipuk kepada Menteri Bahlil, syarat itu berubah dari wajib memiliki email, kini bisa menggunakan NIK, yang tentunya dengan dokumen lainnya.

“Terutama bagi ibu-ibu pelaku usaha kecil di desa-desa, kesulitan untuk harus membuat alamat email. Karena itu, kami langsung ubah syaratnya tidak lagi pakai email tapi juga bisa pakai NIK. Karena NIB ini sasaran utamanya adalah usaha kecil dan mikro,” kata Bahlil.

Tidak hanya itu, katanya, Bupati Ipuk juga menyarankan agar aplikasi Elektronik atau Online Single Submission (OSS), yang sebelumnya hanya bisa dibuka di laptop, kini bisa dibuka di ponsel pintar.

“Bupati Ipuk juga menyarankan agar aplikasi OSS bisa pakai handphone, agar memudahkan pelaku usaha. Kami langsung bikin aplikasi yang bisa dipakai di handphone. Terima kasih atas saran-saran Bupati Banyuwangi,” kata Bahlil.

Mantan Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) itu mengapresiasi Banyuwangi, yang melakukan akselerasi dalam pengurusan NIB bagi pelaku UMKM. Menurutnya, selama mengunjungi daerah untuk menyerahkan NIB, tidak ada yang seaktif Banyuwangi.

“Saya mengapresiasi langkah Bupati Banyuwangi, Bu Ipuk yang menyentuh langsung pada akarnya, dengan melakukan jemput bola kepengurusan NIB untuk pelaku UMKM. Selama saya berkunjung ke daerah tidak ada yang seperti Banyuwangi,” tuturnya.

Hingga saat ini telah terdapat 42 ribu pelaku usaha yang mendapat NIB di Banyuwangi. Jumlah itu termasuk salah satu yang tertinggi di Jatim.ant