Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi unjuk kebolehan seni peran sebagai Raden Wijaya dalam pentas ludruk Kerajaan Majapahit

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi unjuk kebolehan seni peran sebagai Raden Wijaya dalam pentas ludruk Kerajaan Majapahit

Surabaya – Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi unjuk kebolehan seni peran sebagai raja pertama Kerajaan Majapahit Raden Wijaya dalam pentas ludruk yang disiarkan salah satu stasiun televisi lokal di Jatim, Selasa malam.

“Pengalaman pertama mendebarkan, bikin ketagihan. Nanti kalau manggung lagi bakal lebih mantap,” kata Wali Kota Eri saat bercerita saat pertama tampil pada pertunjukan ludruk di Surabaya, Selasa.

Pada pentas tersebut, Wali Kota Eri Cahyadi tidak sendiri, melainkan bersama jajaran Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Surabaya dan grup seniman Ludruk Luntas yang juga ikut mendalami peran sebagai anggota Kerajaan Majapahit.

Pada kesempatan ini, Wali Kota Eri bersama jajaran Forkopimda Surabaya dan grup ludruk Luntas menceritakan asal mula terbentuknya Kota Surabaya pada zaman Kerajaan Majapahit.

Pertunjukan itu dimulai dari penampilan Tari Remo, setelah itu parikan sebagai penanda dibukanya pertunjukan ludruk bertema “Hoedjoeng Galoeh” Asal Muasal Nama Surabaya.

Pada awal pertunjukan, pentolan grup ludruk Luntas Robets Bayoned membuka dengan gaya bahasa khas Suroboyo-an. Tidak lama kemudian, Wali Kota yang akrab dengan sapaan Mas Eri itu tampil sebagai raja yang memimpin pasukan Majapahit untuk melawan pasukan sekaligus mengusir tentara Tartar dari Kekaisaran Mongol.

Eri menyebutkan akan kembali main ludruk bersama jajaran Forkopimda Surabaya, tujuannya adalah untuk melestarikan kesenian sekaligus meningkatkan pertumbuhan ekonomi Kota Pahlawan.

“Setelah pandemi COVID-19 ini, salah satu cara kami menggerakkan perekonomian adalah dengan kesenian secara masif di Surabaya,” kata dia.

Selain itu, Eri juga mendukung grup ludruk Luntas untuk melestarikan kesenian khas Surabaya.

Menurut Eri, ludrukan ala Luntas berbeda karena membawakannya dengan cara kekinian sehingga cara ini dapat menarik minat anak muda Kota Surabaya menikmati kesenian tradisional.

“Saatnya Luntas membawa nama besar Surabaya, tunjukkan ke seluruh nasional bahkan hingga ke kancah internasional, Luntas ada dan yang terdepan,” ujar Eri.ant

Pemerintah Kota Madiun terus optimal mengembangkan lapak UMKM

Pemerintah Kota Madiun terus optimal mengembangkan lapak UMKM

Madiun  – Pemerintah Kota Madiun, Jawa Timur, terus optimal mengembangkan lapak UMKM yang ada di tiap kelurahan untuk menjadi jujukan wisata kuliner sehingga mampu memulihkan ekonomi warganya, utamanya di masa pandemi COVID-19.

Kali ini, giliran perwakilan pedagang kuliner sambal penyetan di 27 lapak UMKM kelurahan yang difasilitasi studi tiru ke Rumah Makan Pecel Lele Haji Fadlil di Dusun Manisrenggo, Desa Gondangmanis, Bandar Kedungmulyo, Kertosono. Bahkan Wali Kota Maidi bersama Wakil Wali Kota Madiun Inda Raya ikut mendampingi rombongan tersebut.

Puluhan pedagang pecel lele itu diminta belajar ke salah satu rumah makan khusus pecel lele di sana. Kawasan Perak, Kertosono memang dikenal dengan kuliner pecel lelenya.

“Para pedagang ini kita ajak makan penyet di tempat lain biar bisa membandingkan. Artinya, jangan puas dengan masakan sendiri dulu. Di sini sudah terkenal ramai karena mungkin masakannya sesuai dengan lidah dan selera konsumen,” ujar Wali Kota Maidi di sela kegiatan studi tiru di Rumah Makan Pecel kawasan Jalan Raya Kertosono-Jombang, Selasa (31/5/2022).

Pecel lele memang menjadi salah satu menu andalan di sejumlah lapak UMKM kelurahan. Hal itu bisa menjadi daya tarik tersendiri sehingga pecel lele dan penyetan di lapak UMKM juga harus dioptimalkan.

Wali Kota Maidi menjelaskan selera setiap pembeli memang berbeda. Tetapi kalau selalu ramai dikunjungi, berarti makanan yang disajikan bisa memenuhi selera kebanyakan pembeli. Karenanya ia berharap para pedagang bisa belajar bagaimana menciptakan formula seperti itu.

“Pedagang mungkin bilang kalau masakannya enak. Tetapi lidah pedagang dan pembeli pasti beda. Pedagang ini melayani pembeli, ya harus tahu apa yang diinginkan pembeli. Jangan berdasar selera sendiri,” katanya.

Setelah studi tiru ini, pihaknya berencana melombakan masakan para pedagang yang mengikuti pembinaan tersebut. Mereka akan diuji, masyarakat yang menjadi juri. Artinya, pedagang wajib menyajikan masakan yang sesuai dengan kebanyakan lidah masyarakat.

“Kalau dari sepuluh orang yang mencoba, tujuh di antaranya bilang enak. Berarti masakannya sesuai dengan selera pembeli. Dengan begitu peningkatan bisa cepat,” terangnya.

Salah satu perwakilan pedagang yang ikut studi tiru Nur Habibah, mengaku senang bisa turut dalam kegiatan tersebut. Apalagi, Wali Kota Madiun Maidi turut serta dalam rombongan dan turut memberikan saran. Nur Habibah membenarkan jika selera setiap pembeli memang berbeda-beda. Karenanya, pembinaan tersebut penting dan perlu untuk dapat mengoptimalkan lapak.

“Prinsipnya bagaimana kita bisa mengikuti selera kebanyakan pembeli agar jualan kita selalu ramai. Terima kasih sekali kepada Bapak Wali Kota, yang telah memfasilitasi pedagang kecil seperti kita untuk terus berkembang,” katanya.

Seperti diketahui, Pemkot Madiun saat ini gencar mendorong tiap kelurahan untuk mengembangkan potensi UMKM dan keunggulannya dengan membangun lapak-lapak UMKM. Upaya tersebut merupakan bagian dari program pemda setempat untuk mendongkrak pemulihan ekonomi, utamanya di masa pandemi COVID-19.

Guna mewujudkan program tersebut, Pemerintah Kota Madiun telah mencairkan dana sebesar Rp261 juta untuk masing-masing 27 kelurahan di wilayah setempat pada tahun 2020.

Adapun dana tersebut berasal dari Dana Insentif Daerah (DID) pemerintah pusat, yang untuk Kota Madiun alokasinya di tahun 2020 mencapai Rp14,9 miliar. DID diperoleh karena Kota Madiun dinilai cukup baik dalam penanganan COVID-19.

Pihaknya ingin anggaran tersebut digunakan untuk mengangkat potensi UMKM dan ekonomi tiap kelurahan yang nantinya akan terintegrasi karena akan dilewati jalur sepeda wisata.

“Saya ingin dana ini untuk “ngegas” ekonomi. Seperti perbaikan lapak UMKM, jalur sepeda, perbaikan taman, dan lain sebagainya. Titik-titik ekonomi baru di tiap kelurahan ini akan kita koneksikan satu sama lainnya melalui jalur sepeda wisata,” kata Maidi.

Karenanya, Wali Kota berharap pelaku UMKM di tiap kelurahan untuk bersiap dan terus mengembangkan produknya agar memiliki keunggulan dan dikemas menarik serta kualitasnya dijaga. Dengan begitu, produknya akan disukai banyak pelanggan. ant

Bupati KH Salwa Arifin  Resmikan Taman Lansia Produktif

Bupati KH Salwa Arifin Resmikan Taman Lansia Produktif

Nusantara7.com, Bondowoso – Usia lanjut atau yang biasa di sebut Lansia merupakan salah satu usia rentan akan segala hal kegiatan keseharian maupun kesehatan untuk hal itu, di Bondowoso mendirikan sebuah taman bagi para usia lanjut(Lansia).

 

Menurut KH Salwa Arifin  Taman tersebut diperuntukkan bagi masyarakat yang telah berumur, sehingga dalam memasuki usia rentan masih bisa memberikan edukasi dan produktivitas.Desa Wonosari, Kecamatan Grujugan merupakan replikasi atau motivasi bagi wilayah lain, khususnya Kabupaten Bondowoso untuk menumbuh kembangkan inovasi serta gagasan demi kemajuan di bondowoso.

 

“Taman Lansia itu merupakan hasil dari kerjasama dari beberapa sektor yang mereplikasi taman bagi yang sudah masuk umur atau Usia lanjut. Taman Lansia Barokah ini merupakan kerjasama dari beberapa sektor dan diinisiasi oleh relawan Rumah Zakat yang mempunyai visi misi mulia dalam mewujudkan Lansia yang sehat, aktif dan produktif,” jelas Bupati KH Salwa Arifin usai meresmikan Taman Lansia, di Desa Wonosari, Senin (30/5/2022).

 

Sebagai orang nomor satu di Kabupaten Bondowoso ini, KH Salwa yang juga sebagai pengasuh Pondok pesantren Mambaul Ulum itu mengharapkan agar di desa – desa lain bisa merepresentasikan inovasi dari desa Wonosari, sehingga dengan upaya tersebut bisa memberdayakan para lansia untuk menjadi lebih aktif dan kreatif. bond

Silaturahim, Panglima TNI temui Ketum PBNU

Silaturahim, Panglima TNI temui Ketum PBNU

Nusantara7.com, Jakarta – Panglima TNI Jenderal TNI Andika Perkasa menemui Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Yahya Cholil Staquf, di Kantor PBNU, Jakarta Pusat, Senin.

Panglima TNI tiba di Kantor PBNU sekitar pukul 09.00 WIB. Pertemuan itu hanya berlangsung sekitar 1 jam.

Usai pertemuan, Jenderal Andika mengaku kedatangannya ke PBNU untuk bersilahturahim.

“Saya pagi ini sengaja datang ke PBNU karena sejak saya menjabat waktu itu saya orientasi internal. Tapi masuk pada bulan ini sudah bisa memahami detail di internal sehingga saya orientasi keluar. PBNU termasuk organisasi yang harus saya datangi,” kata Andika yang mengenakan sorban hijau di pundaknya dari pengurus PBNU.

Dalam pertemuan itu, Andika dan Gus Yahya membicarakan soal Program Bela Negara yang diluncurkan Kementerian Pertahanan (Kemhan).
“Apa yang bisa kita lakukan bersama, tak lain buat negara kita semakin kuat. Dan nanti ada ‘follow up’ dan kerja sama setelah saya mengumpulkan internal dan melihat program kerja dan anggaran tahun ini,” kata Andika.

Sementara itu, Gus Yahya mengatakan dirinya dan Jenderal Andika Perkasa berdiskusi intens membangun gerakan bela negara.

“Kami berdiskusi intens membangun gerakan bela negara. Akan kita kembangkan antara NU dan TNI. Tadi pembicaraan hangat dan saya merasa ini pembicaraan dari hati ke hati,” ujarnya.

Dalam pembicaraan itu, dia sempat berpikir Andika merupakan orang NU.

“Saya sampai pikir jangan-jangan Pak Andika ini NU juga. Kaya orang berjodoh. Bersyukur sekali dan mudah-mudahan bisa menghasilkan yang bermanfaat bagi bangsa dan negara,” katanya dengan nada bercanda.

Gus Yahya berharap usai pertemuan ini akan ada sinergi kuat antara kedua belah pihak untuk menjaga persatuan kesatuan bangsa dan menjaga kondusivitas keadaan masyarakat.

“Sekaligus mengukuhkan harmoni di tengah masyarakat kita yang Bhinneka Tunggal Ika ini,” ucap Gus Yahya. (ant)

Emil Dardak apresiasi gelaran Forum Kapasitas Nasional Wilayah Jabanusa di Surabaya

Emil Dardak apresiasi gelaran Forum Kapasitas Nasional Wilayah Jabanusa di Surabaya

Nusantara7.com, Surabaya  – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak mengapresiasi kegiatan Forum Kapasitas Nasional untuk kalangan Usaha Kecil Mikro dan Menengah (UMKM) Wilayah Jawa, Bali, Madura dan Nusa Tenggara (Jabanusa) yang digelar SKK Migas di Surabaya, Selasa.

“Forum ini memberi kesempatan bagi pelaku industri dan usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) untuk memasok utilisasi produk maupun jasa yang dibutuhkan oleh SKK Migas, terutama di wilayah Jatim,” kata Emil.

Emil mengatakan pihaknya ingin pelaku usaha di Jatim punya integritas, bisa dipercaya, dan amanah. Kedua, masalah kompetensi, ini yang relatif.

Forum tersebut dinilai Emil cukup efektif dalam menjembatani komunikasi dan menjodohkan perusahaan daerah dengan mitra. Sehingga bisa bekerja sama membangun pengalaman, kompetensi, dan kapasitas untuk menjawab kebutuhan industri migas yang ada di Jatim.

Pada kesempatan itu Emil juga menyambut baik rencana SKK Migas menyongsong target produksi 1 juta barel minyak per hari (BOPD) dan 12 miliar kaki kubik gas (BSCFD) di tahun 2030.

“Kami mendengar ada rencana untuk meningkatkan kapasitas produksi di minyak. Artinya ada peluang. Peningkatannya tadi kami lihat potensinya bisa meningkat hampir 40 persen,” katanya.

“Ini kan signifikan sekali dari 700 ribu barel menjadi 1 juta barel targetnya. Kita harap di Jatim juga mendapatkan potensi yang kurang lebih sama,” tutur Emil menambahkan.

Senada, Plt Deputi Pengendalian Pengadaan SKK Migas Rudi Satwiko menambahkan, jika pihaknya terus mendorong peran industri nasional maupun lokal di seluruh pelaksanaan aktivitas industri hulu migas.

Dengan adanya kegiatan ini, diharapkan terjadi kerja sama bisnis di antara pelaku usaha penunjang industri hulu migas, yang kemudian menciptakan dampak berganda bagi perekonomian nasional.

“Saat ini kalau dari sisi total mayoritas sudah mencapai kira-kira sekitar 63 persen serapan industri lokal,” kata dia.

“Tapi ini sampai bulan Mei 2022 target kita karena nanti masih ada kontrak-kontrak sampai akhir tahun maka minimum kita akan mengejar sampai 57 persen,” ujar Rudi, menambahkan.

Rudi mengungkapkan, selama ini serapan komponen industri buatan lokal paling besar adalah pendukung peralatan teknikal, seperti valve dan pipa.

“Paling besar karena sekarang ini sudah mulai banyak transisi teknologi, sekarang kehadiran daripada Industri teknikal seperti valve kemudian pipa yang dulu impor sekarang sudah banyak dibangun oleh pabrikan dalam negeri,” katanya.

Selain itu, bisnis di antara pelaku usaha industri hulu migas lokal dan nasional turut memperkuat kapasitas nasional, untuk mengejar target produksi 2030, sesuai roadmap SKK Migas menuju produksi minyak 1 juta barel dan gas 12 BSCFD di tahun 2030.

Hal ini sejalan dengan program pembinaan lingkungan, yang merupakan bagian dari program G-20.

SKK Migas sejak 2015 terus mendorong peningkatan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) di industri hulu migas untuk memberikan dampak positif bagi perekonomian nasional.

Upaya yang dilakukan SKK Migas tersebut membuahkan hasil sehingga terjadi peningkatan angka TKDN dari 50 persen di 2015 menjadi 58 persen pada pembelanjaan barang/jasa hulu migas per September 2021.

Capaian tersebut di atas target ditetapkan pemerintah sekitar 50 persen pada 2024 dan melebihi target 2021 yang ditetapkan SKK sendiri sebesar 57 persen.

Sementara itu, Kepala Divisi Pengelolaan Rantai Suplai dan Analisis Biaya SKK Migas Erwin Suryadi, menegaskan kembali peranan industri hulu migas yang masih menjadi kontributor utama bagi perekonomian nasional dan daerah.

Keberadaan industri tersebut, katanya, memberikan kontribusi positif bagi pendapatan sejumlah pemerintah daerah melalui dana bagi hasil migas, yang secara tidak langsung memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

“SKK Migas bersama dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) mendorong peningkatan peran industri nasional maupun lokal di seluruh pelaksanaan aktivitas industri hulu migas demi pencapaian target TKDN 2022 dan mengejar visi 2030,” ujar Erwin.

Salah satu usaha yang dilakukan SKK Migas, kata Erwin, adalah dengan mempertemukan kedua belah pihak (business matchmaking) untuk memanfaatkan peluang pengadaan barang dan jasa hulu migas.

“SKK Migas akan terus berupaya melaksanakan program kerja yang berkesinambungan dan berkelanjutan dengan tujuan untuk meningkatkan penggunaan barang/jasa dalam negeri di kegiatan hulu migas sesuai dengan amanah pemerintah,” ujarnya. (ant)

Ribuan anak muda Banyuwangi daftar program Jagoan Tani

Ribuan anak muda Banyuwangi daftar program Jagoan Tani

Nusantara7.com, Banyuwangi – Sebanyak 203 tim dengan total 1.015 anak muda di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendaftar sebagai peserta program Jagoan Tani yang digeber pemerintah daerah setempat sebagai ajang untuk mencetak generasi baru pelaku usaha tani.

“Semangat mengembangkan agribisnis dari anak-anak muda Banyuwangi sangat luar biasa. Semoga ajang ini bisa terus mendorong generasi baru pelaku usaha agribisnis yang bisa memberi nilai tambah ke ekonomi lokal,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat.

Ipuk menjelaskan program Jagoan Tani rutin digelar untuk mengajak anak-anak muda Banyuwangi menggeluti bisnis pertanian dengan segala sub-sektornya. Dalam program ini disiapkan modal usaha Rp125 juta hingga penyediaan lahan untuk usaha disediakan bagi para kandidat terpilih.

Katanya, sejumlah mentor juga dihadirkan untuk “mencuci otak” anak muda Banyuwangi terkait konsep bisnis pertanian modern. Ada dosen hingga praktisi. Di antaranya, Udin Andryza, CEO Nusa Fresh yang beberapa waktu lalu melakukan ekspor buah naga dan hortikultura produk Banyuwangi, Kukuh Roxa CEO Pandawa Agri yang rutin melakukan ekspor reduktan herbisida.

Selain itu, juga ada Dzulfikri Putra, CEO Kang Duren, founder marketplace untuk durian, dan Ervina Wahyu, Dekan Fakultas Pertanian Untag Banyuwangi, serta Luh Putu S dari Universitas Jember.

“Proagram Jagoan Tani hadir untuk menghadirkan paras sektor pertanian yang lebih menarik, ada sentuhan inovasi dan digitalisasi, sehingga kami berharap anak-anak muda mau melirik pertanian termasuk di dalamnya perkebunan, perikanan, peternakan,” ujarnya.

Bupati Ipuk menambahkan, konsep Jagoan Tani semakin terintegrasi karena juga ada fase presentasi ke perbankan.

“Saya inginnya bukan hanya perbankan, tapi juga ada pengusaha, ada investor, yang bisa melihat bagaimana anak-anak muda ini presentasi soal dunia pertanian, sehingga nanti bisa dibiayai,” katanya.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Muhamad Khoiri menjelaskan bahwa tahun ini program Jagoan Tani difokuskan pada kategori rintisan usaha. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang melombakan dua kategori, ide bisnis dan rintisan usaha.

“Ini dimaksudkan untuk lebih memacu generasi muda pada sisi praktik usahanya,” kata Khoiri.

Program Jagoan Tani 2022 juga mensyaratkan adanya keterlibatan perempuan dalam setiap tim peserta. Minimal 40 persen anggota tim adalah perempuan.

“Ini sebagai upaya mendorong peran kaum perempuan milenial dalam sektor pertanian,” tuturnya.

Khoiri mengatakan, program Jagoan Tani 2022 telah memasuki tahapan verifikasi lapang yang akan berlangsung hingga 15 Mei mendatang. Dari 203 tim yang mendaftar telah tersaring 152 tim yang berhak mengikuti tahapan ini.

Adapun aspek yang diverifikasi meliputi, eksisting usaha/peserta, inovasi atau kebaruan, keberlanjutan usaha, dan sentuhan teknologinya.

“Dari tahapan ini akan dipilih 100 tim terbaik yang akan mengikuti mentoring pada 23-26 Mei. Selanjutnya akan dikerucutkan lagi menjadi 30 besar untuk melakukan presentasi bisnis di hadapan para juri secara langsung pada 8-9 Juni. Diakhiri tahap graduation pada 16 Juni 2022,” paparnya. (ant)

Khofifah lepas 12 ton ekspor perdana kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia

Khofifah lepas 12 ton ekspor perdana kopi Excelsa Wonosalam ke Malaysia

Nusantara7.com, Jombang – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Selasa, melepas ekspor perdana sebanyak 12 ton kopi Excelsa khas Wonosalam, Kabupaten Jombang, ke Malaysia.

Gubernur mengapresiasi ekspor perdana tersebut, terlebih lagi ekspor perdana kopi Excelsa Wonosalam ini diinisiasi oleh para generasi muda di Jombang, yakni kerja sama antara pemuda dari Desa/Kecamatan Wonosalam, dengan eksportir PT Indo Samudra Ekspor yang juga dipimpin oleh anak muda.

“Saya ingin mengajak anak-anak muda yang memiliki passion masuk di sektor perkebunan, terutama kopi karena pasarnya bagus. Apalagi Excelsa yang ditanam di sini ini termasuk jenis yang cukup favorit di pasar dunia,” kata Gubernur Khofifah.

Khofifah juga mengajak kaum muda mengembangkan komoditas unggulan tersebut, terutama bagi mereka yang memang memiliki passion bergelut pada bidang bisnis komoditas kopi agar terus membangun jejaring perluasan pasar dan mengekspornya ke mancanegara.

Gubernur juga menegaskan pentingnya memiliki semangat untuk berwirausaha dan mengembangkannya. Ditambah lagi dengan support luar biasa dari berbagai pihak.

“Inisiasi anak muda dengan bimbingan dan pembinaan dari Bank Indonesia dan tentu dari pemerintah kabupaten menjadi bagian yang penting untuk membangun jejaring pasar luar negeri,” ujar dia.

Gubernur Khofifah mengungkapkan Jawa Timur memiliki beberapa daerah unggulan penghasil kopi Excelsa, yaitu di Wonosalam Jombang, lereng Gunung Wilis Madiun, dan lereng Gunung Ijen. Kopi jenis ini termasuk favorit di dunia sehingga potensi pasar terbuka luas.

Selain termasuk favorit di pasar dunia, produksi kopi jenis ini hanya 7 persen di seluruh dunia sehingga peluang pangsa pasar kopi Excelsa ke depan cukup besar.

Proses budi daya kopi jenis Excelsa ini juga memerlukan waktu cukup lama hingga lima tahun, mulai tanam sampai bisa dipanen.

“Jadi, sebetulnya kopi Excelsa ini merupakan komoditas kopi favorit dunia,” ujarnya.

Pelepasan ekspor perdana kopi Excelsa itu berlangsung di depan Kantor Koperasi Wonosalam Jombang, Dusun Pucangrejo, Desa/Kecamatan Wonosalam, Kabupaten Jombang.

Kegiatan itu diawali dengan penandatanganan kontrak pengiriman kopi dilakukan antara Rubath Kopi Jombang dan PT. Indo Samudra Ekspor. Selanjutnya, pemecahan kendi dan kibaran bendera di depan truk trailer pengangkut menjadi penanda pelepasan ekspor kopi Excelsa ke Negeri Jiran.

Ia juga berharap langkah ini bisa menjadi pendorong serta penyemangat bagi anak-anak muda lainnya di Jawa Timur untuk terus berkarya.

“Dari desa untuk dunia, filosofi mereka luar biasa, dari desa Wonosalam menembus pasar dunia. Mudah-mudahan ini akan terus bisa mendorong dan menyemangati kawan-kawan muda untuk terus produktif di sektor apapun terutama disini di sektor tanam kopi, dan kemudian mereka sudah sukses bisa tembus pasar ekspor,” kata dia berharap.

Hadir dalam acara pelepasan ekspor tersebut antara lain Gubernur Jatim dan jajarannya, Bupati Jombang Mundjidah Wahab, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jatim Budi Hanoto, Direktur PT. Indo Samudra Ekspor Yohanes Putra Kusuma, Direktur ID SEED, Camat Wonosalam Haris Aminudin, Ketua Asosiasi Kopi Wonosalam Endrias Bambang dan beberapa tamu undangan lainnya. (atr)

Ramadhan Berbagi , AMK Jatim Membagikan Takjil Kedua Kali Nya  500 Takjil

Ramadhan Berbagi , AMK Jatim Membagikan Takjil Kedua Kali Nya 500 Takjil

Nusantara7.com ,Surabaya – Peringatan Malam Nuzulul Qur’an di bulan ramadhan kali ini (27/4) tak dilewatkan oleh Pengurus Angkatan muda Ka’bah (AMK) Jawa Timur Serangkaian kegiatan telah di persiapkan jauh hari sebelum ramadhan menjelang.

Pembagian takjil di hadiri H. Ach. Sillahuddin ketua AMK Jatim sekaligus Ketua Fraksi DPRD PPP Prov. Jawa Timur

 

“Tujuan dari pembagian takjil ini adalah untuk lebih mendekatkan AMK dengan masyarakat dan agar kita bisa memaknai bulan suci ramadhan ini dengan lebih peduli dan berempati terhadap sesama.Terlebih bulan suci ramadhan merupakan bulan penuh rahmat dan ampunan” ujar  Sillahuddin

“Hal ini bertujuan lebih menyemarakan ramadhan dan bentuk terima kasih kepada masyarakat. selain itu ajang seperti ini juga bermanfaat  sebagai sarana sosialisasi yang efektif dalam mengajak masyarakat untuk tak lupa berbagi mumpung di bulan ramadhan” tambahnya.

Sebagai salah satu bentuk wujud kepedulian dan kebersamaan AMK Jatim mengajak banom PPP lainnya untuk membagi takjil gratis kepada masyarakat pengguna jalan yang melintas di depan Kantor DPW PPP Jatim tepatnya di Kendangsari Surabaya.

Pembagian takjil ini di koordinir langsung oleh H.Ach. Zainuddin selaku Sekjen AMK Jatim,

“Ini adalah pembagian takjil ke dua, setalah dilaksanakan di Taman bungkul Surabaya, kali ini kita laksanakan di depan sekretariat kita dan juga sekaligus kantor DPW PPP Jatim , telah kita sediakan 500 paket takjil yang di bagikan gratis kepada pengguna jalan” Papar Zainuddin (sin)

Jelang Buka Puasa, PW AMK  Jatim bagikan 500 takjil di Taman Bungkul Surabaya

Jelang Buka Puasa, PW AMK Jatim bagikan 500 takjil di Taman Bungkul Surabaya

Nusantara7.com, Surabaya – Sepekan jelang hari raya idul fitri 1443 Hijriah atau 2022 Masehi tampaknya tidak menyurutkan semangat para pengurus Angkatan Muda Kakbah (AMK) banom dari Partai Persatuan Pembagunan (PPP) Provinsi Jawa timur untuk membagikan 500 takjil untuk berbuka puasa kepada para pengguna jalan yang melintas tepatnya di kawasan taman bungkul, Surabaya.

Ketua Umum Pimpinan Wilayah AMK sekaligus ketua Fraksi DPRD PPP Jatim , H. Ach. Sillahuddin mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan aksi sosial bentuk kepedulian kepada masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini kita bisa berbagi takjil kepada masyarakat, yang dalam perjalanan pulang,” ujar beliau, Senin (25/4/2022).

Continue reading →

Ketua PPP Gresik Bersama AMK Bagikan 500 Takjil ke Pengguna Jalan

Ketua PPP Gresik Bersama AMK Bagikan 500 Takjil ke Pengguna Jalan

Nusantara7.comGRESIK- Di dalam bulan suci Ramadan segala cara dilakukan untuk mencari kebaikan oleh masyarakat, salah satunya Angkatan Muda Ka’bah (AMK) PPP Kabupaten Gresik membagikan ratusan takjil gratis

Di ruas Jalan KH Syafi’i Kebomas Gresik, dan Dahanrejo sebanyak 500 takjil dibagikan kepada pengguna jalan yang melintas, Minggu (17/4/2022).

Turut terlibat langsung dalam kegiatan, Ketua DPC PPP Gresik H.Khoirul Huda serta anggota DPRD Gresik dari Fraksi PPP Hj Lilik Hidayati, dan Pengurus AMK Provinsi Jatim yang diwakili Sekretaris Zainuddin.

Selain membagikan takjil, di bulan Ramadan ini, AMK juga mengadakan khotmil Qur’an.

Ketua DPC PPP Gresik H. Khoirul Huda menuturkan, bulan Ramadan adalah bulan kesembilan dalam kalender hijriah. Pada bulan ini, umat Muslim di seluruh dunia melakukan ibadah puasa yang merupakan salah satu dari rukun Islam. Continue reading →