Ribuan anak muda Banyuwangi daftar program Jagoan Tani

Ribuan anak muda Banyuwangi daftar program Jagoan Tani

Nusantara7.com, Banyuwangi – Sebanyak 203 tim dengan total 1.015 anak muda di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, mendaftar sebagai peserta program Jagoan Tani yang digeber pemerintah daerah setempat sebagai ajang untuk mencetak generasi baru pelaku usaha tani.

“Semangat mengembangkan agribisnis dari anak-anak muda Banyuwangi sangat luar biasa. Semoga ajang ini bisa terus mendorong generasi baru pelaku usaha agribisnis yang bisa memberi nilai tambah ke ekonomi lokal,” ujar Bupati Banyuwangi Ipuk Fiestiandani di Banyuwangi, Jumat.

Ipuk menjelaskan program Jagoan Tani rutin digelar untuk mengajak anak-anak muda Banyuwangi menggeluti bisnis pertanian dengan segala sub-sektornya. Dalam program ini disiapkan modal usaha Rp125 juta hingga penyediaan lahan untuk usaha disediakan bagi para kandidat terpilih.

Katanya, sejumlah mentor juga dihadirkan untuk “mencuci otak” anak muda Banyuwangi terkait konsep bisnis pertanian modern. Ada dosen hingga praktisi. Di antaranya, Udin Andryza, CEO Nusa Fresh yang beberapa waktu lalu melakukan ekspor buah naga dan hortikultura produk Banyuwangi, Kukuh Roxa CEO Pandawa Agri yang rutin melakukan ekspor reduktan herbisida.

Selain itu, juga ada Dzulfikri Putra, CEO Kang Duren, founder marketplace untuk durian, dan Ervina Wahyu, Dekan Fakultas Pertanian Untag Banyuwangi, serta Luh Putu S dari Universitas Jember.

“Proagram Jagoan Tani hadir untuk menghadirkan paras sektor pertanian yang lebih menarik, ada sentuhan inovasi dan digitalisasi, sehingga kami berharap anak-anak muda mau melirik pertanian termasuk di dalamnya perkebunan, perikanan, peternakan,” ujarnya.

Bupati Ipuk menambahkan, konsep Jagoan Tani semakin terintegrasi karena juga ada fase presentasi ke perbankan.

“Saya inginnya bukan hanya perbankan, tapi juga ada pengusaha, ada investor, yang bisa melihat bagaimana anak-anak muda ini presentasi soal dunia pertanian, sehingga nanti bisa dibiayai,” katanya.

Sementara Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Banyuwangi, Muhamad Khoiri menjelaskan bahwa tahun ini program Jagoan Tani difokuskan pada kategori rintisan usaha. Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya yang melombakan dua kategori, ide bisnis dan rintisan usaha.

“Ini dimaksudkan untuk lebih memacu generasi muda pada sisi praktik usahanya,” kata Khoiri.

Program Jagoan Tani 2022 juga mensyaratkan adanya keterlibatan perempuan dalam setiap tim peserta. Minimal 40 persen anggota tim adalah perempuan.

“Ini sebagai upaya mendorong peran kaum perempuan milenial dalam sektor pertanian,” tuturnya.

Khoiri mengatakan, program Jagoan Tani 2022 telah memasuki tahapan verifikasi lapang yang akan berlangsung hingga 15 Mei mendatang. Dari 203 tim yang mendaftar telah tersaring 152 tim yang berhak mengikuti tahapan ini.

Adapun aspek yang diverifikasi meliputi, eksisting usaha/peserta, inovasi atau kebaruan, keberlanjutan usaha, dan sentuhan teknologinya.

“Dari tahapan ini akan dipilih 100 tim terbaik yang akan mengikuti mentoring pada 23-26 Mei. Selanjutnya akan dikerucutkan lagi menjadi 30 besar untuk melakukan presentasi bisnis di hadapan para juri secara langsung pada 8-9 Juni. Diakhiri tahap graduation pada 16 Juni 2022,” paparnya. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *