Bupati Abdul Latif Dampingi Gubernur Khofifah Antisipasi cegah Sebaran Covid-19 Naik

Bupati Abdul Latif Dampingi Gubernur Khofifah Antisipasi cegah Sebaran Covid-19 Naik

 Nusantara7.com, Bangkalan –  Tren persebaran Covid-19 di berbagai daerah mulai naik. Langkah-langkah antisipatif terus dilakukan oleh Pemprov Jawa Timur (Jatim). Salah satunya, mempersiapkan rumah sakit darurat lapangan di rest area Jembatan Suramadu sisi Madura kemarin (6/2).

Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa menyatakan, langkah antisipatif dan kolaboratif untuk mengantisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19 telah dilakukan jajarannya. Mulai berkoordinasi dengan semua kepala daerah, Kodam V/Brawijaya dan jajaran, Kapolda Jatim dan jajaran, serta Pangkoarmada dan jajarannya.

”Antisipasi ini harus kita lakukan untuk memberikan perlindungan dan pelayanan terbaik kepada seluruh masyarakat,” ucapnya.

Menurut dia, saat ini cukup banyak ditemukan kasus Covid-19 dengan gejala ringan. Bahkan, banyak yang tidak bergejala. Karena itu, pihaknya berharap masyarakat yang dinyatakan positif Covid-19 harus memanfaatkan tempat isolasi terpusat (isoter) daripada menjalani perawatan medis di rumah sakit.

”Bagi warga yang mengalami gejala ringan dan tanpa gejala, tolong jangan ke rumah sakit. Tapi ke isoter seperti ini (rumah sakit darurat lapangan),” imbuhnya.

Mantan menteri sosial (Mensos) itu mengutarakan, ada 330 tempat tidur yang disiapkan untuk menampung penderita Covid-19 dengan gejala ringan dan tidak bergejala di bekas gedung yang dibangun badan pengembangan wilayah Suramadu (BPWS) tersebut. Sebanyak 75 bed di antaranya dikhususkan pasien perempuan.

Penyediaan bed untuk perempuan dapat dilakukan secara fleksibel. Sebab, masih ada empat lokasi food court di rest area Suramadu yang dapat dialihfungsikan untuk menampung masyarakat yang terpapar Covid-19. Berdasar pantauannya, sarpras di rumah sakit lapangan cukup baik. ”Sudah cukup melayani pasien bergejala ringan dan tanpa gejala,” imbuhnya.

Khofifah memiliki beberapa catatan dan diminta segera dilengkapi. Di antaranya, penyediaan pembatas antar tempat tidur pasien dan lemari kecil untuk semua pasien. Penyediaan sarana itu akan dilakukan dengan memindahkan lemari kecil di Rumah Sakit Lapangan Indrapura dan di Asrama Haji.

”Sebetulnya kita punya (lemari kecil) semua. Sudah tersedia di Rumah Sakit Lapangan Indrapura. Sekarang rumah sakit tersebut tidak kita gunakan lagi. Sarananya nanti bisa dipindah ke sini (rumah sakit darurat lapangan di rest area Jembatan Suramadu sisi Madura),” imbuhnya.

Pemprov akan menyediakan ambulans khusus di rumah sakit lapangan di kaki Jembatan Suramadu tersebut. Tujuannya, mengantisipasi jika ada pasien yang kondisinya memburuk. ”Rujukan prioritas yaitu rumah sakit dr. Soetomo. Namun, bisa juga dirujuk ke RSUD Syamrabu (Bangkalan),” imbuhnya.

Dari berbagai langkah antisipatif yang dilakukan, orang nomor satu di lingkungan Pemprov Jatim itu tetap meminta masyarakat tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes). Tujuannya, meminimalkan potensi tertulari Covid-19. ”Tetap waspada, tetapi jangan panik,” pesannya.

Sementara itu, Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, pemkab akan turut menjaga keberadaan rumah sakit lapangan itu. Namun, dia berharap tidak banyak masyarakat yang dirawat di tempat tersebut. Artinya, masyarakat yang terkonfirmasi posistif sedikit. ”Sampai saat ini, belum ada (yang ada dirawat),” imbuhnya.

Menurut pria yang biasa dipanggil Ra Latif itu, saat ini sudah ada 13 orang yang terkonformasi positif Covid-19 di RSUD Syamrabu. Semuanya terkonfirmasi positif Covid-19 varian Delta. ”Ada yang meninggal, tapi disertai dengan komorbid,” tandasnya. ram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *