Tak Hanya Beri Bantuan Sosial Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 Diberi Beasiswa Oleh Polres Mojokerto

Tak Hanya Beri Bantuan Sosial Anak Yatim Piatu Korban Covid-19 Diberi Beasiswa Oleh Polres Mojokerto

Mojokerto (Madura9) – Perhatian Polres Mojokerto untuk membantu warga yang terdampak Pandemi Covid-19 terus berlanjut. Kali ini, Kapolres Mojokerto AKBP Dony Alexander mendatangi lima anak di Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto yang ditinggalkan orang tuannya meninggal karena terpapar Covid-19.

Kapolres dan jajaran mendatangi satu per satu anak yatim piatu korban Covid-19. Sembari bersilaturahmi, Kapolres memberikan hadiah berupa boneka dan mainan kepada mereka yang masih berusia di bawah 10 tahun. Rombongan juga membawakan bantuan sosial (bansos) berupa sembilan bahan pokok (sembako).

“Kami mendatangkan beberapa anak kecil yang berumur 4 tahun, 7 tahun dan 8 tahun yang rata-rata di bawah 10 tahun yang ditinggalkan oleh orang tuanya karena terpapar Covid-19. Nah, disinilah kami hadir untuk bisa memberikan semangat dan hiburan kepada sang anak,” ungkapnya, Senin (9/8/2021).

Harapannya agar nantinya bisa tetap menyelesaikan dan mewujudkan cita-cita sebagaimana yang diharapkan oleh orang tuanya. Kegiatan tersebut, tegas Kapolres, merupakan empati building dari Polri dimana dalam situasi pandemi Covid-19 semua harus saling menjaga, mengingatkan dan juga saling membantu.

“Kami juga memberikan beberapa mainan dan bendera merah putih kepada sang anak agar nantinya tetap semangat dan juga tetap ceria untuk bisa kembali hidup normal walaupun tanpa seorang ibu ataupun tanpa seorang ayah. Kami juga memberikan bantuan berupa sembako, mudah-mudahan bisa bermanfaat,” katanya.

Kapolres menjelaskan, kegiatan tersebut bukan hanya di wilayah Kecamatan Sooko saja. Pihaknya masih melakukan pendataan di wilayah hukum Polres Mojokerto, anak yang ditinggal orang tuanya meninggal karena terpapar Covid-19 yang nantinya akan diberikan beasiswa atau menjadi anak asuh Polres Mojokerto.

“Kami akan data, beberapa anak nantinya akan diberikan beasiswa pendidikan agar nanti bisa menjadi generasi penerus bangsa Indonesia. Dalam jangka waktu dekat ini, kami akan turun langsung kembali untuk kami berikan ataupun juga jadikan menjadi salah satu anak asuh Polres Mojokerto,” jelasnya.

Polres Mojokerto akan bertanggung jawab menjadi orang tua asuh, sahabat, teman sekaligus kakak bagi anak-anak yang ditinggalkan orang tuanya karena korban Covid-19 tersebut. Sehingga harapannya, mereka bisa melanjutkan pendidikan dan mewujudkan cita-citanya.

Sementara itu, Kepala Desa (Kades) Sambiroto, Achmad Farid mengucapkan terima kasih kepada Polres Mojokerto. “Atas nama pribadi saya sekaligus mewakili Pemerintah Desa Sambiroto mengucapkan Jazakumullah Khairan Katsiran wa Jazakumullah Ahsanal Jaza atas kegiatan yang dilakukan oleh jajaran Kapolres Mojokerto,” ujarnya.

Dengan keadaan yang saat ini serba sulit dan jadwal Kapolres Mojokerto yang padat, masih kata Kades, Kapolres Mojokerto masih sempat mengunjungi warga Desa Sambiroto. Terlebih Polres Mojokerto mempunyai program untuk memberikan beasiswa dan orang tua asuh untuk anak yatim piatu yang ditinggal orang tuanya menjadi korban Covid-19.

“Terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Kapolres dan jajaran Polres Mojokerto atas kunjungan dan bantuannya kepada warga desa kami. Itu yang lebih saya banggakan, Kapolres siap untuk memberikan program yaitu berupa beasiswa terhadap anak yatim piatu di desa kami,” tuturnya.

Kades menjelaskan, ada 15 orang warga Desa Sambiroto sejak pandemi Covid-19 tahun 2020 lalu yang meninggal akibat virus tersebut. Sebanyak 15 orang warga tersebut dengan usia yang bervariasi dan dari 15 orang warga tersebut, lima diantaranya menjadi prioritas yang mendapatkan kunjungan dari Polres Mojokerto.

Kelima anak yatim piatu yang mendapatkan kunjungan Kapolres Mojokerto tersebut yakni Alm Mahmud yang meninggalkan empat orang anak. Anzika Habibatur R (24), Anzzilina Dwi Salsabila (18), M Novan TD (13) dan Vania Putri Kirana (4). Alm Machfudi dan Almh Solikatin yang meninggalkan dua orang anak, Candra Agus A (28) dan M Nur Hermanto S (19). Alhm Yulfiah meninggalkan tiga orang anak, Dimas Yogaswara (22), Felisa Rahmania Putri (14) dan Dzaky Akram Taamir (8). Alhm Tri Astutik yang meninggalkan tiga orang anak yakni Nanang Widianto (20), Yogi Dwi Wahzudi (18) dan Ahmad Reza Aswan (8) serta Alm H Abd Manan dan Alhm Nur Faijah yang meninggal anak semata wayang, Fitri Amaliasari (24). [brj]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *