Bupati Abdul Latif  Salurkan 36 Hewan Kurban

Bupati Abdul Latif Salurkan 36 Hewan Kurban

Nusantara7.com, Bangkalan – Pada peringatan Hari Raya Idul Adha tahun ini,  Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangkalan mendistribusikan puluhan ekor hewan kurban. Penyembelihan puluhan ekor kurban itu disebar di sejumlah masjid dan pondok pesantren (ponpes) yang ada di Kota Salak.

Bupati Bangkalan Abdul Latif Amin Imron menyampaikan, hewan kurban yang disediakan pemerintah pada Idul Adha tahun ini sebanyak 36 ekor. Perinciannya, 21 ekor sapi dan 15 ekor kambing. Pengadaan hewan kurban itu sama persis dengan tahun lalu. ”Didistribusikan ke masjid dan ponpes yang ada di Bangkalan,” ucapnya.

Ra latif juga mengatakan hewan qurban yang akan disembelih baik di RPH, Masjid maupun masyarakat sudah melewati pemeriksaan kesehatan oleh dokter hewan. “Insya allah semua hewan qurban kondisinya sehat dan terbebas dari PMK,” ujarnya.

Sekali lagi Orang nomor satu di lingkungan Pemkab Bangkalan itu menuturkan, puluhan ekor hewan kurban yang didistribusikan kondisinya sehat. Sebab, sebelum didistribusikan, puluhan hewan kurban itu dicek kesehatannya oleh dokter hewan yang berada di bawah naungan Dinas Peternakan (Disnak) Bangkalan.

”Pengecekan kesehatan hewan kurban tidak hanya pada yang kami distribusikan. Berberapa hari yang lalu, Bangkalan mengirim 2.000 ekor sapi dan kambing ke Surabaya. Kondisi ribuan sapi dan kambing tersebut sehat semua,” tutur pria yang biasa di sapa Ra Latif tersebut.

Dalam pendistribusian hewan kurban tahun ini, Pemkab Bangkalan menggandeng Badan Amil Zakat Nasional (Baznas). Harapannya, penyaluran hewan kurban kepada masyarakat bisa tepat sasaran. ”Semoga daging hewan kurban yang kami distribusikan bisa bermanfaat untuk masyarakat,” katanya.

Dikonfirmasi di tempat terpisah, Ketua Baznas Bangkalan KH Jazuli Nur mengakui diajak bekerja sama oleh pemkab dalam penyaluran hewan kurban tahun ini. Ada beberapa pertimbangan sebelum menetapkan ponpes dan masjid sebagai lokasi penyembelihan hewan kurban. ”Salah satunya, santri ponpes sedang tidak pulang dan hewan kurban bisa diakses oleh masyarakat,” katanya.

Penyaluran daging kurban diserahkan kepada masing-masing pengasuh ponpes atau takmir masjid. Dia yakin pengasuh ponpes dan pengurus masjid akan menyalurkan daging kurban kepada masyarakat. ”Kalau sudah diserahkan (hewan kurbannya), akan menjadi otoritas lembaga penerima,” kata pengasuh Ponpes Nurul Amanah itu. Dbs-Rama

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *