Cegah stunting, DKPP Kota Madiun gelar pelatihan olahan ikan bagi kader posyandu

Cegah stunting, DKPP Kota Madiun gelar pelatihan olahan ikan bagi kader posyandu

Nusantara7.com, Madiun  – Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Madiun menggelar pelatihan pengolahan bahan makanan ikan air tawar bagi kader posyandu sebagai upaya mencegah stunting di wilayah itu.

Kepala Bidang Perikanan DKPP Kota Madiun Herman Prakoso di Madiun, Kamis, mengatakan bahwa sasaran pelatihan dipilih kader posyandu karena para kader tersebut berhubungan langsung dengan balita yang butuh gizi seimbang.

“Ikan mengandung banyak omega 3, sehingga kita beri pelatihan pengolahan ikan bagi para kader, harapannya supaya mereka bisa membagikan ilmunya ke ibu-ibu di lingkungan tempat tinggal,” ujarnya.

Menurut dia, pelatihan pengolahan ikan itu sebagai bentuk dukungan DKPP untuk pencegahan stunting di Kota Madiun. Selain itu, Kota Madiun juga memiliki potensi pengembangan ikan tawar yang cukup besar.

Oleh karena itu, perlu adanya pembinaan khusus mengenai ragam produk olahan berbahan baku ikan, agar produksinya makin berinovasi, memiliki nilai jual yang tinggi, dan sehat.

“Olahan ikan tidak hanya digoreng atau direbus, tapi juga bisa diolah sedemikian rupa sehingga punya nilai jual tinggi,” kata dia.

Dalam pelatihan tersebut, para kader posyandu belajar mengolah ikan lele. Ikan lele tersebut diolah menjadi nugget, lumpia ikan, ekado, dan bola ikan yang diisi dengan wortel, keju, sosis, dan telur puyuh.

Didampingi oleh petugas, para ibu dengan cekatan mengikuti tiap proses pembuatan. Mulai dari memisahkan duri dari daging ikan lele yang telah dikukus, hingga meniriskan campuran daging yang sebelumnya sudah digoreng dengan bumbu-bumbu.

Dengan pelatihan tersebut diharapkan tingkat konsumsi ikan yang penuh gizi di Kota Madiun meningkat, sehingga dapat mengurangi kasus stunting.

Data Dinas Kesehatan Madiun mencatat kasus stunting di kota tersebut saat ini berada pada angka 7,74 persen. (atr)

Dukung kebijakan pemerintah, KAI Daop Surabaya tetap minta pelanggan gunakan masker

Dukung kebijakan pemerintah, KAI Daop Surabaya tetap minta pelanggan gunakan masker

Nusantara7.com, Surabaya – PT Kereta Api Indonesia (KAI) Daerah Operasi 8 Surabaya, Jawa Timur, tetap meminta pelanggan kereta api jarak jauh untuk menggunakan masker selama dalam perjalanan dan saat berada di stasiun.

Manager Humas KAI Daop 8 Surabaya Luqman Arif di Surabaya, Kamis mengatakan masker yang digunakan merupakan masker kain tiga lapis atau masker medis yang menutup hidung, mulut dan dagu.

“Pelanggan juga harus mengganti masker secara berkala setiap empat jam dan membuang limbah masker di tempat yang disediakan,” kata Luqman, menjelaskan.

Terkait pemeriksaan COVID-19, Luqman mengatakan kini pelanggan KA jarak jauh yang telah mendapatkan vaksinasi dosis kedua (lengkap) atau ketiga (penguat) tidak wajib menunjukkan hasil negatif tes RT-PCR atau Rapid Test Antigen saat boarding.

Kebijakan itu, kata dia, berlaku mulai keberangkatan 18 Mei 2022 dan menyesuaikan dengan terbitnya SE Kementerian Perhubungan Nomor 57 Tahun 2022 tentang Petunjuk Pelaksanaan Perjalanan Orang Dalam Negeri dengan Transportasi Perkeretaapian pada Masa Pandemi COVID-19.

Selain itu, KAI juga telah mengintegrasikan tiketing system KAI dengan aplikasi Peduli Lindungi untuk memvalidasi data vaksinasi dan hasil tes COVID-19 pelanggan, dalam rangka memperlancar proses pemeriksaan,

Hasilnya data dapat langsung diketahui oleh petugas KAI pada saat pemesanan tiket melalui KAI Access, web KAI dan pada saat boarding.

“Kami mendukung seluruh kebijakan pemerintah untuk perjalanan kereta api di masa pandemi. Relaksasi protokol kesehatan tersebut diharapkan dapat menjadi titik balik kebangkitan moda transportasi kereta api dan turut berkontribusi untuk pemulihan ekonomi nasional,” katanya.

Sebelumnya, Presiden RI Joko Widodo mengatakan bahwa pemerintah melonggarkan kebijakan pemakaian masker di area terbuka dengan mempertimbangkan pandemi COVID-19 yang terkendali.

“Dengan memperhatikan kondisi saat ini, penanganan pandemi COVID-19 di Indonesia makin terkendali, Pemerintah memutuskan untuk melonggarkan kebijakan pemakaian masker,” kata Presiden Jokowi di Istana Kepresidenan Bogor seperti dalam video yang diunggah di kanal YouTube Sekretariat Presiden.

Namun, pelonggaran aturan pemakaian masker hanya berlaku di luar ruangan dan bukan di ruangan tertutup atau transportasi massal.

“Jika masyarakat sedang beraktivitas di luar ruangan atau di area terbuka yang tidak padat orang, boleh tidak menggunakan masker. Namun, untuk kegiatan di ruangan tertutup dan transportasi publik, tetap harus menggunakan masker,” ungkap Presiden. (ant)

Bupati Abdul Latif  Membuka Liga Internal PSSI Agar Munculkan Atlet Prestasi

Bupati Abdul Latif Membuka Liga Internal PSSI Agar Munculkan Atlet Prestasi

Nusantara7.com, Bangkalan – Setelah  sekian lama vakum, Asosiasi Kabupaten Persatuan Sepakbola Seluruh Indonesia (ASKAB PSSI) Kabupaten Bangkalan kembali menggulirkan kompetisi liga internal yang dilaksanakan di Stadion Gelora Bangkalan (SGB) selama satu bulan penuh.

Opening seremoni pelaksanaan liga internal dari tingkat divisi utama, divisi I divisi II dan divisi III dibuka langsung oleh Bupati Bangkalan, R Abdul Latif Amin Imron yang didampingi jajaran Forkopimda Kabupaten Bangkalan, KONI serta Sekjen PSSI Jawa Timur.

Dalam sambutannya, Ra Latif menyampaikan terimakasih kepada ASKAB PSSI Kabupaten Bangkalan yang telah menggelar kompetisi liga internal dengan harapan, nantinya akan memunculkan potensi-potensi atlet sepak bola yang bisa dikembangkan.

“Dari kompetisi ini, insyaallah akan bermunculan atlet-atlet sepak bola yang handal, sehingga bisa dikembangkan di klub Perseba Bangkalan,” ucap Ra Latif saat memberikan sambutan.

Sementara itu H Imin Ketua ASKAB PSSI Kabupaten Bangkalan menyampaikan, bahwa gelaran liga internal yang digelar oleh ASKAB PSSI, tidak lain untuk, menumbuhkan kembali semangat pecinta sepak bola yang ada di Kabupaten Bangkalan.

“Harapan kita dengan adanya liga internal ini, bisa menumbuhkan kembali kecintaan masyarakat kepada sepak bola, sehingga apa yang di cita-citakan Bapak Bupati untuk kejayaan Perseba Bangkalan bisa tercapai,” terang H Imin.

Menurutnya, ASKAB PSSI Kabupaten Bangkalan akan terus berupaya bersinergi dengan segala pihak yang kompeten dan mempunyai keinginan yang sama untuk memajukan persepakbolaan di Bangkalan.

“Gelaran liga internal ini akan terus dilaksanakan, baik divisi utama, I, II dan III, kita punya harapan besar untuk sepak bola di Bangkalan, utamanya kebangkitan klub Perseba Bangkalan,” tutupnya. pemk

Bupati  Abdul Latif  dukung penuh Madura Produktif Tanpa Narkoba

Bupati Abdul Latif dukung penuh Madura Produktif Tanpa Narkoba

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menghadiri deklarasi Madura Produktif Tanpa Narkoba di Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kamis (19/5/2022). Kegiatan tersebut dihadiri Langsung Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Kasdam V Brawijaya, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta dan Kabinda Jatim Marsma TNI Rudy Iskandar bersama seluruh Forkopimda Madura serta Tokoh Masyarakat, Tokoh Agama dan Tokoh Pemuda.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Forkopimda Jatim tersebut bertujuan untuk melindungi generasi muda dari bahaya Narkoba khususnya di Madura. 

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Jatim mengajak semua bersama-sama membangun komitmen di seluruh elemen strategis. Semua lini harus membangun komitmen untuk bisa memberikan perlindungan terhadap anak-anak dan generasi penerus agar terhindar dari bahaya narkoba.

“Karena kita berada di Jawa Timur maka tentu perlindungan kepada warga Jawa Timur menjadi tanggung jawab kami semua,” kata Gubernur Khofifah.

Komitmen memerangi narkoba juga ditegaskan Ra Latif Bupati Bangkalan yang selalu mengajak masyarakat ikut melakukan pencegahan peredaran narkoba, karena pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan narkoba itu perlu dilakukan bersama-sama.

“Pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkoba adalah tugas dan tanggung jawab bersama seluruh lapisan masyarakat,” katanya. 

Bupati Abdul Latif mengatakan, upaya pencegahan bisa dilakukan mulai dari lingkungan rumah. Artinya, orang tua wajib memperhatikan anak-anak mereka agar tidak terjerumus kedalam pergaulan yang bisa menyesatkan masa depannya.pemk