Profesionalisme dorong Erick Thohir diterima lapisan NU terbukti dari survei CSIIS

Profesionalisme dorong Erick Thohir diterima lapisan NU terbukti dari survei CSIIS

Nusantara7.com , Surabaya – Pengamat Politik Universitas Gajah Mada (UGM), Dr Wawan Mas’udi, SIP, MPA menilai, profesionalisme yang ditunjukkan Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mendorongnya mampu diterima lapisan warga Nahdlatul Ulama (NU), terbukti hasil survei yang dikeluarkan Center for Strategic on Islamic and International Studies (CSIIS) memasukan Erick menjadi salah satu nama calon presiden (capres) paling diminati warga NU.

“Menteri Erick berhasil menduduki peringkat teratas bersama Khofifah Indar Parawansa dan Muhaimin Iskandar yang sudah lama menjadi warga Nahdliyin,” kata Wawan, dalam siaran persnya yang diterima di Surabaya, Rabu.

Wawan yang juga Dekan Fisipol UGM itu mengatakan, Erick memiliki kedekatan dan mampu mengambil hati Nahdliyin, hal ini dikarenakan profesionalismenya dalam memimpin Kementerian BUMN.

Selain itu, mudahnya Erick masuk NU dikarenakan NU merupakan organisasi masa Islam yang sangat fleksibel, dan mampu menerima semua umat Islam baik itu yang puritan maupun biasa saja.

Sikap profesionalisme yang dimiliki Erick, diyakini Wawan mampu membuatnya masuk ke simpul organisasi keagamaan lainnya seperti Muhamadiyah.

“Sejauh profesionalisme itu bisa dikembangkan untuk kesejahteraan masyarakat, dan tentu Menteri Erick bisa masuk ke semua lapisan masyarakat. Lintas suku, kelompok maupun agama,” katanya.

Wawan mengatakan, semua ini adalah beyond politics, yakni dengan merangkul seluruh lapisan masyarakat untuk dapat memulihkan ekonomi Indonesia.

“Itu namanya politik dengan visi yaitu mengembangkan ekonomi kerakyatan. politik dengan visi tersebut memiliki daya ungkit tersendiri,” kata Wawan.

Proses saling mengenal antara Erick dan NU diyakini Wawan merupakan proses jangka panjang. Namun, kata dia, dengan niat baik Erick untuk melakukan pengembangan ekonomi warga Nahdliyin dinilainya juga tidak menjadi hambatan bagi Menteri Erick untuk menjadi bagian dari NU.

“Karena kedekatan yang dibangun Erick ke NU bukan semata-mata kedekatan politik. Sehingga tokoh seperti Erick yang profesional yang mau mendekat menjadi bagian dari NU, tentu akan diterima oleh seluruh warga Nahdliyin,” katanya.

Ia mengatakan, satu agenda terbesar NU adalah melakukan transformasi dan penguatan ekonomi masyarakat hingga akar rumput, dan Erick dengan latar belakang pengusaha dan profesional bisa mengisi ruang kosong di NU berupa penguatan ekonomi warga Nahdliyin.

“Sehingga kedekatan Erick dan NU bisa berkontribusi positif bagi warga NU,” papar Wawan.

Salah satu upaya Erick yang membentuk badan usaha milik NU, dinilai Wawan merupakan bukti kedekatan Erick ke warga Nahdliyin, sehingga bukan semata-mata karena kedekatan politik.

“Dengan merangkul NU melalui simpul-simpul ekonomi di warga Nahdliyin sangat strategis untuk mendorong perekonomian Nasional dan mempercepat pemulihan ekonomi Indonesia. Siapa pun yang berhasil masuk ke simpul ekonomi kerakyatan NU otomatis bisa menjadi bagian dari preferensi politiknya warga Nahdliyin,” katanya.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *