Khofifah : Bandara Juanda jadi hub titik kumpul jamaah umrah luar Jatim

Khofifah : Bandara Juanda jadi hub titik kumpul jamaah umrah luar Jatim

Nusantara7.com, Sidoarjo  – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa optimistis jika Bandara Internasional Juanda Surabaya di Sidoarjo bisa menjadi hub (titik transfer dan kumpul) jamaah umrah yang berasal dari provinsi di luar Jatim.

“Jamaah umrah yang berangkat dari Bandara Juanda ini tidak hanya berasal dari Jatim, namun juga dari Medan (Sumatera Utara), D.I. Yogyakarta dan Kalimantan Selatan,” katanya di sela melepas langsung pemberangkatan ibadah umrah dari Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo, Jatim, Selasa.

Penerbangan tanpa transit (direct flight) dari Juanda ke Madinah ini menggunakan maskapai Garuda Indonesia dengan nomor penerbangan GA9848 dengan jumlah penumpang sebanyak 220 jamaah.

“Sehari sebelumnya, jamaah umrah juga telah berangkat dari Bandara Juanda menggunakan maskapai Lion Air,” ujarnya.

Dengan dibukanya kembali Bandara Juanda untuk pelaku perjalanan luar negeri (PPLN) termasuk umrah menjadi hub yang sangat strategis bagi keberangkatan jamaah umrah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Seluruh proses manajemen dari keberangkatan umrah ini diharapkan diikuti dengan kedisiplinan protokol kesehatan. Baik dari masing-masing jamaah atau pun pihak penyelenggara ibadah umrah baik travel ataupun dari Asosiasi Muslim Penyelenggara Haji dan Umroh Republik Indonesia (AMPHURI).

“Semuanya harus bersinergi untuk bisa memberangkatkan, menyelenggarakan, dan sampai kepulangan semua dalam keadaan sehat, selamat, dan lancar. Apalagi ini keberangkatan umroh kurang lebih dua tahun tertunda karena pandemi COVID-19,” katanya.

Pembukaan kembali Bandara Juanda untuk PPLN dan ibadah umrah ini menjadi bagian penting yang seiring dengan proses yang mendorong pertumbuhan ekonomi di Jawa Timur.

“Kita bisa membayangkan ada yang dari Medan, Kalsel dan Jogja mereka pasti butuh penginapan atau hotel. Tentunya ini jadi sinergi dari seluruh institusi yang bisa memberikan nilai tambah yang strategis bagi kita semua salah satunya Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) yang ada di Jatim,” ujarnya.

Ke depan, Khofifah berharap proses pemberangkatan umrah dari Bandara Juanda ini akan bisa berjalan secara reguler dan intensitas penerbangannya bisa ditingkatkan, apalagi menjelang bulan Ramadhan.

“Semoga ke depan pemberangkatan umroh ini bisa berjalan reguler dan intensitas keberangkatan dari Bandara Juanda ini bisa meningkat. Baik menjelang maupun saat bulan Ramadhan minat umrah tinggi sekali. Apalagi dua tahun ini tertunda karena pandemi COVID-19,” katanya.

Disinggung terkait penyelenggaraan ibadah haji, Gubernur Khofifah mengatakan akan menunggu keputusan dari pemerintah pusat dan juga menunggu kepastian dari pemerintah Arab Saudi. Tentunya hal ini sudah dilakukan kesiapsiagaan oleh pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Agama.

“Saya rasa Kemenag pasti sudah melakukan kesiapsiagaan kapan lampu hijau dari pemerintah Saudi untuk pemberangkatan Ibadah Haji. Jumat kemarin kami rakor dipimpin Pak Menko Marves dan beliau menyampaikan saat bertemu dengan Pangeran Mohammed Bin Salman di Arab Saudi, beliau meminta ada penambahan kuota haji karena dua tahun perjalanan haji ditunda karena pandemi COVID-19,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Gubernur Khofifah menyerahkan healthy kit untuk para jamaah secara simbolis. Serta menyapa langsung para jamaah umrah yang akan berangkat serta mengajak membaca kalimat Talbiyah.

Sementara itu, Direktur Teknik Garuda Indonesia Rahmad Hanafi mengatakan pengoperasian kembali penerbangan umrah menjadi jawaban atas kerinduan masyarakat muslim di seluruh penjuru Nusantara, yang telah lama menantikan kesempatan untuk beribadah di Tanah Suci.

Penerbangan umrah perdana Garuda Indonesia dengan rute Surabaya-Madinah ini dilaksanakan secara langsung menggunakan pesawat A330-300 dengan nomor penerbangan GA9848.

“Meskipun proses ketentuan karantina saat ini sudah tidak diberlakukan, namun pada pelaksanaan operasional penerbangan, sesuai dengan core value kami, Garuda Indonesia tetap fokus mengadaptasi layanan yang sesuai dengan preferensi dan kebutuhan para penumpangnya khususnya pada empat aspek utama yaitu keamanan, keselamatan, kenyamanan, dan kesehatan,” katanya. (atr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *