Harga Telur Ayam Turun, Jatim Deflasi 0,11 Persen

Harga Telur Ayam Turun, Jatim Deflasi 0,11 Persen

Nusantara7.com, SURABAYA – Badan Pusat Statistik (BPS) Jawa Timur mencatat selama September 2021 Jawa Timur (jatim) mengalami deflasi sebesar 0,11 persen. Hal itu dipicu stabilnya harga berbagai bahan pokok.

Kepala BPS Jatim Dadang Hardiwan menuturkan, berdasarkan pemantauan terhadap perubahan harga selama bulan September 2021 di delapan kota Indeks harga Konsumen (IHK) di Jatim semuanya mengalami deflasi.

“Deflasi tertinggi terjadi di Kabupaten Banyuwangi sebesar 0,16 persen dan deflasi terendah terjadi di Kota Malang sebesar 0,02 persen,” tuturnya.

Dari delapan kota IHK menunjukkan adanya penurunan harga di sebagian besar komoditas yang dipantau. “Dari sebelas kelompok pengeluaran, satu kelompok mengalami deflasi dan sepuluh kelompok mengalami inflasi,” imbuhnya.

Kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi adalah makanan, minuman dan tembakau sebesar 0,93 persen. Untuk kelompok pengeluaran yang mengalami inflasi tertinggi adalah yaitu kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,60 persen.

Kemudian diikuti kelompok kesehatan sebesar 0,39 persen, kelompok pakaian dan alas kaki serta kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga masing-masing sebesar 0,12 persen.

Selain itu, kelompok transportasi dan kelompok pendidikan masing-masing sebesar 0,06 persen, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,05 persen, kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,04 persen, kelompok rekreasi, olahraga dan budaya sebesar 0,03 persen serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,02 persen.

“Tingkat inflasi tahun kalender September 2021 sebesar 1,21 persen dan tingkat inflasi tahun ke tahun (September 2021 terhadap September 2020) sebesar 1,92 persen,” jelasnya.

BPS mencatat komoditas telur ayam ras menjadi salah satu pemicu deflasi tertinggi pada September 2021. Persentase perubahan harganya mencapai -14,15 persen dengan memberikan andil -0,08 persen.

Sementara untuk komoditas penyumbang inflasi tertinggi adalah daging ayam ras yang persentase perubahan harganya mencapai 4,37 persen dengan memberikan andil 0,04 persen. (rdr)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *