Gubernur Jatim Khofifah Cek Produksi Minyak Goreng di Gresik

Gubernur Jatim Khofifah Cek Produksi Minyak Goreng di Gresik

Nusantara7.com, Gresik – Tiga petinggi Jawa Timur, Gubernur Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V Brawijaya Mayjen TNI Nurcahyanto, Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta didampingi Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani (Gus Yani) melakukan sidak (inspeksi mendadak) ke pabrik minyak goreng (Migor) PT Wilmar Nabati Indonesia (WNI) di Gresik.

Kedatangan pemangku kebijakan tersebut memastikan produksi minyak goreng dan menepis isu kelangkaan minyak goreng di pasaran. Rombongan meninjau dan melihat langsung produksi minyak goreng. Khofifah mengaku juga telah mengecek di toko ritel modern Asosisasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo), minyak goreng relatif tersedia, tidak sampai dua jam habis.

Berdasarkan hasil sidak pasar di berbagai kota, belakangan ternyata ada ritel modern yang tidak mendapat suplai minyak goreng selama satu minggu, seperti di Kota Pasuruan.

“Kami bersama Pangdam V Brawijaya, Kapolda Jawa Timur ingin memastikan di tingkat produsen ternyata suplai berjalan seperti sediakala. Misalnya, pasar ritel modern ada kelangkaan, ada rantai pasok yang missing link. Missing link ini ada di titik mana. Kita semua punya kewajiban mengawal kebijakan Presiden ingin penguatan daya beli masyarakat dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 14 ribu perlter untuk minyak goreng premium, kemudian Rp 13.500 per liter kemasan sederhana dan Rp 11.500 per liter kemasan curah,” ujarnya.

Diharapkan seluruh proses rantai pasok minyak goreng sampai di tingkat konsumen sesuai HET yang ditentukan Kementerian Perdagangan. “Kita berharap rantai pasok betul-betul bisa berjalan sesuai kebutuhan masyarakat Jawa Timur. Selama ini 59 ribu ton per bulan kebutuhan Jawa Timur terpasok cukup, kita berharap pasokan itu akan kembali terpenuhi dengan HET ditentukan pemerintah,” kata Khofifah.

Sementara Bupati Gresik, Gus Yani berharap agar kondisi ini segera berangsur pulih. Dirinya menghimbau suplai minyak goreng di pasaran dapat berjalan lancar sehingga masyarakat tidak merasa was was. “Masyarakat tetap tenang dan tidak usah was-was. Insya Allah kondisi seperti ini dapat segera teratasi,” pungkasnya. (Bejtm)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *