Kebijakan Pendidikan Untuk Pengembangan Ciri Khas Agama

Kebijakan Pendidikan Untuk Pengembangan Ciri Khas Agama

Nusantara7,Jakarta- (Kemenag) — Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengatakan seluruh kebijakan penyelenggaraan pendidikan nasional mengikuti regulasi yang disusun dan diterbitkan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).

Penyelenggaraan pendidikan di lembaga pendidikan binaan Kementerian Agama, menurut Menag, ber”makmum” pada kebijakan Kemendikbudristek. Hanya dalam hal tertentu, jika dibutuhkan aturan spesifik, Kementerian Agama membuat peraturan diskresi jika dibutuhkan.

“Tentunya setelah dilakukan kajian mendalam dan mendapatkan masukan-masukan yang relevan,” terang Menag saat menjadi narasumber pada Musyawarah Nasional Ikatan Sarjana Pendidikan (ISPI) VIII dan Seminar Nasional Pendidikan Tahun 2022 yang digelar secara Hybrid di Jakarta Rabu, (15/6/2022).

Menag mencontohkan kebijakan yang dibuat Kemenag dalam penyelenggaraan Pendidikan Profesi Guru (PPG) bagi Guru Madrasah pengampu mata pelajaran agama/keagamaan. Menurutnya, kebijakan umum dari Kemendikbudristek, penyelenggaraan PPG pada tahun 2021 dalam hitungan hari aktif berlangsung selama 58 hari.

“Melalui KMA Nomor 743 Tahun 2020, Kementerian Agama menyelenggarakan PPG Keagamaan dalam durasi waktu 96 hari dengan pertimbangan guru-guru madrasah perlu mendapatkan sentuhan familiarisasi teknologi informasi dalam proses pembelajaran,” jelasnya.

Lebih lanjut, Menag mengatakan bahwa madrasah merupakan sekolah umum berciri khas agama. Karena masuk kategori sekolah, maka standar yang diacu adalah standar yang ditentukan secara nasional. Kementerian Agama hanya melakukan pengembangan sesuai kewenangannya, yakni pengembangan ciri khas keagamaan.

“Pada intinya, penyelenggaran pendidikan adalah masalah nasional dan harus selalu didiskusikan secara bersama-sama, dikaji secara mendalam dengan melibatkan banyak pihak pemangku kepentingan (stake holders),” tegasnya.

Secara nasional, Kementerian Agama saat ini mengelola  82.418 madrasah, dengan rincian 7,9% berstatus negeri dan 92,1% berstatus swasta.(KMG)

Pengadaan Program Pemerintah Kepada Santripreneur Guna Mendorong Perekonomian Nasional

Pengadaan Program Pemerintah Kepada Santripreneur Guna Mendorong Perekonomian Nasional

Nusantara7,Jakarta-Indonesia saat ini berada dalam masa transisi dari pandemi menuju endemi. Tentunya hal ini tak lepas dari berbagai upaya dalam menangani pandemi Covid-19 yang telah dilakukan Pemerintah dengan dukungan dari seluruh lapisan masyarakat.

Pulihnya perekonomian nasional di mana pada kuartal pertama tahun 2022 ekonomi nasional bisa tumbuh 5,01% (yoy), berkat terkendalinya penanganan Covid-19. Terkendalinya Covid-19 di Indonesia merupakan faktor penting yang mendorong pemulihan ekonomi nasional.

Terkait hal tersebut, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan bahwa terkendalinya pandemi ini tentu juga berkat dukungan berbagai pihak, termasuk juga para ulama, kyai, dan tokoh agama yang tak henti-hentinya menyerukan agar masyarakat mematuhi protokol kesehatan dan menjadikan program vaksinasi menjangkau seluruh lapisan masyarakat.

“Pandemi Covid-19 saat ini sudah jauh lebih baik. Alhamdulillah, bersyukur kepada Allah SWT, setelah 1 bulan dari masa mudik, tidak ada peningkatan kasus harian Covid-19,” ungkap Menko Airlangga dalam Pelantikan dan Milad ke-44 Majelis Dakwah Islamiyah (MDI) di Pondok Pesantren Asshiddiqiyah, Kedoya Utara – Jakarta Barat, Minggu 5 Juni 2022,
Sebagai salah satu upaya mendorong perekonomian nasional, Menko Airlangga dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa Pemerintah tengah mendorong ekonomi syariah dan Lembaga Keuangan Syariah. Selain itu, Pemerintah juga memiliki Program Santripreneur.

“Program Santripreneur diinisiasi untuk mendorong santriwan-santriwati agar bisa menjadi wirausahawan yang tangguh,” kata Menko Airlangga.

Menutup sambutannya, Menko Airlangga yang juga merupakan Ketua Majelis A’la PP MDI dalam kesempatan yang sama juga menyampaikan bahwa mengharapkan MDI turut berperan aktif dalam pengembangan ekonomi umat agar kesejahteraan umat Islam di Indonesia dapat dicapai. MDI juga harus menjadi penggerak utama bagi dakwah Islam yang damai dengan bersinergi dengan para ulama, kyai, dan para ustadz.

Pada kesempatan tersebut, Menko Airlangga juga turut memberikan piala kepada santri pemenang lomba pidato nasional yang diadakan oleh MDI. “Melalui peran MDI diharapkan dapat melahirkan banyak pendakwah yang menciptakan kesejukan dan keteduhan bagi masyarakat yang memiliki visi dan misi yang sama dalam menebarkan Islam rahmatan lil ‘alamin,” pungkas Menko Airlangga.
Hadir dalam kesempatan tersebut antara lain Menteri Perindustrian, Wakil Ketua DPR RI, Ketua Majelis Dakwah Islamiyah beserta jajaran, serta Pengasuh Pengasuh Pondok Pesantren Asshiddiqiyah.(zsr)

Memperingati Hari Lahir Pancasila, Pelajar Di Ponorogo Mengenakan Pakaian Adat

Memperingati Hari Lahir Pancasila, Pelajar Di Ponorogo Mengenakan Pakaian Adat

 Nusantara7.com,Ponorogo – Para pelajar SMK PGRI 2 Ponorogo punya cara unik memperingati Hari Lahir Pancasila pada 1 Mei 2022. Para pelajar ini mengenakan pakaian adat Nusantara saat mengikuti upacara bendera.

“Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh hari ini, siswa-siswi SMK PGRI 2 Ponorogo menggunakan baju adat yang ada di Nusantara,” kata Kepala SMK PGRI 2 Ponorogo, Syamhudi Arifin, Rabu (1/6/2022).

Upacara bendera yang digelar di halaman sekolah ini cukup membuat antusias para siswa. Mereka jadi paham bahwa ada beragam pakaian adat di Indonesia.

Peringatan itu juga untuk memupuk rasa nasionalisme sejak remaja. Selain itu pihak sekolah berharap kegiatan ini menjadi momentum untuk menanamkan jiwa Bhineka Tunggal Ika.

“Sekolah sengaja menggelar kegiatan ini untuk menunjukkan kebhinekaan yang ada di tanah air ini,” katanya.

Dengan latar belakang banyaknya suku tentu juga membuahkan banyak baju adat. Dengan banyaknya budaya itulah, akhirnya lahir Pancasila sebagai lambang pemersatu bangsa.

“Pancasila yang menyatukan kita. Para siswa diharapkan dapat menyerap nilai-nilai luhur pancasila, yang bisa mempersatukan bangsa Indonesia,” pungkasnya.

Sementara itu, salah satu siswa SMK PGRI 2 Ponorogo, Arya Diwa mengaku melakukan persiapan selama dua hari untuk mengikuti upacara dengan pakaian adat ini. Bahkan ia juga harus menyewa kostum yang Ia kenakan pada upacara hari ini.

“Sangat senang sekali, kita jadi tahu betapa kayanya kebudayaan Indonesia. Salah satunya ya baju-baju adat di Indonesia,” kata siswa kelas 11 ini. (bejtm)

 

Pemkab Bangkalan Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Dengan Perpustakaan UTM

Pemkab Bangkalan Lakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama Dengan Perpustakaan UTM

Nusantara7.com, Bangkalan – Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Bangkalan melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerjasama dengan Perpustakaan Universitas Trunojoyo Madura (UTM), Kamis (2/6/2022).

Acara yang digelar di Gedung Rektorat UTM lantai 5 tersebut dihadiri langsung oleh Kepala Diskominfo Kabupaten Bangkalan Agus Sugianto Zein beserta jajarannya. Sementara dari pihak UTM dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Akademik Deny Setya Bagus Yuherawan serta Kepala Perpustakaan UTM Iriani Ismail.

Kepala Diskominfo Agus Sugianto Zein dalam sambutannya mengatakan bahwa kerjasama yang dilakukan dengan Perpustakaan UTM sangatlah penting. Hal itu untuk mengembangkan gerakan literasi di lingkungan pemerintah pada khususnya.

“Gerakan membangun literasi merupakan langkah awal untuk menuju sebuah kemajuan. Tanpa literasi yang bagus mustahil sebuah daerah bisa berkembang,” ujarnya.

Seyogyanya pemerintah bisa membangun dan mendorong agar masyarakat gemar mencari literasi minimal dengan membaca buku atau informasi yang bisa diperoleh dari internet. Karena menurutnya saat ini dengan berkembangnya teknologi sangat mudah untuk mendapatkan informasi yang diperlukan.

“Tidak ada alasan untuk tidak membangun gerakan literasi karena saat ini dihadapan kita sejak bangun tidur sampai mau tidur lagi sangat mudah mendapat informasi,” imbuhnya.

Diskominfo sendiri kata Agus, mempunyai sejumlah fasilitas untuk mendukung gerakan literasi. Diantaranya lanjut Agus, Diskominfo mengelola Radio Bangkalan FM, ada juga majalah Lensa dan Web yang berisi informasi soal Kabupaten Bangkalan.

“Kita maksimalkan semua fasilitas itu untuk memberikan informasi seluas-luasnya kepada masyarakat Bangkalan,” tuturnya. Continue reading →

Pemkab Bangkalan Berikan Pentingya Pemahaman Keselamatan Lalu Lintas Ke Pelajar

Pemkab Bangkalan Berikan Pentingya Pemahaman Keselamatan Lalu Lintas Ke Pelajar

Nusantara7.com, Bangkalan – Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Bangkalan melaksanakan road show ke sekolah-sekolah. Hal ini dilakukan dalam rangka sosialisasi tertib lalu lintas kepada pelajar. Lokasi yang dipilih adalah UPTD SMPN 7 Bangkalan, Selasa (31/5/2022). 

Kepala Dishub Bangkalan melalui Kepala Bidang (Kabid) Pengembangan dan Keselamatan, Agung Firmansyah mengatakan, tujuan sosialisasi kepada para pelajar untuk memberikan pemahaman tentang pengetahuan Prasarana Keselamatan lalu lintas dan etika berlalu lintas.

Dijelaskanya, Pendidikan diharapkan mampu membentuk pribadi cerdas dan bertanggungjawab, salah satunya ketika berlalu lintas jalan.

Pendidikan keamanan di jalan raya (road safety education) memainkan peranan penting dalam membentuk sikap dan perilaku anak dan remaja. Dengan pemahaman tersebut dapat mendorong mereka menjadi pengguna jalan yang bertanggung jawab. “Mencetak pribadi seperti itu akan semakin maksimal saat diterapkan sejak pelajar ,” ujarnya Continue reading →

Penuhi Kebutuhan Fasilitas Pembelajaran, ITS Dirikan Tower 2

Penuhi Kebutuhan Fasilitas Pembelajaran, ITS Dirikan Tower 2

Nusantara7.com, Surabaya– Setelah sukses dengan pembangunan Tower 1, Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) kembali membangun gedung Tower 2 untuk memenuhi kebutuhan fasilitas pembelajaran. Mengawali proses pembangunannya, ITS melakukan seremoni groundbreaking atau peletakan batu pertama gedung Tower 2 yang berlokasi di area Departemen Teknik Elektro ITS, Rabu (27/4).

Pembangunan Tower 2 ini merupakan hasil kerja sama ITS dengan PT Wijaya Karya (WIKA). Seremoni dihadiri langsung oleh Rektor ITS Prof Dr Ir Mochamad Ashari MEng IPU AEng, Sekretaris Majelis Wali Amanat (MWA) ITS Dr Ir Lily Pudjiastuti, Ketua Senat Akademik (SA) ITS Prof Dr Syafsir Akhlus, Ketua Ikatan Alumni Elektro ITS (IKA ELITS) PW Jatim Rudy Kurniawan, Direktur Operasi III PT WIKA Ir Rudi Hartono, serta sejumlah mitra perusahaan dan jajaran pimpinan ITS.

Continue reading →

Mendikbudristek Luncurkan Program Revitalisasi Bahasa Daerah

Mendikbudristek Luncurkan Program Revitalisasi Bahasa Daerah

Nusantara7.com, Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meluncurkan kebijakan terbaru Merdeka Belajar. Program yang masuk dalam episode 17 ini bergerak dalam Revitalisasi Bahasa Daerah.

“Hari ini kami meluncurkan Merdeka Belajar episode 17 yakni Revitalisasi Bahasa Daerah dan Merdeka Belajar ini kami lakukan pas dengan hari Bahasa Ibu Internasional 21 Februari,” kata dia dalam Peluncuran Merdeka Belajar Episode 17: Revitalisasi Bahasa Daerah, Rabu (23/2).

Nadiem mengatakan program ini dibentuk guna melindungi bahasa daerah dari kepunahan. Dikatakan olehnya, secara global dalam 30 tahun terakhir ada 200 bahasa daerah yang punah di seluruh dunia.

Angka tersebut tentunya sangat besar. Mengingat bahwa Indonesia memiliki sejumlah bahasa daerah, apabila hal itu terjadi secara signifikan, maka kekhasan daerah tersebut akan terkikis.

Ia pun menambahkan, program ini dibangun agar kekayaan bahasa daerah Indonesia tetap terjaga, yang mana terdapat 718 jenis bahasa daerah. “Tapi sayang sekali banyak bahasa daerah yang terancam punah,” kata dia.

Nadiem pun meyakinkan, program ini diluncurkan untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, yakni bahasa bukan sekadar kumpulan kata. Namun, juga merupakan identitas suatu bangsa.

“Kalau bahsa daerah kita punah itu artinya kita kehilangan identitas, kehilangan kebhinekaan, kita hilang bukan hanya sejarah tapi segala jenis kearifan lokal,” tandas dia. (jps)

Penghentian PTM, Ratusan Guru dan Siswa di Kota Bogor Positif Covid-19

Penghentian PTM, Ratusan Guru dan Siswa di Kota Bogor Positif Covid-19

Nusantara7.com, Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Bogor, Jawa Barat, mengungkapkan, 561 guru dan siswa terpapar Covid-19 dari klaster sekolah. Karena itu dapat dimaklumi jika Satgas Covid-19 belum mengizinkan pembelajaran tatap muka (PTM) di semua jenjang.

”Jadi penghentian PTM, bukan dispendik yang menentukan, tapi satgas. Tapi memang salah satunya mungkin melihat angka positif Covid-19 itu,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bogor Hanafi seperti dilansir dari Antara di Kota Bogor.

Hanafi menyebutkan, penyebaran kasus positif Covid-19 terdapat di 31 sekolah dari semua jenjang. Dari 561 orang positif Covid-19 itu, sebanyak 342 orang tidak bergejala, 160 bergejala ringan, 36 gejala sedang berat, dan 23 belum diketahui.

Semua data itu, kata Hanafi, bersumber dari Dinas Kesehatan Kota Bogor. Sebab, yang mengawasi penularan penyakit virus korona tersebut kewenangan dinkes.

Dengan begitu, dinas pendidikan hanya sebagai pelaksana kebijakan akhir dari Wali Kota Bogor mengenai pelaksanaan pembelajaran baik secara jarak jauh maupun tatap muka. Kebijakan tersebut dituangkan melalui surat keputusan Wali Kota yang telah dua kali diperbarui pada Februari.

”Pertama, pada menerbitkan Surat Keputusan (SK) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Nomor 01/STPC/02/2022 yang menghentikan PTM di semua jenjang selama satu pekan, 2–7 Februari,” terang Hanafi.

Saat ini, lanjut dia, penghentian tersebut diperpanjang dengan Surat Edaran (SK) Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 Kota Bogor Nomor 02/STPC/02/2022 dari tanggal 8–14 Februari. ”Pekan depan diperpanjang atau tidak, saya belum tahu. Kami menunggu kebijakan Satgas selanjutnya,” ucap Hanafi.

Sambil menunggu kebijakan tersebut, Hanafi menjelaskan, seluruh jenjang sekolah di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kota Bogor taat terhadap aturan dengan tidak melaksanakan PTM. (jps)

Dirjen Diksi : SMK Siap Terapkan Kurikulum Prototipe, ini alasannya

Dirjen Diksi : SMK Siap Terapkan Kurikulum Prototipe, ini alasannya

Nusantara7.com, Direktur Jenderal Pendidikan Vokasi (Dirjen Diksi) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek) Wikan Sakarinto menyampaikan SMK siap untuk menerapkan kurikulum prototipe.

Diketahui, sekolah yang menyatakan siap adalah mereka yang tergabung dalam program SMK Pusat Keunggulan (PK). Saat ini terdapat 900 SMK yang mengikuti program tersebut.

“Lalu juga kurikulum prototipe sudah diujicoba di SMK PK, 95 persen dari SMK PK itu menyatakan bahwa itu cocok sekali, mulai dari kepala sekolah, guru dan siswa juga,” tuturnya dalam Kick Off G20 on Education and Culture, Rabu (9/2).

Ia membeberkan alasan kenapa SMK menyatakan kesiapannya untuk memakai kurikulum prototipe. Salah satunya adalah orientasi yang lebih luas dibanding sebelumnya.

“Karena lebih memastikan tidak hanya hardskill tapi juga softskill dan menciptakan pembelajar mandiri sepanjang hayat,” kata dia.

Selain itu, dirinya juga meminta kepada perguruan tinggi vokasi untuk lebih fleksibel dalam membuat kurikulum. Seperti mengajak kolaborasi industri untuk bisa cocok dengan kebutuhan saat ini.

“Ini kita juga dorong di perguruan tinggi, kurikulum itu jangan terlalu kaku, kurangi materi, lebih fleksibel dan lebih memastikan link and match, bergotong royong dengan industri itu klop,” tutup Wikan. (jps)

Presidensi G20, Kemendikbduristek Siap Bawa 4 Isu Utama Pendidikan

Presidensi G20, Kemendikbduristek Siap Bawa 4 Isu Utama Pendidikan

Nusantara7.com, Indonesia akan bertugas sebagai tuan rumah dalam pelaksanaan Presidensi G20. Dalam sesi education working group, Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, Teknologi (Kemendikbudristek) akan menjadi pemimpin kelompok kerja.

Dalam sesi tersebut, Kemendikbudristek akan menyiapkan empat isu utama pendidikan yang akan dibahas. Isu pertama adalah pendidikan berkualitas atau universal quality education.

“Isu ini berangkat dari tantangan untuk mendorong akses dan pemerataan pendidikan di semua tingkatan, khususnya pada kelompok-kelompok yang rentan dalam upaya pemulihan pasca Covid-19,” terang Dirjen Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) Kemendikbudristek, Iwan Syahril dalam Kick Off G20 on Education and Culture, Rabu (9/2).

Iwan menyampaikan bahwa isu ini merupakan komitmen Indonesia dalam mewujudkan kesetaraan pendidikan yang berkualitas. Untuk isu kedua berkaitan dengan teknologi digital dalam pendidikan atau digital tech in education.

“Pada bagian ini kita ingin menajamkan diskusi dan solusi bagaimana teknologi digital bisa menjadi jawaban atas permasalahan akses kualitas dan keadilan sosial di bidang pendidikan,” sampainya.

Isu ketiga yakni mencerminkan solidaritas dan kemitraan atau solidarity and partnership. Iwan mengatakan bahwa ini akan berkaitan dengan kearifan budaya bangsa Indonesia, yaitu gotong royong.

“Kita ingin menawarkan kearifan budaya bangsa kita sebagai solusi dalam reimagine the future, karena kita percaya hanya dengan saling mendukung dan bekerjasama kita bisa maju dan menyelesaikan persoalan-persoalan pendidikan global,” jelas dia.

Isu terakhir adalah masa depan dunia kerja pasca pandemi Covid-19 atau the future of work post Covid-19. Dirinya meyakini bahwa kebutuhan dunia kerja pasca Covid-19 akan mengalami perubahan besar.

“Maka itu dunia harus melakukan reimajinasi bagaimana pendidikan dapat menjawab tantangan dunia di masa datang,” tutup Iwan. (jps)