Bupati Bangkalan Abdul Latif  Rakor Penanggulangan Penyakit PMK Bersama Gubernur Jatim

Bupati Bangkalan Abdul Latif Rakor Penanggulangan Penyakit PMK Bersama Gubernur Jatim

Nusantara7.com, Bangkalan – Bupati  Bangkalan R Abdul Latif Amin Imron menghadiri rapat koordinasi percepatan penanggulangan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada ternak bersama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa di Grand Mercury, Malang, Senin (30/5/2022). Kegiatan ini juga dihadiri oleh Bupati/Walikota se Jawa Timur.

Gubernur Jatim dalam sambutannya mengatakan bahwa Rakor dilaksanakan sebagai upaya membangun sinergisitas bersama dalam upaya percepatan penanganan wabah PMK. Diketahui, pada tanggal 25 Mei lalu ada 8 daerah yang terdampak PMK, namun pada per 29 mei berkembang menjadi 13 daerah. 

“Ini menandakan bahwa penyebarannya sangat cepat. Karena itu perlu langkah-langkah bersama dalam upaya pencegahan dan penanganan wabah PMK, karena PMK ini juga berdampak langsung secara ekonomi bagi masyarakat,” jelasnya.

Khofifah juga mengimbau agar Kabupaten/Kota segera membentuk satgas penanganan PMK serta membuat SOP Penanganannya.

Ada beberapa upaya penanganan yang akan dilaksanakan, diantaranya isolasi ternak sakit berbasis kandang, melaksanakan lockdown daerah tertular PMK berbasis desa dan kecamatan, pengobatan ternak sakit berbasis simtomatis, Penutupan sementara pasar hewan, pembatasan lalu lintas ternak, disinfektan kandang dan lingkungan serta persiapan vaksinasi PMK.

Sementara itu Bupati Bangkalan akan menindaklanjuti arahan dari Gubernur tersebut. Menurut Bupati, Penyakit PMK menjadi atensi serius bagi keberlangsungan kesehatan ternak masyarakat. 

Menurutnya para peternak mesti paham, penularan penyakit PMK tersebut juga disebabkan oleh adanya kontak langsung dengan hewan penderita sakit droplet, leleran hidung dan serpihan kulit, kemudian juga bisa melalui vektor hidup seperti terbawa manusia, vektor non hidup seperti terbawa kendaraan, alas kandang serta tertular melalui angin, terutama di wilayah iklim khusus yang cukup dingin.

 “Tanda klinis penyakit PMK ini yaitu hewan demam tinggi mencapai 41 derajat celcius, keluar lendir yang berlebihan dari mulut dan keluar busa, ada luka seperti sariawan, tidak mau makan, pincang, gemetar, sulit berdiri dan kurus,” tuturnya .

“Meskipun saat ini di Bangkalan sudah nol kasus PMK tapi kita tidak boleh lengah dan harus menyatukan persepsi untuk menanggulangi wabah berbahaya bagi ternak tersebut,” ujar Bupati. pem

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *