Bupati Pamekasan Tolak Ajakan Mahasiswa

Bupati Pamekasan Tolak Ajakan Mahasiswa

Bintang Pos, Pamekasan – Bupati Pamekasan, Madura, Achmad Syafii, menolak ajakan mahasiswa menandatangani penolakan atas rencana pemerintah pusat menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM).

Juru bicara mahasiswa Pamekasan Kholil Iam di Pemakasan, Rabu malam mengungkapkan bahwa penolakan bupati Achmad Syafii itu dibuktikan dengan cara tidak menghadiri undangan mahasiswa dalam aksi penggalangan tanda tangan yang digelar di depan kantor pemkab dan DPRD Pamekasan, Rabu.

“Kami memang sudah menduga, bupati tidak setuju dengan aksi penolakan kenaikan BBM ini, karena sebelumnya telah menyampaikan siaran pers dan menyatakan mendukung atas kebijakan pemerintah pusat mengurangi subsidi BBM,” katanya di Pamekasan Rabu malam.

Mahasiswa, kata dia, sebenarnya kecewa dengan keputusan bupati itu, sebab dengan cara seperti itu, berarti mengabaikan aspirasi yang berkembang di kalangan masyarakat Pamekasan.

Dalam aksi penggalangan tanda tangan menolak rencana pemerintah menaikkan harga BBM itu, mahasiswa sempat menyisir semua ruang kerja di kantor pemkab di Jalan Kabupaten Pamekasan. Bahkan mahasiswa juga berupaya untuk masuk pendopo Bupati Pamekasan Achmad Syafii, namun dihalau petugas.

Selanjutnya aksi penggalangan tanda tangan menolak kenaikan harga BBM ini dilakukan mahasiswa ke kantor DPRD.

Sejumlah anggota DPRD dari Partai Bulan Bintang (PBB) menandatangani penolakan kenaikan BBM itu, sedang dari partai lain, seperti Partai Demokrat dan Partai Golkar tidak menandatanganinya.

Sebelumnya dalam keterangan persnya kepada wartawan, Bupati Pamekasan Achmad Syafii menyatakan, memahami atas rencana pemerintah menaikkan harga BBM, karena beban APBN terlalu tinggi.

Bupati berpendapat harga bahan bakar minyak (BBM) memang harus dinaikkan sebagai upaya pemerintah mengurangi beban yang terlalu tinggi dalam APBN. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *