Bupati Bangkalan Ra Latif Serahkan Ratusan ATM Insentif Guru Ngaji-Madin

Bupati Bangkalan Ra Latif Serahkan Ratusan ATM Insentif Guru Ngaji-Madin

Nusantara7.com, Bangkalan – Penerima bantuan insentif guru ngaji dan madrasah diniyah (madin) tidak perlu susah payah mencairkan bantuan. Sebab, program prioritas Bupati Bangkalan R. Abdul Latif Amin Imron dan Wakil Bupati Mohni itu dapat direalisasikan dengan mudah melalui anjungan tunai mandiri (ATM).

Ratusan kartu ATM diserahkan oleh Bupati Ra Latif di dua kecamatan berbeda, Rabu (3/11). Yakni, di Yayasan Pendidikan Al-Jufri As-Syafiiyah Desa Jaddih Barat, Kecamatan Socah dan di SDN Gili Barat, Kecamatan Kamal.

Ra latif menyebut, ada 747 penerima insentif guru ngaji dan madin di dua kecamatan yang didatangi tersebut. Perinciannya, 435 guru ngaji dan madin di Kecamatan Socah dan 312 di Kecamatan Kamal. ”Insentif yang kami berikan cair tiga bulan sekali,” terang mantan wakil ketua DPRD Bangkalan itu.

Pihaknya sengaja mengubah skema realisasi insentif guru ngaji dan madin. Jika biasanya pencairan harus dilakukan melalui buku tabungan di bank penyalur, ke depan insentif dapat diakses melalui ATM. ”Dengan pencairan melalui ATM, maka bisa mempermudah penerima. Sehingga, tidak perlu lagi mengantre di bank,” tegas Ra Latif.

Perubahan skema dalam realisasi insentif guru ngaji dan madin dapat mengurangi potensi adanya pemotongan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Dengan begitu, bantuan bisa tepat sasaran. Sebab, masing-masing penerima sudah memegang ATM.

Menurut Ra Latif, besaran insentif guru ngaji dan madin memang tidak seberapa. Namun, pihaknya tetap berharap bantuan yang diberikan bisa menjadi pelecut bagi para guru ngaji dan madin untuk terus mendidik, membina para generasi masa depan Bangkalan. Utamanya berikaitan dengan pembinaan di aspek keagamaan.

”Kami menilai guru ngaji dan madin adalah pahlawan tanpa tanda jasa,” tuturnya.

Tahun depan Pemkab Bangkalan akan me-launching program Bupati Ngajak Ngaji (Bungaji). Implimentasinya, mewajibkan semua siswa SD dan SMP untuk mengaji. ”Agar banyak yang bisa membaca Al-Qur’an. Siapa tahu ke depan menjadi penghafal Al-Qur’an,” harapnya.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Bangkalan Agus Zein menambahkan, program insentif guru ngaji dan madin merupakan janji politik bupati dan Wabup. Program itu sebagai apresiasi dari pemerintah kepada para pahlawan tanpa tanda jasa yang mengabdi untuk pendidikan nonformal.

”Progam itu didasari keinginan bupati untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang mumpuni di Bangkalan,” katanya. ram

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *