Tiga titik jalur Bojonegoro-Surabaya macet

Tiga titik jalur Bojonegoro-Surabaya macet

Bintang Pos, Surabaya – Tiga titik di jalur Bojonegoro-Surabaya, Jawa Timur, mengalami kemacetan lalu lintas pada Minggu atau H+2 Lebaran 2013.

Pantauan Antara di sepanjang jalan Bojonegoro-Surabaya ada tiga titik yang sering terjadi kemacetan, di antaranya Jalan Raya Baureno Bojonegoro, Jalan Raya Babat (tepatnya di kawasan Pasar Babat Lamongan), dan perempatan Duduk Sampeyan Gresik.

Seperti halnya di Jalan Raya Baureno, kemacetan pada hari Minggu siang terjadi di Pasar Baureno dan perlintasan kereta api (KA), sedangkan kemacetan di Jalan Raya Babat cukup parah, mulai perbatasan Lamongan-Bojonegoro hingga Pasar Babat mengalami kemacetan sepanjang 4 kilometer.

Kemacetan juga terjadi dari arah Pasar Babat hingga jalan simpang tiga Babat menuju Tuban dan Bojonegoro.

Kemacetan di pertigaan Duduk Sampeyan menjelang Lebaran hingga pasca-Lebaran masih terjadi meski petugas kepolisian memasang garis pembatas sehingga pengendara kendaraan roda empat dan dua tidak bisa langsung menuju perlintasan KA.

“Kemacetan di Duduk Sampeyan saat ini tidak separah tahun lalu. Ini karena polisi memasang garis pembatas atau menutup arah ke perlintasan KA. Mau tidak mau pengendara, ya, harus putar balik jika hendak ke perlintasan KA,” kata Antok, pemudik asal Bojonegoro yang hendak kembali ke Surabaya.

Ia mengatakan bahwa sepanjang perjalanan dari Bojonegoro hingga Surabaya, kemacetan yang paling parah terjadi di Babat. Meski banyak petugas kepolisian yang mengatur lalu lintas di kawasan tersebut, kemacetan masih terjadi.

“Hingga saat ini, belum ada solusi bagamana mengurai kemacetan di Pasar Babat,” ujarnya.

Sementara itu, arus lalu lintas arah menuju Kota Surabaya hingga Minggu sore ini mulai padat kendaraan bermotor, baik roda dua maupun empat. Hal ini dikarenakan para pegawai di perkantoran dan instansi, baik milik pemerintah maupun swasta, mulai aktif bekerja pada hari Senin (12/8).

Sebelumnya, Kepala UPTD Terminal Purabaya Mayronald mengatakan bahwa situasi di Terminal Purabaya Surabaya mulai H+1 hingga saat ini sudah ramai, dan diperkirakan puncak arus balik terjadi pada hari Minggu (H+2).

“Jika dilihat adanya kenaikan penumpang di Terminal Purabaya saat arus mudik lalu, kami memperkirakan jumlah penumpang arus balik sekitar 90.000 orang,” katanya.

Menurut dia, arus balik yang menuju Terminal Purabaya menggunakan bus antarkota antarprovinsi (AKAP) didominasi dari Yogyakarta, sementara bus antarkota dalam provinsi (AKDP) sebagian besar datang dari Banyuwangi.

Untuk mengantisipasi kepadatan penumpang, pihak UPTD menyiagakan sekitar 100 bus kota yang beroperasi di 10 jurusan, armada taksi, dan bus cadangan.(ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *