Kondisi genting awal pandemi Covid-19 diungkap mantan Menristek

Kondisi genting awal pandemi Covid-19 diungkap mantan Menristek

N7 – Bambang Brodjonegoro menceritakan memiliki pengalaman penting dalam menghadapi sebuah krisis. Salah satunya pada saat awal-awal Indonesia menghadapi pandemi Covid-19. Pada saat itu, Bambang duduk sebagai Menteri Riset dan Teknologi (Menristek).

Dia menceritakan, pada awal-awal krisis pandemi Covid-19 itu, semua orang tidak tahu apa yang terjadi. ’’Dari semua bidang. Baik itu bidang kedokteran sampai pimpinan bingung bagaimana menghadapi Covid-19 yang tidak pernah dipikirkan sebelumnya,’’ kata Bambang saat menjadi pembicara di forum Lead The Fest 2022 yang digelar PemimpinID di Jakarta pada Selasa (9/8) malam.

Mantan Menteri Keuangan itu mengatakan, sebagai Menristek dirinya tidak bisa diam begitu saja mengikuti aliran penanganan Covid-19 saat itu. Akhirnya Bambang menakhodai pembentukan konsorsium riset penanganan Covid-19. Konsorsium ini melibatkan perguruan tinggi, lembaga riset, kementerian dan lembaga, serta pihak swasta.

’’Tujuan konsorsium saat itu paling tidak bagaimana kita bertahan di tengah pandemi,’’ tutur Bambang.

Ketika konsorsium sudah dibentuk dan bekerja, ternyata diketahui saat itu Indonesia tidak memiliki produk ventilator atau alat bantu pernafasan sendiri. Semua produk ventilator di rumah sakit berasal dari luar negeri atau produk impor.

Padahal saat itu kebutuhan ventilator sangat tinggi sampai membludak. Pasalnya banyak pasien Covid-19 kondisinya darurat dan membutuhkan bantuan pernafasan lewat ventilator. Ketika ingin membeli ventilator dengan cara impor, negara lain juga banyak yang membutuhkan. Akhirnya konsorsium mendorong riset dan inovasi ventilator.

Akhirnya diputuskan siapa yang bisa membuat ventilator dengan tipe yang paling sederhana dahulu. Lembaga yang bisa menerima tantangan itu, diberikan alokasi anggaran khusus. Akhirnya keluar produk ventilator dari ITB. Kemudian disusul produk serupa dari UI, LIPI, dan BPPT.

’’Sampai akhirnya ventilator jadi hal yang biasa,’’ tutur Bambang.

Dalam kesempatan itu, dia ingin menyampaikan kepada para generasi muda bahwa pemimpin harus bisa berhadapan dengan kondisi yang belum pernah terjadi sebelumnya. Di mana kondisi tersebut menuntut sebuah kebijakan yang tepat.

Kegiatan Lead The Fest 2022 digelar oleh PemipinID dengan menghadirkan sejumlah narasumber dari berbagai bidang. CEO PemimpinID Dharmaji Suradika berharap para generasi muda bisa memetik ilmu dari dari para ahli yang dihadirkan dalam kegiatan tahunan tersebut.

’’Kepemimpinan itu bukan hanya tentang memimpin organisasi,’’ ucap Dharmaji .jp

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *