Siapa Tim Sukses Paling Kuat ?

Siapa Tim Sukses Paling Kuat ?

Jakarta  – Kompetisi merebut dukungan rakyat kembali dimulai. Dua pasang calon presiden dan wakil presiden sudah pasang strategi tancap gas jelang pemilu presiden 9 Juli mendatang.Strategi politik jelang pilpres itu diawali dengan membentuk tim pemenangan. Sejumlah tokoh dan petinggi partai politik dilirik masuk ke dalam tim. Mereka bertugas memenangkan capres-cawapres.

Pasangan Prabowo-Hatta yang pertama kali mendeklarasikan tim sukses pemenangan calon yang diusung enam partai politik itu. Prabowo-Hatta menunjuk mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD sebagai ketua tim pemenangan.

Mahfud sendiri mengaku dilema saat ditunjuk sebagai ketua tim pemenangan nasional Prabowo-Hatta. Dia sempat berkeliling, meminta pertimbangan para kyai Nahdhatul Ulama, guru besar dan sahabat terkait tawaran Prabowo-Hatta.

Tak sedikit guru dan kolega yang mempertanyakan sikap Mahfud berniat membantu pasangan Prabowo-Hatta. Namun setelah menimbang-menimbang semua kritik dan masukan, Mahfud mengambil sikap menerima tawaran Prabowo – Hatta .

“Saya mengambil keputusan dengan segala risiko, yakni berjuang bersama dengan mendukung dan menjadi Ketua Tim Pemenangan Prabowo Subianto-Hatta Rasaja,” ujar Mahfud MD.

Mahfud akan didampingi mantan Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal (Purn) George Toisutta sebagai wakil ketua tim pemenangan. Selain Mahfud dan George,sebanyak 45 petinggi partai koalisi juga masuk dalam jajaran tim sukses Prabowo-Hatta.

Nama-nama populer seperti Basuki Tjahaya Purnama (Ahok), Rhoma Irama,Hary Tanoe, Soekarwo, Saifullah Yusuf,Aher, Muladi,Alex Nurdin, Ahmad Dhani, Ridwan Kamil dan Ketua Umum PBNU Said
Aqil Siradj juga merapat ke tim sukses Prabowo-Hatta.

Belakangan, Gubernur Jawa Timur Soekarwo dan wakilnya Saifullah Yusuf membantah ditunjuk bergabung bersama tim pemenangan Prabowo-Hatta.

Pasangan Joko Widodo-Jusuf Kalla tak mau kalah. Pasangan yang didukung PDIP, Nasdem, PKB dan PKPI itu juga telah menyiapkan empat tim kampanye pemenangan nasional Jokowi-JK. Tim pemenangan Jokowi-JK itu dipimpin Sekjen PDIP Tjahjo Kumolo.

Sementara yang ditunjuk sebagai juru bicara tim adalah Rektor Paramadina Anies Baswedan. Sejumlah nama tokoh yang merapat mendukung Jokowi-JK antara lain, Luhut Panjaitan, AM Hendropriyono, Hasyim Muzadi, Fahmi Idris, Khofifah Indarparawansa, Sutiyoso, Todung Mulya Lubis, Teten Masduki, Alexander Lay dan Andi Widjajanto.

Politisi senior PDIP, Pramono Anung mengatakan,empat tim pemenangan itu terdiri dari tim yang mengkoordinir seluruh aktivitas partai, tim yang melekat pada Jokowi-JK dan tim untuk merawat para relawan.

“Mengenai nama-namanya walau saya tahu, tapi nggak etis saya umumkan karena sebentar lagi akan disampaikan ke KPU,” kata Pram di Gedung DPR, Jakarta.

Sama Kuat

Direktur Eksekutif Indo Barometer Muhammad Qodari memprediksi pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta akan bertarung sengit pada Pilpres mendatang. Menurutnya kekuatan dua pasangan

“Kekuatannya 50:50,” ujarnya ketika dihubungi VIVAnews.

Selain itu kata Qodari, cawapres yang dipilih Jokowi dan Prabowo juga akan menambah semarak dalam perebutan suara pemilih. Keduanya dinilai sebagai pilihan terbaik dari masing-masing capres.

Menurut Qodari, Jokowi telah menjatuhkan pilihan yang tepat ketika memilih Jusuf Kalla sebagai pendamping. Begitu juga Prabowo yang akhirnya memutuskan untuk memilih Hatta Radjasa.

“Sosok cawapres yang dipilih mampu melengkapi kelemahan dan kekurangan dari capresnya,” jelasnya.

Qodari mengemukakan sosok JK yang berasal dari Makassar akan mampu meraup suara di Indonesia bagian timur. Sedangkan Jokowi yang berasal dari Jawa diprediksi akan menarik partisipasi pemilih di Jawa dan Indonesia bagian barat. Asal-usul Jokowi dan JK menurut Qodari akan sangat menentukan perolehan suara keduanya.

Sementara Hatta Radjasa merupakan memiliki basis massa kalangan menengah dan kaum Muhammadiyah. Selain itu dia juga merupakan tokoh mumpuni dan kaya pengalaman di pemerintahan. Hatta dianggap tokoh yang cocok mendampingi Prabowo Subianto yang dikenal sebagai sosok yang tegas dan tanpa kompromi.

Politikus PDIP Pramono Anung menilai pertarungan dua pasang capres-cawapres itu akan berlangsung ketat dengan sisa waktu persiapan Pilpres tanggal 9 Juli mendatang. Semua calon perlu mempersiapkan segalanya dengan matang.

“Pertarungan ini sudah seperti masuk ring tinju, kebetulan hanya dua pasangan, dan orang akan lihat head to head,” ujar Pramono.

Pramono menilai, pasangan Jokowi-Hatta memiliki kelebihan yang tidak dimiliki pasangan Prabowo Subianto-Hatta Rajasa. Jokowi, menurutnya giat bekerja, tulus, baik, dan rajin berinteraksi dengan masyarakat.

Pram mencontohkan Jokowi berhasil menyelesaikan kekurangan beras melalui kerjasama dengan Provinsi Sulawesi Selatan.

“Kalau disandingkan kekuatannya ada kesederhanaan di Jokowi-JK, itu yang harus diperlihatkan pada rakyat kita. Mau pemimpin yang berbunga-bunga atau yang ada di tanah,” ungkapnya.

Prabowo sendiri menegaskan, jelang Pilpres ini tidak ada strategi lain yang akan dia tempuh selain langsung turun ke rakyat. Menurutnya, dengan turun langsung dia bisa langsung menyerap aspirasi dan menyampaikan program pro rakyat.

“Ini kunci untuk memenangkan mandat dari rakyat,” kata Prabowo di DPP Gerindra, Jakarta, Kamis 22 Mei 2014.

Untuk memastikan arah strategi itu, Prabowo hari ini, mengumpulkan seluruh anggota DPD Gerindra untuk  konsolidasi internal partai. Prabowo meminta semua kader untuk solid dan bekerjasama dengan tim pemenangan kampanye di daerah.

“Kita harus semakin solid. Kita terus berkoordinasi. Kita harus perkuat akar rumput,” tegas Prabowo.

Pertarungan Sengit Merebut Jawa Timur

Masuknya Mahfud MD sebagai tim sukses Prabowo Subianto-Hatta Rajasa bakal memecah basis massa Nahdhatul Ulama yang selama ini diklaim milik
Partai Kebangkitan Bangsa. Pada Pilpres 2014 ini, PKB telah resmi menyatakan dukungannya untuk Jokowi-JK.

Ditambah lagi jika Soekarwo dan Saifullah Yusuf benar-benar merapat ke Prabowo Hatta, bisa dipastikan Jawa Timur menjadi daerah yang paling ketat diperebutkan pasangan Jokowi-JK dan Prabowo-Hatta.

Pasangan Jokowi-JK sendiri telah menempatkan Ketua Muslimat NU Khofifah Indarparawansa dan Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar sebagai garda terdepan mendulang suara di Jawa Timur.

Namun dukungan kelompok nasionalis Jawa Timur juga tidak bisa dipandang sebelah mata. Kaum nasionalis diprediksi menjadi penentu siapa yang akan berhasil merebut Jawa Timur.

Ketua DPW Pilkada Jawa Tengah, Yusuf Chudlori mengakui dengan masuknya Mahfud MD akan mempengaruhi suara PKB di Jawa Tengah dan Jawa Timur. “Pengaruh jelas ada. Tapi kami harapkan tidak terlalu signifikan. Dan ini menjadi pekerjaan rumah bagi kami untuk semakin kerja keras,” kata Yusuf.

Politisi yang akrab disapa Gus Yusuf itu mengaku kecewa keputusan Mahfud yang tidak ikut bergabung dengan Jokowi-JK, karena JK sebenarnya tokoh NU. Selain JK juga banyak tokoh NU yang sudah mendukung, seperti mantan Ketua PBNU Hasyim Muzadi, Ketua Muslimat NU  Khofifah Indar Parawansa, dan Ketua Ansor Nusron Wahid.

Meski begitu, apa pun keputusannya, PKB Jawa Tengah tetap menghormati keputusan mantan ketua MK itu sebagai sikap politik perorangan. Selanjutnya, PKB Jawa Tengah akan tetap fokus memenangkan pasangan Jokowi-JK di Pilpres 9 Juli.

Namun demikian, Direktur Utama Lembaga Proximity Whima Edy Nugroho menilai strategi komunikasi politik yang cukup bagus telah dibangun pasangan Prabowo-Hatta dengan parpol-parpol pendukungnya, yakni koalisi Gerindra, PAN, PPP, PKS, dan Golkar.

“Dengan strategi komunikasi politik yang lihai memberikan peluang besar kepada Prabowo-Hatta menyalip Jokowi-JK di tikungan terakhir,” kata Whima Edy di Surabaya.

Menurutnya, faktor lain, meski netral, dukungan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) dan Demokrat menambah kekuatan signifikan kepada Prabowo-Hatta, yang membebaskan kadernya untuk memilih di capres 2014.

“Saya melihat kemampuan komunikasi politik Prabowo-Hatta merangkul tokoh-tokoh kunci itu bisa menjadi kekuatan signifikan untuk mengalahkan Jokowi-Jusuf Kalla,” katanya.

Tokoh-tokoh kunci itu seperti Mahfud MD, Rhoma Irama, dan Ketua Bappilu Partai Hanura Harry Tanoe. “Kalau Prabowo-Hatta merangkul Mahfud, Rhoma, dan Harry Tanoe dipastikan akan memecah dukungan suara PKB dan NU. Ini mengimbangi Jokowi yang diusung Nasdem dan media milik Surya Paloh,” katanya.

Ditambah dengan kekuatan Golkar yang mendukung duet Prabowo-Hatta akan naik signifikan, terutama di luar Jawa.

“Selain Sulawesi, Indonesia Timur cenderung ke Jokowi-JK,” katanya. “Kuncinya adalah kelihaian Prabowo dalam membangun komunikasi politik.”

Artinya, Prabowo-Hatta berpeluang besar menyalip di tikungan terakhir dan memenangkan Pilpres 2014. viva

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *