Masih Ditemukan DPT Tak Bertanggal Lahir

Masih Ditemukan DPT Tak Bertanggal Lahir

SURABAYA – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur (Jatim) mulai melakukan pemutakhiran data ulang di tingkat kabupaten/kota untuk menyempurnakan Daftar Pemilih Tetap (DPT) Pemilihan Legislatif (Pileg) 2014 mendatang. Dari hasil pengecekan awal diketahui ada 300 pemilih yang belum tercantum tanggal lahirnya di kabupaten Tuban.

Seperti diketahui, dalam pemutakhiran sebelumnya ditemukan 13.080 pemilih yang tidak bertanggal lahir. Dan 2.357 pemilih yang status kawinnya nihil.

Di pemutakhiran kali ini juga masih ditemukan pemilih di bawah umur yang masuk dalam DPT. “Dari data yang sudah dikirimkan oleh Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) memang setelah dicek ada 300 lebih pemilih yang belum tercantum tanggal lahirnya dan itu ada di Tuban. Jumlah yang dicek di wilayah itu sekitar 30 ribu pemilih,” kata ketua KPU Jatim Andry Dewanto Ahmad pada Jumat (25/10).

Dia mengatakan, pihaknya akan mengecek ulang DPT Pileg itu sampai tanggal 4 November mendatang. Sedangkan,pengecekan itu untuk melihat nama, alamat dan umur para pemilih. “Nantinya akan ketahuan apakah data dari Bawaslu itu adalah data baru yang belum diverifikasi oleh KPU kabupaten/kota. Atau sesungguhnya itu adalah data lama yang sudah diverifikasi KPU,” ujarnya.

Nantinya kalau memang ada perbaikan data pihaknya akan membuat berkas laporan kepada KPU RI. Pembuatan laporan itu dianggap penting agar tidak menimbulkan masalah saat pencoblosan. Namun, menurut Andry, pihaknya masih meyakini kalau data DPT yang sudah direkap itu tidak bermasalah.

“Kami akan cek ulang tapi kalau tidak terbukti maka KPU Provinsi akan buat surat pernyataan yang menyatakan data tersebut tidak benar. Kalau memang ada kekeliruan ya mungkin sedikit saja,” tandasnya.

KPU Jatim sendiri telah mengumpulkan 38 kabupaten/kota untuk melakukan pemutakhiran data ulang. Langkah itu dilakukan untuk menindaklanjuti temuan dari Bawaslu Jatim yang mengklaim ada 1,5 juta DPT bermasalah.

“Langkah yang kamu lakukan memang kembali panggil semua KPU kabupaten/kota untuk ditindaklanjuti rekomendasi Bawaslu yang menganggap data DPT Pemilu Legislatif invalid, karena ditemukan adanya NIK (Nomor Induk Kependudukan) invalid juga ada data pemilih yang ganda,” jelasnya.

Sekadar diketahui, KPU Jatim sebenarnya sudah menetapkan DPT Pileg 2014 mendatang. Dari hasil rekapitulasi lanjutan, jumlah DPT Pileg 2014 mengalami penurunan sekitar 21.391 pemilih dan jumlah total mencapai 30.545.935 orang. Pemilih laki-laki mencapai 15.030.571, sedangkan pemilih perempuan sebanyak   15.515.364. Dari hasil rekapitulasi beberapa waktu lalu, Tempat Pemungutan Suara (TPS) juga berkurang dari 86.394 menjadi 86.392 yang tersebar di 664 kecamatan dan 8501 Desa/ Kelurahan di Jatim

Sedangkan, rekomendasi Bawaslu pusat kepada KPU RI itu diberikan karena Bawaslu menemukan sejumlah data yang bermasalah dan jumlahnya cukup signifikan. Jika tetap dipaksakan, kondisi ini diperkirakan akan berdampak buruk pada Pemilu 2014 mendatang.

Sedangkan temuan Bawaslu Jatim sendiri ada 1,5 juta DPT bermasalah. Versi Bawaslu, DPT yang bermasalah itu terdiri dari data pemilih ganda, adanya pemilih di bawah umur dan orang meninggal dan mutasi masih tercatat sebagai pemilih.”Rekomendasi Bawaslu Pusat harus segera ditaati oleh KPU Jatim karena masih banyak permasalahan DPT yang harus diperhatikan,” tegas Anggota Bawaslu Jatim Andreas Pardede.spo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *