https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

Mahasiswa UGM Olah Kembang Sepatu Jadi Makanan Bergizi – nusantara7

https://kinganddukeatl.com

https://greenopportunities.org

https://www.bunzburgerz.com

https://www.depotbaltimore.com

https://eis.yru.ac.th/-/dragon222/

https://booking.yru.ac.th/-/rajagacor/

Mahasiswa UGM Olah Kembang Sepatu Jadi Makanan Bergizi

Mahasiswa UGM Olah Kembang Sepatu Jadi Makanan Bergizi

Bintang Pos, Surabaya – Kelompok mahasiswa Universitas Gadjah Mada Yogyakarta menjadikan kembang sepatu sebagai pilihan bahan baku utama untuk olahan produk makanan bergizi, seperti puding, permen jelly, dan “cookies” atau kue kering.

“Kandungan senyawa antioksidan, vitamin C, dan mineral dalam mahkota kembang sepatu (hibiscus rosa sinensis L) menjadi alasan kami memilih bunga tersebut sebagai bahan olahan makanan,” kata koordinator kelompok Venni Winta Pratiwi di Yogyakarta, Kamis.

Menurut dia, kandungan antioksidan polifenol, flavonoid, vitamin C, dan mineral berfungsi untuk mengobati flu dan demam serta menjaga daya tahan tubuh dan memperlancar pencernaan.

“Bunga tersebut hanya diambil mahkotanya kemudian diblender untuk dijadikan tambahan adonan membuat ‘cookies’. Untuk membuat satu kilogram adonan dibutuhkan seperempat bunga kembang sepatu,” katanya.

Ia mengatakan, selama dua bulan, olahan produk makanan kembang sepatu yang dinamakan “Bang Sulam” itu telah terjual 850 “cookies”, 354 puding, dan 397 permen.

“Satu produk ‘cookies’ seberat setengah kilogram dijual dengan harga Rp14 ribu, satu puding Rp1.500, dan satu permen Rp1.500. Omzet kami selama dua bulan mencapai Rp3,5 juta dengan keuntungan bersih Rp1,6 juta,” katanya.

Menurut dia, bahan baku kembang sepatu didapatkan dari pekarangan warga Dusun Randu, Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

“Satu kilogram kembang sepatu yang masih segar kami beli dengan harga Rp7.500. Bunga yang bentuknya mirip terompet itu biasa dijadikan tanaman hias di pekarangan rumah karena indah dipandang saat mekar,” katanya.

Anggota kelompok mahasiswa yang mengolah kembang sepatu menjadi makanan itu adalah Dita Hanna, Abigail Christine, Rizqi Mahanani, dan Masmur Kristi Pamuji.(rbk)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *