Ibu Kandung Dibunuh dan Hatinya Dimakan

Ibu Kandung Dibunuh dan Hatinya Dimakan

Bintang Pos, Surabaya- Pembunuhan yang dilakukan Supardi (31) terhadap ibu kandung sendiri, Akiyah (69) ternyata sangat sadis. Tidak hanya dibunuh, organ korban juga dimakan.
Fakta tersebut terungkap saat Supardi, yang warga Bangkingan Timur II RT II RW I no 6, diperiksa oleh anggota Reskrim resmob Polrestabes Surabaya. Anak nomor tiga dari lima bersaudara tersebut membelah dada ibunya lantas mengambil hati untuk dimakan.

“Memang benar, hati itu dimakan,” kata Kanit Resmob Polrestabes Surabaya, AKP Agung Pribadi kepada wartawan, Rabu (15/5/2013).

Agung juga mengatakan, Akhiyah sekarat akibat usai tengkuknya dipukul palu oleh anak ketiganya itu. Supardi melihat ibunya sudah tidak beryawa, baru dilakukan  memenggal kepala Akhiyah menggunakan parang.

“Setelah memenggal, tersangka merobek dada ibunya menggunakan pisau dapur,” lanjut Agung.

Melihat tubuh sudah terbelah, Supardi merenggut organ hati dengan tangannya. Hati bersama darah yang keluar ditampung di rantang plastik. Sebagian hati itu kemudian dicabik menggunakan tangan dan dimakannya.

“Tersangka tak menjelaskan apa alasannya memakan hati ibunya. Dia hanya mengatakan rasanya enak saat memakannya,” tambah Agung.

Tapi hati ibunya itu tak dimakan seluruhnya. Supardi menyisakan separuhnya. Setelah itu dia pulang ke rumahnya yang hanya berjarak sekitar 20 meter dari rumah orang tuanya.  Bapak satu anak itu lantas membersihkan bercak darah yang menempel di baju.

“Tersangka tak melakukan mutilasi. Dia memenggal untuk menghabisi nyawa ibunya dan merobek dadanya untuk memakan hatinya,” tandas Agung.

Maka atas penemuan pengakuan Supardi, pihak Polrestabes akan membawa tersangka ke RS Bahyangkara untuk meriksakan kejiwaan atau psikiater. Apalagi yang menjadi korbannya adalah orang yang telah melahirkan dan merawatnya.

“Selain itu, warga juga menganggap tersangka mempunyai gangguan jiwa,” papar Agung. (bjt-kba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *