Efek Samping Vaksin Moderna Lebih Berat dari Sinovac

Efek Samping Vaksin Moderna Lebih Berat dari Sinovac

Surabaya – 50% Tenaga kesehatan (nakes) di Jawa Timur sudah menjalani vaksin COVID-19 Moderna sejak awal Agustus. Efek sampingnya disebut lebih berat dirasakan dibanding saat vaksin Sinovac.

“Vaksin Moderna sudah jalan se-Jatim sudah 50-60%,” kata Ketua Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI) Jatim.

Dodo mengatakan, ada beberapa laporan efek samping usai vaksin Moderna. Namun, tidak ada laporan KIPI berat.

“Nakes panas yang jelas itu, demam ada yang sampai 38-39?C. Kalau 39?C kita perlu perhatian itu. Tapi hari kedua, ketiga sudah turun, aman,” ujarnya.

Menurut Dodo, rerata efek demam dan tubuh menggigil selalu berbarengan dialami para nakes.

“Terus bekas suntikannya kemeng, jarem itu tangan kalau digerakkan sakit di tangan atas yang benjol. Laporan lagi dari yang demam, badannya rasanya sakit semua, dipegang nyeri. Orang kalau demam kan seperti itu,” jelasnya.

Selain itu, nakes yang sudah divaksin moderna ada yang merasakan tuduhnya lemas, meriang dan nyeri menjadi satu. Meski begitu efek samping yang dirasakan nakes tidak menimbulkan efek berat.

“Memang greges, nyeri dan sebagainya itu lebih berat dari pada waktu disuntik sinovac. Tapi, kita lihat efikasinya 90% lebih bagus. Selama ini belum ada laporan KIPI yang efeknya berat,” pungkasnya.

(dtk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *