Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pembina Program Kampung Proklim 2021 dari KLHK

Pemprov Jatim Raih Penghargaan Pembina Program Kampung Proklim 2021 dari KLHK

Nusantara7.com, Surabaya – Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali berhasil meraih penghargaan terbaik sebagai Pembina Program Kampung Proklim Tingkat Provinsi dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) di Jakarta, Selasa (19/10/2021).

Penghargaan tersebut diserahkan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan RI, Siti Nurbaya Bakar dalam acara puncak Festival Iklim Nasional Tahun 2021 di Gedung Manggala Wanabhakti kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jawa Timur (Jatim), Dr Ardo Sahak yang hadir mewakili Gubernur Jawa Timur.

Untuk diketahui, penghargaan tersebut merupakan strata tertinggi dalam ajang Proklim. Tahun 2019 lalu, Khofifah juga menerima penghargaan serupa tingkat nasional karena dinilai aktif dalam mendukung dan mengembangkan Proklim yang disertai berbagai kebijakan dalam upaya penurunan emisi gas rumah kaca guna menekan laju perubahan iklim.

Proklim sendiri adalah program untuk memperkuat kapasitas adaptasi masyarakat terhadap dampak perubahan iklim. Program ini berupaya menurunkan emisi gas rumah kaca (GRK) serta memberikan pengakuan terhadap upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

“Penghargaan ini bukanlah tujuan utama, karena menahan laju perubahan iklim harus dilakukan semua individu, tidak cukup jika hanya pemerintah. Saya mengajak semua elemen khususnya relawan pecinta lingkungan untuk terus aktif,” ungkap Khofifah saat ditemui di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Kamis (21/10/2021).

Khofifah berharap jumlah kampung iklim di Jawa Timur dapat terus bertambah sehingga upaya pengendalian perubahan iklim semakin cepat terwujud. Menurut Khofifah, Proklim merupakan bagian dari upaya adaptasi dan mitigasi perubahan iklim.

Adaptasi, kata Khofifah berarti menyesuaikan diri dengan dampak perubahan iklim, sedangkan mitigasi mengacu pada upaya dan cara-cara mengurangi emisi gas rumah kaca melalui gaya hidup rendah emisi dalam kehidupan kita sehari-hari. Perubahan Iklim, tambah Khofifah, akan berdampak fatal jika aksi mitigasi tidak dilakukan sejak dini.

“Salah satu dampaknya adalah anomali cuaca dan iklim. Efeknya bisa terjadi gagal panen sehingga memicu kerawanan pangan dan fluktuasi harga di pasar. Dampak lanjutannya pada kestabilan sosial, ekonomi, dan juga politik,” tuturnya.

“Setiap individu dapat berkontribusi dalam mitigasi dengan cara mengurangi penggunaan kantong plastik, tidak membuang sampah sembarangan, membatasi penggunaan kendaraan bermotor, menggunakan sarana transportasi umum, hemat listrik dan air dan menanam pepohonan,” tambah Khofifah.

Tidak lupa Gubernur Khofifah menyampaikan terima kasih atas semua kepedulian dan ikhtiar seluruh elemen masyarakat Jawa Timur atas peran serta aktifnya dalam penguatan adaptasi terhadap dampak perubahan iklim dan penurunan emisi gas rumah kaca (GRK) Di Jawa Timur. (brj)

Wapres Ziarah ke Makam KHR As’ad Syamsul Arifin di Situbondo didampingi Gubernur Jatim

Wapres Ziarah ke Makam KHR As’ad Syamsul Arifin di Situbondo didampingi Gubernur Jatim

Nusantara7.com, Situbondo – Wakil Presiden (Wapres) K. H. Ma’ruf Amin melakukan ziarah dan doa bersama di makam Pahlawan Nasional KHR. As’ad Syamsul Arifin, di Jalan KHR. Syamsul Arifin, Sukorejo, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Ma’ruf Amin ziarah usai meninjau pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah.

Saat berziarah, Wapres didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa disambut oleh Ketua Umum Takmir Pesantren Lora Fathey. Acara dilanjutkan dengan tabur bunga, doa bersama dan silaturahmi intern di area makan KHR. As’ad Syamsul Arifin.

Sebagai Informasi, KHR. As’ad Syamsul Arifin adalah pengasuh ke-2 pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah di Situbondo. Ia juga merupakan ulama besar sekaligus tokoh dari Nahdlatul Ulama (NU) dengan jabatan terakhir sebagai Dewan Penasihat (Musytasar) Pengurus Besar NU hingga akhir hayatnya.

Di Pesantren ini, tahun 1984, terjadi momentum bersejarah, ketika Muktamar NU memutuskan kembali ke khittah 1926 dan pertama kali meneguhkan Pancasila sebagai asas tunggal organisasi, yang sejalan dengan ajaran Islam, serta NKRI sebagai bentuk final model negara oleh muslim Indonesia

Semasa hidupnya, KHR. As’ad Syamsul Arifin aktif dalam dakwah dan dunia pendidikan. Di bawah kepemimpinan beliau, Pondok Pesantren Salafiyah Syafi’iyah berkembang semakin pesat, dengan bertambahnya santri hingga mencapai ribuan. Kemudian, lembaga pendidikan dari pesantren ini juga semakin diperluas, tanpa meninggalkan sistem lama yang menunjukkan ciri khas pesantren. Pesantren tersebut mendirikan Madrasah Ibtidaiyah, Madrasah Tsanawiyah, Madrasah Aliyah, dan Ma’had Aly (pesantren tinggi) pertama di Indonesia. Selain itu, didirikan juga sekolah umum seperti SMP, SMA, dan SMEA dan Universitas.

Di sisi pemerintahan, Kiai As’ad juga aktif dalam memimpin dan melakukan perjuangan bersenjata atau perjuangan politik untuk mencapai, merebut, mempertahankan dan mengisi kemerdekaan serta mewujudkan persatuan bangsa.

KHR. As’ad Syamsul Arifin diangkat menjadi pahlawan nasional oleh Presiden Joko Widodo pada 9 November 2016, sesuai Keputusan Presiden Nomor 90/TK/Tahun 2016 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. (brj)

Bupati YES Lamongan Percepat Pembangunan Spam Karangbinangun

Bupati YES Lamongan Percepat Pembangunan Spam Karangbinangun

Nusantara7.com, Lamongan – Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Bupati YES) melakukan Rapat Koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Bengawan Solo, Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, dan Perum Jasa Tirta (PJT) 1, pada Kamis (21/10/2021), di ruang kerjanya.

Hal tersebut dilakukan guna mempercepat pembangunan Spam Karangbinangun sesuai Perpres Nomor 80 Tahun 2019 Tentang percepatan pembangunan ekonomi di kawasan Gresik-Bangkalan-Mojokerto-Surabaya-Sidoarjo-Lamongan, kawasan Bromo -Tengger-Semeru, serta kawasan Selingkar Wilis dan Lingkar Selatan.

Pada kesempatan tersebut, Bupati YES menyampaikan, bahwa pembangunan Spam Karangbinangun tersebut dapat segera dilaksanakan agar bisa dinikmati oleh masyarakat. “Pembangunan Spam Karangbinangun sudah masuk Perpres No 80 Tahun 2019. Mari dilakukan percepatan agar segera dapat dirasakan oleh masyarakat di wilayah utara, khususnya di 4 kecamatan yakni Karangbinangun, Glagah, Kalitengah dan Deket,” ungkapnya.

Oleh sebab itu, setelah rapat koordinasi ini Bupati YES mengharapkan, bahwa semua pihak segera melakukan tindak lanjut sesuai kewenangan masing-masing dan dengan skema yang sudah direncanakan.

Sementara itu, Kepala Bappeda Suyatmoko yang hadir mendampingi Bupati YES menyampaikan, bahwa hal ini juga dilakukan untuk mendukung target akses air bersih di tahun 2024, yakni sebesar 52,67 persen.

“Sampai dengan tahun 2020, akses penyediaan air bersih perpipaan di Kabupaten Lamongan masih 48,05 persen dengan dukungan 17.394 Sambungan Rumah (SR) oleh PDAM, 30.937 SR oleh Pamsimas, 93.844 SP oleh HIPPAM, dan 3.581 SR oleh PJT,” ungkap Suyatmoko.

Suyatmoko melanjutkan, Spam Karangbinangun ini nantinya akan melayani pemenuhan kebutuhan air bersih di 4 kecamatan dengan instalasi pengolahan air sebesar 300 liter per detik dengan target penyerapan 25 liter per detik untuk tiap kecamatan, dan 200 liter per detik untuk industri Kecamatan Deket. Berbagai persiapan juga sudah dilakukan untuk melakukan percepatan.

“Persiapan pemenuhan Readines Criteria sudah disiapkan berupa Feasilibity Study (FS), Detail Engineering Design (DED), Detail Design Intake, Dokumen Lingkungan, SIPA, serta kesesuaian terhadap RPJMD dan RTRW. Untuk selanjutnya kewenangan Pemerintah Kabupaten Lamongan ada pada unit distribusi akhir, yakni jaringan sekunder dan jaringan tersier,” tandasnya. [brj]

Gubernur Jatim Khofifah : Resmikan RSNU Lamongan, Bukti Nyata Kontribusi NU pada Masyarakat

Gubernur Jatim Khofifah : Resmikan RSNU Lamongan, Bukti Nyata Kontribusi NU pada Masyarakat

Nusantara7.com, Lamongan – Setelah melalui proses yang panjang, Rumah Sakit Nahdlatul Ulama (RSNU) yang berada di Desa Gembong Kecamatan Babat Kabupaten Lamongan kini akhirnya diresmikan. Peresmian tersebut dilakukan oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Indah Parawansa, pada Selasa (19/10/2021) siang.

Berdasarkan dari data yang dihimpun, RSNU yang dibangun sejak 2017 sebagai perjuangan kepentingan umat ini pembangunannya telah menelan dana sebesar Rp 74 miliar, mulai dari biaya urusan tanah, alat kesehatan, sarana prasarana dan lain-lain. Diketahui, 10 persen dari sahamnya dimiliki oleh PCNU setempat, yakni 7,4 miliar atau 10 persennya.

“Pendirian RSNU Babat ini sesuai program yang telah dicanangkan oleh PBNU, bahwa setiap PCNU setidaknya harus memiliki 1 Universitas dan 1 RS. Untuk itu, PCNU Babat waktu itu membentuk tim 9 yang diketuai oleh Aris Fiyanto dan didukung dengan 5 investor. Lalu pada tanggal 28 November 2017 silam, dilakukanlah peletakan batu pertama yang dihadiri oleh PWNU Jatim,” ungkap Komisaris Drs H Wiwid Mujikan.

Pada kesempatan itu, Gubernur Jawa Timur menyampaikan apresiasinya kepada PCNU yang telah mampu merintis pembangunan rumah sakit. Hal ini menjadi bukti bahwa NU telah berdaya dan terus memberikan kontribusi yang nyata untuk masyarakat.

Orang nomor satu di Jatim ini juga menyebutkan, bahwa berdirinya RSNU ini turut mengambil bagian dalam peningkatan SDM di Kabupaten Lamongan. Seperti yang diketahui, peningkatan tersebut dipengaruhi oleh 3 hal, yakni pendidikan, kesehatan, dan income.

Pihaknya juga berharap, setidaknya RSNU yang baru ini dapat menjadi RS dengan status minimal tipe C . “Mudah-mudahan RSNU di Babat ini akan bisa memberikan pengembangan, penguatan derajat kualitas pelayanan kesehatan masyarakat, dan saya tunggu pengembangannya supaya menjadi tipe C,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi (Bupati YES) menuturkan, Lamongan menjadi kabupaten pertama yang menjadi level 1 se-Jawa dan Bali. Bahkan, capaian target vaksinasinya pun sudah melebihi target yang ditentukan, yakni 72 persen lebih untuk dosis pertama dan untuk lansia sudah 64 persen lebih.

Oleh karena itu, Bupati YES menyampaikan rasa terimakasihnya kepada seluruh komponen dan elemen masyarakat atas kolaborasi dan sinergi yang sudah dilakukan. Menurutnya, penanganan pandemi ini tidak bisa dilakukan sendiri.

“Alhamdulillah, IPM Kabupaten Lamongan juga mengalami kenaikan, di tahun 2019 kemarin IPM kita 72,67 persen dan meningkat menjadi 72,68 persen. Hal ini menunjukkan bahwa indeks pembangunan manusia di Kabupaten Lamongan yang dihitung dari indeks pendidikan dan kesehatan maupun kemampuan daya beli di Kabupaten Lamongan ini terus mengalami peningkatan. Begitupun juga untuk usia harapan hidup,” terangnya.

Lebih lanjut, Bupati YES berharap, kehadiran RSNU ini nantinya akan bersinergi dengan pemerintah untuk ikut serta memberikan pelayanan kesehatan yang sebaik-baiknya kepada seluruh masyarakat di Kabupaten Lamongan.

“Adanya RSNU ini diharapkan bisa meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan di masyarakat sehingga semakin baik dan cepat. Kami ucapkan, semoga target yang direncanakan bisa cepat dicapai dan barokah,” harapnya.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, di antaranya para pengurus PCNU Babat, para pejabat Pemkab, Pengasuh PP Langitan, PP Alfattah Siman, Ketua PWNU Jatim, dan jajaran pejabat dari Pemprov Jatim, serta para tokoh lainnya. [brj]

Gubernur Jatim Khofifah Siap Atasi Kemiskinan Ekstrem di Lamongan

Gubernur Jatim Khofifah Siap Atasi Kemiskinan Ekstrem di Lamongan

Nusantara7.com, Lamongan – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa bersama jajarannya melakukan blusukan dan peninjauan langsung ke salah satu desa di Kabupaten Lamongan yang masuk peta desil 1 Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan (TNP2K), yakni Desa Sumurgenuk Kecamatan Babat, Selasa (19/10/2021).

Menurut Khofifah, hal ini dilakukan untuk melihat langsung kondisi kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan. Dengan begitu, dapat diketahui intervensi apa yang perlu dilakukan, baik oleh Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten. Tujuannya, agar target pemerintah pusat di akhir Desember 2021 dalam menuntaskan kemiskinan ekstrem pada pilot project yang telah ditentukan di Indonesia bisa tercapai.

“Saya datang bersama tim untuk melihat dan mendengar langsung apa yang dibutuhkan untuk menuntaskan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan. Data yang ada mari disinkronkan dan dikonsolidasikan, sehingga kita tahu intervensi apa yang bisa dilakukan bersama oleh Pemerintah Provinsi maupun kabupaten,” ungkap Khofifah.

Lebih lanjut, orang nomor satu di Jatim ini juga mencontohkan, jika dari hasil konsolidasi terdapat rumah tidak layak huni, maka Pemerintah Provinsi akan melakukan sentuhan di desa terkait agar menjadi layak huni. Sedangkan Pemerintah Kabupaten melakukan intervensi di bidang lain sehingga saling mengungkit.

“Pemerintah Provinsi sudah menyiapkan segalanya, mari kita semua bersinergi menuntaskan kemiskinan ekstrem di Jawa Timur,” imbuh Khofifah dalam keterangannya.

Gayung pun bersambut, Bupati Lamongan Yuhronur Efendi menyambut baik upaya Pemerintah Provinsi tersebut, bahkan pihaknya bersama jajarannya juga siap melakukan konsolidasi data bersama Pemerintah Provinsi Jawa Timur untuk menginventarisir kebutuhan penuntasan kemiskinan ekstrem tersebut.

Sampai dengan saat ini, Bupati yang akrab disapa Bupati YES ini mengaku bahwa Home Care Service menjadi salah satu program unggulan dalam pengentasan kemiskinan ekstrem di Kabupaten Lamongan. Upaya itu merupakan program ‘gropyokan’ lintas OPD.

“Tim Home Care Service (HCS) ini mengintervensi masalah keluarga rawan atau yang rentan memiliki risiko tinggi terhadap permasalahan di bidang kesehatan, sosial maupun ekonomi di Kabupaten Lamongan. Melalui HCS ini juga diharapkan mampu menurunkan beban pengeluaran, meningkatkan pendapatan masyarakat dan meminimalkan wilayah kantong kemiskinan,” ungkap Bupati YES.

Sebagai informasi, bahwa Pilot Project Penuntasan Kemiskinan Ekstrem di Indonesia ini dilaksanakan di tujuh provinsi, salah satunya yakni Provinsi Jawa Timur dengan mengambil lima desa di lima kecamatan. Nah, di setiap provinsi terdapat lima kabupaten. Sehingga di Provinsi Jawa Timur sendiri terdapat 125 desa yang menurut peta TNP2K masuk dalam desil 1 kemiskinan ekstrem. [brj]

PPKM Level 2, Pemkot Malang Bakal Buka 86 Taman

PPKM Level 2, Pemkot Malang Bakal Buka 86 Taman

Nusantara7.com, Malang – Setelah masuk pada Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 2, Pemerintah Kota Malang akan membuka kembali seluruh taman kota yang ada. Setidaknya, 86 taman akan kembali dibuka setelah ditutup satu tahun lebih selama pandemi Covid-19.

Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan bahwa taman akan dibuka secara bertahap. Mereka juga akan menyiapkan petugas di sana. Untuk mengawasi para wisatawan agar tetap menjaga protokol kesehatan pencegahan Covid-19, yakni memakai masker, mencuci tangan, dan saling menjaga jarak sesama pengunjung. Selain itu, seluruh pengunjung wajib mengunduh aplikasi PeduliLindungi.

“Dibuka bertahap karena kalau Mal itu akan punya petugas keamanan sendiri yang bisa melakukan kontrol. Nah kita sedang menyusun itu nanti Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mana yang akan bertanggung jawab,” ujar Sutiaji.

Sutiaji mengatakan, petugas nanti diminta berkeling untuk mengingatkan warga agar tetap mematuhi anjuran pemerintah memakasi masker dan prokes lainnya. Karena penjagaan di taman lebih sulit ketimbang di Mal.

“Akan kita tempatkan petugas, nanti keliling operasi. Mengingatkan warga yang tidak memakai masker atau tidak tertib protokol kesehatan. Agak susah memang di taman, kita harus ngatur pintu masuknya juga,” imbuh Sutiaji.

Sementara itu Kepala DLH Kota Malang, Wahyu Setianto mengungkapkan rencana pembukaan taman sebenarnya sudah beberapa waktu lalu. Namun, terkendala PPKM akhirnya gagal. Wahyu menyebutkan setidaknya ada 86 taman besar hingga kecil siap dibuka di PPKM Level 2 ini.

“Semua taman siap dan besok saya mau koordinasi dengan pak Sekda bagaimana petunjuknya dan matur (meminta) pak Wali untuk memastikan kapan pelaksanaannya. Ujicoba awal Alun-alun Merdeka, karena di sana pusatnya,” tandas Wahyu. [brj]

Direktur SDM PT Terminal Petikemas Indonesia Edi Priyanto raih “WSO Concerned Citizen Award”

Direktur SDM PT Terminal Petikemas Indonesia Edi Priyanto raih “WSO Concerned Citizen Award”

Nusantara7.com, Surabaya – Organisasi Keselamatan Dunia (WSO) memberi penghargaan kepada Edi Priyanto atas aktivitasnya yang gencar menyosialisasikan serta memperjuangkan budaya keselamatan dan kesehatan kerja (K3).

Chairman WSO Indonesia Soehatman Ramli menyebut Direktur Sumber Daya Manusia (SDM) PT Terminal Petikemas Indonesia itu meraih penghargaan terkait K3 kategori “WSO Concerned Citizen Award”.

“Edi Priyanto telah menunjukkan perhatian sangat tinggi terhadap aspek K3, salah satunya terhadap pekerja media,” katanya melalui keterangan tertulis yang diterima di Surabaya, Kamis.

Ramli menjelaskan, mantan Direktur SDM  PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) III itu belum lama lalu mengidentifikasi bahaya dan penilaian risiko pada pekerjaan yang dilakukan oleh wartawan.

“Hasil identifikasi selanjutnya dibuat fokus grup diskusi sehingga dapat dijadikan referensi dalam penyusunan panduan K3 bagi jurnalis saat melakukan aktifitas kerjanya,” ujarnya.

Ramli menandaskan, selain itu Edi juga aktif menggerakkan kepedulian lingkungan dan memberdayakan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi lingkungan. Salah satunya adalah menjadikan Kampung Edukasi Sampah di Sidoarjo, sebuah tempat yang digunakan sebagai sarana edukasi tentang pemilahan dan pengolahan sampah dari rumah tangga.

“Di tempat tersebut dilakukan pengelolaan lingkungan serta pemberdayaan masyarakat untuk sadar akan keselamatan dan kesehatan di masyarakat dengan merintis program warga peduli terhadap keselamatan dan kesehatan,” katanya.

Edi juga aktif dalam berbagai organisasi yang peduli terhadap K3, di antaranya sebagai Pengurus Dewan K3 (DK3P) Provinsi Jawa Timur, Pengurus Asosiasi Ahli K3 (A2K3) Jawa Timur serta Pengurus Daerah Komunitas Ahli K3 Rumah Sakit Jawa Timur.

“Selama dua tahun terakhir, Edi terlihat aktif sebagai narasumber dalam berbagai diskusi dan webinar yang membahas tentang program merdeka belajar, pengelolaan sampah, pengelolaan lingkungan, pemberdayaan masyarakat, hingga implementasi  budaya K3 di perusahaan maupun lingkungan masyarakat,” ucap Ramli.

Hari ini penyerahan penghargaan “WSO Concerned Citizen Award” kepada Edi Priyanto dilakukan secara daring. Diserahkan dari Jakarta oleh Direktur Bina Kelembagaan K3 Kementerian Tenaga Kerja Hery Sutanto, Dewan K3 Nasional (DK3N) Rudiyanto dan President Director General WSO Mr. Alfredo De La Rosa Jr.
(ant)

Pemkot Kediri dan Ditjen Perbendaharaan Jatim kerja sama terkait data untuk memajukan kota kediri

Pemkot Kediri dan Ditjen Perbendaharaan Jatim kerja sama terkait data untuk memajukan kota kediri

Nusantara7.com, Kediri – Pemerintah Kota Kediri menjalin kerja sama dengan Ditjen Perbendaharaan Kanwil Provinsi Jawa Timur, terkait dengan pemanfaatan bersama data dan informasi serta penguatan koordinasi penyelenggaraan pelaksanaan kebijakan pengelolaan keuangan publik dalam pelaksanaan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah.

Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur adalah unit eselon II vertikal di bawah Direktorat Jenderal Perbendaharaan dalam struktur organisasi pada Kementerian Keuangan.

Wali Kota Abdullah Abu Bakar di Kediri, Kamis, mengemukakan dengan kerja sama ini tentunya Pemkot Kediri dapat membuat kebijakan-kebijakan yang tepat dari keterbukaan data ini. Selain itu, keterbukaan data ini juga dapat menghasilkan analisa yang lebih dalam.

“Jadi datanya dikumpulkan di tempat yang sama nanti kita bisa menggunakannya bersama-sama. Kalau dibuka seperti ini kita bisa menggunakan data tersebut. Kalau diperlukan untuk intervensi itu akan tepat dan jauh lebih presisi. Seperti tadi disebutkan kalau KUR di Kota Kediri mencapai Rp318 miliar. Nah data ini kan bisa untuk membuat kebijakan,” katanya.

Wali Kota berharap dengan saling berbagi data ini antara Pemkot Kediri dan Dirjen Perbendaharaan Kanwil Provinsi Jawa Timur ini dapat saling memberi masukan terutama untuk membangun Kota Kediri dan meningkatkan perekonomian.

Ia mengatakan dalam membangun dan meningkatkan perekonomian, tidak akan optimal jika hanya mengandalkan sumber dari APBD saja. Diperlukan sumber penganggaran lainnya. Salah satunya, dengan APBN yang difasilitasi oleh Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN).

“Sampai nanti di tahun 2024 anggaran mungkin masih didominasi untuk recovery. Makanya dibutuhkan kerjasama yang baik untuk mengatasi ini. Kami juga harus meningkatkan PAD karena nanti di Kota Kediri akan ada jalan tol. Mudah-mudahan ini memberikan dampak yang positif bagi kita semua,” katanya.

Sementara itu, Kepala Kanwil Dirjen Perbendaharaan Provinsi Jawa Timur Taukhid mengatakan KPPN siap bekerja sama dengan Pemkot Kediri untuk merangsang tumbuhnya ekonomi. Pemerintah Kota Kediri dapat melihat data-data sehingga kebijakannya tepat untuk masyarakat.

Ia juga menambahkan dengan ini diharapkan dapat mengefektifkan pemanfaatan APBN dan dapat dipahami oleh masyarakat.

“Semoga koordinasi kita dengan pemda akan semakin kuat. Untuk data bisa kita provide. Contohnya data UMKM di Kota Kediri yang pasti sudah terima alokasi pinjaman. Data ini by name by address, nah nanti kita bisa membina mereka. Banyak hal yang bisa dilakukan,” kata Taukhid ..

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar telah menandatangani nota kesepakatan antara Dirjen Perbendaharaan Kanwil Provinsi Jawa Timur dengan Pemerintah Kota Kediri di Kantor Kantor Pelayanan Perbendaharaan Negara (KPPN) Kediri.

Nota kesepakatan ini mengenai pemanfaatan bersama data dan informasi serta penguatan koordinasi penyelenggaraan pelaksanaan kebijakan pengelolaan keuangan publik dalam pelaksanaan hubungan keuangan antara pemerintah pusat dan daerah. (ant)

Viral Blast Global bagikan 250 kacamata gratis Bantu anak-anak yatim piatu belajar daring

Viral Blast Global bagikan 250 kacamata gratis Bantu anak-anak yatim piatu belajar daring

Nusantara7.com, Surabaya  – Platform Edukasi Money Management Viral Blast Global bekerja sama dengan Lions Club Surabaya Grand membagikan 250 kacamata gratis kepada anak-anak yatim piatu di Kota Surabaya, Jawa Timur, untuk membantu mereka belajar daring.

Konsultan Keuangan Profesional dari Viral Blast Global Minggus Umboh melalui keterangannya, Jumat mengatakan kacamata gratis diberikan karena sangat penting untuk mendukung kelancaran anak-anak yang sedang menjalani pembelajaran secara daring dari rumah masing-masing.

“Mata adalah jendela dunia. Sehingga, kami menyambut baik ajakan kolaborasi dari Lions Club untuk memberikan kacamata gratis ini. Sebab, suatu pembangunan diawali dengan penglihatan dan kesehatan pun diawali dengan penglihatan,” katanya.

“Jadi, kami akan mendukung penuh karena ini merupakan masalah kemanusiaan dan untuk masa depan anak-anak kita,” ujarnya menambahkan.

Diharapkan dengan pemberian kacamata gratis ini anak-anak bisa mengikuti proses belajar daring dengan maksimal, karena mereka sudah memiliki penglihatan yang bagus.

IPDG (Immediate Past District Governoor) dari Lions Club Surabaya Grand, Rupiarsih mengatakan kegiatan ini rutin digelar setiap tahun, bahkan sudah digelar hingga tingkat internasional.

“Acara ini merupakan kegiatan utama yang sudah rutin digelar hingga di tingkat internasional, jadi tidak hanya di Indonesia. Tujuan dari kegiatan ini adalah membantu meringankan masalah yang dialami anak-anak kalangan pelajar,” tutur dia.

Menurutnya, mata merupakan jendela dunia, anak-anak bisa terhambat prestasinya. Jadi, pihaknya tidak mau masa depan anak-anak sesuram kondisi matanya.

Sementara itu, sejumlah pelajar mengaku senang karena bisa menggunakan kacamata untuk membantu dalam menjalani belajar daring.

“Ada pengaruhnya (menggunakan kacamata), karena dengan belajar daring ini mata saya sering nyeri dan kemerahan karena seharian di depan komputer. Saya juga merasa senang dengan adanya bantuan ini, dan setiap saat saya akan memakai kacamata ini,” ujar Aveda Oda salah satu anak penerima bantuan kacamata gratis.(ant) 

Atlet Gresik Sumbang 31 Medali dari 31 Atlet yg dikirim di PON Papua

Atlet Gresik Sumbang 31 Medali dari 31 Atlet yg dikirim di PON Papua

Nusantara7.com – Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua resmi ditutup oleh Wakil Presiden KH Ma’ruf Amin, Jumat malam (15/10). Kendati gelaran olahraga empat tahunan itupun berakhir, namun menyimpan sejuta kisah dan kenangan. Terutama bagi para peraih medali.

Begitu juga dirasakan para atlet asal Gresik yang bergabung dalam kontingen Provinsi Jatim. Pada PON XX Papua ini, Gresik turut mengirimkan sebanyak 31 atlet. Dari jumlah itu berhasil membawa pulang total 31 medali untuk Jatim yang berada di posisi ketiga di bawah Jabar dan DKI Jakarta.

Perincian sumbangsih atlet asal Gresik masing-masing emas 13 medali, perak 11 medali, dan perunggu 7 medali. Dari torehan sejumlah medali itu sebagian besar disumbang dari cabor panjat tebing. Yakni, 6 emas, 5 perak, dan 3 perunggu.

Beberapa atlet peraih medali emas, mereka mengaku haru dan bangga. Kharisma Ragil Rakasiwi, misalnya. Alumnus SMAN 1 Manyar itu sukses meraih medali perak untuk kategori perorangan dan emas di grup. ‘’Alhamdulillah, medali ini pertama saat ikut tampil di PON,’’ kata perempuan yang dapat beasiswa kuliah di Universitas Muhammadiyah (UM) Surabaya itu, Jumat malam (15/10).

Ragil memang termasuk salah seorang atlet panjat tebing andalan dari Gresik. Sudah sejak SD aktif di olahraga memanjat itu. Capaian prestasinya sudah berjibun. Bahkan, di gelaran Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Jatim 2019 lalu sukses meraih 6 emas untuk Gresik. Total hadiah atau bonus yang diterima sudah ratusan juta rupiah.

Yang menarik, di PON XX Papua ini Ragil harus berkompetisi dengan kakak kandungnya sendiri. Yakni, Fitria Hartani. Ragil pun sukses meraih perak, sang kakak yang memang jauh lebih lama sebagai atlet panjat tebing mendapatkan medali emas. Apakah sudah janjian untuk mengalah? ‘’Nggak lah, Mas. Meski bersaudara, tetap mesti sama-sama fight,’’ ujarnya.

Ketika gagal menggondol emas di nomor individu, di hati Ragil sempat sedikit shock. Namun, begitu yang merebut emas adalah kakaknya sendiri, Ragil pun tersenyum bangga. ‘’Saya bilang sama Mbak, alhamdulillah kita kan sama-sama dapat medali. Mbak juga tersenyum bangga,’’ ungkap gadis yang usianya selisih 5 tahun dengan Fitria Hartani itu.

Kebanggaan serupa juga membuncah dalam diri Nurul Fajar Fitriati. Atlet asli Gresik peraih dua medali emas dari cabor renang. Atik, panggilan akrabnya, memang salah seorang atlet putri hebat di tingkat nasional spesialis renang gaya punggung. Beberapa kali sukses memecahkan rekor. Di Asian Games 2018 lalu, nyaris merebut medali. Namun, akhirnya harus puas di peringkat 4.

Sejak awal, Atik optimistis dapat menyumbangkan medali emas untuk Jatim. Apalagi namanya sudah masuk dalam target mendapat emas. Kendati yang tampil di PON XX Papua mayoritas masih adik kelas atau yuniornya, namun Atik tidak menganggap mereka remeh. ‘’Syukurlah target itu bisa tercapai,’’ ungkap alumnus SMAN 1 Kebomas, Gresik, itu.

Dia pun bercerita, sempat ada tawaran untuk bergabung dalam atlet dari Jawa Barat. Maklum, tugas kerjanya di Bandung. Namun, Atik sudah meneguhkan komitmen untuk tetap membela panji-panji Jatim. ‘’Saya sudah bulat untuk berkarir sampai akhir di Gresik, Jawa Timur. Sebab, dari sinilah saya dibesarkan,’’ tegasnya.

Atik tidak ingat persis sudah berapa rupiah hadiah atau bonus yang didapat sejak menggeluti olahraga renang. Saat ditanya, senyumnya mengembang. ‘’Bapak saya yang mengaturnya, Mas. Saya cuma tanda tangan saja,’’ kelaka mahasiswa Universitas Negeri Surabaya (Unesa) itu.

Pada PON XX Papua, Pemkab Gresik juga turut memberikan support. Bahkan, Wabup Aminatun Habibah, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga A.H. Sinaga, dan beberapa perwakilan KONI Gresik terbang langsung ke Papua untuk memberikan dukungan atlet Jatim. Terutama dari Gresik.

Saat tiba di Bumi Cenderawasih, Wabup mendapat kehormatan memberikan medali cabor renang. “Alhamdulillah, atlet Gresik yang tergabung dalam kontingen Jatim berhasil meraih medali emas. Kami pun ikut bangga sekali turut menyaksikan perjuangan atlet-atlet Gresik ini di PON XX Papua. Selamat bagi para peraih medali. Bagi yang belum, terus bersemangat,” ungkap Aminatun.

Dia berharap, capaian prestasi atlet-atlet asal Gresik itu menjadi role model bagi generasi muda lainnya. “Kesuksesan itu tidak datang tiba-tiba. Bagaimana mereka disiplin dan tekun berlatih, tidak pantang menyerah dan terus berjuang untuk yang terbaik. Nah, seperti ini yang wajib dicontoh,” tambahnya. (jwp)