Basis Ideologis Modal PKB di Pemilu 2014

Basis Ideologis Modal PKB di Pemilu 2014

Jakarta – Genderang pertarungan partai-partai politik sudah resmi dimulai sejak Pendeklarasian Kampanye Berintegritas yang diikuti oleh semua parpol di Lapangan Monas pada hari Sabtu, 14 Maret 2014 kemarin. Semua parpol menghimpun kekuatannya untuk bisa menjadi pihak yang paling menentukan masa depan bangsa Indonesia melalui pemerintahan baru yang akan terpilih.Tak terkecuali Partai Kebangkitan Bangsa (PKB). Partai yang didirikan pada tanggal 23 Juli 1998 ini telah memiliki beberapa modal untuk bisa memenangkan Pemilu 2014. Ditemui di kantornya di Menteng, Jakarta Pusat, Ketua Badan Pemenangan Pemilu PKB, Saifullah Maksum menyatakan bahwa partainya sudah memiliki modal yang signifikan.

“Secara politik dan sosial, PKB sudah memiliki modal yang cukup signifikan. Pada Pemilu 1999, ketika pertama kali mengikuti Pemilu, kita langsung mendapatkan posisi 3 besar, artinya kita memiliki pemilih tradisional dan pemilih ideologis yang sangat kuat, terdiri atas komunitas warga NU, keluarga besar pesantren. Mereka telah menjadi salah satu pendukung utamanya PKB,” ujarnya.

Pada Pemilu kali ini, Saiful juga menyatakan bahwa partainya mencoba melebarkan sayap konstituen. “Untuk Pemilu kali ini kita tidak hanya mandeg pada posisi meraih dukungan kaum pemilih tradisional dan pemilih pemula, tetapi lebih kepada mengekspansi sejumlah komunitas yang lain, di luar konstituen NU, konstituen pesantren, seperti kalangan-kalangan profesional, dan juga kalangan masyarakat pinggiran,” Saiful menambahkan.

Saiful juga menyatakan bahwa basis massa partainya tidak hanya terbatas kepada golongan dari kaum Muslim saja, “Untuk jaringan tradisional dan basis massa utamanya, ya (kaum Muslim), tapi pada Pemilu setelah itu (Pemilu 2004), kita berkembang tidak lagi hanya mengandalkan komunitas pesantren dan kalangan islam. Misalnya, Papua itu, kan non-Muslim. Kita dapat kursi dari sana. Terus dari Maluku, dari NTT juga,” ujar Saiful.

Selain hal di atas, beberapa hal yang membuat Saiful yakin akan modal kuat PKB dalam Pemilu 2014 adalah bukti historis di mana PKB pernah menjadi partai yang berjaya.

“Kita sudah memiliki sejarah tentang kiprah PKB di parlemen dan di pemerintahan. Misalnya ketika Gus Dur menjadi presiden, betapa begitu banyak sekali agenda politik beliau yang cukup strategis untuk dikembangkan di masa-masa sekarang. Misalnya ketika beliau berhasil mengintegrasikan efektivitas dan efisiensi birokrasi, mereorganisasi sejumlah kementerian, mengangkat PNS dalam jumlah yang  signifikan, menaikkan nilai jual komoditas pertanian utama pada waktu itu. Inilah salah satu bukti historis, dan saya kira rakyat tidak akan lupa,” kata Saiful.

PKB adalah partai politik yang didirikan oleh para kyai dari golongan Nahdlatul Ulama (NU), termasuk Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Ahmad Mustofa Bisri, Munasir Ali, Ilyas Ruchiyat, serta A. Muhith. Partai ini kini dipimpin oleh Muhaimin Iskandar. Pada Pemilu 1999 partai ini berhasil meraih 12,61 % suara, pada Pemilu 2004, 10,57 % suara, dan pada Pemilu 2009, 4,94 % suara.vns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *