Banjir Surut, BPBD Ngawi Minta Warga Tetap Siaga

Banjir Surut, BPBD Ngawi Minta Warga Tetap Siaga

Bintang Pos, Surabaya – Meski bencana banjir yang menerjang 12 kecamatan di Kabupaten Ngawi sudah mulai surut, namun Pemkab setempat tetap meminta agar warga yang wilayahnya sempat terendam banjir agar tetap waspada.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Ngawi Eko Heru Tjahjono mengatakan dari informasi yang ia terima hingga sore ini wilayah yang menjadi penyumbang debit air sungai yang melintasi Ngawi tidak diguyur hujan deras.

“Sampai sore tadi di sekitar Ngawi, yaitu di Ponorogo, Madiun, Magetan serta Karanganyar dan Solo (Jawa Tengah) tidak terjadi hujan deras. Artinya tidak terjadi limpasan ke sini. Tapi kami tetap meminta warga siaga dan waspada,” ujarnya, Selasa (9/4/2013).

Hingga petang kemarin masih ada empat kecamatan yang masih tergenang air banjir. Yaitu Kecamatan Kwadungan, Ngawi, Pangkur dan Geneng. Di wilayah ini air banjir masih berada pada ketinggian 30 cm hingga 70 cm. Namun sudah tidak ada air yang masuk ke dalam rumah.

Selain peluang turunnya hujan deras di wilayah sekitar masih cukup besar himbauan BPBD agar warga waspada adalah tidak berfungsinya sejumlah alat peringatan dini atau Early Warning System (EWS). Alat ini tidak bisa diandalkan untuk memberi peringatan.

“Seperti tiga EWS di Kwadungan yaitu di Jembatan Kendung, Jembatan Purwosari DAN Jembatan Simo semuanya tidak menyala. Akhirnya kita pakai peringatan manual, yaitu kita telepon nomor ponsel perangkat wilayah sampai desa untuk memberitahu kecepatan kenaikan tinggi air,” ujarnya.

Pada banjir kemarin, tidak ada korban jiwa. Hanya ada satu rumah yang roboh akibat tidak kuat lagi menerima curah hujan dan pondasinya tergerus arus banjir. “Satu rumah di Desa Sawo, Kecamatan Karangjati, roboh. Selain karena hujan dan banjir, rumah tersebut juga sudah tua,” imbuh Eko.

Sebagai antisipasi, Eko menyatakan, saat ini pihaknya terus berkoordinasi dan meminta informasi dari BPBD di wilayah lain seperti Ponorogo, Madiun dan beberapa daerah di Jawa Tengah. Hal ini sebagai langkah untuk terus mengetahui potensi banjir yang terjadi.(bjt-kba)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *