Wabah PMK, Wawali Malang himbau masyarakat tidak takut berkurban

Wabah PMK, Wawali Malang himbau masyarakat tidak takut berkurban

Nusantara7.com,Malang – Wakil Wali Kota Malang, Sofyan Edi Jarwoko mengatakan, penyebaran wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak khususnya sapi berpengaruh besar pada permintaan. Terutama permintaan akan hewan kurban, meski jumlah ternak berlimpah.

“Stok kurban aman, tetapi saya lihat permintaan masyarakat betul-betul kurang. Adanya wabah PMK berdampak terhadap animo masyarakat untuk kurban,” kata Sofyan Edi, Selasa (5/7/2022).

Pria yang akrab disapa Bung Edi ini mengimbau masyarakat tidak perlu cemas membeli hewan ternak layak kurban seperti sapi atau kambing. Sebab, wabah yang menular pada sapi aman bagi manusia.

Dia juga meminta gugus tugas untuk terus menyosialisasikan hal ini agar masyarakat tidak khawatir berkurban pada momen Iduladha 10 Juli 2022 mendatang.

“Saya sampaikan ke gugus tugas untuk menyampaikan pertama, bahwa PMK tidak menular atau berbahaya ke manusia atau konsumen,” ujar Bung Edi.

Bung Edi juga mengungkapkan Rumah Pemotongan Hewan (RPH) bisa dimanfaatkan untuk penyembelihan hewan kurban. Sehingga, dia mengatakan masyarakat tidak perlu khawatir berkurban di RPH.

“Masyarakat jangan takut dan khawatir untuk berkurban, kita jamin kebersihannya di RPH. Silahkan manfaatkan RPH,” imbuhnya.

Bung Edi menuturkan, sejauh ini sebanyak 300 ekor sapi di Kota Malang dinyatakan terjangkit wabah PMK. Tetapi dari jumlah itu mayoritas sembuh.

Gugus tugas langsung menggenjot vaksinasi. Sedangkan peternak rutin memberikan vitamin agar kondisi sapi sehat. Apalagi sebagian besar petani berharap sapi mereka terjual pada momen Idul Adha ini.

“Dilaporkan yang terserang PMK 300 ekor lebih dan mati 3 ekor. Kuncinya divaksinasi terus kita lakukan dan Alhamdulilah banyak yang selamat. Untuk yang mati sudah dilaporkan ke provinsi dan diusulkan (ganti rugi) tinggal menunggu mekanisme seperti apa,” papar Bung Edi.

Selain itu, pengawasan ketat di sejumlah titik pintu masuk Kota Malang terus dilakukan. Bagi kendaraan pengangkut hewan ternak yang akan masuk Kota Malang diwajibkan membawa surat keterangan sehat bagi hewan ternak.

“Lalu lintas kendaraan hewan juga diawasi. Mereka harus mengantongi SKKH (surat keterangan kesehatan hewan) lewat dinas terkait. Sudah kita tentukan titik masuknya,” tuturnya. [bjm]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *