Sebarkan Pluralisme Konjen AS Gandeng NU

Sebarkan Pluralisme Konjen AS Gandeng NU

Bintang Pos, Surabaya – Konsul Jenderal Amerika Serikat (Konjen AS) di Surabaya Joaquin Monserrate menggelar diskusi dan buka puasa bersama di kantor Pengurus Cabang Nahdatul Ulama (PCNU) Surabaya Jalan Bubutan, Kamis.

Joaquin Monserrate mengatakan, Presiden Amerika Serikat Barack Obama memiliki tradisi merayakan hari suci berbagai umat beragama di Negaranya yang biasa digelar di Gedung Putih. Tradisi merayakan hari besar warganya sebagai bentuk kesempatan merefleksikan keberagaman Negaranya.

“Itu untuk menegakkan keyakinan, bahwa di Amerika dan seluruh dunia masyarakat bebas memilih keyakinan dan beribadah,” ujarnya di sela-sela forum diskusi.

Saat menyitir pidato Presiden Amerika Serikat ketika menggelar buka bersama tamu Negaranya yang beragama Islam beberapa waktu lalu, Joaquin menilai puasa Ramadhan selain merupakan bentuk pengabdian umat terhadap Allah atau Tuhannya, juga momen berkumpulnya bagi sanak keluarga.

“Buka puasa merupakan momen berkumpulnya keluarga teman untuk bersama-sama,” ujarnya dihadapan sejumlah pengurus ormas NU di Surabaya.

Tradisi buka bersama Presiden AS dengan tamu Negara yang muslim dilakukan sejak 1805 saat Presiden Negara Adidaya tersebut dipimpin Thomas Jefferson. “Pada tahun 1805, Presiden yang juga pendiri Negara Amerika serikat Thomas Jefferson mengundang Dubes Tunisia untuk buka bersama,” katanya.

Konjen Amerika ini menambahkan, visi Negaranya tidak jauh beda dengan Nahdlatul ulama yakni mengutamakan persaudaraan. “Seperti di NU yang sudah dilakukan puluhan tahun, menekankan persaudaraan bukan perbedaan, kesamaan bukan konflik,” katanya

Joaquin menegaskan pihaknya mendukung kaum Nahdliyin untuk membuat Negara Indonesia lebih baik, dengan memberikan ruang bagi toleransi dan peran yang besar bagi warganya.

“Kami akan dukung anda (NU) membuat Negara ini (Indonesia) menjadi lebih baik, toleran, inklusif dan memberikan peran serta kesempatan rakyat yang lebih besar,” katanya.

Sementara pandangannya terhadap ormas NU, Konsul Amerika ini mengatakan sejarah Islam di Indonesia diwarnai oleh keyakinan dan komitmen kalangan Nahdliyin. “Sejarah Islam benar-benar diwakili oleh keyakinan dan komitmen besar NU,” katanya.

Ia mengakui, NU merupakan ormas Islam terbesar di Indonesia. Pejabat tinggi Konsul Amerika di Surabaya ini menganggap NU merupakan nurani hati Indonesia, dan dalam aktualisasinya NU dinilai gigih dalam berjuang menegakkan agama Islam. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *