PTPN X bersama PT Petrokimia Gresik targetkan salurkan 15.693 ton pupuk program makmur

PTPN X bersama PT Petrokimia Gresik targetkan salurkan 15.693 ton pupuk program makmur

Nusantara7.com, Surabaya – PT Perkebunan Nusantara (PTPN) X menargetkan penyaluran 15.693 ton pupuk Program Makmur bersama PT Petrokimia Gresik pada 2022, dan diharapkan bisa dirasakan sebanyak 2.417 orang petani tebu binaan PTPN X.

Direktur PTPN X, Tuhu Bangun dalam siaran persnya di Surabaya, Rabu mengatakan, target itu diperuntukkan bagi 23.500 hektare (ha) lahan tebu yang tersebar di Jawa Timur.

Rencananya, kata Tuhu, pemenuhan pupuk bagi petani itu akan direalisasikan mulai April-Mei 2022, dan ditujukan untuk petani binaan di Pabrik Gula (PG) Kremboong Sidoarjo, PG Gempolkrep Mojokerto, PG Tjoekir Jombang, PG Meritjan Kediri, PG Pesantren Baru Kediri, dan PG Modjopanggoong Kediri.

“Kami selalu berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi mitra strategisnya, khususnya petani. Hal tersebut salah satunya dibuktikan dengan pendampingan intensif terkait pemenuhan kebutuhan sarana produksi melalui Program Makmur bersama PT Petrokmia Gresik sejak 2021,” kata Tuhu.

Pada 2021, PTPN X juga telah memenuhi kebutuhan pupuk untuk 1.475 orang petani tebu dengan jumlah total 3.554,37 ton.

Tuhu menjelaskan, program ini bertujuan mendorong peningkatan produktivitas tebu dengan pendampingan intensif kepada petani melalui budi daya tanaman dengan memberikan pasokan sarana produksi dan pemasaran hasil pertanian melalui skema kemitraan.

PTPN X, kata Tuhu, akan selalu berupaya melakukan evaluasi atas realisasi Program Makmur untuk perbaikan dan implementasi tahun berikutnya.

“Rencana perbaikan yang akan dilakukan adalah sinergi dengan lembaga keuangan, demplot pemupukan, direct distribution, dan kestabilan harga,” katanya.

Ia berharap, perbaikan yang dilakukan mampu mendukung kegiatan budi daya petani yang berdampak pada ketepatan pemupukan dan peningkatan produktivitas secara signifikan.

Sehingga PTPN X dapat memberikan kontribusi nyata dalam mewujudkan ketahanan pangan, khususnya di sektor gula nasional. (atr)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *