Polres Tuban Gelar Rakor Penutupan Industri Arak

Polres Tuban Gelar Rakor Penutupan Industri Arak

Bintang Pos, Tuban – Untuk memberantas keberadaan dan peredaran minuam keras (miras), petugas kepolisian Polres Tuban melakukan rapat koordinasi dengan Muspida Tuban serta tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pelaku pembuat industri Arak di Tuban, Selasa (27/08/2013).

Rapat koordinasi yang berlangsung di gedung serba guna Mapolres Tuban tersebut dihadiri oleh Muspida dan para pelaku industri Arak di Tuban itu membahas terkait bagaimana petugas kepolisian bersama Pemkab Tuban untuk melakukan pencegahan peredaran hingga penutupan home industri pembuatan Arak yang ada di wilayah Kecamatan Semanding, Tuban.

Dalam rapat tersebut Kapolres Tuban AKBP Ucu Kuspriyadi menjelaskan bahwa untuk peredaran yang menggunakan nama produksi Tuban itu sudah terkenal di beberapa daerah lain yang ada di Jawa Timur. Sedangkan untuk produksinya Arak sendiri sekarang ini sudah seperti pabrik, bukan lagi tradisional.

“Kalau saya lihat dari laporan sekarang ini untuk produksi Arak sudah bentuk pabrik dan peredarannya sudah meluas di luar Kabupaten Tuban. Dan ada beberapa Polres lain yang menangkap Arak, setelah ditanya ternyata mengaku dari Tuban,” terang AKBP Ucu Kuspriyadi, Kapolres Tuban saat memberikan paparan dalam rapat itu.

Dengan sudah semakin menjamurnya industri pembuatan miras jenis Arak, petugas kepolisian Polres Tuban bersama dengan Pemkab Tuban dan semua element masyarakat untuk memikirkan bagaimana cara mengatasi permasalahan tersebut.

“Makanya ini kami melakukan rapat koordinasi dengan semua pihak, mulai Forpimda, Satpol PP, dari tokoh masyarakat, tokoh agama dan juga para pelaku pembuat Arak. Dengan tujuan membahas mencari solusi terbaik dalam menangani permasalahan ini, supaya tidak sampai menimbulkan permasalahan baru,” lanjut Kapolres Tuban dalam pertemuan itu.

Pada pembahasan rapat koordinasi terkait dengan keberadaan industri Arak yang sudah semakin menjamur di wilayah Tuban akan ditekankan dengan cara penegakan yang selama ini dilakukan telah dilakukan. Apakah peraturan hukum yang selama ini ada perlu ada perubahan atau sudah cukup untuk menghetikan produksi minuman keras tersebut.(brj)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *