Pemkot Surabaya Resmikan PPDB Online 2013

Pemkot Surabaya Resmikan PPDB Online 2013

Bintang Pos, Surabaya – Pemkot Surabaya meresmikan penerimaan peserta didik baru (PPDB) secara “online” 2013 bertepatan dengan peringatan Hari Pendidikan Nasional, Kamis.


Kepala Dinas Pendidikan Kota Surabaya M. Ikhsan mengatakan dengan diresmikannya PPDB, masyarakat sudah bisa mengakses informasi seputar PPDB melalui situs www.ppdbsurabaya.net.

“Sistem PPDB online ini bukan yang pertama diterapkan di Surabaya. Di tahun-tahun sebelumnya, pemkot memang sudah beberapa kali memanfaatkan sistem ‘online’ dalam penerimaan siswa baru. Tujuannya, untuk memudahkan masyarakat dalam proses memilih sekolah,” katanya.

Menurut dia, banyak kemudahan dan fasilitas yang ditawarkan dalam PPDB “online”, salah satunya, masyarakat dapat memonitor ranking peserta PPDB sewaktu-waktu.

“Kami selalu mengedepankan transparansi. Warga bisa memantau posisi peringkat peserta dan juga pagu sekolah. Jadi itu bisa membantu dalam menentukan sekolah yang paling pas,” ujarnya.

Ikhsan menjelaskan, PPDB SMPN/SMAN/SMKN terbagi atas tiga jalur, yakni jalur khusus (offline tanpa tes), jalur kawasan (SMPN/SMAN online plus tes potensi akademik), dan jalur umum (online tanpa tes).

Untuk jalur khusus, lanjut dia, bisa melalui mitra warga, prestasi akademik/non-akademik atau olahraga, inklusif, serta SMPN satu lokasi. Sedangkan jalur kawasan dibagi menurut wilayah, yaitu utara, pusat, timur, selatan, dan barat.

Sementara untuk PPDB SDN hanya disediakan jalur khusus dan jalur umum. Pendaftaran jalur khusus akan dibuka pada 20-24 Juni mendatang, menyusul kemudian jalur kawasan pada 23-26 Juni dan jalur umum pada 5-8 Juli.

“Peserta PPDB ini yang nantinya mengikuti tahun pelajaran baru yang akan dimulai pada 15 Juli 2013,” ujarnya.

Sementara itu, Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini menyatakan dengan tes potensi akademik (TPA), para calon siswa bisa diarahkan ke sekolah sesuai minat, bakat dan potensinya.

“Tidak semua anak dikaruniai kemampuan intelektual yang sama. Makanya, orang tua bersama pemerintah harus bisa memahami keunggulan anak tersebut,” katanya.
Wali kota juga menyoroti anak-anak yang putus sekolah. Dia menginstruksikan pejabat terkait, termasuk para lurah dan camat, lebih peka jika di wilayahnya ada anak putus sekolah.

“Harus ada laporan ke saya kalau ada anak yang tidak bersekolah. Saya ingin tahu alasannya, nanti kita evaluasi. Sekarang ini sudah tidak boleh ada lagi ada anak yang tidak mengenyam pendidikan sebab pendidikan itu sangat penting,” katanya. (ant-kba)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *