Pemilu 2014 Jadi ‘Warning’ Bagi Partai Islam

Pemilu 2014 Jadi ‘Warning’ Bagi Partai Islam

JAKARTA – Direktur Eksekutif Soegeng Sarjadi Syndicate (SSS), Ari Nurcahyo menunjukkan, tren penurunan partai Islam dalam pemilu. Capaian tertinggi partai Islam terjadi pada pemilu 1955 dengan total 43,72 persen.

Hasil itu didapat dari lima partai Islam. Pada pemilu 2004, partai Islam merengkuh 38,30 persen. Namun kemudian turun pada pemilu 2009 menjadi 28,90 persen.

Dari berbagai hasil survei 20 lembaga selama Februari-Desember 2013, partai berbasis massa Islam mempunyai elektabilitas yang cukup rendah.  Bahkan, diprediksi hanya Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) yang bisa menembus ambang batas parlemen.

Berdasarkan hasil survei, PKB mempunyai elektabilitas 4,18 persen dan PPP 3,65 persen. Hasil survei beberapa lembaga menunjukkan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Bulan Bintang (PBB) tidak lolos parliamentary threshold.

PKS hanya mempunyai elektabilitas 3,15 persen, PAN 2,54 persen, dan PBB 0,87 persen. Ia pun memperkirakan, melihat tren dari pemilu sebelumnya dan hasil survei tahun ini, maka partai Islam perlu berhati-hati. “Pemilu 2014 menjadi warning bagi partai Islam untuk mempertahankan eksistensinya,” kata dia, Kamis (12/12).rek

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *