Pelaku Tembak Mati Adalah Pemain Lama

Pelaku Tembak Mati Adalah Pemain Lama

Bintang Pos, Surabaya – Setelah melumpuhkan Gufron (32), warga Kampung Ruk Buruk, Desa Pey Bajung, Tanah Merah Madura, pelaku pencurian mobil dengan pemberatan yang terjadi di Walikota Mustajab 73, Jumat (27/9/2013) pagi, kini anggota Sat Reskrim Polrestabes Surabaya, melakukan pemeriksaan terhadap dua rekannya, Moch Soleh alias Mat Hari (52), warga Wonosari II, Surabaya dan Muhamad Saini (40) warga Bulak Banteng Wetan, Surabaya.

Dari hasil pemeriksaan, ternyata pelaku merupakan orang lama, dimana saat beraksi kerap berempat. Namun sayangnya, satu pelaku berhasil kabur saat disergap tim Reserse Mobil (Resmob) mereka asyik pesta sabu-sabu di Tanah Merah, Bangkalan, Madura.

“Kita masih memburu satu pelaku yang berhasil kabur, dan identitas sudah kita ketahui,”  kata Kapolrestabes Surabaya Kombes Pol Setija Junianta, pada wartawan Sabtu (28/9/2013).

Sementara saat dilakukan gelar perkara atas kasus pencurian mobil Suzuki Karimun coklat metalik bernopol L 1316 PS, juga dihadiri pemiliknya, dokter Ratna Indrawati Limanhadi (81) bersama kakaknya, Andriani (84).

Diberitakan sebelumnya, aksi tersebut dilakukan pelaku saat korban sedang jalan pagi dengan merusak gembok pagar rumah. Setelah di dalam, pelaku mengacak-acak kamar korban. Pelaku mengambil sejumlah barang berharga dan kunci kontak mobil korban yang terparkir di depan rumah.

Tak lama berselang, polisi mendatangi lokasi kejadian usai menerima laporan dari korban. Setelah ditelusuri, ternyata empat pelaku membawa mobil tersebut ke Madura. “Anggota yang melakukan perburuan sempat melihat empat orang ini kabur ke Madura. Dan terus dilakukan pengejaran sampai para pelaku itu berada di sebuah rumah di daerah Tanah Merah,” terang Setija.

Dalam pengejaran itu, anggota Resmob Polrestabes Surabaya hanya tiga orang. Karena kalah jumlah, petugas meminta bantuan ke polsek setempat hingga dilakukan penggrebekan. “Saat digrebek, para pelaku sedang berpesta sabu-sabu. Dan mereka langsung semburat melihat kedatangan petugas,” sambung Kasat Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Farman.

Untuk tersangka Gufron, lantaran ingin kabur dari petugas melalui pintu belakang, terpaksa dilumpuhkan petugas. “Sempat diberi tembakan peringatan, tapi tetap saja kabur. Bahkan, dia mengeluarkan gobang untuk melawan. Akhirnya Gufron tersungkur usai ditembak polisi,” kata Kanit Resmob AKP Agung Pribadi.

Melihat rekannya tidak berdaya, membuat dua pelaku lain terdiam tidak melakukan perlawanan dan menurut saja saat digelandang polisi. Tetapi ada satu pelaku sudah terlebih dulu kabur. “Karena ada yang terluka, petugas langsung berusaha membawanya ke rumah sakit, dan dalam perjalanan meninggal.” imbuh Farman.

Dari hasil penangkapan ini, petugas menyita sejumlah barang bukti. Termasuk mobil hasil kejahatan, sebuah gobang atau pisau penghabisan, dan sebilah celurit yang digunakan dalam aksi kejahatannya. Selain itu, dalam penggeledahan di rumah tersebut, polisi juga mengamankan dua poket sabu-sabu sisa pakai, dan seperangkat alat hisap.

“Kasus Curat (Pencurian dengan Pemberatan)-nya ditangani Polrestabes Surabaya. Sedangkan untuk kasus narkobanya dilimpahkan ke Polres Bangkalan karena lokasi kejadiannya di sana,” lanjut Agung sambil mengatakan kalau kasus ini masih melakukan pengembangan atas perkara ini. (bjt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *