Meski Kesakitan, Masih Banyak Wanita yang Tetap Pakai High Heels

Meski Kesakitan, Masih Banyak Wanita yang Tetap Pakai High Heels

Bintang Pos, Surabaya – Banyak orang telah mengetahui penggunaan sepatu hak tinggi atau high heels bisa berbahaya bagi kesehatan. Meski begitu tampaknya tak sedikit wanita yang menjadikan high heels sebagai ‘must have item‘ mereka.

Penelitian dari salah satu perusahaan sepatu, Compeed, menemukan bahwa 58 persen wanita Inggris tetap memakai sepatu hak tingginya meski itu menyakitkan dan membuat mereka tidak nyaman. Demikian dikutip dari femalefirst.co.uk, Senin (15/7/2013).

Dalam perjalanan ke kantor, selain berusaha agar tiba tepat waktu, mereka juga mempertimbangkan sepatu apa yang terbaik bagi kakinya. Sebanyak 13 persen wanita usia 25-34 tahun yang ikut dalam survei mengatakan penggunaan sepatu hak tinggi bisa membuat mereka terlambat tiba di kantor.

Dengan memakai sepatu hak tinggi, hampir setengah dari mereka kakinya mengalami kapalan. Lebih dari sepertiga sudah jatuh dan 29 persen tersandung ketika naik tangga. Survei yang membandingkan pemakai hak tinggi di seluruh Eropa itu juga menunjukkan bahwa risiko penggunaan high heels mempengaruhi perjalanan menuju kantor para pemakainya.

Sepuluh persen wanita di Inggris mengaku ketika beraktivitas, mereka menggunakan sepatu hak tinggi lebih dari satu jam dalam sebulan. Survei ini juga menunjukkan wanita rela mengorbankan kenyamanan dan waktunya tak hanya sekadar untuk menjadi lebih tinggi dengan memakai high heels.

Lebih dari setengah wanita menyatakan memakai sepatu hak tinggi bisa memberi rasa percaya diri yang lebih. Sebanyak 35 persen mengatakan sepatu hak tinggi bisa membuat mereka terlihat cerdas.

“Menariknya, pemakaian sepatu hak tinggi juga mempengaruhi perjalanan mereka. Sebanyak 20 persen wanita di London mengaku ketinggalan kereta akibat memakai sepatu hak tinggi,” tutur juru bicara Compeed, Alexandra Papa.

Meski begitu, 60 persen wanita yang terlibat dalam survei mengaku mengorbankan sisi fashionable mereka karena merasa tidak nyaman. Mereka menyatakan lebih memilih menggunakan flat shoes untuk bekerja. (dtk)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *