Kompetisi Batal, Sapu Angin Urung Berlaga

Kompetisi Batal, Sapu Angin Urung Berlaga

Bintang Pos, Surabaya – Siapa yang tidak kenal Sapu Angin? Mobil irit buatan mahasiswa ITS yang dalam beberapa tahun terakhir selalu menjadi salah satu jawara dalam kompetisi mobil irit se-Asia, Shell Eco-Marathon (SEM) Asia. Tahun 2013 ini, mimpi menjadi jawara dalam kompetisi tersebut tampaknya kandas di tengah jalan. Bukan lantaran kalah oleh lawan, tapi bahkan belum angkat senjata karena kompetisi tahunan ini tiba-tiba dibatalkan oleh SEM Asia, Kamis (25/6). Seharusnya, kompetisi dilaksanakan mulai Selasa (4/7) hingga empat hari ke depan di sirkuit Sepang, Malaysia.

Kabar mengejutkan itu datang tepat pada hari ketujuh sebelum kompetisi digelar. Pemberitahuan kepada peserta hanya dilakukan melalui sebuah e-mail yang mengatakan bahwa kompetisi SEM Asia ditiadakan. Alasannya karena bencana alam berupa kabut asap tebal yang melanda Malaysia yang disebut-sebut sangat berbahaya. Pihak panitia mengatakan khawatir dengan kondisi kesehatan para peserta jika perlombaan tetap dilaksanakan, sehingga mereka memilih untuk meniadakan lomba tersebut.

Kontan, protes dari seantero Asia tertuju pada panitia SEM Asia 2013, tidak terkecuali ITS. Arif Aulia Rahman, manajer SA Team mengatakan bahwa mereka sangat kaget dengan berita tersebut. Sebab sehari sebelumnya, pihak panitia masih menanyakan hal-hal teknis. Seperti apakah mobil sudah siap, apakah sudah dikirimkan, dan perihal persiapan yang lain. ”Tapi tiba-tiba tanpa pemberitahuan atau konfirmasi sebelumnya, keesokan harinya kompetisi ditiadakan,” ujar mahasiswa Jurusan Teknik Mesin angkatan 2009 ini.

Tentu saja tim SA Pasalnya, usaha semaksimal mungkin yang telah dilakukan oleh tim SA 8 selama berbulan-bulan menguras uang, waktu, dan tenaga untuk membuat mobil SA 8 pun bisa dibilang sia-sia. Kerugian uang yang hangus pun mencapai Rp 113,7 juta. ”Belum lagi waktu dan pikiran teman-teman satu tim yang tersita hingga sering tidak kuliah pagi lantaran malamnya menyelesaikan mobil,” papar Arif.

Perlombaan ditiadakan dengan kondisi persiapan perlombaan oleh tim SA 8 sudah mendekati sempurna. Mobil SA 8 telah sampai di Sepang, Malaysia, dan telah siap mengikuti perlombaan. Tiket pesawat untuk satu tim SA 8 dan dua dosen yang mendampingi pun sudah di tangan. ”Beruntung kami belum bayar hotel, baru booking saja,” timpal Alam Eka Putra, salah satu anggota tim, setengah bercanda.

Meski begitu, tim Sapu Angin ITS tahun ini sempat sedikit terhibur. Lantaran hanya satu mobil saja yang lolos untuk berlomba. Padahal tim SA mengirimkan lima kandidat mobil untuk mengikuti perlombaan tersebut. ”Belakangan kami agak bersyukur, kalau kami lolos lima mobil, kerugian saat ini bisa berlipat-lipat sekali,” Arif menimpali masih dengan nada bercanda.

Namun jangan remehkan satu mobil yang lolos ini. Seluruh tim telah berusaha menargetkannya untuk menjadi juara kategori  Urban Fatty Acid Methyl Ester (FAME) dengan efisiensi sebesar 200 km/l. Rekor ini jauh melebihi SA 7 yang tahun lalu hanya mencapai efisiensi bahan bakar 167 km/l.

Bangkit Kembali
Apabila SEM Asia 2013 kembali diadakan tahun ini, tim SA 8 bakal menghadapi perhelatan yang lebih tangguh. Hal ini lantaran lebih banyak lagi tim peserta yang lolos untuk berlomba, termasuk 20 tim dari Indonesia. Nasib mereka kini semua sama, harus membawa kembali pulang dan membatalkan niat berlomba untuk sementara.

Tim SA 8 kini tengah memproses kepulangan mobil. Mereka juga mengirimkan surat permintaan maaf kepada seluruh sponsor yang telah berbesar hati untuk membantu pembiayaan mobil irit SA 8 hingga bisa terealisasi. ”Kami menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada pihak sponsor, dan berharap semoga mereka dapat menerima kejadian ini,” ujar Arif.

Masih ada peluang yang tak akan dilewatkan oleh tim SA 8. Yaitu laga Indonesia Energy Marathon Challenge (IEMC) 2013 bulan November nanti. SEM Asia 2014 di Manila, Filipina, juga masih belum luput dari pandangan. (its)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *