Komisi II DPR: Anggaran Pemilu 2024 Tak Ada Masalah

Komisi II DPR: Anggaran Pemilu 2024 Tak Ada Masalah

Nusantara7.com,Jakarta – Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyampaikan dokumen perencanaan dan penganggaran Pemilu 2024 sebesar Rp 76,6 triliun masih belum disusun. Komisi II DPR yang membidangi urusan penyelenggaraan pemilu memastikan pemerintah telah berkomitmen akan menjalankan penganggaran yang telah disepakati tersebut.
Wakil Ketua Komisi II DPR Saan Mustopa menjelaskan anggaran Pemilu 2024 dicairkan secara bertahap. Tahapan pencairan itu, kata Saan, disesuaikan dengan siklus anggaran.

“Kemarin soal anggaran sudah disepakati ya antara Pemerintah, DPR dan penyelenggara pemilu, itu kan Rp 76,6 triliun. Nah untuk tahap pencairannya kan sesuai dengan siklus anggaran. Tahun 2022 ini kan tahap pertama, yang kedua nanti tahun 2023, dan (terakhir) nanti 2024,” kata Saan saat dihubungi, Senin (20/6/2022).

Meski begitu, Saan meminta masyarakat tak khawatir soal tahapan penganggaran tersebut. Dia memastikan DPR dan pemerintah telah berkomitmen agar Pemilu 2024 terlaksana.

“Nggak ada masalah di anggaran. Kemudian masyarakat juga tidak perlu khawatir bahwa pemilu tidak akan jalan. Jadi pemilu insyaallah akan berjalan,” kata Saan.

“Pasti pemerintah berkomitmen untuk menjalankan itu semua, karena sudah jadi komitmen pemerintah dan juga semua, termasuk DPR dan penyelenggara agar pemilu ini berjalan,” imbuhnya.

Lebih lanjut, Saan memastikan pemerintah telah menyediakan dana untuk penganggaran Pemilu 2024. “Adalah pasti. Anggaran pasti ada,” ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, Komisi II DPR RI dan KPU sudah menyepakati anggaran Pemilu 2024 sebesar Rp 76,6 triliun. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mengatakan proses persetujuan APBN untuk penganggaran Pemilu 2024 melibatkan legislatif dan eksekutif.

“Proses persetujuan APBN melibatkan legislatif tidak hanya pemerintah,” kata Kepala Biro Komunikasi dan Layanan Informasi Kemenkeu, Rahayu Puspasari.(dc)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *