Habib Syech Mantapkan Mahfud MD

Habib Syech Mantapkan Mahfud MD

Jakarta  – Mantan Ketua Mahkamah Konstitusi, Mahfud MD, mantap mendukung  calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa. Dengan saran dan dukungan para kiai, Mahfud bersedia menjadi ketua tim pemenangan.Menurut Mahfud, keputusan itu diambil ditengah pro dan kontra yang ada di lingkungan sekitarnya. Tapi, ada beberapa tokoh yang dianggap Mahfud sebagai mentor dan panutan yang memantapkan pilihannya.

Salah satunya adalah Habib Syech bin Abdul Qadir Assegaf. Murid dari almarhum Habib Anis bin Alwi Alhabsyi, imam masjid Riyadh Gurawan Solo itu langsung menghubungi Mahfud dan menyatakan bersyukur dan memantapkan agar mendukung Prabowo – Hatta.

“Habib Syech menyatakan bersyurkur dan mengajakan saya untuk bersalawat ke berbagai daerah untuk mendoakan kemenangan Prabowo-Hatta,” katanya.

Menurut Mahfud, kiai Agus Ali Masyhuri dari Tulangan Sidoarjo juga mengatakan “wajib” bagi dirinya untuk melanjutkan perjuangan di jalan politik.

Meski ada yang mendukung, ada juga kiai yang meminta Mahfud untuk memikirkan masak-masak sebelum menjatuhkan pilihan. Seperti sahabatnya, KH, Khudori Yusuf atau Gus Yusuf dan K. Ahmad Bagja.

“Mereka menyarankan agar saya mempertimbangkan secara konprehensif dan tenang, jangan terburu-buru,” katanya.

KH Malik Madani, senior dan penasihat Mahfud dari UIN Yogya, meminta agar dirinya netral. Banyak tuduhan bahwa Mahfud dinilai sedang memburu jabatan atau sedang sakit hati.

Lain dengan para kian, tanggapan lain juga datang dari para mahasiswa Mahfud. Dia mengaku menerima pesan bahwa mahasiswanya akan mengambil sikap politik lain dan mendukung Joko Widodo dan Jusuf Kalla.

“Pesan itu isinya kami tetap mengagumi dan ta’dzim kepada Bapak sebagai guru kami, tapi izinkan kami mengambil pilihan politik lain.” Katanya.

Tidak hanya itu, Mahfud mengungkapkan, gurunya yang mengajarnya di UGM, Prof. Maria Sumardjono juga mengirimkan pesan. Inti pesan tersebut meminta agar Mahfud berhati-hati dan tidak emosional dan terburu-buru dalam mengambil keputusan tentang masalah penting seperti ini.

Akhirnya Mahfud mengaku mengikuti apa yang dikatakan oleh Imam Al-Ghazali. Bahwa memperjuangkan nilai kebaikan agama itu takkan efektif kalau tak punya kekuasaan politik. Dengan kata lain, nilai luhur agama adalah saudara kembar dari pejuangan politik.

“Memperjuangkan kebaikan ajaran agama dan mempunyai kekuasaan politik adalah saudara kembar. Agama adalah dasar pejuangan, sedang kekuasaan politik adalah pengawal perjuangan. Perjuangan tanpa fondasi atau dasar (prinsip) agama akan runtuh, dan perjuangan yang tak dikawal kekuasan politik akan sia-sia,” Katanya.

Dengan semua masukan tersebut, Mahfud mengaku telah mantap memilih untuk menjadi ketua pemenangan tim capres Prabowo-Hatta.

“Bismillah dengan ini saya nyatakan memulai berjuang bersama pasangan Prabowo-Hatta dengan memimpin tim nasional pemenangan pasangan tersebut,” katanya. vns

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *