Fuad Amin Tunggu “Istikharah” Dukung Cagub Jatim

Fuad Amin Tunggu “Istikharah” Dukung Cagub Jatim

Pos, Surabaya – Tokoh Madura sekaligus mantan Bupati Bangkalan Fuad Amin mengaku pihaknya menunggu “istikharah” (shalat memon petunjuk Tuhan) sebelum menentukan dukungan kepada bakal calon gubernur dalam Pemilihan Kepala Daerah Jawa Timur 2013.
“Saya menunggu petunjuk dari Allah SWT terlebih dahulu, sebab semua pasangan masih bakal calon, belum ada penetapan dari KPU Jatim. Nanti kalau sudah ada, baru saya menentukan dukungan,” ujarnya kepada wartawan, Rabu.

Sebelumnya, ia sempat menegaskan akan mendukung bakal calon gubernur Khofifah Indar Parawansa dalam Pilkada Jatim pada 29 Agustus 2013. Namun, setelah melihat wakilnya ketika mendaftar, yakni Herman Sumawiredja, maka Fuad Amin berubah pikiran dan menyatakan belum bersikap.

“Dulu, Khofifah wacananya bersama Hasan Aminuddin atau Halim Iskandar. Kalau Khofifah bersama mereka, saya tidak perlu berfikir lagi dan sudah pasti tancap gas memenangkan mereka,” kata dia.

Menurut dia, semua calon yang maju Pilkada Jatim kali ini adalah sahabatnya dan memiliki “track record” sangat baik. Apalagi, semua bakal calon yang maju memiliki “darah” Nahdlatul Ulama (NU).

Ia menyebut Bambang Dwi Hartono adalah kawan lamanya dan pernah aktif ketika sama-sama sebagai aktivis. Bahkan, Bambang dikenal sangat dekat dengan Megawati Soekarnoputri serta sudah sangat teruji memimpin sebuah daerah.

Kedua, Khofifah Indar Parawansa yang dinilainya sangat melekat dengan Muslimat NU. Pengalaman sebagai seorang menteri dan berdarah asli “Nahdliyyin”, Khofifah dinilai sangat teruji jika menjadi gubernur.

“Soekarwo sangat pintar dan pro rakyat. Saya melihat semua kebijakannya sangat berpihak ke masyarakat, hanya dia tidak memiliki sebuah prestasi pembangunan yang luar biasa. Apalagi dia berduet dengan Saifullah Yusuf yang sudah saya anggap adik sendiri,” katanya.

Di sisi para wakil, Herman Sumawiredja dikenal sebagai pejabat polisi atau jenderal yang sangat bersih dan jujur. Selanjutnya, Said Abdullah adalah tokoh Madura yang memiliki basis massa kuat di kawasan Tapal Kuda, serta seorang habib di Sumenep.

Selain itu, pihaknya berharap Pilkada Jatim sekarang hanya berlangsung satu putaran saja. Alasannya, kata dia, agar tidak terlalu banyak anggaran yang dikeluarkan untuk memilih pemimpin selama lima tahun ke depan.

Apalagi, diulanginya lagi Pilkada jika terjadi lebih dari satu putaran akan membuat masyarakat bingung.

Fuad Amin yang juga menjabat Ketua DPC Partai Gerindra Kabupaten Bangkalan ini berharap pada Pilkada kali ini tidak ada praktik politik uang dan tidak saling menggugat ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Saya titip pesan saja bagi calon gubernur yang maju agar Madura usai Suramadu dibenahi dan perlu dibentuk Badan Pembangunan Madura (BPM), serta bubarkan saja Badan Pengembangan Wilayah Suramadu, sebab apanya yang mau dikembangkan lagi di Suramadu,” katanya. (ant-pgh)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *