Expo Batik Nusantara dan IKM jadi sarana informasi dan edukasi

Expo Batik Nusantara dan IKM jadi sarana informasi dan edukasi

Nusantara7.com, Situbondo – Bupati Situbondo Karna Suswandi mengemukakan gelaran Expo Batik Nusantara dan IKM menjadi sarana informasi dan edukasi serta sekaligus para perajin batik dan pelaku industri kecil dan menengah (IKM) bisa bertukar kreasi dengan peserta dari kabupaten lain.

“Saya mengapresiasi pameran batik nusantara dan IKM yang digelar Dinas Perdagangan dan Perindustrian. Meski anggaran terbatas, namun dengan semangat menggeliatkan perekonomian di tengah pandemi, pameran ini terselenggara dengan baik,” kata Bung Karna, sapaan bupati, usai membuka Expo Batik Nusantara dan IKM di Gedung Serbaguna Situbondo, Jawa Timur, Senin.

Kelesuan ekonomi akibat pandemi COVID-19, lanjut dia, Dinas Perdagangan dan Perindustrian punya terobosan untuk menumbuhkan kembali perekonomian perajin batik maupun IKM lainnya, dengan menggelar pameran yang diikuti perajin batik dari delapan kabupaten/kota di Jawa Timur.

Bung Karna menjelaskan bahwa pameran batik menajdi sarana informasi dan edukasi dan bisa bertukar kreasi dengan kabupaten lain, sehingga batik bisa semakin maju di pasaran. Karena batik adalah pakaian khas Indonesia, budaya Indonesia, yang harus terus dilestarikan.

“Harapan kami, dengan gelaran pameran ini akan menjadi awal bangkitnya era baru, sebuah perubahan. Karena, sejatinya perubahan akan terwujud apabila kita bekomitmen untuk terus memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ucapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian Kabupaten Situbondo, Edy Wiyono mengaakan Expo Batik Nusantara dan IKM merupakan upaya pemerintah daerah menggerakkan perekonomian masyarakat, yang lesu akibat pandemi.

“Pameran batik nusantara ini selain sarana edukasi, juga para perjain batik mengenal batik khas daerah lain di Jawa Timur,” ujarnya.

Data diperoleh, Expo Batik Nusantara dan IKM ini diikuti oleh perajin batik dari delapan kabupaten/kota di Jawa Timur, yakni Banyuwangi, Bondowoso, Jember, Probolinggo, Kota Pasuruan, Sumenep, Pamekasan, Bangkalan. Ditambah lagi dengan perjain kerang dan kayu ukiran serta pelaku usaha kuliner. (ant)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *